Black Shadow: Gangster X Family

Black Shadow: Gangster X Family
Dimulainya Kontrak



Malam itu Chloe merenung, Masalah-masalah yang menimpa berputar di kepalanya. Terlebih Pikirannya tertuju pada pernikahan kontrak yang sudah ia tanda tangani. Apa ia mengambil langkah yang salah? Mengingat Rea dan Ezra yang awalnya menentang ide itu. Chloe berusaha menenangkan dirinya, Berpikir bahwa dia hanya perlu pura-pura jadi istri di luar asrama. Tidak lebih dari itu.


Kini dirinya dilanda rasa cemas, Apa yang akan dilakukan Justin besok, Mengapa pria itu bilang harus persiapkan diri? Memikirkan semua ini membuat Chloe pusing, Si gadis memeluk bantalnya dengan frustasi dan berguling-guling disana. Membuat seprai kasur itu kusut karna ulah sang gadis.


Cklek!


Disaat bersamaan, Neil tanpa mengetuk pintu langsung memasuki kamar gadis itu. Melihat pemandangan yang hampir membuatnya tertawa. "Sudah selesai main-mainnya Watson?"


"Gyaaa!" Chloe terkejut setengah mati, Membuatnya hampir jatuh dari tempat tidur. Netra merahnya sontak mencari asal suara. Melihat Neil yang berdiri didepan pintu.


Gadis itu buru-buru bangun dan memperbaiki rambut serta pakaiannya sebelum menjawab pertanyaan Neil. "Kak Neil, Tolong ketuk pintu dulu sebelum masuk,"


Neil terkekeh pelan. "Untuk apa? Yang lain pas aku masuk tidak masalah tuh,"


"Ini kamarku dan aturanku beda!" Chloe tetap ngotot meminta Neil mengetuk pintu dulu sebelum masuk.


Namun pria bersurai magenta itu hanya menggidikkan pundaknya acuh, Senyum ramah tersungging di bibirnya. "Aku tidak membeda-bedakan anggota asrama. Jadi langsung intinya saja, Justin menyuruhku kesini untuk mengukur tubuhmu,"


"Mengukur? Buat apa?" 


"Tentu saja, Untuk ukuran gaun mu,"


"Hah?" Chloe yang masih tidak mengerti hanya diam ditempat.


Neil menghela napas, Dia mendekati gadis itu dan berdiri di sisi kasur. Di tangan Neil terdapat meteran untuk mengukur tubuh si gadis, Tangannya terulur lalu menarik Chloe dari tempatnya.


"Kak Neil mau ngapain sih?"


"Udah nurut aja,"


"Awas ya kalau cuma modus," Chloe menatap kesal karna Neil memaksanya untuk berdiri tegak.


Pria bersurai magenta itu hanya tersenyum kesal. "Aku datang nya baik-baik lho, Jangan ngajak gelut! Diam saja!"


Chloe pun menuruti perkataan Neil, Si gadis hanya diam ketika Neil mengukur tubuhnya. Dilihat dari ekspresi Neil yang tampak serius, Seperti nya pria itu jujur. Setelah beberapa menit, Akhirnya aktivitas itu selesai. Chloe yang lelah berdiri langsung mendudukkan dirinya di sisi kasur. Sedangkan Neil mencatat ukuran tubuh Chloe di buku catatannya, Senyum tipis tersungging di bibir sang pria.


"Sudah selesai, Terima kasih sudah mau diganggu," Kata nya masih tersenyum dan dibalas senyum kecut oleh Chloe.


"Kak Neil, Mengapa kak Neil menerima kontrak itu?" Tanya Chloe penasaran.


"Hn...Memangnya kamu mau ditolak?" Bukannya menjawab, Neil balik bertanya.


