
beberapa hari berlalu, besok adalah weekend.
terlihat Yasmin dan Hani sibuk di dapur, menata makanan yang baru saja di Beli Pembantu dari pasar.
"banyak bi belanjaan nya?"
"ya kan besok mau masak banyak non....!"
kinara mendesah kemudian masuk ke dalam kamar bersama ayu.keduanya baru kembali dari mall sementara si kembar sudah kembali ke Rusia bersama Rayan yang menggantikan posisi kinara untuk sementara waktu sampai acara di rumah selesai.
"ki , kamu kok santai?
gimana nanti sama Arief?"
ucap ayu menghempaskan tubuhnya di ranjang.
Kinara tidak menjawab, ia bungkam sambil berpikir tentang hal itu, selama ini ia memang terlihat tenang namun tidak sesungguhnya ia pikir Kahfi akan memikirkan ulang perjodohan itu jika melihat kedekatan nya dengan Arief tapi ternyata tidak sang ayah tetap pada rencana awal nya.
"enggak tahu bingung....!"
ucapan kinara ikut berbaring.
"Ki....."
"Hm....?"
"apa yang akan kamu lakukan?"
"enggak tahu yu, aku sendiri bingung karena Ayah juga tidak mempermasalahkan kedekatan ku dengan Arief tapi kenapa rencana itu masih saja berjalan....!"
ucap kinara menelungkup kan wajah nya di bantal.
"sayang.....!"
ucap Yasmin masuk ke dalam kamar.
"kenapa Bun....!"
"ini sayang, untuk acara besok malam.
semua pakai pakaian yang senada dengan warna itu...."
ucap Yasmin membuat kinara membeku menatap dress muslim cantik berwarna toska.
"Bun, kenapa sih ayah masih tetap ingin menjodohkan Kiki sama anak teman ayah, apa ayah enggak bisa lihat kedekatan Kiki sama bang Arief!"
ucap kinara menunduk, sementara Yasmin dan ayu tertegun mendengar penuturan Kinara yang terkesan pilu.
"bertemu saja dulu Ki, kamu boleh menolak kalau tidak suka....!"
ucap Yasmin mengajak kinara untuk duduk.
"Apa karena bang Arief seorang duda jadi ayah malu punya menantu seperti bang Arief, lantas ingin Kiki dengan orang lain Begitu?"
"bukan sayang....kan tadi bunda udah bilang, kalian ketemu dulu, silaturahmi aja.kalau kamu enggak suka ya enggak apa-apa.... ayah tidak akan memaksa!"
"benar seperti itu Bun?"
Yasmin mengangguk.
"Ya sudah, bunda keluar ya!"
ucap Yasmin kemudian beranjak dari duduknya meninggalkan Kinara dan Ayu.
"tenang ki, kamu Bisa nolak kalau memang tidak Mau...!
eh ngomong-ngomong soal duda, Arief itu duda keren ki....!"
ucap ayu terkekeh membuat kinara senyum sambil menggelengkan kepalanya.
Kinara yang dulu sempat menyerah dan pasrah dengan perjodohan yang di rencanakan sang ayah namun kini ingin Menolak perjodohan itu,, kinara ingin sang ayah memberikan restu bersama chef tampan itu.tak mempersoalkan status Arief yang sudah pernah menikah.
Kinara mencoba menghubungi nomor Arief namun tidak di angkat, meski sebenarnya Bingung mau bicara apa.
"kenapa Ki...?"
kinara menggeleng kemudian menghempaskan tubuhnya di ranjang.
"enggak di angkat!"
"emang mau ngomong apa? suruh kesini?"
Kinara menggeleng kemudian tak lama ponsel nya berdering terlihat Arief menelpon nya balik.
"halo....!"
"ya, halo...!"
ucap kinara Menolak panggilan video dari Arief.
"enggak usah video call Bang...!"
"emang kenapa?"
"enggak apa-apa......!"
"kamu kenapa Ki....?
enggak sabar mau ketemu....!"
"apa....?"
ucap Kinara tak mengerti dengan penuturan Arief.
"enggak, maksud Abang apa kita mau ketemu di luar?"
"HM... enggak...!"
"lalu......? kenapa kamu telpon? rindu...?"
ucap Arief terkekeh kecil.
keadaan begitu cepat berubah, dari keduanya yang sempat menjauh Kini dekat enggan menjauh.
"kamu kok santai gitu sih Bang, besok tuh....!"
