Chef Iloveyou

Chef Iloveyou
ketulusan.



"Ki, jangan bicara seperti itu!"


ucap Arief menunduk.


"Abang tahu Abang salah karena bohong sama kamu.... tapi Abang enggak bermaksud untuk macam macam di belakang kamu, Abang menolak penawaran itu karena Abang enggak mau mengorbankan pernikahan kita demi perusahaan... Abang sayang banget sama kamu, Abang rela kehilangan gelar bahkan semua nya. asal kita tetap bersama..."


ucap Arief menatap kinara yang masih tetap diam sambil mencerna ucapan suami nya itu.


"Abang sadar Abang memang belum bisa membahagiakan kamu.... Abang!"


ucap Arief tertahan saat Kinara menempel kan telunjuk nya di bibir Arief.


"enggak bang, Abang bikin Kiki Bahagia, justru Kiki takut kalau Abang menerima tawaran itu, mungkin Kiki egois tapi Kiki enggak mau di madu!"


ucap Kinara menitikkan air mata nya.


"kamu enggak egois...masih banyak cara lain"ucap Arief memeluk Kinara.


"dan itu tidak akan pernah terjadi, Abang enggak akan membagi rasa ini dengan yang lain justru Abang akan terus menambah rasa cinta Abang untuk kamu!"


ucap Arief mencium kening kinara.


"kita akan melalui proses ini bersama, kamu harus percaya sama Abang kalau Abang bisa menyelesaikan semua masalah ini....!"


ucap Arief mendekap tubuh Kinara.


"maaf kan kiki kalau Kiki sudah membuat Abang khawatir, dan terima kasih untuk semua kasih sayang Abang untuk Kiki....!"


ucap Kiki masih mendekap tubuh suaminya itu.


"ya, ya sudah...anggap saja semua yang terjadi untuk menguji cinta kita..."


ucap Arief mencium kepala Kinara.


"ayo kita istirahat...!"


ucap Arief mengajak Kinara masuk ke dalam kamar.


"Kiki enggak bawa baju ganti bang....!"


"Enggak apa-apa, ada baju Abang!


kamu masih menstruasi de...!"


kinara mengangguk.


"ya sudah tidak apa-apa....!"


ucap Arief mengelus rambut kinara.


waktu menunjukkan pukul setengah dua belas malam, Kinara terbangun dan melihat Arief masih terjaga di depan laptop nya.


"Bang.....!"


"HM.....?"


ucap Arief Menoleh pada kinara.


"apa sayang, kamu lapar?"


ucap Arief beranjak menghampiri Kinara di ranjang.


"tidur bang...!"


"oh, mau di peluk?"


ucap Arief Terkekeh kecil naik ke atas ranjang dan memeluk kinara dari belakang.


Kinara termenung menatap tangan yang melingkar di pinggang nya, Arief langsung terlelap. mungkin dia lelah namun harus mengerjakan tugas kuliah nya.


kinara membalikkan tubuhnya menatap wajah Arief yang Lelah.


saat ada masalah suami nya itu selalu bersikap tenang, ia bersikap lembut pada istri nya.


kinara pikir Arief akan marah saat ia menghilang dan membuat nya cemas namun tidak, Arief tetap bersikap lembut pada nya.


begitu juga dengan Kinara di saat ia marah ia akan lebih memilih untuk pergi, menenangkan pikiran, diam agar tak ada kata menyakitkan yang keluar dari bibirnya. diam dan memahami keadaan yang tengah ia hadapi. ia akan bicara saat ia sudah bisa meredam emosi nya.


"aku sayang kamu Bang....!"


ucap kinara beranjak dari ranjang.


"Abang juga sayang sama kamu...!"


ucap Arief menahan tangan kinara untuk bangun.


kinara Menoleh pada Arief yang senyum sambil membuka matanya.


"mau kemana?"


"ke kamar mandi dulu bang...!"


ucap kinara menarik nafas saat nyeri itu kembali ia rasakan.


"kamu kenapa?"


ucap Arief memperhatikan wajah Kinara.


"enggak apa-apa bang ..Kiki ganti baju dulu ya!"


ucap Kinara beranjak dari ranjang.


Kiki keluar dari kamar mandi menggunakan pakaian milik Arief.


terlihat Arief menuggu nya.


"Ki...!"


"Abang kok belum tidur lagi?"


"nuggu kamu...!"


ucap Arief meraih tangan kinara naik ke ranjang.


"apa yang kamu rasakan, jangan tutupi kalau ada yang kamu rasakan. Abang udah janji sama bunda untuk jaga kamu...!"


ucap Arief menyandarkan kepalanya kinara ke dada nya.


"Kiki juga enggak tahu, rasa sakit itu kadang muncul dan hilang sendiri, terkadang di kanan dan kiri bawah perut...!"


ucap kinara menggigit bibirnya.


"ini sakit....?"


ucap Arief meraba perut bagian bawah kinara.


"kadang enggak, tapi kadang suka muncul tiba tiba...!"


