
Tap! Tap! Tap!
Suara langkah kaki terus bergema sepanjang ruangan, Chloe mempercepat langkahnya memasuki ruang dapur. Dirinya mencari keberadaan Aiden untuk meminta bantuan.
Netra beriris merah itu menangkap sosok pria yang dicarinya sejak tadi sedang membereskan meja makan, Dengan perasaaan lega bercampur senang. Chloe lantas bergegas mendekati Aiden.
"Kak Aiden!"
Pekikan girang Chloe menarik perhatian Aiden dari aktivitasnya, Sejenak tatapannya tertuju pada si gadis.
"Apa?"
"Kak, Aku butuh bantuanmu," Ekspresi Chloe berubah serius, Ia menatap lekat netra ungu muda milik Aiden. "Mama ku tiba-tiba pingsan, Aku minta tolong padamu untuk memeriksanya. Aku sudah meminta bantuan pak Rea, Tapi dia tidak mau,"
Aiden memilih diam dengan pandangan datar, Ia mengalihkan tatapannya ke meja. "Apa yang bisa kau berikan padaku jika aku mau melakukannya?"
Chloe tersentak sesaat, Dia menghela napas kecil. "Apa semua anggota disini selalu meminta imbalan ketika anggota lain meminta bantuan? Apa mereka tidak ingin membantu dengan suka rela gitu?" Pikir Chloe jengah.
Sungguh dia heran dengan sikap para anggota disini, Apakah mereka benar-benar tidak bisa membantu secara gratis tanpa imbalan?
Aiden melanjutkan aktivitasnya, Dia mengelap meja sembari membereskan beberapa gelas. Sejenak melirik Chloe yang diam merenung. "Kalau kau mau kubantu, Kau harus memberikan imbalan yang setimpal padaku,"
"Bisakah kau melakukannya dengan suka rela? Ayolah cuma memeriksa saja kok," Bujuk Chloe dengan tatapan memelas.
"Tidak ada yang gratis di dunia ini," Aiden memusatkan perhatiannya pada Chloe kembali. "Kalau kau tidak bisa, Silakan pergi dari sini atau minta bantuan anggota lain," Usirnya datar.
Chloe tertunduk sedih setelah mendengar jawaban Aiden, Dia mengepalkan kedua tangannya. Dia sudah putus asa dengan sikap para anggota yang dia temui, Mereka semua seolah tidak peduli padanya terkecuali Justin, Rion, dan Felix.
"Mengapa...Mengapa tidak ada yang mau membantuku sama sekali?! Memangnya aku punya salah apa disini? Padahal aku cuma minta mama ku diperiksa saja, Tapi mengapa permintaan sederhana seperti itu saja tidak bisa kalian lakukan?!" Netra Chloe berkaca-kaca, Ia tertunduk dihadapan Aiden sembari menahan rasa sesak di dadanya.
"Aku cuma ingin tahu kondisi orang tuaku," Chloe menarik napas panjang untuk menenangkan emosinya yang hampir memuncak. "Selalu saja kalian tidak peduli, Segitu bencinya kah kalian pada manusia?! Sampai-sampai tidak ada satu pun hati nurani kalian untuk saling membantu?!"
Aiden masih berdiri tenang mendengar semua nada emosi yang Chloe keluarkan padanya, Ekspresi datar miliknya tidak berubah sama sekali.
"Ya,"
Seketika Chloe terpaku di tempat berharap dirinya salah dengar, Netranya melebar sesaat.
"Apa...?"
"Memang benar hati nuraniku sudah tidak ada, Itulah alasan mengapa aku tidak kenal ampun pada musuhku dan aku juga tidak peduli dengan manusia mana pun. Anggota lain mungkin juga begitu, Jadi jangan terlalu berharap!" Sahut Aiden tenang, Dia meletakkan beberapa gelas kosong ke wastafel dan mencucinya.
Chloe menggeleng pelan, Dia tak sanggup berada disana. Sekarang dirinya sadar, Tidak ada satu pun yang benar-benar peduli padanya di asrama ini. Chloe merasa dirinya berada di tempat yang salah, Salah karena bertemu orang-orang yang berbeda ras dengannya dan salah karna baru menyadarinya sekarang.
