Black Shadow: Gangster X Family

Black Shadow: Gangster X Family
Ancaman lagi



[Keesokan harinya]


Hari itu Chloe terbangun dengan seluruh tubuhnya yang basah oleh keringat, Wajah nya begitu pucat dengan pandangan kosong menatap ke depan. Keringat dingin terus mengalir di keningnya.


Ingatan Chloe tentang Neil yang memakan organ mentah dalam keadaan utuh sukses membuatnya kembali merinding dan bergidik ngeri, Membayangkannya saja sudah membuat Chloe mual.


Baru kali ini ia melihat pemandangan mengerikan itu dalam seumur hidupnya. Ia menghela napas berat mencoba mengusir bayangan-bayangan mengerikan itu dari pikirannya. Dia memperhatikan sekelilingnya, Saat disadari hari telah berlalu.


Kini Chloe berada di kamarnya, Sinar mentari yang bersinar cerah membuat Chloe harus membuka gorden kamarnya. Sejenak ia menghirup udara pagi yang begitu menenangkan.


Beberada detik ia merenung dalam pikirannya, Membayangkan seandainya dia bisa bebas dari asrama ini.


"Apa aku pergi saja dari sini ya? Aku merasa semakin lama para anggota asrama mulai menunjukkan sifat asli mereka. Suasana asrama ini mulai tidak kondusif untukku," Pikir Chloe dalam renungannya.


Disisi lain dia sudah berjanji untuk terus memegang kesepakatan itu terlebih beberapa anggota asrama mulai terbuka padanya contohnya Felix dan Justin tapi sisi lain dia juga mulai khawatir dengan keselamatannya sendiri di asrama ini.


Dia khawatir bagaimana kalau anggota asrama mulai tidak terkendali? Bagaimana kalau mereka semakin memakan banyak korban? Atau bagaimana kalau mereka mulai menampakkan sisi gelap mereka yang seperti monster?


Pikiran-pikiran itu memenuhi kepalanya, Perasaan khawatir dan cemas campur aduk dalam dirinya. Ia takut apa yang ia bayangkan akan menjadi kenyataan, Ingin lepas dari asrama ini pun rasanya seolah tidak bisa karna dirinya sudah terikat dengan kesepakatan itu. Terlebih Justin seolah menaruh harapan besar padanya.


Chloe memegangi kepalanya yang mulai berdenyut sakit karna berbagai pemikiran yang timbul di benaknya.


"Ugh...Semua pemikiran ini membuat ku pusing," Keluh Chloe sambil mendudukkan dirinya ke sisi tempat tidur, Dia menunduk. "Bagaimana caraku bisa lepas dari tempat ini kalau perjanjiannya saja 5 tahun?! 5 tahun bukanlah waktu yang sebentar untuk mengakhiri semuanya,"


Chloe mengacak surai hitamnya gusar, Ingin menangis pun rasanya cuma sia-sia. Penyesalan yang terlambat, Inilah yang dia rasakan sekarang. Sekarang Chloe merasa kesal, sedih, khawatir dan semua itu bercampur menjadi satu.


Yang hanya bisa dia lakukan sekarang hanyalah berbaring di tempat tidur, Kalau bisa tidur kembali juga tidak masalah baginya. Netra ruby miliknya menatap langit-langit kamar dengan pandangan lesu.


Selama beberapa detik ia berdiam diri disana, Sebelum memutuskan menuju kamar mandi.


*****************


Kreeit!


Sesampainya di dapur, Chloe sama sekali tidak melihat para anggota asrama lain dimana pun. Ruangan itu sangat sunyi, Entah kemana pergi nya mereka.


Chloe mendekati kulkas dan menemukan semangkuk sup ayam di dalamnya, Sup itu mengepulkan asap panas. Tampaknya baru saja selesai dimasak oleh seseorang, Chloe juga menemukan sebuah catatan yang tertempel di mangkuk itu.


...Ini sarapan untuk mu Chloe, Kalau sudah dingin tinggal panas kan saja. Kami semua sudah sarapan, Dan saat ini kami semua sedang menjalankan misi. Jadi untuk beberapa jam kedepan kami tidak ada di asrama....


...Oh ya, Kalau sudah selesai sarapan tolong bersihkan ruang dapur dan siram tanaman di kebun. Pastikan semua pintu terkunci rapat, Hanya berjaga-jaga kalau terjadi sesuatu. Sekalian jaga asrama selama kami pergi....


^^^Aiden^^^


Chloe mengerjap usai membaca catatan itu, Jadi mereka semua pergi meninggalkan dirinya sendirian di asrama ini? Mereka bahkan tidak memberitahu misi apa yang dikerjakan sehingga mewajib kan semua anggota asrama pergi terkecuali dirinya.


