
Selama perjalanan, Chloe beberapa kali memperhatikan handphone nya. Memastikan dirinya tidak salah tempat, Ia semakin dekat dengan tempat pertemuan mereka.
Hingga akhirnya langkahnya terhenti, Chloe mengedarkan pandangan mencari tanda-tanda keberadaan si Felix. Dan pandangannya terpaku pada sosok pria bersurai coklat yang sedang berdiri tak jauh dari sebuah gedung, Nampaknya itu gedung salon yang dimaksud Finnian.
Dia mendekati sosok itu sambil memanggil namanya.
"Kak Felix!"
Felix yang sedang memainkan ponsel, Seketika mendongak saat mendengar namanya di panggil. Netra aqua nya memperhatikan gerak-gerik si gadis saat Chloe sudah berada dihadapannya.
Dia yang biasanya tersenyum ketika bertemu Chloe maupun orang lain, Kini sama sekali tidak ada senyum yang terpatri di bibirnya. Hanya ekspresi tenang yang terlihat.
Dengan ceria seperti biasa, Chloe membuka suara. "Ada apa kak Felix memintaku untuk datang kemari?"
"Memangnya kenapa, Tidak boleh? Kau sibuk ya?" Tanya Felix balik.
"Ah, Tidak. Hanya saja tidak seperti biasanya. Kakak biasanya langsung menghubungi ku kalau ingin ketemu tanpa harus menjadikan orang lain sebagai perantara pesan,"
"Hari ini aku ingin bicara secara empat mata denganmu, Makanya aku tidak datang ke cafe tadi, Dan lagi aku meminta Finnian untuk memberikan pesan padamu biar orang lain tidak curiga," Raut Felix berubah serius.
Chloe yang melihat perubahan ekspresi dari si pria memilih diam, Dia menebak-nebak pasti ada sesuatu yang penting dan bersifat rahasia hingga Felix memintanya datang ke tempat yang sepi seperti ini.
"Lalu apa yang ingin kakak sampaikan?"
Felix menghembuskan napas berat, Dia mengalihkan pandangan ke arah lain menghindari kontak mata dengan Chloe.
"Jujur saja, Saat di dunia ini. Aku sama sekali tidak mengenali jati diriku sendiri selain keluarga kandungku dan aku merasa telah melupakan sesuatu yang sangat besar. Aku seperti kehilangan sebagian ingatan ku,"
"Tapi setelah Victor menceritakan apa yang terjadi di masa lalu, Aku sekarang paham bagian ingatan yang hilang dariku. Ingatan itu sudah kembali, Dan aku mengingat bagaimana pertemuan pertama ku denganmu di masa lalu," Felix menatap Chloe yang masih diam.
"Jadi kita pernah bertemu sebelumnya?" Chloe memiringkan sedikit kepalanya dengan pandangan bingung, Kalau memang benar mereka pernah bertemu. Mengapa tidak ada sama sekali memory tentang Felix yang muncul di kepalanya?.
Felix tidak menjawab melainkan hanya memberikan anggukan sebagai jawaban.
"Saat kau SMA dan masih berumur 17 tahun. Kita bertemu ketika kau memberikan ku payung saat aku sedang merenung di bawah guyuran hujan. Di situlah pertemuan pertama kita," Jelas Felix menatap dalam tepat ke netra merah Chloe. Namun sang gadis hanya diam tak bergeming.
"Tidak ada memory yang muncul di kepalaku tentang pertemuan pertama kita seperti yang kakak sebutkan," Chloe menggeleng pelan, Menandakan dirinya tidak memiliki ingatan apapun tentang Felix selain pertemuan pertamanya dengan si pria di asrama.
"Sungguh? Kau berbohongkan?" Netra nya melebar terkejut mendengar pengakuan Chloe, Masa sih gadis itu tidak mengingat apapun tentang anggota asrama di masa lalu?
Chloe mengangguk mantab tanpa ada keraguan di matanya, Melihat tidak ada sama sekali kebohongan di netra sang gadis. Felix mengangguk paham.
"Tampaknya ingatan itu masih belum muncul di kepalamu, Tidak masalah seiring berjalannya waktu. Ingatan itu pasti akan muncul, Untuk saat ini aku hanya ingin berbagi cerita denganmu tentang di masa lalu,"
Sejenak Felix melangkahkan kaki menuju tumpukan kayu yang berada tak jauh dari mereka lalu duduk disana, Disusul oleh Chloe yang duduk disamping Felix.
"Dulu kau sangat ceria dan memiliki sifat semangat. Sekarang pun juga masih begitu. Namun ada satu satu tugas yang belum kutuntaskan di masa lalu, Hal itu sedikit membuatku menyesal karna tidak menuntaskannya dengan baik," Felix menatap tenang pemandangan di depannya.
"Tugas apa?" Chloe menatap penasaran.
"Membunuhmu,"
"Apa?"
"Tugasku adalah membunuhmu, Semuanya berjalan sesuai rencana di masa lalu namun seseorang mengacaukannya. Aku nyaris berhasil membunuhmu kalau saja dia tidak datang," Felix menatap balik Chloe, Dia masih berekspresi tenang dan kalem.
Ini pertama kalinya Felix membuatnya emosi, Ia menahan diri untuk tidak segera pergi dari sana. Ia masih penasaran dengan alasan mengapa Felix ingin membunuhnya di masa lalu.
