Black Shadow: Gangster X Family

Black Shadow: Gangster X Family
Fallen Angel? Apa itu?



Setelah seharian berjalan-jalan, Akhirnya Devian dan Chloe kembali ke asrama. Keduanya memasuki dalam asrama dengan raut lelah dan letih.


Blam!


Chloe melepas sepatu nya dan mengganti dengan sandal asrama, Begitu juga dengan Devian. Si gadis memutuskan berjalan lebih dulu menuju kamarnya namun Devian lebih dulu mencekal tangannya.


"Tunggu!"


"Hm...," Chloe menoleh, Menatap Devian dan menunggu si pria melanjutkan kalimatnya.


"Hari ini, Makasih sudah menemaniku,"


"Sama-sama, Lagian kita juga gak sengaja ketemu kok, Kebetulan yang unik," Chloe tertawa pelan, Tangannya terangkat dan mengusap surai coklat Devian dengan gemas.


Membuat si empunya menatap kaget, Namun Devian memilih diam dan membiarkan Chloe mengusap rambutnya.


"Kapan-kapan bisakah kita jalan-jalan lagi?" Tanya nya sembari melirik ke arah lain dengan rona tipis menghiasi kedua pipinya.


"Tentu, Kalau aku ada waktu luang," Chloe tersenyum tipis, Menarik tangannya kembali.


"Iya," Devian diam sejenak masih memandangi Chloe, Netra coklat nya tertuju pada bibir si gadis. Sebelum dengan secepat kilat mengecup bibir Chloe sekilas dan berjalan pergi.


Cup!


"....!"


"Selamat malam kak Chloe," Langkah kaki nya bergegas menaiki tangga, Pipi Devian merona tipis mengingat ciuman tadi meski hanya kecupan singkat.


Sementara Chloe yang ditinggal pergi diam mematung sejenak di tempat, Netra merahnya kemudian memandangi arah kepergian Devian sebelum pria itu menghilang dari pandangannya.


Dia menyentuh bibirnya sesaat sembari mengerjapkan mata. Apa matanya yang salah atau memang wajah Devian tadi memerah layaknya tomat matang?. Si gadis lantas menggeleng, Menepis pemikiran unfaedah itu dan kembali melanjutkan langkah menuju kamarnya.


********************


[Keesokan hari nya]


Pagi yang cerah bagi Chloe, Dia ingat hari ini adalah hari pertama nya kerja di cafe Felix. Maka dari itu Chloe bangun sepagi mungkin dengan wajah yang segar bugar, Bersemangat menjalani aktivitas nya seperti biasa. Chloe bergegas ke kamar mandi menjalani rutinitas nya.


Usai berpakaian rapi ala pelamar kerja, Si gadis memandangi wajahnya sendiri dari pantulan cermin. Ah, Dia merasa hari ini begitu bersemangat, Dengan langkah riang Chloe keluar kamar dan menuruni anak tangga menuju ruang dapur.


****************


Duk!


Di depan pintu dapur, Baru saja ingin meraih gagang pintu. Chloe dikejutkan dengan kemunculan Ezra yang tiba-tiba hingga membuat Chloe tak sengaja menabrak tubuh si pria.


"Ukh..!" Si gadis mengusap keningnya yang terbentur dada Ezra, Sedangkan si pria mendelik tajam dengan sorot dingin.


"Masih pagi jangan ngajak ribut!" Kata Ezra tajam, Sebelum membuka pintu dapur dan berlalu pergi dari hadapan Chloe.


Chloe cemberut, Pagi-pagi mood nya sudah dibuat hancur oleh kemunculan Ezra dan kata-kata tajam si pria. Meski begitu sang gadis tetap melangkah masuk, Melangkahkan kaki menuju kursi nya.


Dddrrtt!


"Jadwal hari ini ada pelatihan gak?" Suara Raizel terdengar usai Chloe duduk si kursinya. Pria dengan surai hitam kecoklatan itu memandang Ian yang duduk tidak jauh darinya.


"Hm...Jam 1 ada pelatihan," Sahut Ian singkat, Dia memasang ekspresi dingin nya seperti biasa sebelum membaca light novel yang berada di tangannya.


Raizel mengangguk kecil, Sedangkan Felix yang duduk disamping Chloe menepuk pundak si gadis, Tersenyum ramah seperti biasa.


"Chloe, Ingat kan hari ini hari pertama mu kerja?"


"Ah, Kau sudah tidak sabar memulainya ya. Tenang saja, Nanti kakak ajari pelan-pelan disana," Felix terkekeh kecil menepuk surai milik Chloe.


"Hehehe iya kak, Habisnya ini kan hari pertamaku. Jadi aku harus semangat," Balas Chloe tersenyum riang.


Felix masih mempertahankan senyum nya menanggapi hal itu. Tak lama Aiden datang membagikan sarapan setiap anggota, Ketiba tiba memberikan sarapan pada Chloe. Entah kenapa Aiden merasa aneh, Dia tidak lagi mencium aroma daging bakar yang biasa melekat pada si gadis.


Refleks Aiden mengendus aroma Chloe tepat di leher si gadis, Tentu saja tindakan Aiden membuat Chloe kaget dan lantas menjauhkan diri dari Aiden.


"Kak Aiden ngapain sih?" Tanya nya heran.


Suara Chloe membuat beberapa perhatian anggota yang bersiap menyantap sarapan masing-masing teralihkan. Mereka ikut menatap Aiden seolah merasa heran.


"Ada apa Aiden?" Kali ini Justin membuka suara.


"Aroma daging bakar yang biasa melekat di kamu kemana? Aku sudah tidak mencium nya lagi sekarang," Kata Aiden tanpa ekspresi.


