
AAWWUUU!
Malam itu Chloe tampak gelisah dalam tidurnya, Samar-samar ia seperti mendengar suara auman serigala. Merasa tidak nyaman dalam tidurnya, Chloe memutuskan membuka mata. Netra merah itu memandangi sekitarnya yang agak gelap.
Chloe bangun dan mengambil posisi duduk, Ia menyalakan lampu tidur di atas nakas. Sejenak ia mengerjapkan mata sekaligus mengumpulkan nyawa yang belum terkumpul sepenuhnya.
Chloe menoleh kesamping karna merasa tidak ada pergerakan apapun disampingnya. Gadis itu baru menyadari kalau Livian tidak ada di tempat tidur. Pria itu menghilang entah kemana, Pantas saja Chloe merasa kasur disampingnya agak dingin.
Dia menyingkap selimut, Karna kebetulan saja ia sedang haus. Makanya ia memutuskan keluar kamar sekaligus mencari keberadaan Livian. Tak lupa Chloe juga membawa senter untuk jaga-jaga.
Saat menuruni anak tangga, Chloe sama sekali tidak melihat seorang pun di ruang tamu. Mungkin kah semua keluarga Livian sudah tidur? Rasanya sunyi dan sepi sekali.
Tap! Tap! Tap!
Selama perjalanan, Chloe melihat-lihat sekitar ruangan. Ia celingak-celinguk mencari ruang dapur, Mengingat dirinya tidak menjelajahi mansion keluarga Livian, Tentu saja kemungkinan besar dirinya akan tersesat. Terlebih tidak ada seorang pun disana yang bisa ditanyai.
"Aduh, Pak Livian dimana ya? Ruang dapurnya juga gak ketemu-ketemu dari tadi," Pikir Chloe mulai cemas karna sejak tadi dirinya sudah berjalan lama namun belum menemukan ruangan yang dicarinya. Aduh, Apa dirinya mulai tersesat?
Chloe berbelok ke kanan, Berharap dia tak salah masuk ruangan. Dan akhirnya ia bisa bernapas lega karna bisa menemukan ruangan dapur. Chloe bergegas mengambil gelas kosong dan menuangkan air mineral ke dalamnya.
Menegak perlahan, Si gadis kembali menghela napas lega. Usai minum, Ia mencuci gelas itu ke wastafel dan mengembalikannya ke tempat semula.
AAWWUUU!
Ah, Suara auman itu lagi. Sekarang dia bisa mendengarnya lebih jelas dari arah luar. Tampaknya suara itu dekat dengan ruang dapur, Apa benar yang dibilang Livian kalau mansionnya terkadang ada hewan buas? Mendengar dari suara auman itu tampaknya Livian tidak berbohong.
Suara nya pun lebih mirip serigala, Makhluk yang Chloe dan manusia lainnya anggap mitos. Namun karna penasaran dengan suara itu, Chloe memutuskan untuk mengikuti suaranya.
Dia keluar dari sebuah pintu di ruangan itu, Pintu yang terhubung langsung ke arah pepohonan di belakang mansion. Dari pada disebut pepohonan, Ini sih lebih condong ke hutan. Ternyata di belakang mansion ini terdapat hutan gelap karna sudah malam hari.
Hanya sinar rembulan yang saat itu menyinari, Chloe menutup pintu. Dia melangkah mendekati pagar pembatas yang membatasi antara mansion dan hutan belantara tanpa alas kaki alias nyeker.
Chloe mendongak memandangi bulan di atasnya, Saat itu sedang bulan purnama. Dan Chloe terpukau melihat keindahannya. Ia kembali memandangi hutan didepan.
AAWWUUU!
Suara itu kembali lagi, Kali ini dari arah hutan. Chloe tidak bisa menahan rasa penasarannya, Dia ingin melihat makhluk yang mengeluarkan suara auman itu, Benarkah serigala itu nyata, Yang hanya Chloe anggap mitos? Dia akan membuktikannya dengan mata kepalanya sendiri.