"Dulu kau memang tidak punya salah apapun padaku, Tapi sekarang ada. Tenang saja, Aku tidak berniat lagi untuk membunuhmu tapi paling tidak aku ingin membalasmu sedikit saja. Menuntaskan tugasku di masa lalu yang belum selesai,"
Felix berdiri yang sontak membuat Chloe refleks ikut berdiri dan langsung mundur ketika melihat Felix mendekat.
"K-Kakak mau apa? Kalau aku ada salah, Bilang apa kesalahanku. Aku bisa minta maaf secara baik-baik, Bukan dengan cara seperti ini," Netra nya melirik was-was di belakang tubuh Felix, Banyak serangga yang bermunculan entah dari mana seolah bersiap menyerangnya kapan saja.
"Kalau dulu aku tidak berhasil membunuhmu, Setidaknya aku ingin melihat kau tersakiti secara perlahan. Dan aku hanya ingin kau tahu, Kalau sebenarnya orang yang terlihat baik pun belum tentu benar-benar baik secara tulus," Felix masih berwajah tenang, Dia mengarahkan tangannya pada Chloe.
Seolah di komando, Para serangga yang berada di belakang Felix langsung menyerang secepat kilat ke arah Chloe. Sadar dirinya dalam bahaya, Chloe menggerakkan tangannya. Memunculkan tangan-tangan hitam besar yang langsung menghalangi serangan dari serangga Felix.
Chloe paham yang dimaksud kata-kata Felix, Pria itu nyatanya juga memiliki sisi jahat. Bukan murni benar-benar baik dari dalam hatinya. Bisa dibilang, Felix juga sama seperti anggota asrama lain. Yang membedakan, Dia memakai topeng untuk menutupi sifat aslinya. Terlihat baik di mata orang lain, Namun sebenarnya memiliki sisi jahat.
"Sejujurnya aku lebih senang kalau kakak menunjukkan sifat asli kakak dari awal padaku, Dari pada bermuka dua begini dan jadi musuh dalam selimut,"
Chloe menepis para serangga yang berusaha menyengat tubuhnya, Dia menyilangkan lengannya menjadikan bayangan yang mengikuti gerakan tangannya itu sebagai pelindung sekaligus temeng.
Felix sedikit menyerigai, Dengusan kecil terdengar darinya. "Sekarang kau tahu sifatku. Kau jangan khawatir, Biarkan aku menang. Paling kau hanya akan sedikit terluka, Dan aku akan pergi setelah aku merasa puas. Anggap saja aku sudah menuntaskan tugasku di masa lalu,"
"Kau ingin aku terluka? Mengapa?"
"Sudah kubilang kalau aku ingin menuntaskan tugasku di masa lalu, Aku selalu kepikiran tau! Aku merasa menyesal karna belum menyelesaikannya. Jadi biarkan aku menang!" Kali ini nada suara Felix sedikit meninggi, Tatapannya tampak berkilat kesal.
"Kak Felix, Kau sangat aneh!" Bentak Chloe ikut kesal.
Dia semakin melangkah mundur. Karna lengah dan terus berbicara dengan Felix, Chloe tidak sadar kalau ada satu serangga yang berhasil menghancurkan pelindungnya. Alhasil serangga itu langsung menyengat lehernya.
Chloe memekik kaget sekaligus kesakitan karna sengatan serangga itu begitu menyakitkan seperti sengatan tawon, Pelindungnya hancur dan otomatis para serangga lain ikut menyengatnya.
Chloe panik berusaha mengusir para serangga yang menyerangnya, Tanpa disadari kakinya menginjak sebuah kayu yang sudah rapuh. Mengakibatkan dirinya terperosok jatuh ke dalam sumur dengan kedalaman 4 meter.
Krrak!
Bruk!
"Arrrghh!" Chloe mengaduh sekaligus meringis sakit, Punggungnya menabrak tanah dengan sangat keras usai terjatuh.
Udara di dalam sumur begitu lembab dan minim membuatnya agak kesulitan bernapas, Tubuhnya begitu sakit dan beberapa detik Chloe tidak bisa menggerakkan tubuhnya.
Sesaat ia melihat bayangan Felix dari bibir sumur sedang menatap ke arahnya, Setelah itu si pria pergi begitu saja seolah tidak ada yang terjadi.
Chloe yang mengharapkan pertolongan dari Felix, Seketika harapannya pupus begitu saja setelah melihat Felix pergi dari sana tanpa ada niat sedikit pun untuk membantu. Sementara para serangga yang menyerangnya sudah menghilang.
Ia tertunduk lesu, Memikirkan tindakkan Felix yang menyerangnya hanya karna pria itu belum menuntaskan tugasnya di masa lalu. Kemungkinan Felix balas dendam karna tugasnya tidak selesai, Jadi melampiaskan kekesalan itu pada Chloe.
Meski tidak sampai membunuhnya seperti yang Felix bilang di masa lalu, Tapi tetap saja tindakkan pria itu menyakitkan sampai membuatnya jatuh terperosok ke dalam sumur begini.
"Kak Felix...," Chloe menunduk murung, Mau tidak mau dirinya harus berada di sana selama beberapa menit untuk menenangkan sekujur tubuhnya yang sakita sehabis jatuh.
Baru setelah merasa tenang dia akan menelpon seseorang untuk meminta bantuan.
TBC