
Arief memperhatikan Siva yang tak sadarkan diri, Riko sengaja memberikan nya obat tidur.
terlihat Yuni menangis bersandar pada Kinara yang juga merasa iba melihat kondisi Siva.
saat sampai di Indonesia, Riko menceritakan semuanya pada Arief dan Kinara.
"jadi gimana rief?"
ucap Kahfi bertanya.
"Arief udah kasih Reno pelajaran, ia juga sudah di keluarkan dari kampus... namun Arief tidak menyangka jika ia langsung menghubungi Siva dan menyalahkan Siva atas perbuatannya sendiri, Arief pikir ia akan sadar namun justru ia terus berulah...."
ucap Arief dengan gemeretak gigi nya.
"kamu sabar, yang terpenting saat ini Siva baik baik saja.
jangan berikan ponsel untuk sementara waktu, jangan biarkan ia berkomunikasi dengan pihak luar.."
"ya rief, aku yang akan menikahi Siva..."
semua tertegun mendengar penuturan Riko begitu juga dengan kinara yang langsung terperangah.
"Abang jangan bercanda....!"
"serius.... Abang enggak bercanda...!"
"atas dasar apa bang?"
ucap Arief tanpa menoleh.
"kasihan......!
dalam rumah tangga memang di perlukan cinta, namun seiring berjalannya waktu rasa kasih sayang lebih di utamakan... kamu tidak akan tega menyakiti nya saat kamu merasa kasihan pada nya, kamu akan memprioritaskan kepentingan nya karena kamu kasihan pada nya...."
"tapi siva sudah bukan gadis, ia bahkan sedang mengandung...!"
"tidak masalah, aku akan menerima Siva Apa adanya, kita sama sama pernah terluka mungkin dengan itu kita sama sama bisa menitipkan hati agar tak lagi tersakiti...."
"tapi bang.....?"
"tenang saja ki, Abang tidak pernah main main mengambil keputusan..."
ucap Riko membuat mereka semua diam.
**
"gimana menurut kamu bang?"
ucap Yasmin saat mereka sampai di rumah.
"aku tidak yakin Riko akan mendapatkan restu dari kak Hani...!"
ucap Kahfi memijat keningnya.
"lalu....?"
"entah lah....!"
ucap Kahfi memeluk Yasmin.
"kasihan Siva....!"
"Abang ingat kamu de....!" ucap kahfi mencium kepala Yasmin.
"lebih parahnya, Siva sedang hamil....!"
"ya bang, Yasmin juga prihatin dengan kondisi Adik nya Arief.... terlihat Kiki juga sedih."
"ya, Abang juga memperhatikan itu..."
ucap kahfi lalu menoleh pada ponsel yang berdering terlihat Hani melakukan panggilan telepon.
"halo kak, assalamualaikum....!"
ucap Kahfi.
"walaikumsalam fi...mba enggak ngerti maksud Riko apa yang tiba-tiba mengatakan ingin menikah dengan adik ipar kinara...!"
Kahfi membisu, ternyata Riko langsung meminta persetujuan dari Hani.
"apa tidak ada perempuan lain yang tidak bermasalah, mba bingung sama jalan pikiran Riko. masa dia mau menikah dengan perempuan yang sedang hamil oleh kekasihnya yang tidak bertanggung jawab...apa kata orang nanti!"
ucap Hani terdengar frustasi.
"ya, Kahfi paham maksud Mba tapi semua yang terjadi dengan Siva bukan karena dia perempuan nakal mba, dia di jebak oleh teman teman nya..."
"lantas kenapa Riko yang harus menikahi nya?
kemana pria yang harus nya bertanggung jawab...!"
"pria itu tidak mau bertanggung jawab karena memang bukan pria baik baik, dan Riko kasihan melihat Siva, mereka sama sama pernah terluka... mungkin dengan itu mereka bisa Sama sama menitipkan hati untuk tidak tersakiti lagi...!"
"mba tetap Enggak setuju..!"
"ya sudah, Kahfi juga tidak bisa berbuat apa-apa... anggap saja Siva seorang janda, seperti hal nya dulu Afi menikahi Yasmin dan Mami sinta menerima dengan tangan terbuka...!"
ucap Kahfi membuat Hani tertegun.
setelah itu Hani mematikan ponselnya.
