Black Shadow: Gangster X Family

Black Shadow: Gangster X Family
Permintaan maaf Victor



Selama 3 jam lebih semua anggota asrama mendengarkan cerita Victor di masa lalu, Semua kenangan sekaligus hubungan setiap anggota diceritakan oleh Victor secara jelas dan detail sehingga tidak ada satu pun cerita yang tertinggal.


Mengapa harus Victor yang menceritakannya? Karna Saat insiden red devil di masa lalu, Jiwa Justin menghilang dan hanya meninggalkan Victor satu-satunya yang mengendalikan raga mereka. Karna itulah Justin membiarkan Victor menceritakan semuanya.


Victor meminum teh nya sejenak, Menyegarkan kerongkongannya yang kering akibat terlalu lama bercerita.


"Jadi hal terakhir yang kuingat adalah Ezra dan Chloe berhasil mengalahkanku. Ingatanku berakhir disana, Dan sejujurnya aku mulai sadar kalau Justin tidak seburuk yang kupikirkan," Victor menghembuskan napas pelan. "Aku menyesal telah memanfaatkan kalian, Menjadikan kalian pion untuk tujuanku,"


Victor tersenyum tipis. "Justin sangat berterima kasih pada kalian semua para anggota nya, Karna kalian rela mengorbankan nyawa sampai titik penghabisan. Kesetiaan dan pengorbanan kalian membuatku sadar kalau kalian lah keluarga terbaiknya,"


Tatapan Victor sejenak meneduh. "Makanya aku langsung menerima hukumanku setelah aku bertemu Justin di alam sana," Pandangan Victor beralih pada Ezra yang menatapnya dalam diam. "Aku juga berterima kasih padamu dan Chloe, Kalian berdua sudah menjaga dan mempertahankan asrama sebaik mungkin setelah kepergian kami dan menyelesaikan misi dengan baik. Makanya aku dan Justin memohon pada Holy agar mempertemukan kita semua di kehidupan kedua,"


"Dan sekarang kita semua berkumpul kembali, Aku ingin memperbaiki hubungan kita semua seperti dulu lagi. Kuharap di kehidupan kedua ini kita bisa saling menjaga agar kejadian di red devil tidak terulang lagi. Maafkan aku atas semua kesalahanku di masa lalu," Tambah Victor mengakhiri ceritanya.


"Kehidupan kedua? Dikehidupan ini aku bukan manusia lagi..." Ucap Devian dengan pandangan kosong ke Victor, Tanpa sadar di memegangi lehernya. "Aku mati karna si Liam sialan itu?!"


"Kita semua mati karna insiden red devil di masa lalu, Tidak ada yang selamat bahkan termasuk Ezra dan Chloe yang mati paling terakhir," Jelas Victor melirik Ezra yang masih diam, Tatapan pria bernetra emerland itu masih tampak kosong seolah sedang mencerna cerita Victor barusan.


"Aku dan Justin memohon pada Holy untuk menghidupkan kita semua di kehidupan ini bukan sebagai manusia lagi, Dengan bagitu aku harap kalian tidak akan mudah mati saat pertarungan nanti,"


"Tunggu dulu! Kalian memohon agar kami hidup tidak sebagai manusia lagi di kehidupan ini. Tapi mengapa Chloe masih memiliki ras manusia, Bukankah itu curang?!" Ucap Raizel tak terima.


"Hal itu terjadi karna raga nya sejak awal memang manusia di kehidupan ini, Jadi saat raga nya di masa lalu sudah mati maka jiwanya akan kembali ke tubuh aslinya. Sementara kita tidak memiliki raga asli di kehidupan ini jadi secara otomatis kita memiliki ras yang berbeda dengannya," Jelas Victor menghabiskan satu kue yang berada di tangannya.


"Sudah kuduga kalian anggota sebelumnya memiliki hubungan," Ucap Livian mengusap dagunya sambil memperhatikan satu-persatu ekspresi dari anggota lain.


"Yah benar, Tapi mengapa kalian tidak merasa familiar satu sama lain?" Neil menatap bingung.


"Tidak tahu, Mungkin karna ingatan kami tersegel," Devian menggidikkan pundaknya acuh.


"Antara kalian yang tidak ingin mengingatnya atau ingatan kalian tersegel, Hanya dua kemungkinan itu," Tambah Victor. "Sisa ingatan lainnya adalah bagian dari ingatan kalian masing-masing, Kalau diantara kalian merasa memiliki ingatan dengan salah satu anggota lain ya terserah selanjutnya mau gimana,"


Semuanya menjadi hening setelah perkataan terakhir Victor. Ezra tertunduk dengan perasaan yang campur aduk, Dia lantas berdiri dan secara tiba-tiba menarik kerah pakaian Victor hingga si empunya mendongak. Tatapan Ezra tampak tajam dengan kilat amarah yang terpancar jelas di netra hijau emerlandnya.


