
Chloe menghampiri ruangan Felix secepat kilat, Untungnya saat ini cafe mulai lenggang dan tidak sepenuh tadi. Tangannya terangkat mengetuk pintu ruangan Felix, Memastikan Felix ada di dalam atau tidak.
Tok! Tok! Tok!
"Kak Felix," Ucap Chloe pelan, Dia menunggu beberapa detik namun tidak ada sahutan apapun dari dalam.
Chloe memutuskan memasuki ruangan Felix, Ia mulai cemas karna pria bersurai coklat itu tidak menyahut sama sekali.
Cklek!
Pemandangan yang pertama kali Chloe lihat adalah berkas-berkas yang sedikit berserakan di meja Felix namun tidak ada satu pun tanda-tanda keberadaan si pria disana.
Ia mendekati meja Felix dan membereskan berkas-berkas itu agar lebih rapi. Netra merahnya tertuju pada selembar kertas yang tergeletak di balik sebuah map besar, Chloe mengambil kertas itu lalu membaca nya dengan teliti.
From: Felix
...Aku ada di luar cafe jika kau mencariku, Mereka mengejarku jadi aku berusaha bersembunyi di tempat lain. Tenang saja aku bersembunyi tidak jauh dari cafe kok. Cukup ikuti jalan yang ku gambar....
Chloe membalik lembaran kertas tersebut dan menemukan sebuah gambaran jalan yang dilewati Felix sebagai tempat persembunyiannya, Rupanya sebelum pergi, Felix meninggalkan petunjuk untuk Chloe. Jadi gadis itu hanya perlu mengikuti petunjuk nya saja. Tapi pertanyaannya siapa 'mereka' yang Felix maksud?
Ia menggeleng menepis pertanyaan itu dulu dari pikirannya, Felix pasti membutuhkan bantuannya. Chloe menyimpan kertas itu dan bergegas keluar dari ruangan Felix untuk mencari si pria.
*******************
[Di sisi lain]
Felix menghentikan langkah di sebuah taman terbengkalai, Kondisi taman itu tampak nya sudah tidak layak dipakai untuk anak-anak. Ia yakin sudah cukup jauh dari orang-orang itu, Felix memang sudah berusaha menghilangkan aura nya tapi orang-orang dari Fallen Angel selalu bisa menemukan tempat persembunyiannya ketika di luar asrama.
"Hah~, Kurasa hari ini tampaknya tidak akan lolos dengan mudah dari mereka," Desah Felix menghela napas kecil.
Perlahan-lahan suara derap langkah kaki terdengar mendekati nya, Si pria hanya memejamkan mata nya sejenak.
Tap! Tap! Tap!
"Berhenti disitu! Menyerahlah!"
Felix berdiri tenang dan berbalik menghadap dua orang dari kelompok Fallen Angel yang sudah berada di hadapannya. Ia tersenyum ramah seolah sedang berbasa-basi dengan mereka.
"Ah, Kalian mengejarku sejauh ini. Apa tidak lelah? Lihat lah, Kalian sampai ngos-ngosan begitu," Kata Felix tenang, Serta merta salah satu dari anggota Fallen Angel mendelik pada Felix.
"Gak usah basa-basi! Menyerah saja sekarang, Kami tidak punya waktu bermain-main denganmu!" Kata salah satu dari mereka sambil menggenggam sebuah pistol di tangannya.
Felix masih mempertahankan senyumannya. "Aku juga tidak punya banyak waktu untuk meladeni kalian,"
Wuushhh!
Secepat kilat Felix melesat dan kini ia sudah berada disamping anggota Fallen Angel, Tanpa aba-aba ia langsung melancarkan tendangan keras.
BUAK!
BRAK!
Kedua nya terpental jauh karna tidak bersiaga, Akibat nya punggung mereka menghantam tembok. Felix melemaskan otot-otot jari tangan dan kaki nya.
"Sudah lama aku tidak berolahraga seperti ini, Baru saja mulai tapi kalian sudah selemah ini," Kata Felix santai. Ia memperhatikan kedua nya yang tampak perlahan berdiri.
"Dulu kita juga pernah bertarung, Kalian dulu lumayan kuat. Sekarang kalian mulai melemah. Apa karna kekuatan kalian mulai menghilang, Xavier dan Vallen Maximillian?" Tanya Felix masih tersenyum.
Xavier mengepalkan kedua tangannya usai berdiri dan menatap waspada. Sementara Vallen memperhatikan penuh selidik.
"Bagaimana kamu tahu nama kami? Seingatku setelah pertarungan terakhir kita, Kami tidak pernah menyebutkan nama kami," Kata Vallen.
Felix masih sikap tenang, Ia menempelkan jari telunjuk nya di depan bibir sambil tersenyum misterius. "Ssttt...Kalian tidak perlu tahu, Mencari data-data tentang kalian, Sangat mudah bagiku,"
"Omong kosong! Kami tidak lemah, Kami akan semakin kuat setelah berhasil menangkapmu!" Balas Xavier mulai serius, Dia menggenggam pistolnya. Dan aura sekitarnya memancarkan cahaya putih yang bersinar cukup terang begitu juga dengan Vallen.
Vallen berlari menerjang Felix dan melancarkan pukulan bertubi-tubi tanpa henti yang berhasil di tangkis dan dihindari oleh Felix.
