Chef Iloveyou

Chef Iloveyou
tertekan.



Kinara Berjalan di koridor dengan wajah bersingut, rasa nya kesal melihat mereka berdua.


apa maksud semua ini?


"bang...?"


ucap kinara masuk ke dalam ruangan Riko.


semua yang bekerja di tempat itu tahu siapa Kinara, tentu Kinara tak lagi sungkan untuk masuk ke dalam ruangan itu.


"halo Kinara.....?"


ucap salah satu perawat pria yang berada di samping riko, yang tengah memasukkan barang barang nya.


kinara tersenyum paksa menanggapi hal itu, Reski memang selalu menggoda nya jika bertemu.


"makin cantik aja Ki....!"


ucap Reski Terkekeh kecil melihat kinara tanpa ekspresi.


"jangan tergiur ki, dia mah play boy cap kakap!"


ucap Riko menghampiri Kinara.


"ya kalau punya pacar kayak sepupu Lo mah, gue pasti tobat...!"


ucap Reski yang juga hendak pulang.


"ah... macam macam Lo...!"


ucap Riko dan di tanggapi kekehan kecil oleh Reski.


"ayo de....!"


ucap Riko beranjak lalu menarik tangan kinara.


"kok weekend masih betah di rumah sakit?"


ucap kinara berjalan beriringan bersama Riko.


"kemarin ada pasien kecelakaan dan harus di operasi malam itu juga, ngantuk banget Ki, jadi Abang tidur di rumah Sakit aja!"


ucap Riko merangkul pundak sepupu nya itu.


"kenapa sih Bete gitu.....?"


ucap Riko melihat kinara yang tampak tidak bersemangat.


"ayah sama bunda udah pulang...!"


"oh gitu......!


ya udah kita ke rumah Oma aja!"


"enggak jadi ke apartemen bang?"


"enggak.....ayo!"


ucap Riko kemudian membawa Kinara berbelok, tanpa Kinara sadari Arief terus memperhatikan Kinara yang berinteraksi dengan Riko.


saat itu Arief tengah mendorong kursi roda milik Tasya untuk kembali ke ruang perawatan.


banyak hal yang membuat keduanya berada dalam lingkaran kesalahpahaman.


***


"sa... kamu istirahat ya!"


ucap Arief membantu Tasya naik ke atas ranjang.


"rief....?"


"kenapa?"


ucap Arief duduk di depan Tasya.


"aku mau kamu menemani ku di sini?!"


ucap Tasya memegang tangan Arief.


"aku tidak bisa karena aku harus ke restoran, kamu tahu kan kalau weekend restoran selalu ramai...!"


ucap Arief senyum, kemudian masuklah kedua orang tua nya Tasya.


"Arief....!"


"Tante....?"


ucap Arief beranjak.


"Arief pamit mau ke restoran....!"


ucap Arief senyum lalu Menoleh sekilas pada Tasya.


"oh, ya udah tidak apa-apa...!"


ucap Rini ibu Tasya tersenyum.


Arief mencari keberadaan ponsel nya di dalam mobil namun tidak ada, ia pikir tertinggal di mobil namun ternyata tidak.


"apa mungkin tertinggal di apartemen...?"


ucap Arief memijat keningnya yang terasa pusing.


bergegas ia pergi ke restoran karena waktu sudah semakin siang.


sementara itu kinara Langsung masuk ke dalam kamar saat sampai di rumah, membiarkan Riko dan sang ayah ngobrol.


Kinara Melihat ponsel nya yang masih sepi, ternyata sampai saat ini Arief belum membaca pesan nya.


"sesibuk itu kamu bang?"


ucap kinara meloloskan air mata nya.


rasa sesak yang baru pertama kali ia rasakan, saat melihat seseorang yang ia cintai bersama perempuan lain.meski ia tidak tahu itu siapa Arief tapi tetap saja rasanya cemburu melihat kedekatan mereka berdua.


gegas Kinara mematikan ponselnya dan menyimpan nya di nakas lalu pergi keluar menghampiri Yasmin yang sedang membagi oleh oleh dari Rusia.


"kenapa mukanya di tekuk seperti itu?"


ucap Yasmin mengelus kepala Kinara.


"oh ya sayang, nanti pak Wisnu akan kemari bersama istrinya... kamu mau kan ketemu sama anak nya? ucap Yasmin Menilik wajah kinara.


"kapan?"


"kapan yah?"


ucap Yasmin menepuk paha Kahfi yang sedang memainkan ponselnya.


ucap Kahfi mengelus kepala putri nya.


"kalau Kinara menolak Gimana yah?"


ucap kinara terbata tanpa berani menatap wajah kahfi.


