
Dia memutuskan untuk menelpon adiknya, Sayang panggilan itu sama sekali tidak bisa terhubung. Chloe melihat layar handphone dan menyadari kalau sinyal nya hilang. Dia tidak bisa menghubungi siapa pun kalau kondisi sinyalnya begitu.
"Ah, Kenapa harus hilang disaat yang tidak tepat," Gerutu Chloe, Berusaha mengembalikan sinyal handphone nya seperti semula. Namun usaha itu sia-sia.
Dia mendongak memandangi bibir sumur, Sebelum berteriak kencang agar orang-orang menyadari kehadirannya di bawah sana.
"HALO! APA ADA ORANG DISANA? SIAPA PUN TOLONG AKU! AKU TERJEBAK DI DALAM SUMUR!" Teriaknya kencang, Ini masih siang. Seharusnya masih banyak orang yang paling tidak berada di dekat sana atau minimal mendengar teriakannya.
"HALO?" Chloe kembali berteriak, Menunggu seseorang untuk menolongnya.
Sejenak dirinya terdiam, Baru mengingatnya sekarang. Ah, Kenapa dia tidak menggunakan kekuatan nya saja untuk memanjat naik, Bukan kah akan lebih cepat ketimbang menunggu pertolongan dari orang lain?
Dengan tenaga yang tersisa, Chloe menggerakkan tangannya untuk memerintah bayangan miliknya agar menggapai bibir sumur. Sayangnya ternyata tidak sampai karna bayangannya hanya setinggi 3 meter sedangkan kan kedalaman sumur ini 4 meter.
Ia mulai putus asa ditambah pasokan oksigen dalam paru-parunya semakin menipis, Kalau kekuatan darkness miliknya tidak bisa, Dia akan memakai cara yang kedua.
Chloe memejamkan mata, Membayangkan tempat yang ingin kunjungi. Namun hal itu juga sia-sia, Ketika membuka mata dirinya masih di dalam sumur. Chloe mengernyit karna semua usaha yang dia lakukan tidak ada yang berhasil.
"Holy, Mengapa teleport ku tidak berfungsi?" Telepatinya dengan gusar.
"Energimu sangat kurang dan tubuhmu juga sudah mulai melemah, Teleport tidak akan berfungsi karna membutuhkan energi yang besar. Sekali teleport menghabiskan 20% energi yang artinya setengah dari energimu akan terkuras setelah menggunakannya. Untuk saat ini tidak bisa kau gunakan," Jelas Holy menjawab telepati Chloe.
"Holy kau bercanda?! Bagaimana caraku keluar dari sini kalau semua kekuatanmu tidak ada yang berfungsi? Bahkan tangan bayangan saja tidak bisa mencapai bibir sumur, Sampai kapan aku akan terjebak disini?!" Chloe merasa kesal, Namun juga merasa kondisinya begitu memprihatikan.
"Aku tidak bercanda, Kekuatanku juga memiliki kelemahan. Coba kau hubungi lagi seseorang,"
"Tapi sinyalnya tidak ada," Chloe mengecek kembali handphonenya, Sinyal nya masih tidak ada.
"Coba teriak sekali lagi,"
"HALO!"
Chloe menuruti ucapan Holy meski suaranya mulai parau karna kebanyakan teriak. Samar-samar dirinya mendengar suara langkah kaki di sekitar sumur, Disusul bayangan seseorang yang muncul di atas sana melihat ke arah dirinya.
"Apa ada orang disini?"
Mendengar suara asing yang muncul dari sosok itu membuat secercah harapan muncul di mata Chloe. Dia lantas melambaikan tangan dengan semangat.
"Iya ada! Disini, Tolong aku. Aku terjebak!"
"Tunggu sebentar, Aku akan menolongmu,"
Sosok itu menghilang disusul suara derap langkah kaki, Samar-samar Chloe mendengar suara dua orang berbicara. Dia senang karna pada akhirnya ada yang menolongnya, Tubuhnya benar-benar sangat sakit dan lelah sekarang.
Tak lama tanah yang dia pijaki sesaat bergetar sebelum beberapa akar kayu merambat muncul sangat banyak dari bibir sumur sampai ke tanah yang di pijaki, Chloe ternganga tak percaya setelah melihat pemandangan aneh tepat di depan matanya.
Seorang pria menuruni sumur menggunakan akar-akar itu sebagai pijakan, Selang beberapa menit dia sudah berdiri di hadapan Chloe.
"Huh, Disini lembab juga ya. Minim oksigen pula," Komentar si pria sambil menatap dinding-dinding sumur sekitar mereka.
"Kenapa ikut turun?" Chloe masih dalam kondisi bingung.
