Chef Iloveyou

Chef Iloveyou
terulang.



Arief memperhatikan setiap mereka yang masuk ke dalam gerbang kampus, ia menuggu Kinara di dekat kampus, berharap bisa bertemu dengan kinara, karena sejak tadi kinara tak mengangkat telpon dari nya, tatapan nya terhenti saat melihat kinara turun dari mobil bersama seorang pria tampan yang sudah berumur.


"siapa pria itu?


apa itu ayah nya kinara?"


tanya Arief sendiri tanpa jawaban yang pasti.


"mesti ya nganterin sampai kampus?"


ucap kinara dan di tanggapi oleh senyuman oleh kahfi.


"ayah ada urusan dengan salah satu dosen Disini, sambil nunggu kamu pulang!"


ucap Kahfi membuat kinara tertegun.


"ayah enggak ke kantor?"


tanya kinara saat sampai di depan kelas.


"ke kantor tapi nanti pulang dari sini, kamu tenang saja!


ayah tunggu di ruang dosen ya!"


ucap Kahfi dan di angguki oleh Kinara.


semua dosen di kampus itu tahu siapa Kinara, karena kampus tempat Kinara berkuliah adalah kampus dimana dulu Yasmin dan kahfi pernah berada.


kinara langsung masuk ke dalam kelas dan menghampiri ayu.


"kenapa bete seperti itu Ki?"


ucap ayu melihat Kinara manyun.


"bete aja pagi pagi udah di kawal aja!"


ucap kinara dan di tanggapi kekehan oleh ayu.


"khawatir sama Lo Ki....?"


ucap ayu menyenggol lengan kinara singkat.


tak lama dosen pun masuk dan memulai pelajaran.


Arief menghela nafas saat menyadari jika pria yang bersama Kinara masih berada dalam kampus, apa ia menuggu Kinara sampai selesai kuliah?


nomor kinara malah tidak aktif?


ucap Arief memijat keningnya, rasa ingin sekali bertemu dengan gadis itu.


Tapi kalau seperti ini keadaan nya mana bisa?


gegas Arief melajukan mobilnya menuju restoran.


***


Arief memperhatikan sekeliling nya, restoran ini adalah restoran pertama kali yang ia bangun dengan uang sendiri, dengan jerih payahnya selama bekerja di sebuah restoran di luar negeri.


"Ki Apa aku harus melepaskan semua ini, untuk kamu...?


aku tidak tahu kenapa di saat aku kembali merasakan cinta, aku kembali dihadapkan pilihan sulit.


rasanya begitu sulit menggapai mu...?"


ucap Arief sendiri kemudian masuk ke dalam ruangan nya.


Wisnu masih bersikukuh dengan perjodohan itu, ia benar benar tidak berdaya jika sudah seperti ini.


tak ingin keadaan kembali terulang seperti dulu lagi, tapi ia harus bagaimana menyikapi masalah ini?


saat ini tak ada komunikasi apapun diantara kedua nya, Kinara masih mematikan ponselnya.


"hebat ya Ki ... kamu hampir bikin aku gila...!"


pesan yang Arief kirimkan pada Kinara.


tok.... tok..


terdengar seseorang mengetuk pintu, dan terlihat Revan masuk ke dalam ruangan besar itu.


"kenapa Van.....?"


tanya Arief saat Revan masuk.


"ada Alea di depan?"


ujar Revan membuat Arief tertegun, setelah tiga tahun yang lalu ia baru mendengar nama itu lagi.


"sama siapa?"


"berdua Sama anak nya, udah pesan makanan juga! dia nanyain kamu!"


ucap Revan mengingatkan Arief pada percakapan terakhir mereka.


"meski Kita tidak Bisa menjadi teman hidup, tapi kita akan tetap menjadi teman baik kan.."


ucap Alea saat hendak menikah dengan pria pilihan orang tua nya.


mudah bicara tapi tak semudah saat mempraktekkan nya..


"ya udah gue temuin...!"


ucap Arief menguatkan hati nya.


"hai.....!"


ucap Alea tersenyum saat melihat Arief menghampiri nya.


"halo Alea, Bagaimana kabar mu?"


ucap Arief duduk di samping gadis berusia dua tahunan.


"baik, Bagaimana kabar mu?


aku mampir ke sini karena kangen tempat ini , suami ku sedang ada pekerjaan di Jakarta jadi aku ikut dengan nya ...!"


ucap Alea senyum, Alea adalah sosok perempuan yang pertama kali membuat nya merasakan cinta, namun keduanya sama sama di jodohkan dan saat itu Wisnu juga memberikan pilihan yang sama seperti saat ini.


ucap Arief.