"apa alasan nya?"


Kinara bungkam tak menjawab pertanyaan nya.


"kalau kamu punya pacar, suruh dia datang menemui Ayah... kalau memang baik ayah tidak akan memaksa kamu!"


ucap kahfi senyum.


"ayah tidak akan mempersulit kamu, kalau kamu mempermudah semua nya, karena ayah ingin memberikan yang terbaik untuk kamu!"


ucap Kahfi dan diangguki oleh Yasmin.


"kamu punya pacar sayang?"


tanya Yasmin menatap wajah kinara yang tanpa ekspresi.


"kenapa diam?


kalau kamu merasa pilihan kamu itu baik kenapa kamu harus ragu untuk mengajak nya kerumah ini....!"


ucap kahfi membuat kinara semakin tak berkutik.


"sudah....!"


ucap Yasmin senyum merangkul pundak Putri nya itu.


"Udah yah....!"


ucap Yasmin menghentikan Kahfi yang hendak bicara lagi.


Kinara menatap kaca jendela yang berembun, udara cukup dingin setelah hujan reda.


namun pikiran nya tak bisa mereda memikirkan ucapan sang ayah.


justru dengan kejadian tadi siang di rumah Sakit membuat nya ragu pada Arief.


kinara merebahkan tubuhnya di ranjang kemudian menarik selimut lalu memejamkan matanya, berharap esok hari lebih baik dari hari ini.


cukup larut Arief sampai di apartemen, jalanan cukup macet karena ada kecelakaan yang membuat jalanan tak dapat di lewati sebelum polisi mengevakuasi para korban dan kendaraan yang berserak di jalan.


bergegas ia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri,, setelah selesai Arief melihat ponselnya tergeletak di atas ranjang, gegas ia mengambil nya terlihat beberapa panggilan masuk dari Kinara.


Arief berdecak saat nomor kinara tak dapat ia hubungi,, kinara pasti marah!


gumam Arief dalam hati.


ia harus segera menemui gadis itu tapi ini sudah malam.


Waktu menunjukkan pukul setengah sebelas malam.


"besok saja....!"


ucap Arief sendiri kemudian merebahkan tubuhnya di ranjang.


pagi....


Kinara bersiap untuk pergi ke kampus karena hari ini kinara ada kelas pagi.


terlihat ponsel nya berdering terlihat Arief melakukan panggilan video, namun kinara membiarkan panggilan itu hingga berakhir.


"Ki, angkat dong.. Abang tuh rindu sama kamu!"


pesan Arief membuat Kinara menelan Saliva.


"rindu...?"


ucap kinara, lalu menyimpan ponselnya dalam tas tak menghiraukan pesan dari Arief, kemudian pergi ke luar.


"semudah itu kamu bicara tentang rindu setelah apa yang aku lihat kemarin,


kamu anggap apa perasaan ku bang, apa selama ini kamu hanya main-main"


ucap kinara sambil berjalan menuruni tangga.


"sayang ..!"


ucap Yasmin tersenyum melihat kinara turun dari tangga, terlihat Kahfi dan si kembar tengah Sarapan.


"Kamu ada kuliah pagi?"


tanya Kahfi dan di angguki oleh kinara.


"pergi dengan ayah ya!"


ucap Kahfi membuat kinara Menoleh.


"nanti pulang nya gimana kalau Kiki pergi dengan ayah?"


tanya kinara duduk di kursi.


"ayah yang akan menjemputmu pulang!"


ucap kahfi membuat kinara tertegun.


"tapi.....!"


ucap kinara terhenti melihat wajah kahfi yang tak ingin di bantah, nanti siang orang kepercayaan nya akan memberikan informasi tentang siapa pria yang bersama Kinara Waktu itu.


"ya udah...!"


ucap kinara, sementara si kembar hanya diam melihat interaksi ayah dan kakak nya itu.


*


"jangan terlalu mengekang kinara yah...?"


ucap Yasmin saat kahfi hendak pergi, terlihat Kinara sudah berada di dalam mobil.


"apa kamu tidak khawatir dengan cerita Rayan waktu itu, pergaulan anak sekarang harus di pantau"


ucap kahfi mencium kening Yasmin.


"ya tapi Yasmin melihat kinara seperti tertekan..."


ucap Yasmin Menoleh pada kinara yang tengah membuka buka buku nya.


"dia tertekan karena menyembunyikan sesuatu dari kita .. kamu jangan khawatir, ayah hanya ingin yang terbaik untuk Kinara"


ucap Kahfi kemudian pergi setelah mengusap pucuk kepala Yasmin.


bersambung.