KRAK!
Felix menjegal kaki Vallen dan membenturkan tubuh pria itu ke tanah, Vallen berusaha keras agar menahan serangan Felix.
Tak lama tiba-tiba tanah yang mereka pijaki bergetar hebat, Beberapa akar pohon bermunculan dari dalam tanah dan langsung menahan kaki serta tubuh Felix. Vallen terlepas, Ia lantas berdiri dan secepat kilat menjauh dari Felix.
Netra aqua nya beralih menatap Xavier yang tampak merapalkan sesuatu, Senyum puas terlihat di wajah Xavier.
"Kena juga akhir nya, Kalian anggota Black Shadow benar-benar menyusahkan," Xavier mendengus, Sementara Vallen mendekati sang kakak.
"Hampir saja aku sekarat," Vallen bersidekap sembari mengerucutkan bibirnya. "Kakak lama sekali,"
"Aku harus memikirkan strategi nya dulu," Xavier melirik sebelum pandangannya beralih pada Felix. "Sekarang kau sudah kalah, Menyerah saja!"
Seringai kecil terbit di bibir Felix. "Siapa bilang? Pertarungan kita belum selesai,"
Xavier dan Vallen diam terpaku sekaligus tak percaya ketika tubuh Felix mulai memudar dari pandangan mereka, Tubuh si pria seakan tertelan oleh sekumpulan hewan kecil yang kini mulai menggerogoti akar pohon yang mengikat tubuh Felix.
Sementara tubuh Felix seakan menyatu dengan hewan-hewan kecil yang berterbangan mendekati Xavier dan Vallen. Barulah disana kedua menyadari sesuatu.
"Astaga! Elemen nya ternyata adalah serangga!" Pekik Vallen kaget. Xavier hanya diam masih terpaku.
"Benar sekali, Sekarang aku menemukan kelemahanmu Xavier Maximillian,"
Xavier sontak memandang sekitarnya dengan waspada begitu juga dengan Vallen, Mereka hanya mendengar suara Felix tapi tidak melihat keberadaan pria itu dimana pun selain sekumpulan serangga yang mengitari tubuh mereka.
"Vallen, Tetap berhati-hati. Serangga peliharaan nya adalah tipe pemakan segala termasuk daging sekali pun, Jangan sampai kita digigit oleh serangga-serangga ini. Bisa saja jika tergigit maka akan masuk melalui kulit," Jelas Xavier masih waspada.
"Aku mengerti," Vallen menggenggam pistol di tangannya.
"Felix Edricson, Aku baru tahu dia bisa mengendalikan serangga bahkan serangga-serangga seperti ini adalah tipe pemakan segala. Kekuatan nya termasuk berbahaya untuk manusia," Pikir Vallen, Dia mengarahkan pistolnya ke arah sekumpulan serangga dan menarik pelatuknya.
DOR!
Sayang sekali tembakkan itu melesat begitu saja melewati sekumpulan serangga di depan mereka. Tawa kecil dengan nada mengejek terdengar memenuhi pendengaran mereka.
"Hahaha...Percuma saja, Kalian tidak bisa menyentuhku sedikit pun,"
"Tunjukkan wujudmu! Jangan bersembunyi di balik serangga-serangga menjijikkan ini!" Bentak Xavier tersulut emosi.
Bentakkan Xavier diacuhkan oleh Felix yang masih dalam wujud sekumpulan serangga. Hanya tawa kecil yang terdengar disana sebelum kumpulan serangga itu menyerang Xavier dan Vallen.
"Ugh...Kak!" Vallen panik, Serangga-serangga itu mulai menggigit kulit nya. Xavier berusaha menghalau dengan beberapa tembakkan meski percuma.
"Lemah!"
Beberapa bagian tubuh Xavier yang di gigit oleh sekumpulan serangga itu mulai mengeluarkan darah segar, Ia menggerakkan tangannya dan seketika akar-akar kayu muncul untuk melindungi nya dan Vallen.
Ia melihat adiknya sudah tidak berdaya, Beberapa bagian tubuhnya juga berdarah meninggalkan luka yang cukup dalam.
"Felix Edricson, Kami akui kami menyerah! Kami tidak akan memburu mu lagi!" Xavier tidak tega melihat adik nya yang kesakitan. Untuk itu dia berusaha bernegosiasi dengan Felix.
"Kau pembohong besar Xavier! Aku tidak percaya kalau Fallen Angel
tidak akan memburuku atau anggota black shadow yang lain lagi," Suara Felix terdengar lagi.
"Aku bersungguh-sungguh. Lepaskan kami, Maka kami akan menyatakan perdamaian,"
"Manusia bodoh!" Suara Felix terdengar marah.
Xavier secara mendadak terbatuk, Ia tak bisa bernapas ketika seekor serangga tiba-tiba masuk ke mulut nya. Ia dan Vallen mulai sekarat karna Felix memerintahkan serangga peliharaannya untuk membunuh Xavier dan Vallen secara perlahan.
"Diakhir hidup kalian pun, Kalian selalu memburu kami. Aku benci kelompok Fallen Angel seperti kalian!" Felix tidak peduli lagi dengan keadaan kedua pria di depannya. Dia dikuasai amarah dan kekuatannya.
TBC