Black Shadow: Gangster X Family

Black Shadow: Gangster X Family
Aku Menyukaimu (2)



[Neil Gracia]


anggota selanjutnya adalah Neil yang kamarnya hanya berjarak 3 langkah dari kamar Raizel. Si gadis mengetuk sembari menunggu si pemilik kamar membuka pintu. Sekalian Chloe ingin bertanya sesuatu pada pria bersurai ungu magenta itu.


Cklek!


Netra merahnya bertemu pandang dengan netra hijau milik Neil. Si pria tersenyum ramah setelah menyadari kehadiran Chloe.


"Tumben ke kamarku, Kau minta bantuan?"


"Tidak," Chloe menyodorkan buah strawberry di tangannya, Tanpa basa-basi langsung menyatakan tujuannya disana. "Aku menyukaimu kak Neil, Maukah makan strawberry bersamaku?"


Neil masih mempertahankan senyum ramahnya meski terdiam beberapa detik, Setelahnya ia baru menyahut perkataan gadis itu. "Sungguh sebuah kehormatan di sukai oleh gadis manusia sepertimu, Tapi aku lebih suka kalau kau tidak menyatakan secepat ini. Dimataku kau masih terlalu kecil untuk mengerti cinta-cintaan, Lebih baik kau fokus belajar dulu ya Watson,"


Neil menepuk pelan surai hitam milik Chloe, Sedangkan Chloe sendiri melongo mendengar jawaban Neil. Si pria lantas mengambil strawberry dari tangan Chloe dan memakannya.


"Terima kasih atas strawberry nya," Kata nya masih tersenyum lalu memasuki kamarnya dan menutup pintu.


Blam!


Chloe masih diam mematung disana, Mercerna kata-kata Neil. Sedetik kemudian wajahnya memerah antara kesal karna dibilang masih kecil dan malu. Chloe kembali menetuk pintu kamar Neil.


Tok!  Tok!  Tok!


Cklek!


"Kau belum pergi?" Neil menatap heran setelah membuka pintu.


Chloe mengacuhkan pertanyaan Neil, Gadis itu masih dilanda kesal. "Aku bukan anak kecil tahu, Umurku 21 tahun!" Protesnya.


"Aku tidak bilang kau anak kecil," Neil tersenyum ramah yang terlihat menyebalkan di mata Chloe.


"Pokok nya aku bukan anak kecil!" Chloe mengambil setangkai mawar dan langsung meletakkannya di tangan Neil. Kini mawarnya sudah habis, Karna Chloe hanya memetik sedikit.


Dengan jengkel Chloe berjalan pergi menuju kamar anggota selanjutnya, Sedangkan Neil memandangi mawar di tangannya dan tertawa kecil. Dia kembali memasuki kamarnya.


***************


[Ian Salvatore]


Ian Salvatore, Kini kamar pria bernetra merah itu selanjutnya. Chloe mengetuk dan tidak sampai persekian detik. Pintu kamarnya terbuka menampakkan sosok pria bersurai hitam dengan netra merah. Ian hanya menatap dingin tanpa mengatakan sepatah kata pun, Seolah mempertanyakan keberadaan Chloe disana.


Seperti biasa Chloe menyodorkan strawberry nya. "Aku menyukaimu kak Ian, Mau kah makan strawberry bersama ku?"


"....." Sejenak masih terjadi keheningan disana, Ekspresi itu masih tidak berubah. "Aku tidak mengenalmu..."


Ian mengambil strawberry dari tangan Chloe dan memasuki kamarnya.


Blam!


Chloe terkejut ini pertama kalinya dia mendengar suara Ian, Meski hanya 3 kata tapi sudah menusuk hati bagai pisau bermata dua.


"Sekarang aku paham kenapa dia irit bicara," Gumam Chloe bergidik dan bergegas menuju kamar anggota lain.


****************


[Ezra Miracle]


Chloe mengetuk pintu, Menunggu si pemilik membuka nya. Entah ini hanya perasaan Chloe atau bukan tapi yang pastinya aura kamar ini lebih suram dibanding kamar lainnya.


"Duh, Kok perasaanku gak enak ya?" Pikir Chloe sambil mengusap tengkuk nya yang agak merinding.


Cklek!


Ketika pintu itu terbuka, Aura suram yang Chloe rasakan semakin menjadi-jadi. Barulah si pemilik kamar keluar, Dengan tatapan tajam sekaligus dingin yang ditujukan pada Chloe.


"Apa?!" Kata nya penuh penekanan.


Meski dengan tangan yang sedikit gemetar, Chloe menyodorkan strawberry nya. "A-Aku menyukaimu pak Ezra, Mau kah makan strawberry bersama ku?" Bahkan Chloe tanpa sadar mengucapkannya agak cepat.


