
[Beberapa jam sebelumnya]
Chloe berjalan santai melewati para pejalan kaki yang hilir mudik di sekitarnya, Dia menutupi kepalanya dengan penutup kepala jaket, Sesekali netra merahnya melirik ke beberapa toko yang dilewati.
Beberapa saat kemudian dia mendengar teriakan dari arah sebuah gedung yang sedang dibangun, Para pekerja disana berteriak dan berlarian tak tentu arah. Keluar dari area gedung dengan berdesak-desakan.
"Aaaa lari ada monster!"
"Monster! Lari!"
Para pejalan kaki dan orang-orang yang berada di area gedung ikut berteriak dan berlarian, Benar saja tak lama setelah para pekerja lari. Seekor monster besar muncul dari dalam gedung, dia merusak pondasi hingga membuat sebagian gedung itu runtuh.
"Monster?! Ini kesempatanku untuk mencoba kekuatan Holy. Tapi kekuatan terakhirnya apa? Kemarin ucapan Holy kepotong gara-gara aku pergi," Pikir Chloe menatap lekat gedung di depannya.
"Holy, Kau bisa mendengarku? Aku ingin tahu kekuatanmu," Chloe mencoba telepati dengan Holy, Beberapa kali dia memanggil Holy sampai akhirnya Holy menjawab pertanyaan Chloe.
"Healing, Teleport, dan darkness," Jawab Holy meski tanpa wujud.
"Oh, Jangan bilang yang kemarin mengambil alih tubuhku itu kamu?"
"Ya bukan lah, Emang si Odelia nya aja gak terima kamu kontrak denganku. Makanya dia ngamuk terus menyerang teman-teman mu,"
"Oh gitu, Memang benar dia pelaku nya. Ya sudah bye Holy,"
Chloe memutuskan telepati dengan Holy, Dan langsung berlari menuju gedung itu berlawan arah dengan para pekerja yang mencoba keluar dari area gedung.
Sekarang dia bisa melihat dengan jelas sebesar apa si monster itu, Ternyata besarnya mencapai 2 kaki lebih tinggi dari manusia biasa. Tubuhnya hitam pekat menyisakan sepasang mata yang berwarna merah menyala. Dia mengamuk tanpa terkendali.
"Sekarang tempat tinggal manusia dipenuhi monster-monster mengerikan, Aku heran dari mana asal mereka datang," Gumam Chloe kebingungan.
Kemudian tatapan Chloe tertuju pada sosok seorang pria yang berdiri mematung tak jauh dari monster tersebut, Dia memakai jubah putih dengan rambut ungu muda pendeknya yang berayun tersapu angin.
Ketika langkah kaki monster itu mendekati sang pria dan ingin menginjaknya, Sontak saja Chloe berteriak dan berlari menuju pria itu.
"AWAS! DI ATASMU!"
Bruk!
BUM!
Chloe mendorong si pria hingga keduanya tersungkur ke tanah yang keras, Chloe meringis begitu pula si pria. Pria itu berdiri lalu memandang Chloe yang sudah berdiri duluan sebelumnya.
"Kamu!" Pekiknya kaget, Tanpa peringatan langsung memeluk Chloe erat membuat sang gadis hampir terjungkal.
"Chloe, Ini kamu...Akhirnya aku menemukanmu! Aku sangat merindukanmu!" Kata pria itu dengan tubuhnya yang agak gemetar.
Chloe yang berada di pelukan si pria mengerjap sejenak sebelum dengan paksa melepas pelukan pria itu.
"Tunggu dulu! Bagaimana kamu tahu namaku?!" Ucap Chloe serius, Menjaga jarak dari si pria.
"Kau tidak mengenaliku? Aku Ivy Michelle, Kamu ingat aku kan?" Ivy menatap cemas pada Chloe.
"I-Ivy Michelle?!" Pekik Chloe kaget, Sekarang dia ingat sosok Ivy yang selalu dia lindungi saat di masa lalu tepat nya di dimensi lain.
Pemuda yang dulunya terlihat lemah dan anggun, Kini sekarang tumbuh menjadi sosok pria dewasa dengan tubuh yang tinggi dan tegap. Meski wajahnya masih agak feminim seperti cewek di mata Chloe, Namun sekarang Ivy sudah memiliki banyak perubahan. Kulitnya pun tidak sepucat dulu.
"Kamu kok bisa seyakin itu kalau aku Chloe yang kamu kenal?"
"Aku masih ingat dengan jelas nama aslimu saat pertarungan terakhirmu dengan wanita mengerikan itu. Chloe Watson, Aku selalu mengingat nama itu sampai aku sadar kalau kau pergi ke dunia ini. Jadi aku memutuskan untuk ikut pergi dan mencarimu," Ivy tersenyum lebar.
"Lagian saat melihat wajahmu, Sekilas aku melihat wajah Chloe Amberly dalam dirimu. Makanya aku langsung yakin kalau kau adalah Chloe yang kucari," Tambah Ivy masih tersenyum membuat Chloe tertegun.
Chloe memilih diam sesaat hingga tiba-tiba monster besar di depan mereka kembali mengamuk dan menghancurkan gedung hingga rata.
Grrrrrr!
"Aaaa!" Ivy yang kaget karna suara monster itu pun mencoba lari.
"Lari! Ayo lari. Dia semakin dekat!" Ivy berusaha menarik tangan Chloe agar gadis itu bergerak dari tempatnya. Namun Chloe sama sekali tidak bergeming, Dirinya menatap terpaku pada sosok monster besar di depannya.