Lantas Chloe melompati pagar dan berlari pelan memasuki hutan gelap di depannya, Berbekal gaun tidur dan senter. Chloe tidak peduli dengan hawa dingin yang menusuk, Dia hanya ingin membuktikan kalau serigala itu nyata atau tidak.
Tap! Tap! Tap!
Merasa sudah sedikit jauh dari mansion keluarga Livian, Chloe menyalakan senter. Dia menyoroti berbagai sudut hutan. Suara-suara hewan malam tampak bersahut-sahutan disana.
Kruusaak!
Chloe terpekik kaget saat dirinya tak sengaja menginjak sesuatu, Saat disorot ternyata cuma daun kering. Gadis itu menghela napas lega dan melanjutkan perjalanan. Ia semakin masuk ke dalam hutan.
"Ayolah, Dimana auman itu? Kenapa sekarang tidak bersuara lagi?" Gumam Chloe berjalan pelan.
AAWWUUU!
AAWWUUU!
Chloe tersenyum girang, Suara itu kini bersahut-sahutan. Dan suaranya semakin dekat. Lantas Chloe berlari kecil menghampiri asal suara. Tak lama dia memelankan langkah nya saat melihat siluet beberapa hewan bertubuh besar seukuran manusia tengah mengaum di ujung jurang.
Chloe refleks bersembunyi di balik pohon, Dia mengintip dan menatap tak percaya.
"Wah, Itu beneran serigala?! Tubuhnya besar sekali seukuran manusia dewasa bahkan mungkin lebih besar dari manusia. Ini pertama kalinya aku melihat serigala," Pikir Chloe kagum. Dia bersembunyi agak jauh dari para serigala itu.
Chloe berniat memfoto nya namun sayang, Dia baru ingat kalau dia meninggalkan handphone nya di kamar. Gadis itu mendesah kecewa karna tidak bisa mengabadikan mahkluk langka tersebut. Tapi sekarang dia benar-benar percaya kalau serigala itu nyata.
Puas memandangi kelompok serigala yang tengah mengaum di tepi jurang, Chloe berbalik dan berniat pergi dari sana secara mengendap-endap.
"Yosh, Saatnya pergi diam-diam," Chloe melangkah pelan.
Belum dua langkah, Gadis itu tak sengaja lagi menginjak sesuatu hingga menimbulkan bunyi.
Kkraak!
"Bisa-bisa nya aku menginjak ranting kayu di saat begini, Malang sekali nasibmu Chloe," Chloe meringis dalam hati.
GGRRRR!
GGRRRR!
Chloe berbalik ketika mendengar suara geraman di belakangnya, Ia meneguk selivanya kasar saat melihat para serigala itu sudah berada di depannya dengan tatapan predator yang seolah menemukan mangsa.
Si gadis mundur perlahan dengan senyum kecut. "S-Serigala baik, Jangan makan aku. Rasaku tidak enak, Dan aku disini cuma numpang lewat," Jelas Chloe terbata-bata. Tak tahu para serigala itu akan mengerti atau tidak dengan ucapannya.
Semilir angin berhembus menerbangkan helai-helai rambut si gadis. Salah satu serigala yang paling depan, Melompat ke arah Chloe dan melayangkan serangannya.
"Gggyyaa!" Chloe berteriak histeris, Dia sontak menyilangkan lengannya berusaha melindungi diri dan memejamkan mata.
BUAK!
GGRRRR!
Tidak merasakan apapun dan mendengar suara geraman di depan, Membuat Chloe membuka mata. Ia melihat seekor serigala bertubuh besar berdiri memunggunginya. Serigala itu berwarna silver dengan garis-garis hitam di tubuhnya.
Netra Chloe beralih pada serigala lain yang ingin menyerangnya tadi, Kini serigala itu terkapar di tanah sebelum berdiri lagi. Kedua serigala saling tatap dengan geraman masing-masing.
Sebelum serigala lain itu berlari pergi bersama kelompoknya, Meninggalkan serigala berwarna silver dengan garis-garis hitam di tubuhnya bersama Chloe.