"Sekarang aku malah ditinggal sendiri di asrama sebesar ini," Ia menghela napas kecil, Lalu mendudukkan diri kursi dan mulai menyantap sarapannya.


Well, Antara bebas dan kesepian juga sih karna dia ditinggal sendiri saat ini. Ia menghabiskan sarapannya dalam beberapa menit, Selesai sarapan Chloe mencuci mangkuk di wastafel dan mulai membersihkan ruang dapur sesuai pesan Aiden.


********************


3 jam telah berlalu, Kini waktu sudah menunjukkan pukul 11 pagi. Chloe juga sudah selesai dengan urusan bersih-bersih dan menyiram tanaman. Dia langsung mendudukkan diri di kursi usai meletakkan sapu ke tempat semula.


Chloe mengedarkan pandangannya ke seisi ruangan. Tidak tahu lagi apa yang harus dikerjakan, Begitu sunyi tanpa suara-suara dari anggota lain. Dalam suasana seperti ini membuat Chloe cepat bosan tapi dirinya sudah dikasih pesan oleh Aiden untuk menjaga asrama. Mana mungkin dia bisa jalan-jalan keluar kalau begini.


Sang gadis memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar asrama, Barangkali ada yang menarik perhatian atau ada tempat yang belum dikunjunginya.


***************


Tap! Tap! Tap!


Semilir angin kembali berhembus pelan menerbangkan helai-helai rambutnya, Dengan senyum cerah Chloe jalan-jalan mengelilingi asrama, Sesekali dirinya akan menghirup udara segar. Chloe mendekati tanaman mawar putih, Dia memetiknya setangkai.


Yang Chloe tahu, Justin menyukai mawar putih. Maka dari itu lebih banyak tanaman mawar putih di kebun ketimbang mawar merah dan bunga lain. Sebenarnya banyak jenis bunga yang Aiden tanam tapi yang paling mencolok hanya mawar putih saja karna lebih mendominasi.


Disaat asyik-asyik nya menikmati suasana alam, Chloe merasakan handphone nya bergetar. Lantas ia merogoh saku celana dan langsung menerima panggilan telepon tanpa melihat nama si pemanggil.


"Halo? Siapa ya?"


"Huh?! Keponakanku, Kenapa kamu tidak mengenali suara paman? Ah, Paman jadi sedih mendengarnya," Kata suara di sebrang Chloe dengan nada sedih yang dibuat-buat.


Seketika netra Chloe melebar kaget usai mendengar suara yang sangat dia kenali ini, Dia berusaha bersikap tenang meski rasa amarah mulai muncul dalam dirinya.


"Paman Fray, Untuk apa menelponku?" Balas Chloe tenang.


"Hm...Aku memang sengaja menelponmu keponakan. Lagipula aku membawakan kabar yang mengejutkan untukmu,"


Kening Chloe mengernyit. "Katakan kabar apa itu?! Awas saja kalau paman melibatkan Ayah, Mama, dan adik-adikku!"


"Oh, Tebakannya benar. Aku memang melibatkan mereka," Fray menyerigai di sebrang sana meski Chloe tidak melihatnya.


Chloe mengepalkan tangannya erat mengetahui kalau sang paman kembali melibatkan keluarganya, Si gadis menahan geram.


"Jangan macam-macam! Aku tidak akan segan melaporkan paman ke polisi kalau sampai paman mencelakai mereka!" Ancam Chloe.


"Aduh~ Takut sekali~," Fray mengeluarkan nada takut yang dibuat-buat sebelum terdengar suara dengusan disana. "Heh! Anak bodoh! Kau pikir paman takut dengan ancaman murahanmu itu?! Kalau kau ingin mereka selamat, Datang ke alamat ini,"


Fray memberitahu alamat di mana dirinya berada sekarang, Tentu saja Chloe mendengarkan dengan baik.


"Ingat kau hanya punya waktu 6 jam untuk kesini, Kalau kau tidak datang katakan saja selamat tinggal untuk keluargamu. Sampai jumpa anak bodoh!"


Tut!


Sambungan itu terputus secara sepihak, Tentu saja Chloe yang belum membalas kata-kata Fray jadi terkejut.


"Hei! Pembicaraan kita belum selesai! Hei!" Kata Chloe marah, Dia berulang kali mencoba menghubungi sang paman kembali. Namun semua usaha nya sia-sia, Panggilannya selalu di tolak atau dialihkan.


"Arrgh! Menyebalkan!" Chloe mengacak surai miliknya frustasi.


Si gadis menarik napas dalam lalu menghembuskannya perlahan, Berusaha menenangkan diri. Secepat kilat dia mengirimkan pesan pada Justin, Setelahnya berlari memasuki asrama untuk mengambil tas selempangnya bersama dompet dan barang berharga lain.


Chloe bergegas keluar area asrama usai mengambil barang-barang yang dia butuhkan.


TBC