Neil yang penasaran ikut mengendus, Meski jaraknya dengan Chloe berjarak 5 meter. Dia masih bisa mencium aroma si gadis.


"Oh iya, Benar juga. Kemana tuh aroma daging bakarnya? Yang kucium cuma aroma bunga mawar," Timpal Neil.


"Eh, Mungkin karna kalung ini," Chloe menunjuk kalung jimat di lehernya. "Kemarin malam, Aku dan Devian bertemu pria misterius. Dia memberikan kalung jimat ini padaku, Dia bilang kalung ini bisa melindungi dan menyamarkan aroma ku dari makhluk supernatural,"


"Kalung jimat?!" Rea memincingkan matanya menatap tajam kalung jimat yang Chloe pakai. "Kalung itu rasanya tidak asing bagiku, Bagaimana kau bisa bertemu pria itu?"


"Hanya kebetulan, Kami sedang dalam perjalanan pulang dan bertemu dengan dia yang sedang menjalankan misi memusnahkan laba-laba raksasa penghuni gedung tua di jalan sana. Memang benar jimat itu menyamarkan aroma kak Chloe," Kali ini Devian menyahut perkataan Rea.


"Aku mengenali jimat itu," Kata Raizel, Keningnya sedikit mengernyit. "Jangan bilang pria misterius yang kalian temui itu berasal dari kelompok Fallen Angel?!"


"Benar, Dia memakai jubah putih dengan simbol yin yang di jubahnya. Sudah jelas kelompok itu juga mengincar kita," Devian merotasikan matanya malas. "Paling tidak yang kami temui kemarin tidak menyerang kami sih, Dia cuma menyerang laba-laba raksasa itu,"


"Fallen Angel? Aku beru dengar nama kelompok seperti itu," Kata Chloe yang tidak mengerti apapun soal kelompok yang baru saja menjadi topik pembicaraan mereka.


Justin menghela napas. "Fallen Angel bisa dibilang adalah kelompok yang bertugas membasmi seluruh makhluk jahat yang meresahkan masyarakat, Bisa dibilang mereka adalah kelompok pemburu. Bukan hanya makhluk jahat, Makhluk yang baik pun mereka anggap jahat juga karna dari sudut pandang mereka. Semua makhluk seperti kami harus di musnahkan sampai tidak ada yang tersisa,"


"Makanya kami bersembunyi di asrama ini untuk menghindari pemburu seperti mereka, Fallen Angel adalah rival sekaligus musuh dari kami kelompok Black Shadow," Tambah Justin mengakhiri penjelasannya.


"Tapi aku manusia yang masuk ke kelompok pak Justin kan, Dan lagipula mengapa kalian bisa menjadi musuh? Bukannya pak Justin sama yang lain juga membantu manusia, Seharusnya mereka tidak mengincar kalian kan?" Chloe mendongak menatap Justin yang termenung.


Ezra mendengus sinis mendengar pertanyaan Chloe. "Membantu manusia? Yang jelas kami membantu tapi juga bukan karna kami kasihan dengan ras kalian! Justru ras kalian lah dimata kami hanya sebagai makanan! Kami membantu juga bukan secara cuma-cuma!"


"Dan lagipula para Fallen Angel itu masih di bawah kami tahu! Mereka tidak akan bisa mengalahkan kami dengan mudah!" Balas Ezra tajam.


"Ezra cukup!" Justin mengangkat satu tangannya, Meminta Ezra berhenti dan seketika Ezra langsung bungkam meski sorot mata si pria masih menatap tajam. Justin bersidekap untuk menenangkan situasi sekitar mereka yang mulai tidak nyaman.


Terlebih ketika Chloe terlihat diam mematung, Sorot kekecewaan terlihat jelas dari netra si gadis. Ia cukup merasa sedih mendengar kalau ras manusia hanya dipandang sebagai makanan oleh anggota asrama.


"Akar permasalahan kami dengan Fallen Angel sudah terjadi beberapa tahun yang lalu dan berlanjut sampai sekarang. Mereka memburu kami karna mereka menganggap kami juga sebagai ancaman untuk ras manusia ke depannya. Terlebih Beberapa anggota Fallen Angel adalah ras manusia yang dianugrahi kekuatan, Entah berasal dari mana kami masih belum menemukan jawaban nya. Makanya kelompok kami saling membenci satu sama lain dan untuk sekarang mereka seperti nya belum tahu tempat asrama kita sekarang berada,"


Justin menyuap makanannya sesaat sebelum melanjutkan perkataannya. "Kita masih aman untuk saat ini tapi tetap saja tingkatkan kewaspadaan kalian setiap saat, Kita tidak akan tahu kapan mereka akan menyerang. Untuk kasus Devian dan Chloe kemarin, Kemungkinan pria misterius itu tidak menyerang Devian karna Chloe ada di dekat Devian,"


"Anggota Fallen Angel tidak akan menyerang makhluk yang berada dekat dengan manusia, Apalagi jika makhluk itu tidak menunjukkan tanda-tanda ingin menyerang," Justin meminum jus nya usai menyelesaikan kalimatnya.


"Pantas saja kemarin dia bersikap biasa saja, Aku juga sempat bantu membunuh laba-laba itu sih," Devian mengangguk-angguk kecil sambil memakan sarapannya.


"Baguslah kalau dia masih berbaik hati membiarkanmu hidup, Lain kali hati-hati jika kalian keluar malam," Kata Justin yang diangguki anggota lain.


Chloe memutuskan untuk diam saja setelahnya dan memilih menghabiskan sarapannya tanpa berkomentar apa-apa lagi setelah perkataan Ezra yang terus berputar-putar di pikirannya.


TBC