"Umm...Bukan begitu, Hanya saja agak aneh kalau semua anggota tiba-tiba menerimanya padahal ini kan kesepakatan antara aku dan pak Justin," 


"Justin itu memang agak maksa sih, Tapi dia bukan mengambil keuntungan untuk dirinya sendiri. Melainkan untuk anggota lainnya juga. Alasanku menerima kontraknya karna aku pun juga ingin membungkam orang tua ku," Neil merenung sejenak, Senyum dibibirnya luntur ketika teringat dengan perlakuan keluarganya. Kemudian ia kembali tersenyum.


"Btw, Kau menerima kontrak ini karna membutuhkan uang kan?"


Tebakan Neil yang tepat sasaran seketika membuat Chloe kaget, Gadis itu sontak berdiri memandang tepat di netra hijau milik Neil. "Dari mana kak Neil tahu?!" Pekiknya kaget.


Neil masih tersenyum. "Rahasia~, Nanti kukasih tahu besok,"


"Kak Neil jangan main-main! Kasih tahu aku sekarang!" Chloe memegang pundak Neil, Tatapan gadis itu berubah serius.


Plak!


"Ups! Maaf, Tapi ini udah malam. Lebih baik kau tidur, Siap-siap saja untuk besok," Neil masih mempertahankan senyum, Menepis tangan Chloe dari pundaknya.


Pria itu berbalik dan berjalan pelan meninggalkan Chloe di kamar, Dia meraih gagang pintu. Sebelum pergi Neil menoleh sesaat.


"Selamat malam Watson,"


Blam!


Sepetinggal Neil, Chloe mengusap tangannya yang barusan di tepis pria itu. Kesal sih karna Neil tidak memberitahukannya sekarang, Namun apa boleh buat. Neil benar, Ini sudah terlalu larut malam untuk membicarakan hal yang tidak penting.


Dengan langkah gontai Chloe merebahkan tubuhnya di kasur, Gadis itu menarik selimut sampai leher, Entahlah dia merasa agak kedinginan hari ini. Perlahan matanya terpejam sampai kegelapan menarik nya ke alam bawah sadar.


*********************


[Keesokan paginya]


"...Ch..,"


Samar-samar Chloe merasakan pipinya ditepuk pelan oleh seseorang, Gadis itu melenguh kecil merasa tidurnya terganggu. Padahal ia berniat minta tambahan waktu.


"5 menit...lagi...," Sahut si gadis dengan suara seraknya, Dia semakin menaikkan selimut, Menutupi sampai kepala. Tampak bergelung nyaman di balik selimutnya.


"Chloe bangun, Ini sudah pagi lho. Yang lain udah nunggu,"


Suara itu masih memaksanya untuk bangun, Tak pantang menyerah. Membuat Chloe akhirnya membuka mata dengan kesadaran yang belum terkumpul.


Sosok pria tampan-Ah tidak! Lebih tepatnya pangeran tampan tengah menatap nya insten dengan senyum lembut. Seolah aura malaikat terpancar darinya. Chloe mengerjapkan mata, Mencoba mengenali sosok di depannya.


"Siapa ya?"


"Ini aku Felix," Felix mengulum senyum, Maklum saja saat ini nyawa Chloe belum terkumpul sepenuhnya.


Chloe yang masih belum sadar hanya menatap diam, Menyipitkan mata. Hingga tak lama si gadis merasakan ada yang menarik tangannya sampai dia keluar dari tempat tidur. Dia ditarik menuju kamar mandi, Beberapa saat setelahnya sebuah guyuran air mengguyur seluruh tubuh Chloe.


Bagai tersedot semua nyawa Chloe akhirnya terkumpul dan gadis itu sontak berteriak kaget. Kini pakaian tidur yang Chloe kenakan basah tanpa menyisakan satu pun tempat kering.


"Cepat mandi atau kumandikan!" Ancam sosok pria bersurai pirang menatapnya tajam.


Mata Chloe mengerjap, Dia mengenali sosok pria di depannya. Rea, Pria yang awalnya menentang kontrak pernikahan itu tapi akhirnya menyetujui juga. Dia juga mencengkeram pundak Chloe hingga membuat gadis itu agak meringis.


