Chef Iloveyou

Chef Iloveyou
suami istri.



"saya terima nikah dan kawin nya Kinara Adzikra Pradita dengan mas Kawin seperangkat alat sholat dan emas seratus gram di bayar tunai....."


ujar Arief lantang tanpa jeda.


"bagaimana para saksi sah......?"


"sah......."


ucap para saksi yang hadir di acara itu.


"Alhamdulillah....."


Kahfi merasa lega karena dapat menikah kan putri satu-satunya,, meski tak ada persiapan Apa apa namun acara ijab qobul tersebut berjalan lancar.


Yasmin menatap wajah kahfi yang sedikit memerah, ia tahu bahwa suaminya itu teringat sang mami yang sudah tiada, Sinta pernah berharap bisa menghadiri acara pernikahan Kinara, namun apa daya tuhan lah yang memiliki rencana.


kinara menghela nafas, lega saat kata sah terdengar dari luar, hati nya sedih karena teringat Sinta yang sudah tiada, tak lama Mayang membuka pintu dan menghampiri nya bersama ayu yang sejak tadi mendengarkan ijab Kabul.


Kinara sendiri tidak tahu menahu tentang mas Kawin yang di bawakan oleh Arief karena kemarin saat telpon mereka berdua membicarakan tentang yang lain karena itu semua sudah di urus oleh Yasmin dan Yuni.


dan Kinara tak menyangka jika mas kawin nya sebanyak itu.


"ayo ki..."


ucap Mayang Meraih tangan kinara yang berhias hena.


jantung nya berdetak kencang seiring kaki nya melangkah menuju tempat dimana Arief tengah menuggu nya.


Arief berdiri saat Kinara semakin dekat berjalan, istrinya itu begitu cantik dan pangling dengan kebaya pengantin modern berwarna putih, tampak sebuah mahkota menghiasi hijab nya.


keduanya sama sama menatap mesra, sama sama mengagumi ciptaan Tuhan yang indah.


Kinara meraih tangan Arief kemudian mencium nya lama.


"Alhamdulillah......!"


ucap Arief mencium kening Kinara dengan perasaan haru, teringat pertama kali bertemu. tak pernah menyangka alur tuhan menghantarkannya pada masa dimana kini kedua nya menjadi sepasang suami istri, meski beberapa waktu lalu keinginan ini sempat tertunda, tapi itu adalah cara tuhan mempersiapkan diri agar lebih baik lagi.


"ayah titipkan putri ayah sama kamu rief, jaga dan sayangi Kinara seperti kami menyayangi nya, jangan pernah menyia-nyiakan keberadaan nya... karena disini ia begitu berharga untuk kami....!"


ucap kahfi saat Arief mencium tangan nya.


"ya, yah... Arief akan jaga dan sayangi Kinara sepenuh hati...."


ucap Arief memeluk mertuanya itu.


"ayah .....!"


ucap kinara menangis di pelukan sang ayah.


"jadilah istri yang baik untuk Arief.. karena surga mu ada padanya... kamu paham?


jadilah istri yang Solehah seperti bunda mu...!"


ucap Kahfi memeluk kedua wanita itu.


Yasmin Terenyuh mendengar penuturan kahfi yang begitu mengharukan melepaskan putri nya, Yasmin tahu mereka begitu dekat.


semua orang yang berada di tempat itu ikut terharu melihat hal itu, si kembar menghampiri memeluk ketiga nya, keduanya tahu jika kesedihan akan kehilangan sang oma yang belum lama ini masih menaungi hati mereka.


setelah Acara doa dan seserahan selesai di lanjutkan dengan acara resepsi hingga sore hari, Beberapa teman dekat sudah mulai berdatangan.


saat ini kedua nya tengah duduk di pelaminan menyalami tamu yang datang, Kinara merasa sedikit pusing dan mual.


beberapa tamu memperhatikan kinara yang tampak mual, tentu saja dengan tatapan aneh orang orang yang tidak mengetahui jika kinara memang belum benar benar sembuh dari sakit nya.


"Masih mual....?"


kinara mengangguk lalu menerima air hangat dari sang bunda.


"Bun...Kok tamu nya banyak?"


"ya, sayang... sebagian besar orang yang berada di kompleks ini bunda undang."


ucap Yasmin duduk di samping kinara.


"bun... boleh enggak kalau Kiki masuk ke dalam?"


"ya udah enggak apa-apa....biar nanti tamu ada Ayah dan bunda...!"


ucap Yasmin dan di angguki oleh Kinara yang mengajak Arief masuk ke dalam rumah.


"mau kemana Ki...?"


tanya ayu menghampiri.


"mau masuk ke dalam.....!"


"nanti dong Ki masih banyak tamu....!"


ucap ayu dengan senyum yang mengembang di wajah nya.


