Chef Iloveyou

Chef Iloveyou
duka



pikiran nya memang Menolak Arief untuk ikut dengan nya namun tidak dengan jiwa dan raganya yang justru meronta menginginkan pria itu bersama nya, seakan tak peduli dengan penuturan kahfi kala itu.


Arief menggenggam tangan kinara masuk ke dalam rumah sakit itu, langkah nya terhenti saat melihat beberapa orang tengah menangis di depan pintu ruang perawatan.


"ada Apa kak......!"


ucap kinara pada Mayang yang berada di depan sambil terisak.


***


Riko menghela nafas saat melihat jantung Sinta berdetak semakin melambat, begitu juga dengan Kahfi yang mengetahui hal itu tak sedikit pun memberikan jarak pada perempuan yang telah melahirkan juga membuat nya besar hingga kini.beberapa kali Yasmin mencoba menghubungi Kinara untuk langsung ke rumah Sakit namun justru tak ada jawaban.


"mi, ini Kahfi ada di samping Mami, mami harus kuat mi, Kahfi selalu di samping mami, ada kak Hani dan yang lainnya juga.... sebentar lagi Kiki akan datang...."


ucap kahfi dengan terbata sambil menahan air matanya karena keadaan Sinta justru semakin Kritis.


"Bang......"


ucap Yasmin memeluk suaminya itu, Yasmin tahu kesedihan yang melanda suaminya itu, Kahfi memeluk Yasmin sambil terisak.


"kamu harus sabar dan tabah... kasihan mami bang kalau kamu seperti ini ...."


ucap Yasmin mengusap punggung Kahfi.


Hani sendiri terlihat mengaji di samping Sinta, beberapa kali menghela nafas menahan air matanya, hal ini mengingat kejadian di masa lalu saat keduanya harus kehilangan sang papih karena kecelakaan.


"ikut ngaji ya bang, biar mami kuat dan bisa melawan penyakitnya..."


Kahfi mengangguk kemudian duduk di kursi dekat Sinta dan Meraih Alquran yang diberikan oleh Yasmin sang istri.


saat setelah Kahfi mengaji ia mencoba menghubungi Kinara yang katanya sudah berada di bandara, namun entah apa yang terjadi dengan putri nya itu saat Kinara tak menjawab pertanyaan nya.


selang beberapa waktu terlihat Sinta menarik nafas kemudian melepaskan nya perlahan, disitu Kahfi tau jika Sinta tengah berusaha antara berjuang atau melepaskan, lalu Kahfi mendekati dan melafalkan Kalimah syahadat serta sholawat, tak lama kemudian sinta pun menghembuskan nafas terakhir nya.


"Mi......" ucap Kahfi memeluk Sinta yang sudah tiada.


"bunda....." ucap kinara masuk ke dalam ruangan di ikuti Arief dan yang lainnya.


"sayang....." ucap Yasmin memeluk kinara yang terpaku melihat Sinta yang sudah terbujur kaku.


terlihat Kahfi memeluk Hani yang tengah terisak, Kinara mengerti keadaan saat itu.


"ayah.....Oma...?"


ucap kinara mendekati Kahfi dengan wajah memerah karena menangis.


"sayang....Ki...?"


"ayah......!"


ucap kinara memeluk Kahfi yang terlihat sembab.


"Oma ....!"


ucap kinara menangis tak kuasa menahan kesedihannya atas kepergian wanita yang selama ini selalu ada untuk nya.


Kinara memeluk tubuh Sinta yang tak bernyawa lagi, cepat Kahfi Meraih tubuh kinara untuk tidak menangis di atas tubuh Sinta.


"ikhlas kan sayang....!"


ucap Yasmin mengelus bahu kinara yang berada dalam dekapan sang ayah.


"kenapa ayah enggak kasih tahu kinara soal kondisi Oma yang sebenarnya..!"


"maaf sayang...itu permintaan oma!"


ucap Kahfi Menilik wajah kinara yang sembab lalu beralih melihat Arief yang entah kenapa berada di tengah-tengah mereka.


"kita urus kepulangan Mami, fi..."


ucap Hani dan di angguki oleh Kahfi, lalu memberikan Kinara pada Yasmin.


"ayo sayang...kita keluar!"


Kinara menggeleng kan kepalanya menolak keluar dari ruangan itu, namun cepat Arief mendekati gadis itu.


"Ki... ayo!"


ucap Arief meraih tangan kinara, sementara Yasmin hanya termangu baru menyadari keberadaan pria itu.


Kinara hanya diam saat Arief mengajak nya keluar, terlihat Beberapa keluarga berdatangan, Rama juga Marisa.


"minum.....!"


ucap Arief sambil mengajak Kinara untuk duduk.


"aku.......Oma!"


ucap kinara menunduk sambil terisak.


"ya, aku tahu!


aku mengerti apa yang kamu rasakan, tapi kamu harus kuat dan mengikhlaskan kepergian Oma kamu , dia akan sedih melihat kamu seperti ini!


satu hal yang harus kamu tahu, bahwa kematian adalah sesuatu yang pasti datang pada setiap makhluk hidup...!"