"ya, Abang tahu...apa Abang Harus datang de...!"
"enggak tahu ....."
"ya udah kamu tenang aja ya!"
"gimana Bang....!"
Arief tersenyum di seberang sana, hal itu menunjukkan bahwa Kinara mengharapkan diri nya, cinta perempuan itu masih untuk nya meski kinara enggan mengungkapkan hal itu namun Arief tahu dengan kegelisahan yang dirasakan nya.
"bang , kenapa kamu diam?kamu tuh enggak ada usaha nya deh...!"
ucap kinara membuat Arief terkekeh.
"kamu malah ketawa bang, nyebelin banget...!"
"ya, maaf de... Abang juga udah berusaha.. kamu sabar ya!
kita ketemu yu de, Jadi kangen sama kamu!"
"enggak boleh sama ayah... kalau berani datang aja ke rumah!"
"ya, nanti Abang akan datang..Abang janji!
kamu tunggu ya!"
ucap Arief namun tak ada jawaban dari Kinara.
"ya udah, udah dulu ya bang!"
ucap kinara lalu mengakhiri percakapan mereka berdua di telpon.
"gimana ki...?"
tanya ayu dengan wajah penasaran.
"dia bilang mau datang, tapi enggak tahu yu!"
ucap kinara sedikit lemas, ia malas menghadapi tamu sang ayah besok.
keesokan harinya...
Kinara keluar dari kamar dan melihat Yasmin serta Hani juga Marisa tengah memasak makanan dan yang lainnya membuat kue.
tak lama Anisa dan Wildan datang, perut Anisa sudah kelihatan membuncit dari sebelumnya.
bersyukur karena kini Wildan tak lagi seperti dulu pada nya, mungkin jarak yang membuat keduanya menjauh di tambah kehadiran Anisa yang begitu sabar menghadapi sikap Wildan Yang setengah hati..
"mau ketemu calon, kusut kayak gitu!"
ucap Wildan membuat Kinara Menoleh seketika.
"emang muka kertas kusut? nyebelin banget!"
ucap kinara memanyunkan bibirnya.
terlihat Anisa Terkekeh geli melihat tingkah laku mereka berdua yang terkadang membuat nya cemburu namun itu dulu sebelum ia menikah dengan Wildan, karena Wildan saat ini adalah suami yang begitu menyayangi nya.
"gimana Ki, deg deg an ya....!"
"enggak kok biasa saja....!"
ucap kinara kemudian melengos pergi kembali ke kamar karena malas meladeni Om nya itu, padahal Wildan tahu siapa Pria yang akan di jodohkan dengan keponakan nya itu, Kinara tidak akan percaya dan pasti senang saat tahu jika Arief lah yang akan melamar nya.
sore....
"Ki....!"
ucap ayu masuk ke dalam kamar kinara.
"ngapain....? kirain lagi luluran?"
"enggak... males!"
"jam segini belum mandi?"
ucap ayu Menilik penampilan kinara yang tampak kusut seperti yang dikatakan Wildan.
"belum, Bentar lagi masih lama lah...."
"tapi ki kalau dadakan Kamu enggak akan sempat dandan..!"
ucap ayu duduk di samping sahabat nya itu.
"enggak usah dandan segala....!"
ucap kinara melihat jam menunjukkan pukul setengah enam, sebentar lagi magrib.
"udah sana mandi...!"
"ya......"
ucap kinara kemudian masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengambil wudhu saat terdengar suara adzan Maghrib.
mereka keluar untuk menunaikan shalat Maghrib berjamaah di mushola yang letaknya di samping rumah.
"kusut begitu sih anak bunda...!"
ucap Yasmin duduk di samping Kinara.
"enggak apa-apa Bun, nanti kinara dandan...!"
"oh gitu.....!"
ucap Yasmin mengangguk teringat dirinya dulu saat Kahfi hendak datang melamar, karena tak tahu jika Kahfi yang akan datang membuat nya malas untuk berdandan.
"kamu pasti seneng ki kalau tahu siapa tamu yang akan datang melamar mu...bunda berharap Arief pria yang tepat untuk kamu karena bunda tak mau kamu mengalami hal serupa seperti bunda dulu....!"
semenjak bertemu di rumah sakit, sampai sekarang ia tidak pernah bertemu dengan Hafiz karena memang yang Yasmin dengar Hafiz dan Mona menetap di Turki dan tak pernah kembali ke Indonesia.
bersambung....
terima kasih yang udah mampir 😍😍😍😍