"Jadi begitu pandanganmu terhadapku selama ini. Baiklah, Aku mengerti sekarang. Di asrama ini tidak ada yang benar-benar peduli padaku, Kalian semua pasti hanya menganggapku beban dan pengganggu,"
Dengan perasaan kecewa, Chloe melangkah pergi menjauhi area dapur. Sekarang tujuannya hanya ingin ke kamar tamu untuk menemui orang tuanya.
Aktivitas Aiden terhenti sejenak setelah kata-kata terakhir Chloe, Netra ungu mudanya terus mengikuti kepergian si gadis hingga tak terlihat lagi.
*******************
Neil berjalan santai menuju dapur, Diperjalanan dia berpapasan dengan Chloe yang tampak kecewa. Dengan senyum ramah Neil menyapanya, Berharap dengan begitu dirinya bisa meminta darah si gadis meskipun sedikit.
"Chloe, Kau mau kemana? Udah ketemu Aiden?"
Chloe menghentikan langkah tepat dihadapan Neil, Ekspresi murung terlihat jelas di wajahnya. Dia menatap sejenak sebelum menjawab pertanyaan si pria.
"Udah, Tapi...," Chloe sedikit tertunduk. "Kak Aiden juga tidak mau, Dia hanya mau jika dikasih imbalan,"
"Lalu apa masalahnya? Hanya sedikit imbalan tidak akan membuatmu mati kan?"
Chloe mendongak cepat menatap Neil, Dia mengepalkan kedua tangannya. "Kak Neil tidak mengerti! Selalu saja harus memberikan imbalan ketika meminta bantuan, Apa tidak ada rasa menolong secara suka rela sedikit saja!? Setiap aku meminta bantuan, Kalian semua selalu begitu. Padahal aku cuma meminta sedikit bantuan,"
Dia kembali tertunduk, Sementara Neil menatap dalam diam mendengarkan semua kekesalan Chloe. Senyum pria itu luntur tergantikan ekspresi serius.
"Disini karna kami berbeda denganmu, Maka bagi kami manusia adalah musuh, dan bukankah musuh harus dibunuh?" Neil memandang tenang, Membiarkan Chloe terus menatapnya. "Tapi karna kamu salah satu anggota disini, Kamu akan diperlakukan secara berbeda,"
Neil sedikit mendekat menyisakan jarak 100 cm diantara mereka. "Seperti tadi, Ketika kamu meminta bantuan pada anggota lain maka kamu harus memberikan imbalan. Itulah perlakuan berbeda yang kumaksud. Karna disini rata-rata anggota tidak menyukai manusia, Kau paham kan?"
Neil kembali menunjukkan senyum ramahnya, Sementara Chloe diam merenung usai mendengarkan semua perkataan Neil.
"Kalian benar-benar berbeda dengan pak Justin, Pak Justin saja tidak mempermasalahkan aku dari ras mana! Tapi kalian para anggotanya–"
"Kalau saja dimasa lalu kau bukan anggotanya, Dia pasti juga tidak ingin membawamu ke asrama ini!" Potong Neil cepat masih mempertahankan senyumnya.
Chloe diam membeku setelahnya, Netra miliknya lantas melebar terkejut. "Di masa lalu? Apa maksudmu kak Neil?!"
"Aku tidak berhak memberitahukan hal ini, Tanya lah pada Justin. Dia yang lebih tahu," Neil menghela napas berat. "Ngomong-ngomong aroma mu enak tapi kau begitu menyusahkan, Aku tidak berselera lagi untuk mencicipinya,"
Dia melangkah pergi melewati Chloe, Dia ingin menemui Aiden di dapur. Chloe yang dilewati masih diam membeku sebelum menatap kedepan.
"Jadi memang benar ya kalau di masa lalu aku pernah bertemu dengan para anggota ini?" Gumam Chloe masih menerka-nerka.
Dirinya bergegas menuju ruangan Justin untuk menanyai soal itu, Dia tak bisa menunggu lebih lama lagi untuk mengetahui semua kebenarannya. Alasan mengapa Justin membawanya sebagai anggota di asrama yang dipenuhi oleh para vampir ini.
TBC