"ya, aku tahu tapi kenapa secepat itu Oma pergi, bahkan aku.....?"ucap kinara menghapus air matanya menatap mata Arief yang teduh.


"aku...aku bahkan tidak sempat berbicara untuk yang terakhir kali nya.... aku!"


ucap kinara terhenti saat menyadari beberapa sedang memperhatikan mereka berdua.


kamu harus ikhlas... dengan itu Oma kamu akan tenang!"


ucap Arief menggenggam tangan kinara, menyalurkan ketenangan.


Kahfi yang baru saja keluar dari ruangan berdehem melihat mereka berdua, sontak hal itu membuat keduanya menoleh.


Kinara langsung melepaskan tangan Arief yang masih menggenggam nya.


"yah .....!"


ucap Kinara beranjak mendekati Kahfi.


"tidak apa-apa...kita pulang Oma sudah di bawa ke mobil ambulance!"


Kinara mengangguk kecil,,


"Ki, maaf ya Abang seperti nya tidak bisa kerumah mu karena Ada hal yang harus Abang urus di restoran!"


Kinara hanya mengangguk dengan tatapan sendu.


Arief sebenarnya tidak tega meninggalkan Kinara yang tengah di landa kesedihan namun ia juga harus ke restoran karena beberapa kali Revan menelpon nya.


Kahfi memperhatikan kinara yang menatap punggung Arief yang menjauh, Kahfi juga tidak tahu kenapa mereka bisa datang ke rumah sakit bersama.


"ayo sayang.....!"


ucap Marisa merangkul bahu kinara untuk pulang, karena Kahfi dan Hani menemani Sinta dalam mobil ambulance, sementara Yasmin bersama si kembar yang juga tampak syok dengan keadaan ini.


Kahfi menatap wajah Sinta yang tampak tenang, teringat percakapan terakhir nya dengan Sinta kala itu.


"mami berharap bisa sempat melihat Kinara menikah dengan Arief, jangan terlalu lama kamu membuat mereka terpisah.


khawatir hal itu mengikis rasa di antara keduanya, kamu tahu kan bagaimana tidak enak nya menuggu, Arief dan kiki juga seperti itu fi.... kalau bisa percepat saja Waktu bertemu mereka agar keduanya tenang meski berjauhan hingga kuliah Arief selesai....!"


"ya mami harus yakin bisa sembuh dan sehat seperti sedia kala dan melihat kinara menikah, Afi akan bicarakan dengan pak Wisnu..!"


ucap Kahfi menggenggam tangan Sinta.


tak lama mereka sampai didepan rumah, rumah tampak ramai karena beberapa kerabat sudah berdatangan untuk melayat.


"fi.....!"


ucap Arin adik maminya yang baru saja tiba bersama Harun dan keluarga nya.


"kamu sabar ya!"


ucap Arin memeluk Hani yang langsung Terisak.


"kalian harus ikhlas dan tabah....!"


"Bun...temani ayah saja, kami di sini baik baik saja!"


ucap si kembar Menilik wajah sang ayah dengan duka yang mendalam.


"ya sayang... kamu temani kakak mu ya!"


"ya Bun....!"


ucap Fahmi menghampiri Kinara yang baru sampai bersama Marisa.


"kalian ngaji ya, doa kan Oma Sinta!"


ucap Marisa dan di angguki oleh ketiganya.


Kinara masuk ke dalam kamar untuk mengganti pakaian nya dengan gamis berwarna hitam dan pasmina sifon berwarna hitam lalu keluar setelah mengambil wudhu.


terlihat sang ayah juga sedang mengaji bersama Yasmin, sementara yang lain mengurus pemakaman.


"sini sayang....!"


ucap Kahfi Meraih tangan kinara, wajah nya tampak sembab karena sejak tadi terus terisak.


"Oma....."


ucap kinara kembali tergugu.


"ikhlas kan....!"


ucap Kahfi merengkuh tubuh Kinara yang lemas, Kahfi Tahu Kinara sangat sedih apa lagi ia begitu dekat dengan Sinta.


"udah sayang.....!"


ucap Yasmin memeluk putri nya itu.


"Kinara masih enggak percaya Bun, rasanya baru kemarin Oma pergi berlibur dengan kita!"


"ya bunda tahu....kamu harus sabar, sedih boleh tapi tidak boleh berlebihan.. kasihan Oma!"


Kinara mengangguk kecil sambil menghapus air matanya di lanjut dengan mengaji didepan jenazah Sinta.


bersambung.


terima kasih yang udah mampir 😍😍


minal aidzin walfaidzin mohon maaf lahir dan batin ya, kalau kalau author ada salah salah kata Gitu pas bls komentar para reader..


selamat hari raya idul Fitri bagi yang merayakan termasuk author...


😍😍😍✌️✌️👍🙏🙏🙏