"apa coba senyum kayak gitu?"


ucap kinara Mendelik sambil tersenyum mengerti arah tujuan sahabat nya itu, sejak tadi ayu Terus menggoda nya.


Kinara kembali merasakan mual dan ingin muntah saat hendak melangkah pergi bersama Arief tentu saja hal itu membuat para tamu langsung menoleh, namun keduanya tak menghiraukan mereka yang menatap Heran.


"ayo sayang....!"


ucap Arief menggandeng tangan istrinya masuk ke dalam rumah.


"ayo duduk .....!"


ucap Arief mengajak Kinara untuk duduk di sofa, terlihat beberapa kerabat berada di ruangan itu.


"kamu masih sakit Ki...?"


"ya nih Tante.....!"


ucap kinara bersandar pada sofa.


"Tante ambil makanan untuk kamu ya, setelah itu minum obat. sebentar lagi acara juga selesai, kalian istirahat saja...!"


ucap Refa istri Harun kemudian beranjak mengambil makanan, ia tahu Yasmin dan Kahfi tengah banyak tamu.


"mereka yang tidak tahu kamu sakit pasti menyangka kalau kamu lagi hamil Ki....!"


ucap Riko menghampiri Kinara dan Arief sambil terkekeh kecil.


"ya seperti nya begitu kak....!" ucap kinara Acuh.


"tapi bener cuma sakit magh kan!?"


tanya Riko menyelidik.


"ya ya lah...masa iya Hamil...!"


ucap Kinara menepuk pundak Riko pelan sementara itu Arief malah Terkekeh kecil.


"kalian langsung ke Amrik?"


tanya Riko.


"lusa mungkin kita ke Amrik...!"


ucap Arief menoleh pada Asiva sang adik yang tampak panik.


"ada Apa va?"


tanya Arief berdiri.


"papih pingsan .....!"


ucap Asiva dengan wajah memerah menahan air matanya.


"kamu tunggu disini....!"


ucap Arief pada kinara namun tidak Kinara ikut melangkah.


"ada apa yah....?"


ucap kinara pada Kahfi yang menyiapkan mobil.


"papih Wisnu seperti nya kena serangan jantung...Kita bawa ke rumah sakit....!"


ucap kahfi kemudian masuk ke dalam mobil, beberapa membantu mengangkat tubuh Wisnu termasuk Arief yang tampak cemas melihat kondisi Wisnu.


"kamu jangan ikut yang, kamu kan masih belum fit... kamu di rumah saja!"


ucap Arief yang langsung masuk ke dalam mobil, di mobil sudah ada Yuni dan Asiva.


kinara membeku menatap punggung mobil yang keluar dari gerbang rumah nya, Acara resepsi tersebut juga sudah selesai terlihat beberapa tengah membereskan barang barang.


"sayang...


ayo kita masuk... kita ganti baju dulu... nanti kita susul mereka....!"


ucap Yasmin mengerti apa yang dirasakan oleh putri nya itu.


"apa yang terjadi Bun... tadi papih baik baik saja!"


tanya kinara membuka kebaya pengantin nya.


"tidak tahu, kejadian nya begitu tiba tiba... bunda dan ayah juga kaget.....!"


ucap Yasmin membantu melepaskan riasan pada hijab kinara.


"seperti nya ada yang pak Wisnu sembunyikan, beliau seperti tengah memikirkan sesuatu... tapi entah lah...!"


"bunda merasa seperti itu?"


Yasmin mengangguk kecil.


"apa kamu baik-baik saja jika kita pergi ke rumah Sakit?"


"ya Bun...kiki baik baik saja!"


**


"apa yang terjadi sebenarnya Hans...?"


ucap Arief bertanya pada tangan kanan Wisnu.


"ada sedikit masalah di perusahaan, karena penjualan produk kita sedikit menurun banyak investor yang ingin mencabut saham mereka yang berada di perusahaan kita, dan otomatis itu berdampak pada keuangan perusahaan kita...!"


ucap Hans kemudian menceritakan secara detail permasalahan yang terjadi pada perusahaan milik keluarga nya, selama ini Wisnu tak pernah menceritakan Apa pun pada nya.


"kalau sudah seperti ini bagaimana, siapa yang akan meyakinkan investor agar mereka tidak menarik saham mereka...."


ucap Hans Bingung karena tahu jika Arief tak mengerti dunia bisnis, ia bahkan baru memulai kuliah seperti Asiva.


"aku, Kiki yang akan meyakinkan mereka untuk tidak menjual saham mereka, kita akan perbaiki kualitas produk kita dengan baik..."


ucap kinara membuat Arief termangu.


bersambung...


terimakasih yang sudah mampir...😍😍


jangan lupa like dan komentar ya 😍😘