Chef Iloveyou

Chef Iloveyou
jalan hidup.



Pagi....


Kinara dan Arief tengah menghadap Siva yang baru tersadar, tak ada yang bicara semua diam menatap Siva memperhatikan sekeliling.


"Halo Siva, kamu sudah bangun!"


ucap Riko yang datang untuk memeriksa keadaan Siva.


"Kenapa Iva enggak mati bang?"


ucap Siva dengan tatapan nanar menahan air matanya Menoleh pada Arief.


"Siva.....!"


ucap kinara duduk di samping Siva merasakan tubuh Siva yang menegang kemudian menangis meraung.


"Siva......!"


ucap Arief menahan tangan siva yang mencabut infus nya, hingga darah berceceran ke ranjang.


"astaga Siva.....!"


ucap Riko yang langsung mengambil obat penenang untuk Siva, menyuntikkan nya langsung hingga membuat Siva langsung terkulai lemah.


Arief membeku dengan nafas tersengal menatap Siva yang kembali tak sadarkan diri.


"astagfirullah... Siva..."


ucap kinara merasa iba melihat kondisi Siva yang begitu terluka. entah apa yang terjadi hingga Siva senekat itu.


"kamu tidak apa-apa de...?"


ucap Arief mendekati Kinara yang juga menahan tubuh Siva yang memberontak, Kinara menahan air mata nya melihat siva kembali Tak sadarkan diri.


"apa bisa kita meninggalkan nya dalam keadaan seperti ini bang?


kiki enggak tenang..."


ucap kinara mendongak menatap wajah suaminya.


"jangan khawatir Ki, ada aku..!"


ucap Riko serius.


"pergilah, kasih pelajaran ke laki laki yang sudah membuat adik mu seperti ini, Rief.


saat ini Siva tanggung jawab mu karena papih mu sudah tidak ada...!"


"ya, bang Riko benar...!


Arief titip Asiva ya, tidak akan lama kita akan langsung pulang!"


Tutur Kinara.


Arief mengangguk.


"sebentar lagi juga bunda kemari...!"


Riko mengangguk.


**


Kinara Berjalan beriringan bersama Arief menuju parkiran mobil, seorang memperhatikan mereka berdua. Alea tidak tahu jika Arief sudah menikah. terbesit kecemburuan saat melihat kedekatan mereka berdua.


"mau sarapan dulu..?"


"dirumah saja bang....!"


ucap kinara senyum lalu masuk ke dalam mobil saat Arief membuka pintu mobil.


Alea bertanya tanya siapa perempuan itu?


selama ini Arief tak pernah dekat dengan perempuan lain setelah dengan nya, hingga Alea berpikir bahwa Arief tak bisa move on dari nya.


keadaan suami nya Kritis pasca kecelakaan kemarin, dulu ia terpaksa menerima perjodohan dari orang tua nya karena Arief tak bisa mengambil keputusan untuk memilih nya atau gelar chef yang menjadi kebanggaan nya.


"apa perempuan itu yang dijodohkan oleh orang tua Arief!??


cantik ......."


ucap Alea kembali masuk ke dalam rumah sakit.


"semoga kamu bahagia rief,, semoga Pilihan orang tua mu adalah yang terbaik... karena kamu itu Pria baik dan pantas mendapatkan yang terbaik...."


ucap Alea berjalan di koridor rumah sakit.


keduanya cukup lama dekat hingga keinginan untuk bersama menjalani hidup namun Arief tak bisa mewujudkan keinginan itu karena sang papih yang sudah menjodohkan nya dengan kinara.


**


tak lama mereka Sampai di rumah, Kinara langsung masuk ke dalam kamar sementara Arief Langsung pergi ke dapur.


kinara termenung saat mendapati dirinya yang mendapat tamu bulanan.


"sayang, ayo sarapan dulu...."


ucap Arief di luar memanggil nya, namun Kinara tak kunjung keluar dari kamar.


"sayang..... kamu udah selesai belum mandi nya..."


ucap Arief lalu Kinara menyembul keluar.


"bang......."


"apa sayang.....?"


"Kiki dapat tamu bulanan.....?"


ucap kinara dengan ekspresi wajah kecewa namun tidak dengan Arief yang justru langsung memeluk nya.


"tidak apa-apa, masih ada bulan depan!


kamu enggak apa-apa de berangkat ke London?"


ucap Arief yang mengkhawatirkan keadaan Kinara yang selalu sakit jika tengah menstruasi.


"enggak apa-apa bang, Kiki baik baik saja!"


