Chef Iloveyou

Chef Iloveyou
Menolak perjodohan.



Arief merebahkan tubuhnya di ranjang, malam itu ia baru saja sampai di apartemen.


Arief menelungkup kan wajah mengingat gadis yang bernama Kiki, yang baru saja menjadi kekasih nya.


namun kejadian tadi sore membuat nya merasa bingung dan tidak tahu harus bagaimana.


**


"sejak kapan kamu sakit sa?


kenapa kamu enggak pernah cerita sama aku?"


ucap Arief saat berada dalam ruang perawatan Tasya.


"aku takut kamu menjauhi ku rief...!"


ucap Tasya terisak.


"Kenapa kamu berpikir seperti itu?"


"aku cinta sama kamu rief....?!"


ucap Tasya membuat Arief membeku.


"rief, usia ku tak lama lagi?


mungkin sebentar lagi aku akan mati!"


ucap Tasya menunduk sementara Arief diam membisu mencerna ucapan Tasya.


"rief...... aku mau kamu bisa menemani hari hari terakhir ku...!"


ucap Tasya memegang tangan Arief.


"berikan aku kebahagiaan sedikit saja, sebelum aku pergi..!"


ucap Tasya memelas.


"jangan berkata seperti itu sa, kamu akan sembuh!"


ucap Arief memberikan semangat.


Arief dan Tasya bersahabat sejak mereka duduk di kursi SMP, hingga sekarang mereka dekat, Tasya pernah menjauh saat Arief berpacaran dengan Alea, dan Tasya kembali mendekati Arief saat mengetahui bahwa Arief dan Alea sudah berpisah.


sudah sejak lama Tasya menyukai Arief namun ia tidak berani mengungkapkan perasaan nya pada pria itu, namun saat ini ia tidak bisa menahan perasaan nya lagi, hidup nya juga tidak akan lama lagi.


"aku tidak bisa menjanjikan apapun sa, aku minta maaf...tapi aku janji akan selalu ada untuk mu.


kamu harus yakin bisa sembuh!"


ucap Arief senyum,dan di angguki oleh Tasya.


**


bagaimana jika keadaan nya seperti ini, mungkin ia memang harus menunda waktu untuk melamar kekasihnya, saat ini Tasya juga membutuhkan nya karena walau bagaimanapun Tasya adalah sahabat nya.


bergegas Arief bangun dan melangkah keluar apartemen, hal pertama yang harus ia lakukan adalah meminta Wisnu untuk membatalkan rencana perjodohan itu.


setelah itu ia akan membicarakan masalah ini dengan Kiki.


tak lama ia sampai di rumah sang papih, rumah itu cukup besar dan mewah.


namun Arief lebih nyaman Tinggal di apartemen ketimbang tinggal di rumah besar itu, ia hanya akan pulang jika ia merindukan sang mami.


"mi...."


ucap Arief masuk ke dalam rumah.


terlihat Yuni tersenyum menghampiri.


"sayang, kamu kok enggak bilang mau pulang"


ucap Yuni memeluk putra sulung nya itu.


"ya,mi... Arief mau ketemu papih...?"


ucap Arief masuk ke dalam ruang keluarga.


"tumben cari papih....!"


ucap Wisnu yang tengah duduk sambil memangku laptop nya.


di usia nya sudah tidak muda lagi, Wisnu masih harus sibuk dengan perusahaan nya.


karena Arief sendiri sibuk dengan restoran nya, dulu Wisnu berharap Arief bisa menjadi seorang pebisnis seperti dirinya namun Arief memilih jalur yang berbeda dengan menjadi chef, meski tak di ragukan lagi kemampuannya dalam bidang itu, Arief bahkan memiliki beberapa restoran yang tersebar di berbagai kota.


"ada apa rief?"


ucap Wisnu, dan Yuni Duduk di samping suami nya itu.


"Arief ingin membatalkan rencana perjodohan itu...!"


ucap Arief membuat Wisnu tertegun.


bukan kah kita sudah sepakat, jika aku mengizinkan mu menjadi chef maka kamu akan menerima perjodohan itu...


apa kamu lupa chef Arief...?"


ucap Wisnu menatap netra milik Arief.


"ya tapi Arief sudah punya calon sendiri, dan lagi saat ini Tasya sakit kanker. Arief tidak bisa jika harus menikah dalam waktu dekat?"


ucap Arief menunduk, ia ingat dengan janji nya saat itu pada Wisnu Karena sebenarnya Wisnu berharap ia bisa menggantikan posisi nya di perusahaan namun Arief bersikeras ingin menjadi seorang chef.


