
Pagi itu Kinara sudah bersiap untuk pergi bersama kedua adik nya menuju bandara menjemput ayah dan bunda nya yang sebentar lagi tiba di Jakarta.
Kinara tampil cantik dengan Tunik berwarna merah maroon dan kerudung pasmina berbahan sifon berwarna hitam, ia paling suka warna gelap itu.
"udah cantik kak...."
ucap Fahmi tersenyum melihat kinara yang berkaca pada kaca mobil.
"ya lah, jelas cantik.
Kakak kan cewek....."
ucap kinara masuk ke dalam mobil, ia yang akan menyetir.
"kak , kenapa jarang sekali memakai gamis atau dress muslim seperti bunda...?"
ucap Fahmi yang duduk di samping nya, Fahri sendiri duduk di belakang dan asik dengan ponselnya..
Kinara menoleh sekilas dan mencerna ucapan adik nya itu, ia memang jarang menggunakan gamis atau dress muslim seperti bunda nya,ia lebih suka memakai tunik atau Kaos dengan celana jeans panjang.
meski beberapa kali Kahfi mengatakan untuk tidak berpakaian seperti itu tapi Kinara yang terkesan sedikit tomboi, enggan melepaskan kaos dan kemeja kotak kotak yang selalu membalut tubuh nya yang terbilang cukup frofosional itu.
"mungkin nanti akan seperti bunda...."
ucap Kinara terkekeh,ia bahkan hanya memiliki beberapa rok, itupun jarang sekali di pakai.
"liburan tahun baru ini ke Jepang seru kali ya kak...."
ucap Fahmi mengalihkan pembicaraan.
"boleh, coba bicarakan dengan ayah nanti ya de..."
ucap kinara sambil fokus menyetir.
padahal di rumah ada supir Namun Kinara ingin dia yang menjemput Yasmin dan kahfi, mumpung hari libur,, pikiran nya berbelok ke arah Arief.
tadi pagi beberapa kali mencoba menghubungi nomor nya, namun nomor pria itu tidak aktif.
"kenapa kamu langsung percaya Dengan pria yang baru saja kamu temui kemarin...apa kamu yakin kalau kamu suka sama dia...?"
ucap Wildan kemarin saat di perjalanan menuju rumah.
"cinta itu tidak mengenal waktu...!"
"seperti itu kah?
kamu bahkan belum tahu keluarga nya Ki...!"
ucap Wildan sambil fokus menyetir.
"dengan damar kamu tidak seperti itu?"
"beda ...!"
"beda bagaimana....?"
tanya Wildan yang terus menyelidik.
"aku enggak bisa jelaskan kalau masalah hati Om...!"
ucap kinara membuat Wildan bungkam, "semudah itu kamu jatuh cinta pada Pria itu?"
desis Wildan dalam hati.
*
tak berapa lama mereka sampai di bandara, terlihat Yasmin dan kahfi sudah berada di depan menuggu mereka.
kedua pasutri itu selalu mesra, kinara sendiri terkadang merasa malu sendiri jika melihat kemesraan mereka berdua.
terlihat Kahfi yang tengah menggandeng tangan sang bunda.
"bunda....."
ucap Fahmi yang keluar lebih dulu.
Kinara dan Fahri berbarengan menghampiri kedua nya Namun langkah nya terhenti saat terdengar ponsel nya berdering.
"sebentar......"
ucap kinara melihat Arief melakukan panggilan telepon.
Yasmin Menilik putri nya yang tersenyum menatap benda pipih itu, entah siapa yang menelepon.
begitu juga dengan Kahfi yang memperhatikan kinara menerima telepon.
"ki....."
"HM......"
"kamu dimana?"
"bandara......!"
ucap kinara melihat kedua orang tua nya memperhatikan nya.
"aku Kangen sama kamu, kita ketemu...!"
"tidak bisa.... nanti saja!"
ucap kinara Langsung mematikan ponselnya saat kahfi semakin mendekat.
"siapa yang telpon?"
ucap Kahfi dan yang lainnya mendekati.
"teman....!"
ucap kinara mencium tangan Kahfi kemudian beralih memeluk sang bunda.
"kangen....!"
ucap kinara melepaskan pelukannya.
"ayo pulang....!"
ucap Yasmin merasa ada yang berbeda dengan putri nya itu.
"rief...!"
"ya Tasya...... bagaimana keadaan mu?"
