
Sore itu Chloe memutuskan pergi ke belakang asrama, Dimana taman mawar berada. Yang dia dengar dari Neil taman mawar itu sering dijadikan tempat istirahat oleh anggota asrama. Jadi Chloe juga ingin mencoba sebagus apa tempatnya.
Dia perlahan membuka pintu dapur yang menghubungkan dengan taman mawar, Hal pertama yang Chloe lihat adalah pemandangan ribuan mawar yang terdiri dari berbagai jenis mawar, Bahkan mawar hitam yang katanya langka juga ada disini.
Si gadis berdecak kagum melihat pemandangan indah di depannya, Langkah kakinya mendekati kursi panjang yang memang sengaja di letakkan disana agar para anggota asrama bisa bersantai menikmati keindahan hamparan mawar.
"Aku pasti bakal sering-sering kesini kalau taman mawar nya sebagus ini," Gumam Chloe tersenyum kecil. Dia mendudukkan diri dan menghirup aroma beberapa mawar. Selagi sembari menikmati bunga-bunga disekitarnya, Si gadis teringat dengan perkataan Neil. Dari mana pria itu tahu kalau dia menerima kontrak ini cuma untuk mendapatkan uang?
Walau pun pria bersurai magenta itu terlihat biasa-biasa saja, Dimata Chloe dia agak mencurigakan. Meski begitu, Chloe memilih mengacuhkan saja. Ia baru ingat ingin menemui Justin dan mau bagaimana pun Chloe harus segera membayar administrasi pengobatan ayahnya.
Gadis itu lantas berdiri, Dia memetik setangkai mawar putih yang masih ada durinya. Dia sengaja membawa gunting untuk memotong duri-duri itu. Usai membersihkan durinya, Ia bergegas pergi dari area taman, Namun baru beberapa langkah suara asing tiba-tiba menghentikannya, Lebih tepatnya suara gemerisik semak-semak.
KRRUSAK!
Chloe menoleh, Tampak penasaran karna suara itu sangat dekat dengannya. Si gadis mendekati semak-semak mawar dan secepat kilat membuka semak-semak itu.
KRUSAK!
Netra merahnya bertemu pandang dengan netra beriris coklat muda, Sejenak Chloe diam dan mengerjapkan mata. Mencoba mengenali sosok pria di depannya.
"Devian kan?" Tanya Chloe ragu, Dia agak mengenali ciri-ciri pria dihadapannya.
Devian tentu saja mengangguk kecil, Membenarkan tebakan Chloe. Ia mengalihkan pandangannya, Kembali sibuk memetik buah strawberry segar di depannya.
"Sedang apa bersembunyi di semak-semak?"
"Aku tidak bersembunyi, Aiden memintaku memetik beberapa strawberry. Katanya ingin buat jus dan selai," Kata Devian masih fokus dengan kegiatannya.
Chloe manggut-manggut, Tiba-tiba saja sebuah ide terlintas dibenaknya. Dia jadi ingin memberikan beberapa strawberry pada anggota asrama lainnya dan beberapa mawar juga tentunya.
"Boleh kubantu? Aku ingin memberikan sebagian strawberry pada anggota yang lain,"
"Terserah mu," Balas Devian cuek.
Chloe yang menganggap jawaban itu adalah'iya' tersenyum girang. Dia lantas mengambil keranjang yang masih kosong di samping Devian dan membantu pria itu memetik buah.
**************
Buah yang mereka petik akhirnya terkumpul, Chloe juga sudah memetik beberapa tangkai mawar yang sudah dibuang duri nya.
Dia mengangkat keranjang penuh buah dan mawar itu, Lalu menoleh pada Devian. "Devian sudah selesai?"
"Iya," Devian melirik keranjang buah di tangan Chloe. "Buah di keranjang yang itu enaknya langsung makan aja, Biar keranjang punyaku yang di kasih ke Aiden,"
"Ide bagus, Aku akan mencucinya dulu," Chloe mengangguk semangat.
Chloe berjalan lebih dulu memasuki area dapur disusul Devian di belakangnya, Devian memasukkan buah strawberry bagiannya ke dalam kulkas sedangkan bagian Chloe di cuci sampai bersih. Pria bersurai coklat kehitaman itu mendekati Chloe dan mengambil satu strawberry yang sudah di cuci sebelumnya.
Usai mencuci, Chloe ikut memakan satu strawberry. Rasa manis bercampur sedikit asam memenuhi indra perasanya, Ia tersenyum kecil dan memakan satu strawberry lagi.
"Kalau kau ingin membaginya dengan anggota lain, Makan saja bersama mereka. Strawberry ini lebih enak dimakan bersama orang yang kau sukai lho," Celetuk Devian sambil memakan satu strawberry lagi.
"Oh, Benarkah. Wah, Pasti mereka akan menyukainya jika makan bersama," Dengan polosnya Chloe mengangguk semangat, Tak sabar membagi strawberry itu dengan anggota lain.
Sedangkan Devian diam-diam tersenyum evil. "Yah coba saja,"
"Baiklah, Aku akan membaginya sekarang," Chloe segera membawa keranjang itu dan pergi menemui anggota pertama.
*************
[Felix Edricson]
Tok! Tok! Tok!
