
Menjelang tengah malam, Para barista mulai membersihkan sisa-sisa piring dan membersihkan area cafe, Mereka bersiap-siap pulang karna pekerjaan mereka sudah selesai.
Selagi menunggu Chloe menyelesaikan tugasnya, Felix memutuskan menghubungi Justin. Untuk memberitahu kalau Chloe ingin berkunjung ke asrama.
Tut!
"Justin, Kamu ada di asrama?" Tanya Felix tanpa basa-basi setelah sambungan teleponnya terhubung.
"Iya, Aku baru saja pulang dari kantor. Ada apa?"
"Hari ini Chloe ingin berkunjung, Ada hal penting yang harus kita bahas,"
"Besok saja, Ini sudah tengah malam. Bilang padanya ke asrama jam 9 pagi besok,"
"Oke, Akan kusampaikan padanya. Dah,"
"Hm...,"
Felix memutuskan sambungan, Lalu pergi ke ruangannya untuk ganti seragam. Sementara Chloe yang sudah ganti seragam dan bersiap pulang, Dia memakai jaketnya sebelum melangkah pergi.
"Chloe tunggu!"
Suara Felix menghentikan langkah si gadis, Ia menoleh dan melihat Felix mendekatinya.
"Kakak antar kamu,"
"Gak usah kak, Aku bisa naik bis kok," Tolak Chloe halus.
Felix memandang jam arlojinya yang sudah menunjukkan pukul 10 malam. "Bis terakhir berangkat pukul 9.30 artinya sudah tidak ada lagi bis yang lewat jam segini,"
"Lho? Apa iya?" Tanya Chloe tak percaya.
Felix menunjuk halte bis yang tidak jauh dari posisi mereka. "Kakak gak bohong kok, Lihat saja jadwal nya ada disana,"
Chloe pergi untuk melihat jadwal bis terakhir, Memastikan apakah ucapan Felix benar atau tidak. Tak lama Chloe kembali dengan ekspresi murung.
"Benar kata kakak, Kayaknya aku harus jalan kaki,"
"Gak usah ribet, Udah ikut kakak aja. Kayak gak kenal aja sama kakak," Felix terkekeh kecil lalu menarik tangan Chloe untuk ikut dengannya.
"Iya deh," Sahut Chloe pasrah.
"Ngomong-ngomong kakak udah telpon Justin, Katanya kalau mau ketemu besok temui dia jam 9 di asrama,"
"Baik, Nanti diusahakan tepat waktu,"
Felix mengangguk cepat, Dia membuka pintu mobil untuk Chloe. Setelah memastikan si gadis sudah masuk, Dia berjalan memutar untuk masuk di bagian kemudi.
Dia menyalakan mesin mobil, Setelahnya menjalankan mobilnya meninggalkan area parkir cafe.
**************
[Keesokan harinya]
Chloe menatap rumah mewah di depannya, Kalau dipikir-pikir memang gak mirip sama asrama namun entah mengapa para anggota lebih senang memanggilnya begitu. Dia menekan bel di sisi pagar, Sebelumnya Chloe sudah menelpon Justin untuk memberitahu kalau dirinya sudah sampai.
Ting Tong~
Dan kebetulan Rion lah yang menyambut kedatangannya, Pria bersurai silver itu tersenyum lebar saat melihatnya. Dia membuka pintu pagar dengan cepat.
"Hai kak Rion, Senang bertemu denganmu lagi," Sapa Chloe ceria, Menggenggam keranjang percel di tangan kirinya.
Rion menunjukkan pesan di handphone nya.
Ting!
Chloe terkekeh pelan sesaat setelah membaca kalimat itu. "Jangan seperti itu kak Rion, Aku juga agak sedih tapi apapun keputusan pak Justin aku akan selalu mendukung. Tenang saja kita bisa saling mengenal lain waktu, Tapi untuk hari ini ada hal penting yang harus kubicarakan dengan pak Justin,"
Ting!
