
kinara memundurkan langkahnya saat mendengar percakapan Arief dengan teman teman nya.
"kok Balik lagi...."
ucap salah satu karyawan yang tadi menyapa kinara.
"enggak, ponsel saya ketinggalan di mobil...!"
ucap kinara mempercepat langkahnya.
masuk ke dalam mobil dan bersandar, mencoba mendingin kan pikiran nya untuk tidak berpikir macam-macam, meski ia tidak bisa tapi ia coba meredam apa yang bergemuruh dalam dadanya.
menyalakan mesin mobil dan melaju kan mobil nya ke jalan raya.
"kemana ya?"
ucap kinara dalam benaknya, di saat tak menentu seperti ini ia tidak mau pulang ke rumah apa lagi menangis pada Yasmin.
"ayu.....!"
ucap Kinara mencoba menghubungi teman nya itu.
"halo Ki, ada apa?"
"kamu dimana yu?"
"aku dirumah! baru pulang kerja.... Kenapa Ki?"
"aku kangen yu sama kamu...!"
ucap Kinara membuat ayu tertegun, Ayu paling tahu seperti Apa sahabat nya itu.
"mau ketemu di luar, atau kamu mau kerumah...!"
"Aku kerumah ya...!"
ucap kinara lalu mematikan ponselnya.
**
Arief keluar bersama teman teman nya untuk pulang, namun langkah nya terhenti saat salah satu karyawan nya menghampiri.
"chef ...tadi ada istri nya ke sini..."
Arief mengerutkan keningnya mendengar penuturan Perempuan itu.
"kapan.....?"
"setengah jam yang lalu, Hanya saya lihat kinara sampai pintu lalu kembali ke luar...!"
Arief paham maksud karyawan nya itu, Arief membuang nafas mengetahui jika kinara seperti nya mendengar semua percakapan mereka di dalam.
"ya udah kita balik....."
ucap Carles merangkul bahu Arief.
"Lo harus tenang rief....!"
ucap Carles dan di angguki oleh Arief yang masuk ke dalam mobil nya.
Arief masuk ke dalam mobil lalu mencoba menghubungi nomor kinara namun tidak aktif, seperti itu lah Kinara yang jika marah selalu mematikan ponselnya.
Arief melajukan mobilnya menuju rumah, mungkin Kinara sudah pulang.
satu jama kemudian Arief sampai di rumah, jalanan sore itu cukup macet.
"assalamualaikum...."
ucap Arief masuk ke dalam rumah dan melihat Riko tengah berbicara dengan Yuni dan rita juga Siva.
"walaikumsalam bang, mana kak kinara...?"
tanya Siva membuat Arief tertegun.
"memang belum pulang...?"
tanya Arief duduk di sofa.
"loh emang enggak ke restoran? tadi sih mau sama Siva ke restoran nya, tapi Siva langsung pulang sama bang Riko karena tadi di mall di Siva sama kak Kiki ketemu Reno..!"
"Reno...?"
tanya Arief dan di angguki oleh Siva lalu menceritakan kejadian tersebut.
"kalian mau menikah?"
tanya Arief.
"ya...!"
jawab Riko.
"kamu yakin dokter Riko!"
"ya, saya yakin. kalau soal mami lambat laun juga ia pasti bisa menerima kita!"
ucap riko menggenggam tangan Siva.
"gimana mi...?"
tanya Arief pada Yuni.
"mami terserah kamu kan yang jadi wali Siva..!"
ucap Yuni menyerahkan semua keputusan pada Arief.
"ya sudah kalau kalian yakin, aku siap menjadi wali...!"
ucap Arief, satu persatu masalah harus menemukan penyelesaian, meski Arief tidak tahu apakah ini keputusan yang tepat namun Arief berharap Tuhan mempermudah semua proses nya hingga semua berakhir dengan Indah.
"ya sudah, Arief mau hubungi Kiki dulu!"
ucap Arief beranjak dari duduknya kemudian masuk ke dalam kamar.
beberapa kali mencoba menghubungi Kinara namun nomor nya masih tidak aktif, lalu Arief pun beranjak dari ranjang untuk pergi keluar mencari istri nya itu.
"Mi, Arief jemput Kiki dulu!"
"ya,kamu hati hati ya!"
Arief mengangguk lalu gegas masuk ke dalam mobil.
"dimana sih kamu Ki...?!"
ucap Arief memijat keningnya.
setengah jam kemudian Arief sampai di kediaman Kahfi.
"pak, ada Kiki ke sini enggak?"
ucap Arief pada satpam rumah tersebut.
"tidak ada, pak kahfi sama ibu juga sedang keluar!"
"oh, gitu...ya sudah saya langsung pergi Saja!"
