Black Shadow: Gangster X Family

Black Shadow: Gangster X Family
Fallen Angel



"Kak Ash, Kenapa baru datang sekarang? Aku sudah menunggu sejak tadi, Untung saja ada Chloe yang membantu," Kata Ivy sembari mendekati Ash diikuti oleh Chloe di belakangnya.


"Maaf, Aku mengurus misi lain sebentar sebelum kesini. Kupikir kau masih melawan monster nya, Tapi syukurlah sekarang dia berhasil di kalahkan," Ash masih mempertahankan senyumnya, Kemudian netranya beralih pada Chloe.


"Dia siapa?"


"Eh? Kakak tidak mengenalinya? Dia Chloe Watson, Chloe yang kita kenal di masa lalu," Ucap Ivy dengan pandangan bingung, Dia ikut menatap Chloe di belakangnya.


"Apa benar?" Tanya Ash lagi tidak yakin.


"Aku tidak memaksa kalian untuk mengingat atau mengenaliku. Lagian itu cuma masa lalu, Sekarang semuanya sudah berbeda," Balas Chloe tersenyum lembut, Dia menghilangkan pedang miliknya.


"Suara ini...Sama persis dengan Chloe di masa lalu," Pikir Ash agak terkejut, Sedetik kemudian dia membalas senyum.


"Ah, Kamu memang benar-benar Chloe yang kami kenal di masa lalu. Aku percaya sekarang, Terima kasih sudah membantu Ivy,"


"Sama-sama, Kebetulan aku juga sekalian mencoba kekuatan baruku. Aku senang karna akhirnya bisa mendapat kekuatan ku lagi sama seperti di masa lalu,"


"Kurasa Chloe Maximillian yang asli menemui mu lagi, Aku benar kan?"


"Iya, Aku bertemu dengannya lagi lewat alam bawah sadarku. Dan juga mengembalikan memory masa lalu ku tentang pertemuanku dengannya pertama kali dan pertemuanku dengan keluarga Michelle serta Maximillian," Chloe menatap teduh, Dia mengalihkan pandangannya menatap mayat monster yang tergeletak tak bernyawa tak jauh dari posisi mereka.


"Aku senang setidaknya Chloe Maximillian bisa membuatmu ingat lagi tentang kami, Di masa lalu dia sudah mati bersama raganya. Tapi sekarang dia seakan hidup lagi di dalam dirimu," Tambah Ash.


"Benar, Makanya sekilas aku seperti melihat wajah Chloe Maximillian dalam diri mu," Celetuk Ivy ikut menimpali.


"Itu karna aku berkontrak dengannya, Aku harus kembali membiasakan diri dengan kekuatanku," Kemudian Chloe menoleh memandangi Ash. "Kak Ash, Mengapa kalian memakai jubah putih dengan simbol yin itu, Bahkan kalian juga bisa membasmi monster,"


"Oh, Jubah ini...," Ash menatap simbol yin yang tercetak jelas di bagian jubah sebelah kanan di dadanya. "Jubah ini adalah pakaian khusus untuk anggota Fallen Angel, Jadi kami bisa mengenali anggota satu sama lain hanya dari jubahnya saja,"


"Fallen Angel?" Chloe tentu juga mendengar nama itu dari Justin, Dia ingat Justin pernah menjelaskan sesuatu tentang Fallen Angel padanya.


"Iya, Fallen Angel adalah organisasi pemburu makhluk yang bekerja di bawah pengawasan pemerintah. Bisa dibilang kami membasmi makhluk seperti monster dan makhluk supernatural lainnya. Fallen Angel juga merekrut manusia yang memiliki kekuatan elemen di dalam tubuhnya contohnya aku dan Ivy," Jelas Ash sambil mendekati monster yang sudah tak bernyawa itu.


Dia mengeluarkan sesuatu dari balik jubahnya, Sebuah alat yang tidak Chloe ketahui. Ash menempelkan alat itu di tubuh si monster.


"Jadi saat ini kalian masih ras manusia kan?" Chloe mengalihkan pandangannya ke Ivy.


"Iya, Hanya beberapa saja yang bukan berasal dari ras manusia. Itu pun masih bisa dihitung dengan jari kok, Paling cuma ada 9 yang bukan ras manusia. Tapi mereka semua berasal dari ras fairy. Organisasi kami memiliki visi untuk membasmi semua makhluk yang mengancam nyawa manusia," Tambah Ivy.


"Lalu mengapa kau berkontrak dengan fairy kalau kalian bilang harus membunuh semua makhluk yang mengancam ras manusia?" Chloe memandang heran.


"Fairy itu beda, Mereka memihak kepada ras kita dan termasuk ras yang paling dekat dengan manusia,"


Chloe manggut-manggut paham, Ternyata walau kelompok Fallen Angel adalah kelompok yang berisi manusia, Mereka juga masih menerima ras lain. Asal ras itu tidak menyancam nyawa saja, Apalagi kalau ras itu senang membantu manusia contohnya ras fairy.


"Justru ras yang perlu dibasmi dan diwaspadai adalah ras penyihir, werewolf, demon, dan yang paling kuat adalah vampir. Ras mereka kalau tidak dimusnahkan sampai tuntas, Mereka bisa semakin semena-mena di dunia kita ini," Celetuk Ash usai menyelesaikan tugasnya.


Chloe menatap tempat monster tadi berada, Namun kini mayat monster itu sudah menghilang tak berbekas. Seolah tidak terjadi apapun disana.


