Chef Iloveyou

Chef Iloveyou
berarti.



Malam itu Arief kembali ke rumah Kinara, Terlihat Kahfi dan Yasmin duduk berdua di ruang keluarga.


"assalamualaikum.... Bun..!"


ucap Arief saat masuk ke dalam.


"walaikumsalam... kamu sudah kembali?"


"ya Bun...."


ucap Arief duduk di sofa.


"apa Kiki sudah tidur..?"


"sudah, dia juga sudah makan dan minum obat!"


"syukurlah kalau begitu....!"


"kamu harus sabar ya rief...!"


ucap Yasmin memahami keadaan Arief.


"ya, Bun... Arief akan memprioritaskan Kiki..."


ucap Arief mengangguk.


"Ya sudah kamu istirahat, ini sudah malam!


bunda dan ayah juga akan ke kamar, kita pikirkan lagi besok?!"


ucap Yasmin dan di angguki oleh Arief yang beranjak.


Arief masuk ke dalam kamar yang bercat hijau daun itu, terdapat beberapa kaca jendela yang memperlihatkan kegelapan malam.


Arief masuk ke kamar mandi sebelum naik ke ranjang sebelum nya ia juga sudah menunaikan shalat isya dirumah.


Arief naik ke ranjang setelah berganti pakaian, gorden jendela ia biar kan terbuka.


Arief memperhatikan wajah istrinya yang tengah terlelap, pipi nya tampak tirus, mata nya sedikit sembab karena mungkin terlalu banyak menangis.


"Tidak boleh melakukan aktivitas berat, menjaga kondisi tubuh dan perbanyak istirahat...!"


pesan dokter kala itu.


Arief merebahkan tubuhnya dan masuk ke dalam selimut, menarik tubuh Kinara ke dalam pelukan nya.


Arief teringat terakhir mereka berhubungan, kinara tiba tiba meminta berhenti karena merasakan kesakitan, mungkin saat itu Kinara sudah mengidap kista.


"Maaf kan Abang ya sayang...!"


ucap Arief mencium pucuk kepala Kinara lalu ikut terlelap.


pagi...


kinara memperhatikan Arief yang tengah mengaji sendiri, Seperti nya pria itu baru saja selesai menunaikan shalat subuh.


waktu menunjukkan pukul setengah enam pagi.


Arief Menoleh dan tersenyum pada Kinara yang tengah menatap nya.


"sudah bangun....?"


ucap Arief menghampiri kinara di ranjang.


"ada yang terasa sakit?"


ucap Arief Lagi semakin dekat mengikis jarak di antara mereka berdua.


Kinara memperhatikan Arief yang menatap nya penuh kasih sayang.


"bagaimana mungkin aku tidak egois, aku tidak akan bisa dan tidak akan mau membagi mu dengan yang lain, kamu yang begitu baik dan membuat ku luluh sekejap mata karena kasih sayang mu yang begitu besar."


tutur Kinara dalam hati.


"kenapa sayang?" tanya Arief Yang melihat mata Kinara berkaca-kaca, kinara menggeleng kan kepalanya lalu memeluk Arief erat sambil terisak.


"jangan menangis lagi...!"


ucap Arief mengangkat tubuh kinara untuk duduk di pangkuan nya, Kinara menenggelamkan wajahnya di Curuk leher Arief.


"Kamu harus kuat, istri Abang tidak boleh cengeng...!"


ucap Arief menatap kinara yang juga menatap nya dengan air mata.


"Kiki takut bang....!"


"apa yang kamu takut kan?


Abang ada disini, menjaga kamu!"


ucap Arief mengelus rambut kinara.


"Kiki.....!" ucap Kinara menunduk.


"ya, Abang paham apa yang kamu rasakan.. jangan sedih ya, Abang selalu ada untuk kamu!"


ucap Arief meraih dagu kinara lalu mencium bibir nya.


***


"ayo sarapan ki...."


ucap Yasmin saat Arief dan Kinara Turun ke bawah.


"ya Bun....!"


ucap kinara duduk di kursi yang sudah Arief tarik untuk nya.


"gimana keadaan kamu sekarang?"


tanya Yasmin menatap wajah Kinara.


"baik Bun...!"


ucap kinara senyum simpul.


"kamu mau sarapan apa?


ada nasi goreng, roti atau kamu mau bubur...!"


tanya Yasmin memberikan pilihan.


Kinara Menoleh pada Arief yang tersenyum padanya.


"tuan putri mau Sarapan apa?"


ucap Arief membuat Kinara tersenyum lebar.


"Kiki mau makan bubur aja Bun..!


biar Kiki yang ambil sendiri..."


ucap kinara beranjak namun tertahan oleh tangan Arief.


