Black Shadow: Gangster X Family

Black Shadow: Gangster X Family
Ketakutan Chloe (2)



"Pak Ezra...Tolong aku...," Tubuh Chloe masih gemetar, Dia memeluk Ezra dengan erat.


"...."


Ezra diam sejenak, Mendapat pelukan yang tiba-tiba seperti itu tentu saja membuat Ezra kaget. Terlebih yang memeluknya adalah orang yang paling di benci di asrama ini.


Tangan Ezra terangkat, Bukan untuk memeluk balik. Melainkan untuk melepaskan pelukan itu secara kasar.


"Heh! Jangan peluk-peluk sembarangan ya!" Bentak Ezra, Berusaha melepaskan pelukan Chloe. Namun si gadis malah semakin mengeratkan pelukannya, Sembari menggeleng dan memejamkan mata erat.


Usaha Ezra mencoba menjauhkan Chloe darinya berakhir sia-sia, Ekspresi si pria mulai jengkel setengah mati.


"Kau ini kenapa sih?! Lepas gak!"


"Gak mau! Aku takut pak...Di kamar ku ada orang lain, Aku takut sendirian disana...," Racau Chloe masih gemetar, Dia menyembunyikan wajah nya di dada Ezra.


Ezra menghela napas kasar, Bagaimana dirinya bisa bergerak bebas kalau si tengil ini memeluknya begitu erat?


Beberapa menit akhirnya Ezra diam di tempat sampai Chloe merasa tenang, Meski pun tangan nya gatal ingin menjitak gadis dihadapan nya ini.


Setelah merasa lebih baik, Chloe melepas pelukannya. Walau dirinya merasa agak malu karna memeluk Ezra tiba-tiba, Padahal ia tahu Ezra tidak suka ia dekat-dekat dengan si pria. Namun entah kenapa hanya nama Ezra yang terlintas di benak nya saat lari tadi.


"Sudah tenang?" Tanya Ezra datar sembari bersidekap. Raut wajah nya tampak tertekuk kesal.


"I-Iya, Maaf pak, Aku begitu panik tadi sampai-sampai meluk bapak," Kata Chloe canggung.


"Kalau begitu keluar dari kamarku!"


"Aku tidak bisa...,"


"Keluar!" Tatapan Ezra menajam dengan aura suram di sekitarnya, Ia menekan kata-kata nya agar Chloe cepat keluar.


"Pak! Tolong dengar penjelasanku dulu! Aku kesini karna di kamarku ada orang lain. Aku takut jika aku kesana lagi, Kejadian yang sama akan terulang," Chloe mencoba menjelaskan kejadian yang terjadi ke padanya dari awal masuk asrama sampai kejadian di kamar.


Namun Ezra yang mendengar penjelasan Chloe hanya bersidekap dengan tatapan datar nya. "Lalu? Aku harus bersimpati padamu begitu?!"


"Tolong bantu aku sekali ini saja pak," Chloe menangkup kedua telapak tangannya depan dada dengan tatapan memelas, Memohon bantuan pada Ezra.


"Kenapa harus aku? Anggota lain kan ada, Minta saja bantuan pada mereka!" Balas Ezra acuh.


Ezra berbalik berniat menuju tempat tidur nya, Tapi Chloe lebih dulu menahan ujung baju Ezra.


"Pak...Kumohon...," Kata Chloe lirih, Dia tak bisa meminta bantuan pada anggota lain. Masih belum terungkap siapa yang ada di kamarnya, Jadi Chloe merasa was-was kalau meminta bantuan yang lain.


Ezra yang ditahan mengepalkan kedua tangannya kesal. "Kau benar-benar...!" Kata nya dengan kalimat yang tertahan.


Dengan geram, Ezra berbalik lalu menarik tangan Chloe untuk mengikutinya keluar kamar. Gadis itu sontak terkejut karna ditarik, Ezra menyeret si gadis menuju kamarnya.


Sesampainya di kamar Chloe, Ezra membuka pintu nya kasar dan menekan seklar lampu. Seketika kamar Chloe menjadi terang, Dan terlihat tidak ada siapa pun disana selain hanya kamar kosong.


"Lihat! Gak ada kan?!" Tunjuk Ezra pada kamar Chloe yang kosong dan sunyi.


Chloe menatap gak percaya, Dia membelalak kan matanya. "Gak mungkin, Aku ingat dengan jelas ada seseorang di kamar ku. Aku serius pak,"


Ezra mendengus kasar. "Kau ingin menipuku! Jelas-jelas tidak ada siapa-siapa disini! Jangan menggangguku lagi!"


Dia mendorong tubuh Chloe masuk ke kamar lalu menutupnya dari luar.


Blam!