Entah Chloe harus lega atau takut, Karena masih ada seekor serigala di sekitarnya. Serigala itu berbalik dan menatapnya dengan tajam, dia mendekat ke arah Chloe.
"Gak! Jangan makan aku. Aku gak enak, Rasaku pahit!" Chloe mundur sambil menggelengkan kepalanya cepat. Sejenak serigala itu berhenti melangkah seakan mengerti kalau Chloe takut padanya.
Tanpa diduga serigala itu mengeluskan kepalanya pada kaki Chloe, Seketika rasa takut gadis itu sediki berkurang, Ia menatap heran karna serigala yang ini tampak jinak.
"Dia...Jinak?" Pikir Chloe heran, Tangannya terulur mengusap kepala serigala tersebut, Dan tampaknya serigala itu menerima elusan Chloe.
Chloe mulai tenang, Sekarang dia tidak takut lagi. Malah dirinya asyik mengelus serigala itu.
"Kau imut ya," Chloe tertawa pelan ketika serigala menatapnya dengan pandangan teduh. "Boleh aku memelukmu?" Tanya nya lagi.
Serigala itu memajukan tubuhnya seolah membiarkan Chloe memberinya pelukan, Tentu saja si gadis terlihat senang dan langsung memeluk serigala itu.
"Lembutnya...," Chloe mengusap-usap tubuh serigala dan menempelkan pipinya ke pipi serigala itu. Bulu-bulu lembut dari serigala membuatnya hangat, Ternyata suhunya bahkan sangat hangat.
Rasanya Chloe tidak ingin melepas pelukan itu saking nyamannya, Bahkan ia hampir tertidur kalau saja suara yang familiar baginya tidak mengintrupsi kegiatan itu.
"Sampai kapan kau akan memelukku begini, Apa terlalu nyaman bagimu?"
Seketika kegiatan itu terhenti, Chloe membuka matanya. Tunggu dulu, Ada yang aneh. Kemana bulu-bulu lembut yang dia rasakan dari serigala itu? Kenapa rasanya dia seperti memeluk tubuh seseorang?
Dengan hati-hati Chloe mendongak, Netra merahnya seketika bertemu pandang dengan netra hijau lime milik Livian. Mendadak pikiran Chloe blank beberapa saat, Sebelum gadis itu tersadar dan langsung mendorong tubuh Livian menjauh darinya.
"Ggyyaa! Pak Livian! Kenapa...?" Chloe tak bisa berkata-kata saking kagetnya, Kini Livian berdiri di depannya, Ekspresi si pria tampak malas.
"Kenapa kau melepas pelukanmu, Bukannya tadi kau merasa nyaman?" Livian mendekat, Ia menarik Chloe ke dalam pelukannya. "Seperti ini kan tadi?"
"Enggak ini...Tidak mungkin, Aku yakin sekali tadi aku memeluk serigala seukuran manusia," Chloe mencoba menjelaskan, Dia melonggarkan pelukan Livian.
"Sekarang kau tahu, Aku bukan manusia sepertimu," Livian menunduk memandangi Chloe, Netra nya menajam. "Tapi yang tadi lumayan juga, Sekarang kau mulai berani bertindak lebih dulu ya,"
Livian mendekat kan wajahnya, Berbisik pelan tepat di kuping Chloe sembari tersenyum miring. "Apa kau ingin memulainya sekarang? Aku jadi ingin memakanmu,"
Usai berbisik, Livian menjilat kecil kuping Chloe dengan sensual. Seketika membuat bulu kuduk Chloe meremang, Ditambah gadis itu masih tak mempercayai penglihatannya tadi. Livian bukan manusia, Melainkan werewolf?
Sial, Chloe mulai tidak nyaman saat tangan hangat Livian menelusuri lekuk wajahnya, Senyum pria itu tampak berbeda. Mendadak perasaan Chloe menjadi tidak nyaman, Alarm bahaya berbunyi di otaknya.
Ah, Chloe harus melakukan sesuatu agar bisa kabur dari Livian. Tingkah pria itu benar-benar aneh sekarang.
TBC