Ezra tersenyum dingin mendengarnya bahkan hampir tanpa ekspresi. "Kau suka padaku? Percaya diri sekali kau mengatakannya. Seperti nya kau sedang bermimpi tengil,"


"Kau pikir aku akan mengatakan hal yang sama padamu? Jangan berharap terlalu tinggi! Aku benci kau tinggal di asrama ini, Dan jangan sok akrab denganku!" Tambah Ezra sedikit mendekatkan wajahnya pada Chloe dengan tatapan mengintimidasi. Dia menunjuk-nunjuk kening si gadis dengan jari telunjuknya.


"Pakai otakmu kalau kau ingin selamat!"


Chloe memandangi netra hijau emeland itu, Dia menatap waspada ketika Ezra menunjuk-nunjuk keningnya. Ketika wajah pria itu sudah menjauh barulah Chloe membuka suara.


"Aku tidak bermaksud terlalu akrab dengan pak Ezra. Aku cuma nawarin buah ini, Kenapa bapak malah mengatakan hal seperti itu padaku?" Protes Chloe mengerutkan keningnya.


Ezra mendengus sinis. "Heh! Kenapa? Kau menanyakan pertanyaan yang konyol. Disini kau hanya jadi pengganggu dan aku benci orang sepertimu!"


Dia berbalik dan sebelum menutup pintu, Sesaat ia melirik. "Aku gak sudi menerima apapun darimu!"


BLAM!


Dan pintu itu ditutup dengan kencang, Bahkan suaranya mungkin bisa terdengar ke seluruh penjuru lantai 2. Chloe menghembuskan napas kecil.


"Padahal aku tidak melakukan kesalahan apa pun tapi ada saja yang tidak suka padaku," Gumam Chloe pelan kembali menghembuskan napas.


Dia berjalan gontai meninggalkan kamar Ezra.


***************


[Livian Gevariel]


Tok!  Tok!  Tok!


Kali ini sebisa mungkin Chloe menampilkan senyum manisnya usai dibuat bad mood oleh Ezra, Dia tak ingin terlihat sedih di depan anggota selanjutnya. Selama beberapa detik gadis itu menunggu sahutan dari si pemilik kamar, Namun dia tak kunjung menadapatkan jawaban. Chloe kembali mengetuk berkali-kali, Hingga....


Brak!


"Arrgg! Sudah kubilang jangan ganggu aku! Aku mau tidur tau!"


Hening....


Chloe dengan ekspresi kagetnya dan si pria dengan ekspresi mengantuk. Sadar tidak ada sahutan apapun di depannya, Livian membuka setengah matanya yang hampir tertutup. Dia menyipitkan mata memperhatikan penampilan Chloe.


"Bukan,"


"Oh, Kalau tidak ada yang penting lebih baik kau pergi dan jangan menggangguku," Livian menguap kecil, Dia sedikit mengacak-acak rambutnya. Sungguh Livian benar-benar ingin menemui kasur tercinta nya sekarang.


Chloe bergegas menyodorkan strawberry nya. "Maaf mengganggu, Tapi aku menyukaimu pak Livian. Mau kah kau makan strawberry bersamaku?"


Kelopak mata Livian yang tadinya setengah tertutup kini terbuka lebar memperlihatkan netra hijau lime miliknya. Dia menatap aneh dan menyandarkan tubuh di tembok.


"Manusia, Kau terlalu percaya diri. Kau dan aku, Kita berbeda ras. Jadi lebih baik kau buang jauh-jauh harapanmu itu. Lagipula aku tidak tertarik dengan manusia yang egois," Balasnya malas dan langsung mengambil strawberry dari tangan Chloe sebelum menutup pintu.


Blam!


Chloe juga mengacuhkan perkataan Livian yang cukup menyakitkan setidaknya Livian mau memakan strawberry pemberiannya, Itu saja sudah cukup.


***********


[Kazuhara Rion]


Tok!  Tok!  tok!


Cklek!


Tanpa basa-basi Chloe langsung menyodorkan strawberry nya. "Aku menyukaimu kak Rion, Mau kah kau makan strawberry bersamaku?"


Rion baru saja membuka pintu, Dia sudah dikejutkan dengan pernyataan Chloe yang tiba-tiba. Tentu saja pria bersurai silver itu kaget, Dan bingung harus menjawab pernyataan Chloe seperti apa. Dia bergegas mengetik beberapa kalimat di handphone nya.


[Aku senang kalau ada yang menyukai ku seperti kamu contohnya, Tapi maaf kurasa ini terlalu cepat. Kita lebih baik saling mengenal dulu satu sama lain. Dan terima kasih atas strawberry nya]


Usai membaca kalimat itu, Chloe memandangi Rion yang tersenyum tak lama si pria mengambil strawberry nya lalu melambai pelan pada si gadis sebelum menutup pintu.