"Tidurmu kayak kebo tau! Kau lihat ini jam berapa? Ini sudah lewat beberapa menit dari waktu yang dijanjikan," Bentak Rea.


"Serius?!" Chloe membelak kaget, Dia melihat arloji Rea yang menunjukkan pukul 8.07.


"Rea, Apa yang kau lakukan?! Jangan kasar begitu," Felix lantas mendekati Chloe dan Rea.


"Cih! Lama!" Rea berdecih kesal lalu berbalik, Sebelum itu dia kembali memandangi Chloe. "Kuberi waktu 30 menit untuk bersiap-siap, Kalau lebih dari itu kuseret kau keluar!"


Rea yang sudah dilanda emosi pun pergi dan meninggalkan Felix bersama Chloe disana. Felix menghela napas, Dia kembali menunjukkan senyum ramah.


"Kamu baik-baik saja kan Chloe?" Tatapan Felix tertuju pada pundak Chloe yang barusan di cengkram Rea.


"Iya ka, Aku gak apa-apa," Chloe memegangi pundaknya, butiran-butiran air menetes dari pakaiannya.


"Kalau begitu, Kamu cepetan mandi ya. Nanti kakak bantu siapin gaunnya,"


"Tapi aku gak punya gaun,"


"Tenang aja, Gaunnya udah ada. Sisa nya biar kakak bantu, Kamu fokus sama ini aja dulu,"


Felix masih mempertahankan senyumnya lalu perlahan keluar dan menutup pintu kamar mandi, Memberikan privasi untuk Chloe. Chloe menunduk dan menggeleng pelan, Ini bukan saat nya untuk merenung. Dia harus cepat-cepat bersiap sebelum Rea benar-benar menyeretnya keluar.


Gadis itu secepat kilat mengunci pintu lalu bergegas membersihkan dirinya.


**************


Tak sampai 15 menit, Chloe sudah selesai. Gadis itu keluar dari sana dengan balutan handuk sepanjang selutut di tubuhnya. Dia melihat gaun berwarna biru dengan kerah yang agak panjang, Tergeletak di tempat tidur. Terlihat kesan elegan dan mewah di dalamnya.



Mata Chloe mengerjap, Merasa tidak percaya itu gaun yang akan di pakainya. Dan Chloe pikir Felix sudah keluar dari kamarnya, Namun ternyata belum. Pria itu terlihat sibuk menyiapkan sepasang sepatu untuk Chloe. Menyadari kehadiran seseorang, Membuat Felix menoleh.


"Oh, Kau sudah selesai," Dia tersenyum namun tak sampai persekian detik senyum itu luntur tergantikan dengan rona tipis yang menghiasi kedua pipinya. Netra aqua nya terfokus pada leher dan pundak Chloe yang terexspos dengan jelas karna tidak tertutupi handuk.


Seketika Felix mengalihkan pandangannya. "Sial! Mataku lihat kemana tadi...," Pikirnya malu.


Sebelum pikiran-pikiran aneh merasuki dirinya, Felix berbalik dengan punggung tangan yang menutupi mulutnya. "Kamu pakai dulu gaunnya, Kalau sudah selesai panggil aku ya, Kutunggu diluar. Nanti aku bantu rias,"


"Iya kak,"


Felix bergegas keluar dari kamar Chloe setelah mendapat sahutan dari si pemilik kamar. Chloe hanya menatap aneh dengan perilaku Felix yang tidak menatapnya tadi, Gadis itu mengacuhkan dan segera memakai pakaian yang sudah disiapkan untuknya.


Beberapa menit kemudian, Chloe memanggil Felix karna sudah selesai bersiap-siap. Felix bergegas melakukan tugasnya, Dia merias Chloe walau tidak terlalu lihai, Setidaknya Felix sudah belajar sebelumnya. Walau kemampuan merias Felix tidak terlalu bagus, Tapi Chloe sudah puas dengan hasilnya dan menerima dengan senang hati.


Setelah semuanya selesai, Mereka buru-buru menuju lantai dasar menemui anggota lain yang sudah lama menunggu.


TBC