"aku masih berada di ruang perawatan, rief kamu kesini dong!
temani aku!"
ucap Tasya membuat Arief tertegun, ia harus membicarakan tentang Kiki pada Tasya karena ia memang tidak bisa memberikan harapan lebih dari sekedar sahabat nya.
"ya udah, aku kerumah sakit...!"
ucap Arief, setelah dari rumah sakit ia akan kembali ke restoran. saat weekend restoran selalu ramai pengunjung.
*
"bagaimana kuliah mu Ki...?"
ucap kahfi saat berada di perjalanan, Fahmi yang membawa mobil.
"tidak ada masalah... lagi susun skripsi yah.."
ucap kinara yang duduk di kursi belakang bersama Yasmin, Fahri duduk di belakang sendiri.
"jangan sering main kalau lagi susun skripsi, Oma bilang kamu sering keluar Main..."
ucap Kahfi dan yang lebih mengkhawatirkan adalah saat Rayan memberikan informasi tentang Kinara bersama seorang pria keluar dari salah satu apartemen mewah di kawasan kota itu.
"enggak, kiki main sama ayu kok"
ucap kinara menggigit bibirnya Menoleh ke arah kaca mobil.
"ayah..harap kamu tidak berbohong ya"
ucap Kahfi membuat kinara terpaku sejenak.
"Ayah... udah dong, ini kan masih di jalan"
ucap Yasmin mengusap punggung Putri nya itu.
Kahfi membuang nafas panjang, ia benar benar tidak sabar ingin mengetahui siapa pria yang selalu bersama Kinara akhir-akhir ini, Kahfi sudah menyuruh orang untuk menyelidiki hal itu.
tak lama mereka sampai di rumah, kinara langsung masuk ke dalam rumah terlihat Sinta menyambut kedatangan mereka.
"assalamualaikum...mi" ucap Yasmin memeluk mertua nya itu.
"walaikumsalam....."
ucap Sinta senyum memeluk Yasmin kemudian mereka masuk
Kinara merebahkan tubuhnya di ranjang dan mengambil ponsel lalu menghubungi Arief namun tak ada jawaban, karena ponsel Arief tertinggal di apartemen.
"kamu marah bang?
tadi ada ayah jadi aku matiin telpon nya...!"
Kinara menulis kan pesan namun tak terbaca, apa mungkin Arief sedang sibuk di restoran!
ah entahlah.....!
Kinara memejamkan matanya kemudian tertidur.
*
"sa, ada yang ingin aku bicarakan....."
ucap Arief saat ini mereka berada di taman rumah sakit.
"ada apa rief?"
Arief menghela nafas menatap wajah cantik Tasya yang kini pucat pasi.
"aku tidak bisa jika menjadi seseorang yang spesial untuk mu....aku minta maaf!"
"maksud mu?"
"aku cinta sama seseorang.....dan aku tidak bisa menahan diri untuk tidak memiliki nya!"
ucap Arief membuat air mata Tasya langsung jatuh.
"tapi aku sebagai sahabat berjanji akan selalu ada untuk kamu sa,, kamu harus semangat dan yakin Bisa sembuh!"
ucap Arief menatap Netra nya yang basah.
"tapi bagaimana bisa sedangkan aku cinta sama kamu rief....?"
ucap Tasya Terisak.
"hidup ku tak lama lagi, aku cuma minta sedikit kebahagiaan dari kamu!"
ucap Tasya membuat Arief tertegun, ia sendiri bingung karena ia mencintai gadis lain.
permasalahan begitu rumit, belum lagi masalah perjodohan yang tak kunjung selesai.
Kinara terdiam melihat Arief tengah bersama seorang perempuan yang bersandar pada bahu nya, perempuan itu memakai pakaian pasien dan Kinara ingat perempuan itu yang sering ia lihat bersama Arief.
nafas nya tersengal melihat hal itu, rasa nya cemburu melihat perempuan itu bersandar pada dada bidang milik Arief.
bergegas Kinara pergi Meninggalkan tempat itu.
"jadi karena itu kamu mengabaikan telepon dan pesan dari ku...?"
**
awal nya kinara ingin istirahat dirumah, namun Riko menelpon dan meminta untuk di jemput karena ia tidak membawa mobil, semalam Riko bermalam di rumah Sakit setelah melakukan operasi.namun hal itu justru membuat kinara melihat sesuatu yang menyesakan dada nya.
"kenapa semudah itu kamu jatuh cinta? bahkan Kamu belum mengenal sosok pria itu lebih jauh......!"
ucap Wildan terngiang di telinga Kinara.
bersambung.
terima kasih yang udah mampir 😍😍😍