
Mereka sudah menyelesaikan sarapan masing-masing, Saat ini Chloe memilih ikut pergi bersama Felix menuju cafe si pria. Dia yang biasa nya banyak bicara kini memilih diam sepanjang perjalanan, Tentu Felix yang merasa sikap Chloe tidak seperti biasanya, Ia melirik kecil, Dia mulai menduga-duga apa yang membuat istri nya itu tampak diam hari ini sebelum menyadari sesuatu.
"Ada apa Chloe? Kepikiran perkataan Ezra tadi?" Tebak Felix sedikit tersenyum, Tatapan nya tak lepas dari jalanan di depannya.
Mendengar suara Felix, Chloe mengalihkan pandangannya dari kaca mobil. Ia menghela napas sesaat sebelum mengangguk membenarkan tebakan Felix.
"Iya kak, Apa pak Ezra benci manusia ya? Rasa nya sedih mengetahui kalau kalian cuma membantu manusia karna ada mau nya," Kata Chloe murung.
"Perkataan Ezra memang benar tapi tidak semua dari kami seperti itu, Beberapa dari kami ada yang tulus kok bantu ras manusia. Jangan dimasukkan ke hati, Aku yakin dia pasti tidak bermaksud membuat mu sedih. Perkataan nya memang kadang gak disaring, Jadi asal bicara," Felix tersenyum lembut, Merlirik Chloe dari kaca spion.
"Rasa nya pak Ezra benci aku deh," Chloe menunduk sambil mengusap lengan kirinya sedih. "Setiap kali aku menatapnya atau bicara dengannya, Dia selalu ketus padaku. Aku sama sekali tidak mengerti apa salahku, Kalau begini terus. Aku harus gimana?"
Felix diam sejenak, Mendengar keluh kesah Chloe membuatnya merasa iba. Namun Felix rasa sejak awal Ezra memang bersikap begitu pada semua anggota kecuali Justin.
"Sepertinya bukan seperti itu, Sejak awal bertemu bukan hanya kamu. Tapi memang dia bersikap begitu pada semua anggota kecuali Justin. Ezra itu...Gimana ya jelasin nya," Felix berpikir sejenak.
Obrolan ini membuat Chloe tertarik, Dia menatap lekat pada Felix yang melanjutkan perkataannya. "Dia itu memang terlalu posesif pada Justin, Setiap dia melihat orang lain mendekati Justin meski hanya sekedar ngobrol, Pasti orang itu bakalan di tatap tajam oleh dia. Dan lagi dia mudah terpancing emosi,"
"Oh pantas saja sejak awal bertemu, Pak Ezra terlihat tidak suka padaku. Ternyata memang sifat nya begitu," Chloe mengangguk kecil tanda mengerti. "Btw, Dia ras vampir juga?"
"Bukan, Dia manusia kok tapi seperempat dalam dirinya terdapat darah vampir. Kau tahu karna gigitan Aiden pastinya, Karna hal itu dia mendapat setengah kekuatan milik Aiden,"
"Kak Aiden seperti nya agak berbahaya,"
"Memang, Kadang aku juga bingung bagaimana bisa dia mendapat kekuatan sebesar itu bahkan hampir setara dengan Justin," Felix menghentikan mobilnya tepat disamping cafe miliknya.
Perlahan ia melepas seatbelt nya. "Kita sudah sampai,"
Chloe menoleh menatap bangunan sederhana di sampingnya, Memperhatikan bangunan itu dengan teliti sebelum memutuskan untuk melepas seatbelt dan keluar dari mobil.
Blam!
Ia masih menatap sejenak, Tampaknya cafe itu terlihat hangat dan nyaman. Dari luar kaca saja sudah terlihat bagaimana dengan tangkas nya para barista melayani para pelanggan.
Felix sudah berdiri disamping Chloe, Pria itu tersenyum tipis ketika menatap wajah si gadis yang tampak berdecak kagum.
"Ayo," Ajak Felix membuyarkan lamunan Chloe dan berjalan lebih dulu memasuki cafe nya.
