
Kinara masuk ke dalam kamar setelah pulang dari restoran, Arief mengantar nya langsung ke rumah.Yasmin pun mengetahui hal itu, namun ia membiarkan putri nya untuk rehat dulu.
waktu menunjukkan pukul setengah empat Sore, Adzan asar berkumandang gegas Kinara masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengambil wudhu.
Kinara termenung sendiri setelah menunaikan shalat ashar sendiri, berangan ada seseorang yang menjadi imam shalat nya, Kinara mengambil nafas panjang kemudian membuangnya perlahan dengan air mata yang tak tertahankan.
"biarkan aku menangis sebentar saja karena dia ya Allah...." ucap kinara mengingat kejadian tadi siang.
***
keduanya berada dalam mobil namun tak ada yang bicara hingga kedua nya sampai di restoran.
"ayo masuk de...." ucap Arief mengajak Kinara masuk ke dalam ruangan nya namun Kinara menghentikan langkahnya.
"kita bicara diluar saja Bang...."
ucap kinara Menoleh ke arah sekitar yang memperhatikan mereka berdua, sebagian mereka mengenal Kinara yang memang pernah bekerja di restoran itu.
"ya, enggak bisa lah, Abang enggak Mungkin lah bicara masalah privasi di luar..."
ucap Arief hendak meraih tangan kinara namun ia menepis tangan Arief pelan.
"bang, apa kamu enggak sadar seperti apa keadaan kita...?
kamu itu sudah menikah...!
apa kata mereka kalau kita berdua di dalam?"
ucap kinara membuat Arief membeku.
"kamu harus sadar bang, kalau saat ini ada scat di antara kita....!"
ucap kinara duduk di kursi yang menghadap ke arah taman, sementara Arief masih diam menatap Kinara yang menjaga jarak dengan nya.
"bang, kalau kamu enggak jadi bicara lebih baik aku pulang....!"
ucap kinara hendak beranjak namun tertahan saat Arief hendak menyentuh tangan nya.
revan dan yang lainnya memperhatikan mereka berdua, seketika keadaan menjadi hening.
"de, Maaf kan Abang.....!"
ucap Arief menatap wajah cantik gadis pujaan nya itu.
Kinara terdiam, rasa iba terkadang mampu mengalahkan rasa cinta, namun Kinara mampu memahami keadaan itu.
"ya,bang tidak apa-apa....Kinara sudah memaafkan!"
ucap kinara memalingkan wajahnya dari Arief, berusaha menyembunyikan kesedihannya di hadapan Arief.ia tak ingin siapa pun tahu bagaimana jatuh nya ia saat ia harus melepas sesuatu yang tengah ia sayangi.
yang datang belum tentu hadir untuk menetap, terkadang mereka datang untuk pergi lagi seperti halnya kehadiran pria yang berada di hadapan nya itu.
"Ki, Abang tuh sayang sama kamu....!"
"ya,Kiki percaya....!"
ucap kinara menunduk tak berani menatap wajah Arief yang sendu,, situasi sulit yang membuat Asa keduanya tertunda.
Arief pernah menceritakan tentang sejarah terbangun nya restoran yang saat ini menaungi mereka berdua.
bukan hal yang mudah membuat orang tua nya menerima keinginan nya menjadi seorang chef meski dengan persyaratan Arief harus menerima perjodohan yang sudah Wisnu rencana kan, dan Kinara percaya dengan ucapan cinta pria itu hingga rela mengikuti keinginan Wisnu demi bisa bersama nya, namun kenyataannya berbelok justru Arief tak bisa menolak permintaan orang tua Tasya untuk memberikan kebahagiaan di sisa hidup putri nya.
Arief sendiri merasa menyesal saat mengetahui bahwa perempuan yang Wisnu jodohkan dengan nya adalah kekasih nya sendiri,tapi apakah Kinara tahu soal itu?
**
"Apakah Kinara tahu kalau ia dan Arief di jodohkan pih?"
"tidak tahu, Kinara belum tahu soal itu!"
"lalu?"
"lalu apa?"
"bagaimana kelanjutan nya pih?"
"tentu saja batal, dan kalian berdua yang meminta hal itu pada kami?"
"ya, itu karena kami tidak tahu jika kami sudah di jodohkan!"
"ya, papih juga tidak tahu kalau kalian lebih dulu bertemu...!"
"lalu bagaimana pih?"
"bagaimana apa?"
"apa papih tidak bisa kembali menjodohkan kami lagi?"