"pilih saja, tetap menjadi chef tapi kamu menerima perjodohan itu atau kamu berhenti menjadi chef dan mengganti kan papih di perusahaan, dengan itu kamu boleh menolak perjodohan itu."


ucap Wisnu membuat Arief bungkam.


"sampai kapan kamu hidup dengan keinginan kamu sendiri tanpa memikirkan kami,, siapa perempuan yang membuat mu seperti ini?"


tanya Wisnu dengan tegas.


"weekend nanti papih dan Kahfi sudah berencana untuk mempertemukan kamu dengan Kinara... lalu bagaimana jika keinginan kamu justru membatalkan rencana itu...!"


Arief diam mendengar nama Kinara, tiba tiba ia merindukan Kiki, beberapa jam ini ia tidak menghubungi gadis itu.


"Kinara itu sebentar lagi akan lulus kuliah dan menjadi sarjana bisnis manajemen,, Kinara juga cantik, papih yakin kamu tidak akan menolak jika sudah bertemu...!"


ucap Wisnu Menilik Arief yang tetap bungkam.


"pikirkan itu dengan baik, dan soal Tasya papih tidak masalah jika kamu ingin memberikan nya semangat, namun tak lantas membuat mu menunda rencana yang sudah papih rancang sejak lama...!


karena papih juga tidak bisa menerima Tasya!"


ucap Wisnu kemudian pergi meninggalkan Arief dan Yuni yang terdiam mendengar penuturan Wisnu.


"kamu sabar ya, ketemu aja dulu sama Kinara, soal Tasya kamu masih bisa menemani nya Tapi bukan berarti kamu dan Tasya memutuskan untuk bersama kan?


perjodohan ini sudah di rencanakan jauh jauh hari...jadi kami tidak bisa membatalkan nya begitu saja, terkecuali dari pihak Kahfi juga membatalkan rencana itu...!"


ucap Yuni mengusap punggung putranya itu.


**


Kinara menatap ponselnya yang sejak tadi sepi,tak ada pesan atau telpon dari arief seperti hari hari sebelum nya.ia juga tidak membalas pesan tadi sore.


apa mungkin Arief marah karena sikap Wildan?


Kinara membuang nafas kemudian menelungkup kan wajah nya di bantal, mematikan ponselnya dan memejamkan matanya, besok pagi ia harus menjemput bunda dan ayah nya di bandara.


namun beberapa kali ia mencoba untuk tertidur namun tidak bisa.


"Arief sedang apa ya?"


ucap kinara menatap jendela yang basah oleh air hujan, hujan turun membuat udara menjadi semakin dingin di tambah pendingin ruangan.


berbeda dengan Yasmin justru Kinara suka udara dingin, ia selalu minta berlibur ke negara yang memiliki musim salju, seperti Rusia, Amrik dan yang lainnya.


tentu saja hal itu menurun dari Kahfi yang menyukai udara dingin, setiap pergantian tahun kahfi selalu mengajak keluarga nya berlibur ke negara yang memiliki musim dingin, termasuk si kembar yang juga menyukai udara dingin.


Kinara beranjak dari kamar dan melihat Fahri dan Fahmi berada di dapur, entah apa yang dilakukan pria kembar itu.


"kalian lagi ngapain di dapur?"


ucap kinara menghampiri.


"bikin nasi goreng...Mau enggak kak?"


ucap Fahri, anak itu jarang sekali tersenyum tak seperti Fahmi.


"boleh...!


kalian baru pulang?"


tanya kinara yang duduk di kursi.


ingatan nya kembali pada pria itu, kenapa Arief tak menghubungi nya? padahal tadi pagi ia begitu bersemangat ingin melamar nya, tapi sekarang tiba-tiba tak ada kabar sama sekali.


apa ia sibuk di Restoran? tapi jam segini restoran sudah tutup.


sementara Arief tengah duduk di bawah ranjang sambil menatap air hujan yang turun,


ia rindu gadis itu...?


namun ia ingat kembali ucapan Wisnu.


"jika kamu mau menerima perjodohan itu, kamu boleh tetap menjadi chef.


tapi kalau kamu Menolak kamu harus mau mengganti kan papih di kantor?"


hal itu membuat nya bimbang dan terus memikirkan ucapan Wisnu, sebuah pilihan sulit. tanpa ia tahu siapa Kinara dan kiki adalah orang yang sama.


bersambung....


terima kasih yang udah mampir 😍😍😍😍