[Aku menunggu janjimu kalau begitu. Tapi apa yang terjadi sampai kau dipanggil ke sini, Bukannya Justin bilang waktu di rumah sakit adalah pertemuan terakhir?]
Sang gadis menghela napas kecil dan sedikit menunduk. "Itulah masalahnya, Ceritanya panjang dan aku tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan selain meminta bantuan pak Justin. Hari ini pun aku merasa sangat lelah,"
Ting!
[Kau kurang tidur?]
Chloe menggeleng pelan. "Bukan, Tapi energiku seperti mau habis. Aku cukup tidur kok,"
Rion menatap sejenak netra milik Chloe, Dia bersidekap dengan pose berpikir terlihat ikut bingung dengan masalah yang dialami sang gadis. Dia menyimpan handphone nya, Lalu menarik tangan Chloe perlahan.
Mengisyarat kan si gadis untuk mengikutinya, Dengan penuh kebingungan Chloe mengikuti langkah Rion.
*****************
Sayangnya saat melewati ruang tamu, Rion dan Chloe berpapasan dengan Rea yang saat itu tengah menonton tv. Merasakan kehadiran orang lain di sekitarnya, Sontak saja Rea mendongak dan bertemu pandang dengan Chloe.
Dalam sekejap raut wajahnya berubah marah, Dia lantas berdiri dan menghalangi langkah Rion. Tatapan tajam dia berikan pada Chloe.
"Kamu! Kenapa kamu ada disini hah?!" Bentak Rea.
Rion lantas menghentikan langkah, Dia menggeleng mencoba menenangkan Rea, Ia juga menyilangkan tangannya membentuk huruf 'X' agar Rea tidak berbuat macam-macam.
"Kenapa kau membawanya kesini, Aku sudah bilang tidak boleh ada satupun orang luar yang menjejakkan kaki disini terutama manusia!" Tekan Rea.
Rion secepat kilat mengetik kalimat di handphone nya, Menunjukkan pesan itu ke Rea dengan alasannya membawa Chloe ke dalam asrama.
Ting!
[Dia hanya diperintah Justin untuk bertemu di asrama, Kau jangan sewot dulu. Lagian dia cuma berkunjung dan gak macam-macam]
"Kau seyakin itu pada dia kalau dia gak macam-macam?! Jangan bercanda! Manusia tidak bisa dipercaya kau tahu!"
Ting!
[Aku yakin kok, Justin sendiri yang memintanya kesini. Gak semua manusia itu jahat, Jadi Rea tolong tenang]
"Gak! Mau bagaimana pun dia tetap musuh tau! Keluar kau!" Rea mendorong tubuh Chloe agar cepat keluar dari asrama, Namun secepat kilat Rion mencekal tangannya.
Rea melirik tajam dan mendapat gelengan dari Rion.
"Ras kita tidak ada hak untuk mengasihani manusia sepertinya, Rion ingatlah apa yang terjadi padamu dulu. Kau juga diperlakukan kejam oleh ras mereka!"
Rion terpaku mendengar perkataan Rea, Rahangnya tanpa sadar mengeras dengan tangan yang sedikit gemetar. Chloe bisa melihat dengan jelas tatapan terluka yang tersirat di netra hijau milik Rion.
Namun Rion tampaknya bisa mengendalikan diri, Ia tak terhasut dengan kata-kata Rea. Serta merta dia menepis tangan Rea dari Chloe, Tanpa memperdulikan apapun langsung menarik kembali tangan si gadis untuk mengikutinya.
Rea yang tangannya di tepis mendelik marah. "Hei!"
Dia ingin kembali marah-marah, Sayangnya Rion dan Chloe sudah berlalu pergi dari hadapannya, Tentu saja hal itu membuat Rea semakin jengkel.
"Huh! Awas saja nanti!" Geramnya kesal.
TBC