"tidak, apa lagi sekarang kamu sudah menikah.. lebih baik urus saja dulu Tasya...!"
ucap Wisnu hendak beranjak namun di tahan oleh Arief.
"tapi pih....!"
"sudah lah ikuti saja dulu alur nya, kita lihat nanti Arief karena kita juga tidak tahu kedepannya seperti apa kan.
ucap Wisnu menepuk pundak putra sulung nya itu kemudian berlalu pergi.
***
"Ki, Apa kamu akan menerima perjodohan yang ayah kamu rencanakan sebelumnya..?"
tanya Arief pada kinara yang tak mengetahui apa apa soal siapa pria yang di pilih sang ayah adalah ia yang berada di hadapan nya.
"mungkin......!"
ucap Kinara lirih, ia sendiri belum membicarakan tentang itu lagi dengan sang ayah.
"Ki, apa kamu enggak cinta sama Abang..."
tanya Arief Menilik kedalam netra Kinara.
"kalau pun ya, Kiki akan mengikis nya perlahan karena pria itu suami orang.... karena Kiki bukan perempuan yang suka mengganggu rumah tangga orang,jadi untuk kedepannya kita tidak ada lagi urusan ya Bang... semoga Abang bahagia dengan Tasya, dan semoga Tasya cepat sembuh....!"
ucap kinara hendak beranjak namun cepat Arief menahan tangan nya.
"kamu cinta atau enggak sama Abang...?"
"enggak......!"
ucap kinara lalu Arief mendekati nya namun kinara menghindar.
"bang jangan seperti ini, Kiki tuh malu...!"
ucap Kiki menatap wajah Arief yang tanpa kerelaan melepas nya.
"bang, sebaiknya Abang kerumah sakit sekarang... Tasya pasti menuggu abang!"
ucap kinara membuat Arief tertegun, hal itu benar benar menjadi scat untuk mereka berdua.
"aku antar kamu pulang...!"
"tidak usah...Kiki pulang sendiri saja Bang!"
ucap kinara namun Arief tak menggubris perkataan Kinara dan menuntun tangan kinara menuju mobil nya, tentu saja hal itu membuat pasang mata memperhatikan mereka karena kabar pernikahan Arief dan Tasya telah di ketahui oleh karyawan di restoran.
"jangan seperti itu bang, Kiki mohon... nanti apa kata mereka, di saat Tasya sakit Abang malah.."ucap kinara terhenti melihat raut wajah Arief yang tampak jengah.
"apa...?"ucap Arief menghentikan laju mobilnya.
"apa harus mendengar pendapat mereka yang tidak tahu apa apa tentang kita...apa harus aku mengatakan jika aku mencintai wanita yang bukan menjadi istri ku...!"
"kamu jahat bang....!"
ucap kinara menahan air matanya.
"maafkan Abang Ki.....!"
ucap Arief menelungkup kan wajah di stir mobil.
"kalau seperti ini lebih baik Kiki naik taksi...?"
"enggak Ki jangan, Abang janji enggak akan seperti itu lagi....!"
ucap Arief kemudian melajukan mobilnya.
keduanya sama sama diam dan sibuk dengan pemikiran masing masing,hingga mobil sampai di depan rumah.
"Ki, maaf kan Abang....!"
"ya bang, semoga kedepannya kita bertemu dalam keadaan baik baik saja....!"
ucap kinara kemudian turun dari mobil.
Kinara berjalan menatap ke depan dengan meyakinkan hati untuk tidak menoleh ke belakang karena hal itu hanya akan membuat nya kembali berharap.
**
tak ada yang bisa membohongi perasaan masing-masing bahwa keduanya berharap bisa bersama, meski terkesan jahat karena seakan mengaharapkan ketiadaan seseorang, namun tetap saja jalan yang di tempuh tak semudah itu.
Kinara menghapus air matanya setelah puas menangis setelah ini ia tidak ingin lagi mengingat semua tentang Pria itu, fokus pada masa depan dan keluarga nya saja.
biarkan waktu yang akan merubah semuanya hingga keadaan kembali seperti semula sebelum ia mengenal sosok Chef itu.
"apa bila sesuatu yang tidak kau senangi terjadi, maka senangi lah apa yang terjadi"
(Ali bin Abi Thalib)
bersambung.
seseorang pernah mengatakan seperti ini sama author, aku cinta sama kamu tapi aku kasihan padanya, lalu apa yang terjadi?
😂😂😂😂😂
terima kasih yang udah mampir 😍😍😍
jangan lupa like dan komentar ya!
sehat selalu para reader dimana pun anda berada..😍😍😍