"Pak!" Chloe kaget dan ingin menyusul Ezra. Namun Ezra sudah keburu melangkah pergi dari kamarnya.


Blam!


Chloe kembali memandang sekitarnya dengan was-was, Setelah berdiri mematung beberapa menit dan berasumsi kalau sekitarnya sudah aman. Barulah si gadis mengambil pakaian ganti dan menuju kamar mandi.


Beberapa menit kemudian...


Bruk!


Sekarang dirinya bisa merebahkan diri dengan nyaman, Sepertinya sosok itu memang sudah tidak ada. Chloe memang menebak pelaku nya adalah salah satu anggota asrama karna sosok itu menyebut 'Aturan kontrak'. Tapi pertanyaan nya adalah siapa?


Dari sini Chloe mulai curiga memang ada yang tidak beres di asrama ini, Terlebih setelah dirinya tahu kalau beberapa anggota asrama bukan manusia seperti Ian dan Livian. Apa dirinya menyerah saja ya? Dan pergi saja dari asrama ini?


Sejujurnya Chloe mulai takut sih ditinggal disini, Seolah asrama ini berbahaya bagi manusia seperti dirinya. Apa dia bisa menghentikan kontrak itu pada Justin dan meminta cerai?


Chloe rasanya hanya ingin pulang ke rumah lama nya saja. Ia memandangi langit-langit kamar, Banyak yang ia pikir kan termasuk misteri yang ada di asrama ini hingga tak sadar perlahan matanya menutup masuk ke alam mimpi.


*********************


Pagi itu Chloe terbangun, Dan dia sudah siap menjalankan aktivitas pagi nya. Namun kala itu Chloe merasa ragu untuk sarapan pagi, Meski waktu sudah menunjukkan pukul 7 pagi. Dia seolah merasa takut untuk bertemu anggota yang lain.


Dia sebenarnya sudah siap dan tinggal pergi menuju dapur tapi bukan nya pergi, Chloe malah memilih diam di tempat, Masih berada dalam kamarnya. Rasa ragu yang timbul itulah yang membuatnya tidak bergerak dari tempatnya.


"Pergi...Tidak...Pergi...Tidak...?" Chloe terus bergelut ria dengan pikiran nya sendiri, Dia terus merapal kan kalimat itu berulang kali dalam pikirannya.


Dia yakin semua anggota asrama pasti sudah berkumpul di ruang makan, Tinggal diri nya sendiri yang belum. Namun pada akhirnya Chloe memutuskan untuk melewatkan sarapan paginya, Ia memilih kembali bergelung di bawah selimut.


Biar saja yang lain makan lebih dulu, Ia akan menyusul nanti setelah mereka pergi kerja. Chloe sedang tidak ingin bertemu salah satu dari mereka semua.


Dia memejamkan mata beberapa saat, Hampir saja dirinya kembali tertidur kalau saja tidak mendengar suara yang mengetuk pintu kamarnya.


Tok! Tok! Tok!


"Chloe,"


Chloe tersentak dan sontak terbangun, Ia menoleh memandang pintu kamarnya yang kembali di ketuk. Tentu saja dia mengenali suara itu, Itu suara Felix. Gawat, Dia tidak mengunci pintu kamarnya.


"Chloe, Kamu di dalam kan?" Suara Felix kembali terdengar dan Chloe hanya diam saja tidak menyahut suara itu.


Si gadis refleks bangun dari tempat tidur dan bergegas berlari kecil menuju kamar mandi tanpa menimbulkan suara. Dia buru-buru menutup pintu kamar mandi dan mengunci nya.


"Chloe, Aku masuk ya,"


Cklek!


Chloe bisa mendengar dengan jelas suara langkah kaki dan suara derit pintu yang terbuka di luar sana. Si gadis memundurkan tubuhnya hingga menabrak tembok, Dan menutup mulutnya rapat-rapat agar tidak menimbulkan suara. Berharap Felix tidak menemukannya di sana.


"Kamu dimana Chloe?...Chloe!"


Beberapa menit Chloe memilih berdiam diri di kamar mandi, Dia masih mendengar suara derap langkah yang mengelilingi seisi kamarnya. Hingga perlahan-lahan suara itu mulai menghilang dan menjauh.


"Chloe?!"


Namun panggilan Felix masih terdengar samar-samar hingga tak terdengar lagi.


"Cepat lah pergi, Aku sedang tidak ingin bertemu kak Felix atau pun anggota lainnya," Pikir Chloe masih menutup mulutnya rapat-rapat.


Selang beberapa menit tidak ada suara apapun lagi disana, Namun Chloe masih memilih berdiam diri di kamar mandi sampai dirinya sudah merasa benar-benar aman.


TBC