
malam itu keduanya sampai di rumah, Arief menggendong kinara masuk ke dalam rumah.
"Capek..?"
ucap Arief Menoleh ke belakang dan di angguki oleh kinara, rumah tampak sepi karena memang malam telah larut Yasmin dan Kahfi sudah masuk ke dalam kamar.
"turun bang...!"
ucap kinara saat hendak menaiki tangga.
"berat...!"
"enggak kok...Abang perkirakan berat kamu sekitar lima puluh kilo..!"
ucap Arief menaiki tangga.
"masa sih bang ..!"
"ya, Abang kuat kok...!"
ucap Arief lalu masuk ke dalam kamar merebahkan tubuh kinara di ranjang.
mengusap wajah nya yang lelah, lalu mengungkung nya, menatap nya penuh cinta.
"terimakasih untuk hari ini, Kiki senang sekali...!"
ucap Kinara memangku wajah Arief.
"ya, setelah semua masalah selesai Abang akan sering sering ajak kamu main... sekarang kita istirahat, Abang ambil air minum ya, kamu kan harus minum obat.."
kinara mengangguk.
pagi....
Kinara Menoleh pada ponsel yang berdering ketika tengah mengancingkan kemeja pada tubuh Arief.
"siapa...?"
tanya Arief.
"Fahmi.....!"
ucap kinara menggeser tombol hijau pada layar ponsel nya.
"halo assalamualaikum de..."
ucap kinara melakukan panggilan video.
"halo walaikumsalam kak... gimana kabar kak Kiki..?"
"baik... kakak sehat!"
ucap kinara senyum melihat kedua adik kembar nya itu.
"hai.....!"
ucap Arief melambaikan tangan nya.
"kak Arief....!"
"bagaimana kabar kalian...?"
"baik kak, kita baru sempat telpon. bunda kasih tahu kita kalau kak Kinara sakit...!"
"oh gitu, bunda bilang begitu?tapi sekarang kakak sudah sembuh dan baik baik saja!"
ucap kinara saat Arief memeluk nya dari belakang.
"oh.....!"
ucap Fahmi memalingkan wajahnya sementara Arief Terkekeh melihat wajah pria kembar itu.
"ya sudah kak, nanti kita sambung lagi kalau enggak ada kak Arief ya...!"
ucap Fahmi dan Fahri melambai kan tangan lalu mematikan panggilan telepon nya.
"kamu tuh bang....!"
ucap kinara Mendelik.
"apa?"
ucap Arief mencium pipi istri nya itu.
"ya masa kayak gitu sih depan si kembar!"
"ya emang kenapa, justru Fahri terlihat santai. Kenapa yang pendiam justru lebih agresif ya...!"
"Agresif gimana..?"
ucap Kinara menoleh ke arah belakang.
"itu sih udah punya pacar... sementara Fahmi asik menjomblo!"
"oh, soal itu... Fahri bilang kalau cewek nya yang ngajak jadian duluan...!"
"hebat ya Fahri, yang cool itu memang lebih memikat?"
"contoh nya!?"
kinara menggeleng kan kepalanya saat Arief mengedipkan sebelah matanya.
"apa sih bang kamu.....!" ucap Kinara Terkekeh.
"besok sudah weekend, kita nginep di rumah mami yu, mereka pasti sedang sibuk mengurus persiapan pernikahan Siva...!"
"ya, boleh. nanti Kiki bicarakan sama bunda!"
"ya sudah Abang ke kampus dulu ya, setelah Jumatan Abang langsung ke kantor ya!"
ucap nya melepaskan tangan yang melingkar di pinggang kinara.
"ya nanti Kiki siapkan jas kamu Bang...!"
ucap Kinara memperhatikan Arief yang menghela nafas.
"kenapa bang?"
"Rindu dapur....!"
ucap Arief Terkekeh.
"dapur....?"
"ya, Abang udah lama enggak masak di restoran, sore ini mau ke restoran. kamu mau ikut?" ucap Arief mengelus rambut kinara.
"boleh....Kiki ikut...!"
"ya sudah nanti Abang jemput ya ..!"
ucap Arief lalu mengambil sepatu.
"de, Minggu depan Abang akan ke Palembang.
"oh gitu... Abang mau jual..?"
"enggak Abang hanya gadai untuk sementara waktu sampai keadaan kita membaik, kamu di rumah saja ya sayang, karena kamu juga kan masih masa pengobatan, tidak boleh kelelahan..!"
kinara hanya mengangguk.
setelah itu keduanya keluar dari kamar.
rumah tampak sepi karena Kahfi juga sudah berangkat ke kantor dan Yasmin berada di belakang mengurus tanaman kesayangan nya.