"Di kehidupan masa lalu kita semua mati juga gara-gara kau sialan! Kau menjadikan kami semua pion dan bekerja sama dengan red devil! Kau pikir kata maaf saja cukup untuk menebus semua kesalahanmu di masa lalu?!" Bentak Ezra penuh amarah. "Jika saja kau dan Justin tidak satu raga, Sudah kuhajar wajah mu sejak tadi!"


Anggota yang lain hanya bisa diam dan memperhatikan Ezra yang mengeluarkan semua amarahnya pada Victor.


"Aku tahu, Bahkan tanpa kau sebutkan dua kali aku sudah menyadarinya," Balas Victor berusaha tenang. "Kesalahanku di masa lalu adalah kesalahan di masa sekarang juga, Aku berusaha memperbaikinya sekarang. Hubunganku dengan Justin dan kalian, Bahkan kalau bisa impian kalian di masa lalu yang belum kalian capai. Aku akan berusaha menebusnya apapun itu,"


Tatapan serius dan nada suara Victor yang bersungguh-sungguh membuat Ezra terdiam, Pria itu menggertakkan giginya sesaat sebelum melepaskan cengkeraman nya dari kerah Victor.


Tanpa aba-aba dia mengepalkan tangannya dan langsung memukul wajah Victor dengan kuat. Dia sudah tidak peduli lagi dihadapannya Victor atau Justin.


BUAK!


Victor yang mendapat pukulan keras dari Ezra sontak terjatuh dari sofa, Dia menatap tak percaya pada sekretarisnya itu sembari memegangi pipinya yang memar seketika.


Sementara anggota lain masih diam, Tak ingin ikut campur. Dalam hati masing-masing mereka sebenarnya sama kesalnya seperti Ezra (Minus Neil, Livian, dan Rea). Neil sampai terperangah karna ini pertama kalinya dia melihat Ezra yang memukul Justin (Meski yang mengendalikan adalah Victor).


"Kejadian langka," Gumam Livian ikut terperangah. Rea disamping Livian cuma manggut-manggut setuju.


"Ezra...," Gumam Victor menatap nanar Ezra yang masih memandangnya tajam.


"Masa bodo dengan permintaan maaf mu, Kau pantas mendapatkannya Victor!" Balas Ezra masih dengan tatapan tajamnya.


Dia segera berjalan pergi dari sana usai memukul wajah Victor, Tentunya dengan amarah yang masih menguasai dirinya.


Setelah kepergian Ezra, Victor menatap anggota nya yang lain.


"Apa kalian...Juga masih belum memaafkan ku?" Tanya nya hati-hati.


"Kau harus merenungkan kesalahan mu di masa lalu, Jangan bicara padaku kalau kau masih belum sadar sepenuhnya," Balas Aiden dengan pandangan datar.


Dia berdiri mengikuti Ezra keluar dari ruangan itu.


"Biarkan kami tenang, Setidaknya biarkan kami mencoba mengingat semua yang kau ceritakan. Termasuk penghiatanmu terhadap kami dan Justin," Kata Felix dengan tatapan menusuk, Kali ini dia tidak tersenyum ramah seperti biasa.


Felix berdiri diikuti Devian, Raizel, dan Ian. Mereka juga pergi dari sana. Melihat teman-temannya pergi, Rion ikut berdiri.


"Rion...Kau juga?" Tanya Victor menatap sedih Rion.


Sesaat Rion menatap balik, Sedetik kemudian dia memalingkan pandangan memutuskan kontak mata dengan Victor. Raut wajahnya tampak marah, Lalu Rion ikut pergi menyusul yang lain.


Victor menghela napas berat, Tak menyangka para anggota nya di masa lalu akan semarah ini pada dirinya. Meski mereka adalah anggota rekrutan Justin, Tapi tetap saja rasanya Victor sangat sedih.


Hanya tersisa Neil, Livian, dan Rea saja yang menemaninya disana. Mereka bertiga menatap dalam diam Victor yang tampak sedih.


Rea berdiri dan menghampiri Victor yang masih terduduk di tempat. "Ayo ikut aku, Akan ku obati memarnya dulu,"


"Mereka pasti sangat membenciku sekarang," Kata Victor lirih, Tak menggubris perkataan Rea.


"Walau kami tidak terlalu mengerti hubungan kalian di masa lalu, Tapi kurasa yang dikatakan Felix ada benarnya juga. Renungi lah dulu kesalahanmu di masa lalu, Dan coba lah minta maaf lagi sama mereka," Saran Neil ikut mendekat.


"Bagi mereka memaafkanmu memang tidak mudah, Apalagi jika kesalahan yang kau lakukan sangat besar. Tapi saran Neil bisa dicoba, Asal kau tidak mengulanginya lagi," Tambah Livian menarik tangan Victor untuk mendudukkan pria itu di sofa agar bisa diobati Rea.


Victor hanya mengangguk lemah dengan pandangan kosong, Membiarkan pipinya yang memar di obati oleh Rea.


TBC