"Arief, Apa boleh aku ingin makan masakan mu?"


ucap Alea senyum.


"ya, kamu tunggu di sini ya!"


ucap Arief mengerti maksud Alea, gadis itu paling suka kepiting asam manis.


Arief terdiam saat melihat Kinara masuk ke dalam restoran bersama Wildan dan pria yang tadi pagi bersama nya.


*


"Ki ......"


ucap Wildan meraih tangan Kinara yang berjalan bersama ayu, kelas telah usai Kinara hendak menemui Kahfi di ruang dosen.


"kamu masih marah sama aku...?"


ucap Wildan masih memegang tangan kinara.


semua berawal dari Wildan yang bersikap fosesif hingga sampai saat ini masalah bertambah banyak.


"enggak kok Om?"


ucap kinara menarik tangan nya.


terlihat Kahfi tersenyum melihat seseorang mengirimkan pesan tentang informasi pria yang membawa Kinara ke dalam Apartemen.


"ada ayah, Om?"


ucap kinara membuat Wildan Menoleh.


"sudah pulang?"


ucap kahfi dan di angguki oleh kinara dan kedua nya.


"Wildan.....?"


"ya,kak....?!"


"bagaimana acara pertunangan mu?"


"sudah siap kak ....!"


"bagus...ya udah, ayo kita pulang!"


ucap kahfi mengajak kedua nya.


tak ada percakapan Apapun dalam perjalanan, Wildan juga enggan membahas masalah kemarin karena ada Kahfi di antara mereka.


"loh, kita mau kemana Yah?"


ucap kinara melihat jalan bukan menuju rumah.


"kita mampir ke restoran dulu, ayah laper!"


Kinara melihat Jam menunjukkan pukul sepuluh pagi, jam segini sang ayah sudah merasa lapar ,dan yang lebih membuat kinara membeku adalah saat Kahfi memarkirkan mobilnya di depan restoran milik Arief.


jantung nya berdetak kencang, kinara menelan Saliva nya dengan nafas tak beraturan.


Wildan tahu apa yang dirasakan oleh Kinara yang langsung pucat.


"apa mungkin Ayah tahun soal bang Arief...?


bagaimana kalau ayah datang ke tempat ini untuk bicara dengan Arief....?"


ucap kinara beranjak dari duduknya, kaki nya terasa berat melangkah namun Wildan menarik tangan nya.


"kamu tenang Ki....?!"


ucap Wildan, sementara Kahfi masuk ke dalam dengan senyum mengembang di wajahnya.


**


pandangan kedua nya bertemu, namun pandangan Kinara beralih pada perempuan yang berada di samping Arief yang berdiri menatap nya.


"ayo sayang......."


ucap Kahfi merangkul pundak kinara masuk ke dalam restoran itu dan memilih kursi yang menghadap taman cantik yang berada di samping restoran itu.


Arief masuk ke dalam dengan pikiran tak menentu, siapa pria yang memanggil nya Sayang.


Arief memang tidak pernah bertemu dengan Kahfi yang selalu Wisnu bicarakan, sementara Kahfi lebih dulu menyelidiki siapa pria yang membuat Kinara berani menyampaikan penolakan terhadap perjodohan itu, jadi mereka sudah lebih dulu bertemu, karena mereka senang bermain Kahfi ingin tahu sampai dimana kedua nya bertahan.


"kamu pesan Apa Ki..."


ucap Wildan melihat kinara yang diam terpaku, memperhatikan Arief berinteraksi dengan perempuan itu, mereka terlihat akrab.


sesekali Arief melirik nya, mencuri pandang dari Kahfi yang diam diam memperhatikan kedua nya


"makasih ya rief... masakan kamu selalu terenak ..."


ucap Alea senyum manis pada Arief.


Kinara menelungkup wajah nya di meja itu, ia tidak bisa melihat kedekatan mereka.


rasanya sesak dan ingin menangis namun sekuat tenaga ia menahan semuanya di hadapan Kahfi dan Wildan.


"aku cemburu bang, kenapa harus terjadi berulang kali......"


ucap kinara kemudian mengambil nafas dan mencoba bersikap biasa.


"kamu sakit?"


tanya Kahfi saat melihat ekspresi wajah kinara yang memerah, yang pasti bukan karena tersipu namun karena menahan air mata.


bersambung.


terima kasih yang udah mampir 😍😍😍😍


jangan lupa tinggalkan jejak ya, like and komentar and vote 😍😍😍😍