"Abang berangkat ya. kamu istirahat ya!
jangan lupa minum obat, hari ini paket dari teman Abang akan sampai, nanti kamu terima ya!"
"ya Bang...!"
ucap kinara sambil mencium tangan Arief.
kinara menghampiri Yasmin yang berada di belakang rumah, beberapa bunga anggrek berjajar rapi.
"sayang....!"
ucap Yasmin saat kinara mendekati.
"Arief sudah berangkat?"
"sudah Bun, tadi si kembar telpon. bunda memberi tahu mereka tentang penyakit Kiki?"
tanya kinara.
"bunda memberi tahu mereka kalau kamu sedang tidak sehat... bunda tidak memberi tahu mereka hal itu...!"
"ya, Kiki tidak mau mereka khawatir Bun!"
"ya bunda mengerti sayang...!"
ucap Yasmin lalu mengajak kinara untuk duduk di kursi dekat kolam renang.
"kamu tahu apa yang lebih berharga di dunia ini"
tanya Yasmin.
"bukan uang yang banyak, bukan jabatan yang tinggi. tapi keluarga yang utuh!
jika keluarga mu utuh maka hidup mu baik baik saja....kamu tahu bagaimana rasanya saat kita jatuh namun kita sendiri, Menoleh ke kanan dan kiri tapi tak ada satupun yang memberi arti itu dan itu sangat menyakitkan.."
ucap Yasmin memeluk putri nya itu.
teringat ia yang dulu sendiri jika bukan dengan kedua sahabatnya,dan hal itu membuat nya tak ingin terjadi pada anak-anak nya,, berharap mereka selalu rukun.
"kelak kalau bunda dan ayah sudah tidak ada, kalian harus Rukun dan saling menjaga satu sama lain bukan menjaga jarak... meski uang menjadi hal yang penting untuk Kita namun jangan sampai Harta, tahta membuat kalian menjauh."
ucap Yasmin dan di angguki oleh kinara.
"assalamualaikum....!"
ucap seseorang membuat Yasmin dan kinara Menoleh, terlihat Mayang masuk ke dalam rumah itu bersama suami nya.
"walaikumsalam....!"
ucap Yasmin dan Kinara beranjak.
"Mayang....!"
ucap Yasmin mendekati.
"Tante,, Kinara bagaimana kabar kalian?"
ucap Mayang duduk di sofa.
"baik.... bagaimana kabar kamu?"
"ya Alhamdulillah baik, Mayang sengaja datang untuk acara Riko besok...."
"oh ya,lalu bagaimana dengan Mami mu..?"
"Mami tidak akan datang, tapi tidak apa-apa. Mayang sudah urus semua keperluan Riko..!"
"kamu mendukung?"
"ya, mau bagaimana lagi? Riko tetap pada pendiriannya, papih yang meminta Mayang untuk menemani Riko, karena papih enggak boleh sama Mami.. siapa lagi kalau bukan keluarga di sini..."
Yasmin terdiam mendengar penuturan Mayang.
"ya sudah kalian menginap saja di sini, nanti kamu suruh Riko berangkat dari sini saja, kita berangkat bersama nanti...!"
Mayang mengangguk.
"ya, kalau Kiki.. bang Arief ajak Kiki menginap di sana... enggak apa-apa kan Bun?"
"enggak apa-apa..!"
ucap Yasmin mengusap punggung Kinara.
"apa kak Mayang sudah bertemu dengan Siva?"
tanya kinara.
"belum, hanya pernah video call... waktu itu Riko telpon mba...!"
ucap Mayang dan di angguki oleh kinara.
mungkin butuh waktu untuk menerima keadaan Siva, Kinara teringat kejadian saat mereka bertemu dengan Reno di mall.
hal apa yang membuat nya berubah pikiran untuk bertanggung jawab, sementara waktu itu ia menolak mentah-mentah permintaan Arief hingga berujung Adu jotos.
***
Siva duduk di teras rumah sendiri, terlihat beberapa wedding organizer tengah menghiasi rumah.
meski bukan acara besar namun Yuni tetap meminta wedding organizer menghiasi rumah mereka.
Siva memperhatikan sekeliling rumah yang dihiasi beberapa bunga.
"aku cinta sama kamu Siva, aku sangat mencintaimu....aku janji akan bertanggung jawab.."
Siva terhentak saat tiba tiba teringat ucapan Reno saat itu.
"kini engkau datang setelah menyakiti, tidak kan ku mengulangi menerima cinta mu.... cukup lah sekali merasa sakit nya di tinggal kekasih..."
gumam Siva, Menoleh ke arah gerbang terlihat sebuah mobil terparkir di depan rumah.
Siva terperangah saat melihat Reno membuka kaca mobil.
bersambung......
terimakasih yang sudah mampir...
😍😍