"Tentu saja untuk menolongmu nona," Pria itu terkekeh melihat ekspresi terkejut Chloe. "Bisa-bisa nya kau jatuh dan terjebak di dalam sini,"
Dia meraih beberapa akar yang menjuntai lalu menyerahkan pada Chloe. "Kau masih bisa bergerak kan? Ambil dan naiklah. Sebelum kau mati konyol karna kehabisan oksigen disini,"
Chloe menerima akar itu dengan tatapan ragu. "Apa akar ini kuat untuk dinaiki?"
"Tentu saja, Tidak perlu khawatir. Ini akar kayu tidak akan mudah putus,"
Karna tidak ingin berlama-lama disana, Chloe memutuskan mempercayai ucapan pria itu. Dia mulai memanjat secara perlahan, Walau membutuhkan waktu beberapa menit untuk mencapai bibir sumur. Usahanya membuahkan hasil.
Setelah sampai di atas, Dia langsung langsung terduduk lesu dan menghirup oksigen sebanyak-banyaknya.
Di depannya seorang pria lain berdiri sambil bersidekap, Tampak menunggu temannya yang masih di dalam sumur.
Tak lama pria yang menolong Chloe menyusul keluar, Dia membersihkan debu yang menempel di seragamnya usai sampai di atas.
"Sudah selesai?" Tanya pria lain di hadapan Chloe.
"Sudah," Dan dibalas anggukan temannya.
Chloe berdiri. "Terima kasih sudah menolongku," Katanya tersenyum ceria.
"Berterima kasih lah pada Vallen karna dia yang mendengar suaramu pertama kali," Sahut pria dihadapan Chloe dengan tatapan serius.
"Ah, Iya terima kasih," Chloe menoleh pada pria disampingnya.
"Bukan masalah," Vallen tersenyum ramah, Lalu mengalihkan pandangan pada pria dihadapan mereka. "Tapi kak Xavier, saat kesini tadi aku juga merasakan aura gelap. Aku yakin sekali salah satu dari mereka ada disini,"
Xavier masih bersidekap menatap sang adik. "Aku hanya merasakan secara samar, Tampaknya aura itu sudah menghilang,"
Chloe bingung apa yang tengah dibicarakan kedua polisi di depannya. Jadi gadis itu membuka suara.
"Apa yang kalian maksud?"
Vallen menoleh. "Apa kau melihat mahkluk atau monster semacamnya di sekitar sini?"
"Tidak, Aku sendirian disini dan tidak ada orang lain selain kalian yang menolongku," Jawab Chloe jujur, Dia tidak terlalu paham mengapa mereka sangat memburu para monster, Ataukah monster yang mereka maksud adalah Felix, Karna Vallen bilang dia merasakan aura gelap di sekitar sini sebelum aura itu menghilang?
"Begitu, Tapi memang benar sih aura gelapnya sudah tidak kurasakan lagi. Ah, Kita kehilangan jejaknya," Vallen menghela napas kecil, Merasa kecewa karna mereka kehilangan target.
Xavier tidak menjawab, Dia sibuk memperhatikan Chloe dari atas sampai bawah seolah sedang mengintrogasi sang gadis dengan tatapan tajam.
"Bagaimana kau bisa terjebak di sumur itu?" Tanya Xavier.
"Aku tidak melihat jalan karna sedang bermain ponsel dan jadinya aku menginjak kayu yang menutupi sumur dan berakhir jatuh disana," Bohong Chloe gugup mengalihkan pandangan, Menyembunyikan fakta bahwa kecelakaan itu disebabkan karna dirinya bertarung dengan Felix.
Xavier menyipitkan mata masih memandangi Chloe, Setelahnya pandangan itu beralih ke leher si gadis. Sebuah kalung jimat menarik perhatiannya.
"Kalung itu kan simbol dari Fallen Angel, Kenapa dia bisa memilikinya? Padahal seharusnya tidak sembarangan orang bisa menggunakan kalung itu," Pikir Xavier curiga.
Dia berbalik lalu melangkah memasuki mobil mereka. "Vallen bawa gadis itu, Kita akan pergi ke markas,"
"Baik kak,"
Walau merasa bingung mengapa kakaknya memerintah untuk membawa Chloe, Vallen tetap menurutinya. Dia menepuk pundak si gadis sesaat.
"Ayo ikuti kami," Ajaknya ramah.
"Kalian mau membawaku ke mana?"
"Ke kantor polisi, Ada beberapa hal yang perlu kami tanyakan padamu," Bohong Vallen.
"Tapi aku merasa tidak berbuat salah," Chloe mengernyit heran.
"Hanya sebentar, Kami tidak akan macam-macam kok,"
"Ya sudah lah,"
Dia mengikuti Vallen masuk ke dalam mobil polisi dan duduk di jok belakang. Sementara Vallen duduk di samping kakak nya di kursi kemudi. Kalau pun mereka macam-macam, Chloe masih memiliki kekuatan sebagai pelindung. Jadi dia merasa aman.
Mobil perlahan melaju meninggalkan area lokasi.
TBC