"Dimana monsternya?" Tanya Chloe heran.


"Sudah ku kirim ke tempat yang lebih baik, Monster itu termasuk ras demon. Jadi aku harus mengirimnya ke alam akhirat," Ash tersenyum kecil sambil menyimpan alat yang tadi digunakannya.


"Kita harus meminta anggota lain untuk memperbaiki gedung ini kak, Kasihan para pekerja tadi. Mereka susah payah membangun, Baru setengah jadi tiba-tiba hancur lagi karna monster itu," Kata Ivy.


"Iya, Nanti aku akan minta anggota lain untuk memperbaikinya seperti semula,"


"Apakah kak Ash juga berkontrak dengan makhluk?" Tanya Chloe penasaran.


"Iya, Aku berkontrak dengan fairy sama seperti Ivy," Ash mengangguk kecil.


...Jika misi kalian sudah selesai, Cepat kembali ke rumah. Aku ingin mendengar hasil laporannya....


Ash menutup handphone usai membaca pesan itu, Dia menyimpan kembali ke dalam saku celana.


"Ngomong-ngomong apa kau sudah bertemu dengan orang tua aslimu?"


"Sudah kak, Saat ini aku juga tinggal dengan mereka. Rasanya menyenangkan karna aku akhirnya bisa bertemu mereka lagi setelah hampir setahun koma," Balas Chloe ceria.


"Baguslah kalau kau akhirnya bisa kembali," Ash menerawang menatap langit cerah di atasnya. "Ngomong-ngomong apa kau mau ikut bergabung dengan kelompok kami?"


"Eh?"


"Wah benar juga, Chloe kan punya kekuatan dan berasal dari ras manusia. Jadi mengapa tidak bergabung saja dengan kelompok kami? Lagian Chloe dulu lebih berpengalaman mengendalikan kekuatannya dibanding kita,"


"Aku setuju dengan Ivy," Ash mengangguk cepat dengan senyum ramah.


"Itu kan dulu, Sekarang aku harus memulainya lagi dari nol. Kekuatan Holy juga sekarang entah mengapa jadi berubah, Padahal kalau tidak salah dulu elemennya adalah air atau ice,"


"Dia paling menyesuaikan kekuatannya dengan lingkungan tempat tinggalnya, Makanya elemennya jadi berubah," Sahut Ivy asal.


"Bisa jadi sih, Kalau soal bergabung dengan kelompok kalian. Aku sepertinya tidak ingin bergabung,"


"Mengapa?" Ash menatap bingung.


"Um...Aku tidak bisa terus-menerus terlibat dalam membasmi semua makhluk. Visi kelompok kalian memang bagus karna ingin ras manusia aman dan damai dari ancaman ras lain tapi untuk saat ini aku lebih ingin mengutamakan keselamatan keluargaku dulu. Kurasa aku tidak bisa jauh-jauh dari mereka,"


"Begitu, Agak sayang sih karna biasanya manusia yang memiliki kekuatan terkadang sering diburu oleh ras lain yang lebih kuat," Kata Ash menopang dagunya.


"Diburu? Untuk apa?"


"Tentu saja untuk menjadi semakin kuat, Dengan mengambil kekuatan dari manusia itu maka ras lain akan semakin kuat dan sulit untuk dikalahkan. Makanya anggota yang bergabung dengan fallen angel akan mendapat jaminan keselamatan dan keamanan dari pemerintah termasuk keluarga anggota itu sendiri,"


"Aku tidak masalah jika tidak tergabung dengan kelompok kalian, Selama aku bisa menjaga keluargaku agar tetap aman dan selamat. Kurasa hal itu tidak akan jadi penghalang," Jawab Chloe tetap teguh dengan pendiriannya.


"Jadi kau pihak netral?" Tanya Ivy.


"Sepertinya begitu,"


"Baiklah, Kami tidak akan memaksamu. Tapi kalau suatu saat kau berubah pikiran, Kau bisa kapan saja datang ke markas kami. Ini alamatnya," Ash menyodorkan sebuah kartu pada Chloe dan diterima dengan baik oleh si gadis.


"Baik, Terima kasih atas tawarannya kak Ash," Chloe tersenyum lebar.


"Iya, Kami pergi dulu. Ayo Ivy," Ajak Ash pada Ivy. Sejenak tatapannya beralih ke leher Chloe dimana dia melihat sebuah kalung jimat yang dipakai si gadis.


"Btw kalung itu biasanya buatan khusus dari anggota terkuat fallen angel, Jadi benda itu bisa melindungi dan menyamarkan sedikit aroma mu dari ras lain di luar sana," Ash berbalik. "Sampai nanti Chloe Watson,"


"Sampai nanti Chloe," Kata Ivy.


Keduanya berlari pergi lalu melompat menaiki atap gedung, Mereka berlari sembari melompati satu-persatu atap rumah warga hingga hilang dari pandangan si gadis.


Chloe yang belum sempat mengatakan selamat tinggal hanya bisa diam memandangi kepergian kakak beradik Michelle itu, Sejenak netranya beralih memandang kalung yang dia gunakan.


"Kalau kemampuan kalung ini sehebat itu, Akan kugunakan setiap hari untuk jaga-jaga," Gumam Chloe pelan.


Sesaat dia menatap jam arlojinya yang sudah menunjukkan pukul 3 sore, Ia tersentak lalu bergegas pulang mengingat dia sudah terlalu lama berada di sana.


TBC