Chloe mengikuti dari belakang, Tampak penasaran akan seperti apa pekerjaan yang akan ia kerjakan nanti.
Krriinng!
Bel pintu berbunyi nyaring ketika Felix dan Chloe memasuki cafe itu, Si pria menatap para pelanggan dan barista yang ada disana sesaat sembari tersenyum ramah seperti biasa.
"Hei Felix, Lama tidak bertemu. Bagaimana kabarmu?" Tanya barista bersurai orange itu dengan senyum cerah.
"Baik, Bagaimana dengan mu Finnian? Dan bagaimana kondisi cafe selama aku pergi?" Balas Felix masih tersenyum.
"Yah seperti yang kau lihat, Baik sekali. Dan kondisi cafe aman terkendali di tangan yang tepat," Barista bernama Finnian itu menepuk dada nya pelan dengan bangga.
"Hahaha, Terima kasih. Kau memang bisa diandalkan," Felix tertawa pelan disusul tawa kecil dari Finnian. Sebelum kemudian pandangan Finnian beralih pada Chloe.
"Hahaha, tentu saja. Aku kan tangan kanan kepercayaan mu. Btw, Siapa dia?"
"Oh kenalkan dia...," Sejenak Felix menjeda kata-kata nya, Ia terlihat berpikir berusaha merangkai kata-kata yang tepat. Tidak mungkin dia mengatakan secara terbuka kalau Chloe itu istri nya.
Dia tak mungkin lupa tentang aturan itu, Saat ini kan mereka hanya menikah kontrak dan pernikahan ini pernikahan rahasia yang hanya diketahui anggota asrama. Kalau dia mengatakan sejujurnya, Bisa-bisa yang ada publik dan awak media malah heboh.
Untuk saat ini seperti nya memang hanya segelintir orang dulu yang perlu tahu pernikahan rahasia mereka. Sisa nya disembunyikan rapat-rapat saja dulu sampai dimana ada waktu yang tepat untuk memberitahu kebenarannya pada publik. Felix berdehem pelan untuk melanjutkan kata-kata nya.
"Dia adik angkat ku, Nama nya Chloe Watson. Mulai sekarang dia akan bekerja disini, Jadi sebagai senior aku meminta mu untuk mengajarinya selama dia dalam masa pelatihan magang," Kata Felix yang seketika membuat Chloe menoleh padanya.
"Adik? Apakah karna pernikahan kami hanya pernikahan kontrak dan pernikahan rahasia makanya harus dirahasia kan dari publik dan hanya orang-orang tertentu saja yang tahu?" Pikir Chloe bingung.
"Tapi kalau itu keinginan kak Felix, Baiklah aku akan menerima nya," Tambah Chloe dalam hati sambil tersenyum dan sedikit membungkuk pada Finnian.
"Mulai sekarang aku akan bekerja disini, Jadi mohon bantuan ya kak," Kata Chloe ramah.
"Oh tentu saja, Senang bertemu denganmu dik. Nama mu siapa?" Finnian mengulurkan tangan berniat berjabat tangan.
"Chloe Watson,"
"Aku Finnian, Senang kalau ada barista cewek di kelompok kami. Yosh! Mulai sekarang aku akan menjadi senior yang baik bagimu!" Kata Finnian tersenyum semangat.
"Aku juga," Chloe mengangguk riang sebelum suara Felix terdengar mengintrupsi obrolan mereka.
"Nah, Sekarang Chloe bisa ganti pakaian itu dengan seragam cafe. Finnian akan menunjukkan letak ruangan staff nya. Setelah itu kalian bisa melanjutkan obrolan itu ya!" Kata Felix memotong obrolan Finnian dan Chloe.
"Baik kak,"
"Ya udah, Ayo kita ke ruang staff. Kami kerja dulu Felix," Ucap Finnian sambil berjalan lebih dulu memasuki ruang dapur. Sementara Felix hanya mengangguk melihat Chloe dan Finnian yang sudah menghilang dari pandangannya.
Felix memutuskan menuju ruang kerja nya, Dimana ia biasa menyendiri sekaligus memeriksa hasil laporan penghasilan cafe miliknya selama sebulan.
TBC