Kahfi Menoleh pada Yasmin lalu memeluk nya,
ucap Kahfi merengkuh tubuh istrinya.
"tidak apa-apa bang, Yasmin berharap tak ada yang seperti itu, seorang perempuan akan kuat di uji oleh apapun tapi ia akan lemah jika di uji oleh perasaan...."
ucap Yasmin dan di angguki oleh Kahfi.
"Yasmin berharap jika Arief bisa menjadi suami yang baik seperti Abang...."
"ya, mudah mudahan...Abang juga berharap seperti itu..."
ucap kahfi kemudian terlelap bersama Yasmin.
**
Arief bersandar pada sofa bersama Kinara, Yuni sendiri sudah pulang ke rumah bersama Rita.
Arief yang meminta Yuni untuk beristirahat di rumah karena besok pun Siva sudah bisa pulang.
"Abang pikir Siva tidak usah menikah... karena keluarga Riko belum tentu bisa menerima kehadiran Siva...."
ucap Arief Menoleh pada kinara.
"Abang tidak mau sama Siva tambah depresi dengan cemoohan dari orang orang.. sudah cukup rasa nya dengan semua kesakitan yang ada"
ucap Arief bersandar sambil memijat keningnya.
"ya, tapi bagaimana jika keluarga bang Riko mau menerima Siva, Kiki tahu kalau mereka bukan orang yang selalu bersikap arogan.."
"ya tapi tetap saja, Siva menanggung aib.
kita juga tidak tahu Siva mau atau tidak..."
"kasihan Siva kalau ia sendiri, ia butuh seseorang yang menjaga dan menyayangi nya.. meskipun ada keluarga tapi Siva butuh seseorang untuk mengobati luka hati nya..."
"apa kamu yakin dengan Riko de..."
"tentu saja, bang Riko tulus...dia pria yang baik..."
ucap kinara menatap wajah Arief.
"lalu kenapa ia sampai saat ini belum menikah..?"
"karena ia pernah mencintai lalu di tinggal begitu saja, sama seperti Siva.... sampai saat ini bang Riko enggan membuka hati.
beberapa kali Tante Hani mencoba untuk menjodohkan bang Riko tapi tak pernah ada yang berhasil..."
"oh gitu....."
"ya bang........"
"entah lah Abang akan tanya Siva dulu, bagaimana keinginan nya kedepan nanti..."
ucap Arief menciumi kepala kinara.
"kita pikirkan Nanti...."
ucap kinara memeluk Arief lalu Terlelap.
mereka baru saja sampai di rumah sakit, terakhir kabar dari Yasmin bahwa Siva baik baik saja namun saat tiba di rumah sakit keduanya di kejutkan dengan Siva yang kembali mencoba bunuh diri.
%
*
di kediaman Reno.
"Reno....papih kecewa dengan pergaulan bebas kamu, apa sih yang membuat kamu seperti itu?
kamu sampai di do dari kampus!"
ucap Samuel dengan tatapan nanar Melihat surat yang berikan oleh Reno.
Reno tak bergeming ia diam seribu bahasa.. meski takut namun ia memberanikan diri untuk mengatakan semua nya pada Samuel.
"pergilah ke Indonesia, lanjutkan kuliah mu di sana, tinggal bersama nenek mu karena di sini kamu hanya membuat malu...!"
ucap Samuel membuat Reno tertegun, bagaimana bisa ia tinggal di Indonesia sementara di negara itu Siva tinggal.
"cepat kemasi barang barang mu...!"
ucap Samuel dengan nada memerintah, sementara sang istri hanya diam sambil menitikkan air mata nya.
Reno melangkah dengan gontai, mau tidak mau ia harus menuruti perintah sang papih yang tidak bisa di ganggu gugat.
Reno Duduk di tepi ranjang sambil memperhatikan sebuah foto yang berada di nakas, foto Siva kekasih nya.
menatap wajah cantik alami gadis itu dari potret nya.
"ah...... sial!"
ucap Reno melempar bingkai foto tersebut ke arah dinding hingga kaca nya pecah berserakan.
saat ini ia masih dengan ambisi dan kebencian nya terhadap Arief yang sudah membuat nya di buang oleh keluarga nya.
*****
bersambung....