"kalau kamu enggak Bisa, Abang bisa pergi sendiri....!"


"enggak apa-apa, nanti minum obat saja!"


"Ya, sudah... jangan memaksa kan Ki, Abang tahu kondisi kamu...!"


ucap Arief merengkuh tubuh istrinya.


"ya, bang... Kiki yakin Kiki baik baik saja"


ucap kinara mendekap erat tubuh suaminya..


"ayo sarapan dulu, setelah itu kita berangkat...!"ucap Arief menarik kursi untuk Kinara.


"sarapan apa bang....?"


"roti panggang dengan alpukat dan telur..."


ucap Arief menyodorkan makanan tersebut.


"enggak ah Bang...Kiki enggak suka!"


"mau apa dong? aotmell mau?"


ucap Arief memberikan pilihan.


"enggak.....nasi goreng aja bang, Kiki deh yang bikin sendiri.... harus nya Kiki yang bikin sarapan untuk Abang...!"


ucap kinara menatap wajah tampan suaminya.


"Enggak apa-apa..... Abang senang bisa masakin untuk kamu?"


ucap Arief senyum.


"ya, Tahu tapi tetap saja itu Tugas istri..."


ucap kinara beranjak namun terhenti saat merasa kan pinggang nya yang terasa sakit namun ia coba menahan nya agar tak terlihat oleh Arief.


"kenapa yang?"


"enggak apa-apa bang, ya sudah Kiki Makan roti panggang aja, biar cepat selesai kita kan mau ke London!"


ucap Kiki kembali duduk.


"kamu yakin...?"


ucap Arief mengikis jarak di antara mereka.


kinara mengangguk.


setelah selesai makan, keduanya bersiap untuk pergi ke bandara.


"bang....Kiki tidur sebentar ya...!"


ucap kinara saat Arief mulai melajukan mobil nya.


"ya sayang.....!"


ucap Arief mengusap pucuk kepala kinara.


Arief Menoleh pada kinara yang memang langsung terlelap tidur, sebenarnya sedikit ragu untuk pergi ke London bersama kinara dalam keadaan seperti ini, karena Arief tahu bagaimana kinara jika sedang datang bulan tapi semoga tidak terjadi apa-apa.


Arief bersandar pada kursi lalu mengusap kepala istri nya, menatap wajah nya yang tenang, apa dia begitu mengantuk hingga begitu nyenyak dan terdengar dengkuran halus nya.


tak lama mereka sampai di bandara, Arief mengelus pipi kinara agar bangun namun kinara Masih saja terlelap membuat Arief gemas.


"bangun sayang....!"


ucap Arief meraih bibir kinara dengan bibir nya.


"HM.....!"


ucap kinara terpaku melihat wajah Arief yang begitu dekat dengan nya, membiarkan bibir nya menyentuh bibir nya.


"ah , sakit....! kenapa di gigit?!"


ucap kinara menepuk pundak Arief membuat Arief Terkekeh.


"nyenyak banget sih tidur nya...!"


ucap Arief memeluk Kinara dengan wajah merona.


"ayo, turun....!"


ucap Arief melepaskan pelukannya.


"seharusnya kita pergi untuk honeymoon ya de ..tapi ini malah...!"


ucap Arief terhenti mengingat adiknya.


"enggak apa-apa bang,,"


ucap kinara Menoleh ke Arah pria yang tengah menggendong bayi perempuan bersama seorang perempuan cantik berambut panjang.


"damar.......!"


kinara memalingkan wajahnya saat Pria itu menyadari bahwa kinara tengah memperhatikan nya, tersenyum dari jauh.


"kenapa sayang......"


Kinara menggeleng kan kepalanya.


entah kapan terakhir bertemu dengan damar, ia juga sudah lupa. kalau bukan mengejar nya waktu itu mungkin ia tidak mengenal pria yang saat ini menggenggam tangan nya menaiki pesawat.


tidak ada yang bisa menebak jalan hidup seperti apa yang akan Kita tempuh di depan, entah itu tawa atau air mata namun dua hal itu yang setia menjadi pendamping hidup, tergantung cara kita menyikapi nya.


hadirnya kepedihan Agar Kita tahu bagaimana bersabar dan hadirnya kebahagiaan agar kita tahu bagaimana bersyukur.


menikmati setiap proses nya....dan yakin apa yang Tuhan gariskan untuk kita adalah yang terbaik.


bersambung...


terimakasih yang sudah mampir...😍😍😍


boleh ya mampir ke novel author yang baru...



terimakasih.