"ya sudah, besok kita periksa ya... Jangan menolak lagi, kalau ada apa-apa kita bisa obati.."


"tapi Kiki takut bang..!"


ucap kinara Terisak.


"jangan takut, ada Abang di sini..kan Abang sudah bilang, kita akan hadapi semua nya bersama!"


kinara mengangguk, Arief menghapus air matanya dan mendekap erat tubuh istrinya.


ucap Arief mengelus rambut kinara hingga ia terlelap dalam pelukan Arief.


pagi....


Kinara merogoh ponsel nya yang berada di nakas terlihat Yasmin melakukan panggilan telepon, Arief sudah tidak ada di samping nya.


"halo assalamualaikum Bun...!"


ucap kinara setelah menggeser tombol hijau pada layar ponsel nya.


"halo, walaikumsalam.....sayang kamu dimana?"


"Kiki di apartemen bang Arief...!"


kinara senyum saat Arief masuk ke dalam kamar membawa sarapan untuk mereka.


"kemarin kamu kemana? kata satpam Arief cari kamu, terus bunda telpon malah enggak aktif. pesan bunda juga enggak di balas..."


kinara tertegun sejenak.


"bunda cemas sampai enggak bisa tidur semalaman, apa kamu ada masalah dengan Arief?"


tanya Yasmin lagi.


"ya, Bun...Kiki minta maaf, kemarin Kiki Sama ayu.ponsel nya lowbet..Kiki enggak charger...


Kiki enggak berantem sama bang Arief"


ucap kinara sambil menoleh pada Arief yang tersenyum padanya.


"ini Kiki sama bang Arief di apartemen...!"


"ya, sudah lain kali kamu harus balas pesan Bunda, jangan cuma di read aja!"


"ya, Bun..maafkan Kiki...!"


"ya sudah... tidak apa-apa, sudah ya sayang!"


"ya Bun ..!"


ucap kinara lalu mengakhiri telponnya.


"kenapa?"


"bunda.... emang Abang cari ke rumah Ayah?"


"Abang juga cari kamu ke tempat Wildan, Oma Marisa.. makanya jangan suka ngambek matiin telpon."


ucap Arief menyentil hidung Kinara sambil terkekeh lalu mencium bibir Kinara, Arief semakin bersemangat saat Kinara tersenyum dan mengalungkan tangannya pada leher Arief.


"sarapan yang menyenangkan.....!"


ucap Arief Terkekeh melepaskan bibir Kinara yang basah, Kinara sendiri ikut terkekeh memeluk Arief.


"kita sarapan dulu, Abang hari ini ada kuliah pagi, enggak lama kok, setelah itu Abang pulang Kita langsung ke rumah Sakit ya...!"


ucap Arief mengambil nampan yang berisi sandwich berisi daging dan sayuran.


"Abang kapan belanja nya...?"


ucap kinara sambil mengambil sandwich itu.


"tadi setelah subuh, Abang enggak bangunin kamu karena kamu juga masih absen...!


super market yang di depan kan buka dua puluh empat jam..!"


"oh....!"


ucap kinara menyimpan sandwich tersebut.


"kenapa makan nya sedikit?"


"kenyang, kalau di paksa malah mual bang"


ucap kinara membuat Arief tertegun.


"enggak enak?"


"enak banget...cuma makan sedikit aja kenyang..!"


"de, lihat kamu kurusan... nanti ayah kamu berpikir kalau Abang enggak ngasih kamu makan!"


"enggak lah....!"


ucap kinara senyum.


"kamu di sini saja sampai Abang pulang dari kampus ya....!"


kinara mengangguk.


"Siva dan Riko sedang mempersiapkan pernikahan mereka...!"


"oh ya, syukurlah....!"


ucap kinara dengan senyum yang mengembang.


"ya sudah Abang ke kampus ya, kamu baik baik ya, kalau ada apa-apa kamu telpon Abang cepat, Abang udah beli kebutuhan kamu di supermarket tadi...!"


"termasuk yang itu?"


"ya, Abang juga beli ...."


ucap Arief senyum.


"emang enggak malu beli nya?"


"enggak lah, karyawan supermarket juga nanya..."


Kinara termangu menunggu Arief bicara.


"ya, Abang bilang untuk istri Abang yang masih terlelap tidur....!"


ucap Arief Terkekeh mencium pucuk kepala kinara.


"terimakasih ya bang...!"


"ya udah Abang berangkat ya, di kulkas juga ada cemilan...!"


"ya, hati hati ya bang...!"


Arief mengangguk lalu mencium kening Kinara kemudian pergi.


Kinara memperhatikan punggung Arief yang menghilang di balik pintu, kebaikan hati nya, ketulusan cinta Arief yang membuat nya tak akan sanggup untuk berbagai dengan perempuan lain.


bersambung.


terimakasih yang sudah mampir.


😍😍


terimakasih yang Masih setia dengan novel author ini...


kira kira apa ya yang di beli Arief di supermarket? hehe...