Blam!


Rion orang yang pengertian kedua setelah Felix, Dan Chloe cukup puas dengan jawaban itu. Dia senang melakukan hal ini, Dengan begitu selain membagi kan strawberry Chloe juga bisa melihat sifat masing-masing dari anggota yang lain sekaligus pandangan mereka terhadapnya. Langkah kaki Chloe menuju kamar selanjutnya.


*************


[Rea]


Tok!  Tok!  Tok!


"Permisi,"


Chloe mengetuk pelan, Beberapa detik kemudian pintu itu terbuka menampakkan surai pirang milik si pria dengan netra merahnya. Tinggi si pria yang diperkirakan mencapai 2 meter membuat Chloe harus mendongak, Astaga! Dibanding anggota lain, Ternyata Rea yang paling tinggi. Bisa-bisa leher Chloe sakit karna terlalu lama mendongak.


"Apa?" Suara Rea yang terkesan sinis menyadarkan Chloe. Si gadis lantas menyodorkan buah strawberry di tangannya sembari tersenyum ceria.


"Aku menyukaimu pak Rea. Maukah kau makan strawberry bersama ku?"


"Huh? Apa aku tidak salah dengar?" Rea menyipitkan matanya, Menelisik ekspresi gadis didepannya ini. "Suka? Oi bocah! Apa kau tidak tahu sedang berhadapan sedang siapa hah?"


"Umm...Pak Rea kan? Apakah aku salah sebut nama?" Chloe menatap bingung, Tidak memperhatikan aura Rea yang tampak mencekam.


Rea mendelik tajam lalu menarik kerah gadis di depannya hingga sedikit terangkat. "Dengar ya, Aku tidak tertarik dengan cinta-cintaan yang dilakukan manusia. Apalagi disukai manusia sepertimu! Lebih baik kau jangan mencari masalah denganku, Atau kau kujadikan santapan hewan buas diluar sana!"


Rea melepas cengkeramannya untuk terakhir kali memberikan tatapan menusuk sebelum memasuki kamarnya.


BLAM!


Chloe memegangi kerah pakaiannya yang kusut, Hampir saja robek saking kuatnya cengkeraman Rea. Dia merapikan pakaiannya dan menghela napas.


"Ya ampun, Ternyata sama galaknya dengan pak Ezra," Pikir Chloe hanya bisa mengusap dada.


*******************


[Aiden]


Tok!  Tok!  Tok!


Cklek!


"Oh, Dia cepat sekali membuka pintu," Chloe baru saja mengetuk, Tapi si pemilik kamar sudah membuka pintu untuknya seolah menyadari kehadiran Chloe.


Aiden keluar dan berdiri tepat di ambang pintu, Dia hanya menampilkan ekspresi datar andalannya. Rambut ungu bercampur hitam miliknya tampak basah, Kemungkinan Chloe tebak Aiden habis mandi. 


"Apa kau kesini untuk memberikan darahmu?" Tanya nya datar.


"Darah?" Chloe seketika terdiam, Ia termenung karna mengingat saat pernikahan kontrak dilakukan, sepertiga darahnya diambil paksa. Namun gadis itu langsung menepisnya, Dia tak ingin menanyakan soal itu sekarang.


"Tidak, Aku kesini untuk membagi ini," Chloe mengambil satu buah dan kembali menatap pria itu. "Aku menyukaimu kak Aiden, Mau kah kau makan strawberry bersamaku?"


Aiden menunduk memperhatikan buah di tangan Chloe. "Siapa yang mengusulkan ini?"


"Eh, Maksudnya?"


"Siapa yang mengusulkan mu untuk membagi buah ini?" Aiden memperjelas pertanyaannya sembari menatap netra merah Chloe.


"Eh, Kok dia tau kalau aku di beri usul untuk membagikan buah ini?" Pikir Chloe agak kaget.


Dengan kebingungan Chloe menjawab pertanyaan Aiden. "Devian yang suruh, Katanya ini buah strawberry yang harus dimakan bersama orang yang disukai,"


Aiden tak mengatakan apapun lagi, Masih dengan ekspresi datarnya ia mengambil buah itu dari tangan Chloe. "Terima kasih, Kalau kau bertemu Devian. Suruh dia datang ke kamarku secepatnya,"


Blam!


Chloe yang ditinggalkan hanya melongo setelah mendapat pesan dari Aiden, Si gadis hanya bisa menggaruk pipinya yang tidak gatal dengan jari telunjuk sebelum berlalu dari sana.


TBC


[Nama: Ezra Miracle


Age: 25 tahun]