"biar Abang yang ambil untuk kamu!"


setelah sarapan Arief kembali ke kamar untuk bersiap pergi ke kampus.


"Sayang, kamu minum obat ya!


Abang berangkat kampus dulu, enggak apa-apa kan kalau nanti Abang ke kantor dulu...!"


"ya enggak apa-apa bang....!"


ucap kinara memperhatikan Arief dengan kemeja berwarna biru muda nya.


"dokter Sandra bilang, dia punya obat yang bagus untuk penyakit kamu, Siang ini dia akan kirim ke Indonesia...!"


"Abang udah hubungi teman Abang...!"


"udah, Kemarin Abang langsung hubungi dia...!"


"obat nya pasti mahal Bang...!"


ucap kinara menunduk, ia memikirkan keadaan keuangan Arief.


"Uang bisa di cari, tapi kamu cuma satu... Abang belum jatuh miskin, Kalau pun Abang jatuh miskin Abang akan kerja apapun untuk biaya pengobatan kamu...!"


ucap Arief berjongkok di hadapan kinara.


mata Kinara berkaca-kaca hati nya terenyuh mendengar penuturan Arief yang begitu tulus padanya.


"kamu itu tanggung jawab Abang, selagi Abang mampu Abang akan berusaha sendiri. dan yang harus kamu lakukan adalah semangat untuk sembuh, kamu juga harus yakin kalau Kita Akan punya anak yang banyak nanti...."


ucap Arief tersenyum memeluk kinara.


"Kiki bersyukur punya kamu bang...!"


ucap kinara mendekap tubuh Arief erat.


"ya sudah, Abang berangkat ke kampus ya!


besok besok Abang ajak kamu ke kantor ya!"


ucap Arief dan diangguki oleh kinara.


"kamu hati hati ya bang...!"


ucap Kinara saat Arief hendak naik mobil lalu melirik ke arah motor yang berada di dekat mobil nya.


"Nanti sore kita jalan jalan ya pakai motor itu...!"


ucap Arief membuat Kinara tersenyum.


"Mau...?"


kinara mengangguk sambil tersenyum lebar.


"ya sudah, Abang berangkat ya.!"


ucap Arief masuk ke dalam mobil.


"udah berangkat?"


ucap Yasmin dari belakang rumah.


"bunda dari mana?"


"dari belakang... bunda baru beli beberapa anggrek baru untuk tanaman dibelakang...!"


"oh gitu.....!"


ucap Kinara hendak masuk namun terhenti saat melihat sebuah mobil masuk ke halaman rumah.


"assalamualaikum....sayang.....!"


ucap Marisa keluar dari mobil bersama Anisa dan Rama Juga Wildan.


kinara senyum saat Marisa memeluk tubuh nya.


"walaikumsalam....ibu.....!"


ucap Yasmin menghampiri.


"ayo masuk.....!"


Kinara memperhatikan perut Anisa yang kini besar terlihat.


"kata nya kamu sakit, maaf ya Oma sama grand pa baru kesini...!"


kinara mengangguk.


Yasmin duduk di samping Kinara.


"Arief udah berangkat?"


tanya Wildan.


"udah barusan berangkat...?"


"nanti siang juga aku mau ke Kantor Arief...!"


"ya,, om bantuin Arief ya...!"


"itu pasti....!"


ucap Wildan.


"kandungan kamu berapa bulan Nisa?"


tanya kinara sambil berpikir apakah ia bisa seperti Anisa.


"kandungan ku tujuh bulan ki..!"


"kata dokter bagaimana keadaan kinara..?"


tanya Marisa Menilik wajah Kinara yang sedikit pucat. Yasmin senyum memeluk bahu kinara.


Yasmin menceritakan semuanya pada keluarga nya, Marisa mengangguk lalu mendekati Kinara.


"kamu pasti sembuh ya sayang...!"


ucap Marisa memeluk cucu pertama nya itu.


"ya, Oma...!"


"nanti Opa akan hubungi teman opa di Amrik, dia seorang dokter yang sudah berpengalaman.. kamu harus semangat ya! kamu pasti sembuh, kami akan selalu mendoakan kamu"


kinara mengangguk menatap Rama, hubungan keduanya sedikit Renggang Karena Wildan yang menaruh hati pada nya namun kini pria itu menunjukkan bahwa ia menyayangi cucunya itu.semua berjalan baik seiring waktu.


Kinara menyeka air matanya yang mengalir di pipinya, bagaimana mungkin ia tidak semangat untuk sembuh, dukungan dari keluarga begitu besar hingga membuat nya berarti.


bersambung...


terimakasih yang sudah mampir ke novel author ini...😍😍😘


terimakasih yang sudah like and komentar ya!


dukungan para reader begitu berarti...