"Monster ini...Mengapa bisa muncul di siang hari sih?" Gumam Chloe masih menatap terpaku.
"Ayo cepat lari Chloe!"
"Walau dulu kita pernah bertemu meski aku dalam raga lain, Kau tetap mengingatku ya," Chloe tidak menghiraukan kata-kata Ivy disampingnya, Gadis itu hanya menoleh dengan senyum tipis.
Ivy tersentak dengan raut cemas. "Aku belum bisa melupakanmu, Makanya aku ikut pergi ke dunia ini,"
"Begitu ya, Kalau begitu senang melihatmu lagi. Sekarang kau sudah tambah dewasa saja," Chloe memalingkan pandangan menatap monster besar di depan mereka. "Sayangnya aku tidak bisa mengobrol lama denganmu, Karna aku harus membasmi nya,"
Untuk sekarang Chloe memilih fokus mengalahkan si monster, Dia bisa bertanya nanti pada Ivy mengapa pria itu bisa berada disini dengan si monster.
Karna dirinya baru mendapat kekuatan, Jadi Chloe sebisa mungkin membayangkan bentuk apa yang bisa dipakai oleh kekuatan darkness nya.
Sementara Ivy sudah mengeluarkan busur dan anak panah, Dia mengarahkan anak panahnya pada monster itu.
"Heat laser!"
WOOOSH!
Setelah melepas 2 anak panah sekaligus, Anak panah itu meluncur disertai cahaya laser pekat mengelilinginya. Tepat mengenai lengan si monster dan monster tersebut mengaum keras.
Grroooaa!
"Eh?! Kekuatan itu...," Chloe mengerjap lalu menatap Ivy disampingnya yang kembali bersiap menembakkan anak panah.
"Iya, Elemenku adaIah cahaya dan aku petarung jarak jauh. Jadi kalau Chloe punya pedang, Kau harus menyerangnya dalam jarak dekat," Ivy melepas anak panahnya tapi berhasil di tepis oleh sang monster.
"Tapi monster itu sepertinya dari kegelapan, Lawan dari gelap adalah cahaya. Kau tidak mungkin kan hanya menyerang dari jauh," Kata Chloe.
"Aku masih belum menguasai semua kekuatanku, Jadi hanya ini yang bisa kulakukan. Kalau kekuatanmu bagaimana?" Ivy menoleh setelah menembak 3 anak panah sekaligus.
"Elemen ku darkness tapi aku masih belum menggunakannya karna aku baru saja berkontrak dengan makhluk dari heaven,"
"Oh, Kau berkontrak juga. Artinya kita sama, Aku juga berkontrak dengan makhluk tapi dia ras fairy,"
"Hah? Aku baru mendengar ras itu, Aneh sekali?" Chloe menatap bingung.
"Aku pun sama, Tapi ya mau gimana lagi. Kalau kau bingung cara menggunakan kekuatanmu, Minta saja pengontrak mu untuk diajari,"
Usai mengatakan itu Ivy berlari menerjang si monster dengan panahnya, Dia mengeluarkan blast cahaya dari tangannya untuk menyerang monster tersebut.
Sekarang perubahan Ivy cukup jelas, Pria itu sudah tidak takut pada apapun lagi. Kalau dulu Ivy hanya selalu berlindung di belakang Chloe, Tapi kini sudah berani menghadapi monster seorang diri.
Chloe yang ingin membantu memutuskan memanggil Holy untuk diajari cara menggunakan kekuatannya.
"Holy,"
"Apa?"
"Bagaimana caraku mendapat pedang?"
"Ucapkan saja hands blades,"
"Hands blades!"
Woosh!
Sebuah pedang dengan aura hitam muncul begitu saja di tangan Chloe, Sontak saja dia menggenggamnya erat-erat.
"Baiklah, Saat nya beraksi!" Kata Chloe dengan senyum lebar.
Dia melesat cepat ke arah monster itu, Dengan menggabungkan teleport dan serangan pedang membuat serangannya semakin lincah dan cepat, Chloe mampu membuat si monster kewalahan, Bahkan kini monster itu mulai melemah.
Chloe sadar kalau Holy tampaknya juga menyerap energi monster itu, Makanya si monster mulai lemah.
Crass!
Chloe menebas kepala monster tersebut mengakibatkan darah hitam dari monster menyebar ke segala arah.
Ivy menarik napas dalam lalu menghembuskan perlahan, Merasa lega karna akhirnya monster itu mati.
"Kau tidak berubah ya Chloe, Serangan mu tetap hebat seperti dulu," Kata Ivy mengacungkan jempolnya.
"Makasih," Chloe hanya tersenyum.
Plok! Plok! Plok!
"Hebat sekali, Tidak kusangka kalian berdua mampu mengalahkan monster itu, Bahkan tubuhnya lebih besar dari kalian,"
Suara tepuk tangan dan suara asing yang terdengar membuat keduanya menoleh ke asal suara. Menemukan sosok pria yang familiar bagi Ivy.
"Kak Ash!" Ucap Ivy dengan netra berbinar senang melihat salah satu kakaknya ada disana.
Ash tersenyum ramah, Jubah putih yang dia kenakan berkibar tersapu angin. Tatapannya kemudian beralih pada Chloe, Ia masih tersenyum namun dengan senyuman yang berbeda.
TBC