Anggota pertama yang ingin Chloe temui adalah Felix, Pria yang sudah membantunya sejak awal bertemu sampai sekarang. Dia menunggu si pemilik kamar membuka pintu. Tak berselang lama, Pintu itu terbuka menampakkan seorang pria bersurai coklat, Saat melihat Chloe. Felix segera memasang senyum ramahnya.
"Ada apa Chloe, Kau butuh bantuan?"
"Ah tidak hanya saja...," Chloe mengambil satu strawberry dalam keranjang yang dibawanya, Felix menunggu dengan sabar lanjutan kalimat yang akan Chloe ucapkan.
"Aku menyukaimu kak Felix, Mau kah kau makan strawberry bersama ku?"
JEDER!
"Apa?! S-Suka? Kau suka padaku?" Ucapnya mengulangi perkataan Chloe barusan. Chloe mengangguk kecil memasang senyum ceria.
Pipi Felix memanas mendengarnya, Ah dirinya jadi salting sendiri. Netra aqua nya menatap ke arah lain menghindari kontak mata dengan gadis itu. "Tapi kita baru saja kenal, Meski sudah menikah kontrak. Aku masih tidak terlalu mengenalmu. Jadi untuk sekarang kita mulai dari teman dulu ya,"
"Tentu saja,Aku tidak masalah kalau mulai dari teman dulu. Aku pun belum terlalu mengenal kak Felix.,"
"Lalu mengapa kau bilang suka padaku?"
"Umm...Devian yang suruh. Katanya ini strawberry yang harus dimakan bersama orang yang disukai. Rasanya akan lebih enak juga kalau dimakan bersama," Jelas Chloe masih memegang satu strawberry di tangannya.
Seketika ekspresi Felix menggelap, Dia tersenyum palsu dan tertawa kecil, Lebih tepatnya tawa paksa. "Hahaha, Jadi aku hanya salah paham ya,"
Chloe memiringkan sedikit kepalanya dengan pandangan bingung, Padahal dia hanya menawarkan strawberry yang dibawanya. Sedetik kemudian ekspresi Felix kembali ke sebelumnya, Kini tersenyum palsu.
"Jadi kau kesini hanya untuk membagi strawberry ini maksudnya?"
"Iya,"
"Baiklah," Felix mengambil satu strawberry dan memakannya, Chloe juga ikut makan.
Selesai membagi dengan Felix, Chloe juga memberikan setangkai mawar putih pada pria itu. Felix tidak mengatakan apa-apa, Dia hanya tersenyum dan menerimanya.
Chloe melambai pelan. "Aku pergi dulu ya kak,"
"Iya," Felix masih tersenyum palsu sebelum menutup pintu kamarnya.
"Awas saja nanti kau Devian!" Pikir Felix jengkel.
****************
[Raizel Freymon]
Tok! Tok! Tok!
Kali ini anggota selanjutnya adalah Raizel, Chloe kembali menunggu sambil memeluk keranjang buah. Pintu itu terbuka menampakkan sosok pria bersurai hitam bercampur coklat, Sekilas ketika Chloe mengintip sedikit ke dalam kamar si pria dari balik pundaknya. Kamar itu terlihat berantakan dengan kertas-kertas yang bertebaran dimana-mana, Seperti nya Raizel sedang sibuk melakukan sesuatu di kamarnya dan Chloe tak sengaja mengganggu pria itu.
"Apa yang kau inginkan?" Tanya nya tanpa intonasi.
Sama seperti kejadian Felix sebelumnya, Chloe mengambil satu strawberry dan menyodor pada pria itu.
"Aku menyukaimu, Maukah kak Raizel makan strawberry bersama ku?"
"...." Kening Raizel mengerut setelah diam beberapa saat, Ia bersidekap sambil menatap dingin. "Aku tidak memiliki perasaan apapun padamu, Jangan berharap lebih!"
"Tapi ini Devian yang suruh. Katanya ini strawberry yang harus dimakan bersama orang yang disukai. Rasanya akan lebih enak juga kalau dimakan bersama," Chloe tersenyum manis, Masih menyodorkan strawberry di tangannya.
"...Kau aneh," Sahut Raizel datar, Dia mengambil strawberry dari tangan Chloe dan memakannya.
Chloe bergegas mengambil setangkai mawar putih dan langsung meletakkan nya di tangan Raizel.
"Semoga suka mawar nya kak Raizel,"
Raizel memandangi mawar di tangannya, Sebelum berbalik dan menutup pintu meninggalkan Chloe di luar kamarnya.
Blam!
Usai mendengar derap langkah kaki menjauh dari pintu kamarnya, Raizel kembali menatap mawar itu. Wajahnya sedikit memanas, Sedetik kemudian perkataan Chloe yang bilang suka padanya terlintas.
Pria bersurai hitam bercampur coklat di ujung rambutnya itu menutup mulutnya dengan punggung tangan.
"Apa sih anak itu? Padahal aku baru mengenalnya, Tapi entah kenapa rasanya aku malah berharap dia benar-benar suka padaku," Gumam Raizel merasakan wajahnya memanas.
Pria itu lantas menggeleng, Menepis pikirannya barusan dan kembali mengerjakan tugasnya yang sempat tertunda.
TBC
Bonus:
[Nama: Justin Garfield
Age: 24 tahun]