"kalau bukan ke rumah ini, kemana kiki? apa mungkin ke rumah Oma Marisa?"
ucap Arief lalu mengambil ponsel nya dan kembali menghubungi Kinara namun jawaban tetap sama, Kiki masih mematikan ponselnya.
Arief mencari ke rumah Marisa namun tidak ada, lalu Arief melajukan mobilnya menuju rumah ayu namun pembantu bilang ayu keluar dengan teman nya tidak tahu siapa karena tidak turun dari mobil.
**
Kinara merebahkan tubuhnya di ranjang, merasakan perut bagian bawah nya sedikit nyeri namun ia tak menampakkan hal itu pada ayu, saat ini Kinara berada di apartemen baru milik ayu.
"Ki kamu sakit...?"
ucap ayu Menilik wajah kinara yang tampak pucat.
"enggak apa-apa... tapi..!"
ucap kinara terhenti kembali merasakan nyeri.
"kenapa ya yu, menstruasi aku enggak teratur gitu. udah gitu banyak banget....!"
ujar kinara menceritakan apa yang akhir akhir ini ia rasakan.
"coba kamu periksa Ki, jangan diam saja!"
ucap ayu memberikan saran.
"Arief juga menyarankan seperti itu,aku bukan enggak mau yu, tapi takut kalau hasilnya nanti aku punya penyakit apa gitu..!"
ucap kinara teringat suami nya itu.
"justru itu Ki, biar ketahuan dan cepat di obati..!"
ucap ayu membuat Kinara tertegun.
"sekarang langkah selanjutnya apa?"
tanya ayu, Kinara sudah menceritakan permasalahan yang tengah ia hadapi.
"aku mau pulang yu, udah malam juga!
bang Arief pasti cari aku...!"
ucap kinara beranjak.
"ya, ya lah Ki..itu pasti..!
kamu hati hati ya!"
Kinara mengangguk lalu keluar dari apartemen ayu.
kinara masuk ke dalam mobil lalu mengaktifkan ponsel nya, beberapa pesan masuk dari Arief dan juga Yasmin.
tak lama kemudian ponsel nya berdering terlihat Arief melakukan panggilan telepon.
"halo....!"
ucap Arief saat Kinara mengangkat telpon nya.
"yang, kamu dimana?"
ucap Arief.
"di jalan ini mau pulang ke rumah...!"
"di jalan dimana?"
"dekat apartemen kamu Bang!"
ucap kinara membuat Arief tertegun.
"Abang enggak jauh dari situ, malam ini kita tidur di apartemen saja!
kamu tunggu Abang ke situ!"
ucap Arief lalu mematikan ponselnya, lima belas menit kemudian Kinara melihat mobil Arief parkir di samping mobil nya.
"keluar...!"
ucap Arief mengetuk kaca mobil.
Kinara keluar dari mobil tanpa berani menatap wajah Arief yang tampak santai, namun benar kah seperti itu?
"ayo ...!"
ucap Arief menuntun tangan kinara untuk masuk ke dalam apartemen tersebut.
Kiki mengikuti langkah Arief dengan berbagai pertanyaan dalam benak nya.
"selesaikan masalah dengan kepala dingin."
ucap ayu terngiang di telinga nya.
"masuk...!"
ucap Arief mengajak kinara untuk masuk ke dalam ruangan di mana pertama kali cinta itu tumbuh dan berkembang.
"kamu marah sama Abang ki...?
kenapa setiap kali kamu marah kamu selalu menghilang?"
ucap Arief memeluk kinara dari belakang.
"Abang cemas tahu enggak cari kamu..."
sementara kinara diam tak merespons.kinara melepaskan tangan Arief dari pinggang nya.
"kamu mau tahu soal Alina?"
kinara diam.
"jangan seperti ini Ki, kamu boleh marah tapi jangan diamkan Abang seperti ini.."
ucap Arief menatap kinara yang membisu.
"Abang Sadar enggak udah bohong sama kiki. Abang tadi pagi bilang enggak ada yang Abang sembunyikan lagi, tapi kenyataannya Kiki enggak tahu soal papih nya Alina yang datang meminta Abang langsung.."
Arief menceritakan semuanya pada kinara, dari awal hingga ia berbicara dengan Wiranto.
"kenapa Abang enggak cerita?"
"Abang enggak mau kamu kepikiran... Abang bisa selesai kan masalah ini sendiri..!"
"Abang enggak butuh Kiki, atau saat ini Abang butuh Alina?"
"kenapa ngomong nya kayak gitu sih?"
Kinara diam menatap wajah Arief yang juga menatap nya.
bersambung...
terimakasih yang sudah mampir 😍😍😍😍