
TRING! TRING!
Bunyi pedang dan pisau saling beradu dengan senjata dari laba-laba besar yang mereka lawan, Devian melakukan serangan memutar, Dia menghunuskan pisau nya ke tubuh laba-laba itu dan hanya meninggalkan sebuah sayatan yang membuat tubuh si laba-laba mengeluarkan darah hitam.
Chloe hanya menyaksikan pertarungan tersebut dari jauh, Tidak berani terlalu dekat. Dari sini Chloe sadar kalau sosok pria yang mereka temui tampaknya juga bukan manusia, Terbukti ketika pria itu terus menyerang si laba-laba dengan kecepatan yang di luar logika.
Devian memilih mundur saat laba-laba yang mereka lawan sudah terlihat lemah tidak berdaya, Ia menyerahkan sisa nya pada pria misterius itu. Sementara pria misterius tampak mengulurkan tangannya tepat di depan kepala laba-laba
Sebuah lingkaran cahaya perlahan muncul tepat di tubuh laba-laba tersebut, Pria misterius terlihat membacakan sesuatu, Terdengar seperti mantra yang tidak Chloe pahami.
Laba-laba raksasa menggeram marah dan menggeliat ketika tubuhnya mulai dilahap habis oleh cahaya besar yang menyinarinya sebelum hilang tak bersisa dan hanya meninggalkan abu gosong di sana.
"Hm...Padahal kupikir aku bisa menangkap laba-laba itu, Tapi aku kalah cepat dengannya. Dia lebih cerdik dari yang kuduga," Pikir Devian melompat mundur dan menyimpan pisau nya.
Pria misterius yang sudah selesai dengan tugas nya itu pun berbalik dan menatap Devian serta Chloe, Dia tersenyum tipis. "Meski tadi sebenarnya aku tidak butuh bantuan mu, Tapi mau bagaimana pun terima kasih sudah membantu walau sedikit,"
Kening Devian berkedut kesal. "Sedikit katamu?! Aku sudah cukup membantu agar laba-laba tadi tidak mengeluarkan racunnya! Apa itu yang disebut sedikit katamu?!" Gerutu nya kesal.
Si pria misterius hanya mengibas kan tangannya. "Ya terserah pada mu lah, Suka-suka mu mau anggap apa. Karena aku bukan orang yang suka berhutang budi, Ambil lah ini!"
Dia melempar sebuah bungkusan kecil dan langsung di tangkap balik oleh Devian. Buru-buru pria bersurai coklat kehitaman itu membuka isi nya, Chloe yang penasaran pun ikut mendekat.
Sebuah kalung jimat dengan tulisan yang tidak dimengerti oleh kedua nya, Terlihat di bungkusan itu setelah Devian membukanya. Si pria tentu saja sontak mengernyit bingung.
"Jimat? Buat apa ini?"
"Berikan jimat itu ke pacarmu, Jimat itu bisa melindungi dia dari pengaruh jahat dan menghindari dari incaran siluman-siluman jahat termasuk mahkluk supernatural lainnya," Jelas pria misterius di depan mereka.
"Pacar?" Devian melirik Chloe disampingnya yang masih fokus menatap jimat tersebut. "Dia istriku, Bukan pacar,"
"Terserah! Pokoknya kasih saja!" Pria misterius mengalihkan pandangannya pada Chloe. "Hei nona, Kau itu manusia kan?"
Mendapat pertanyaan yang tiba-tiba sontak Chloe mengangguk. "Eh, Iya"
"Dan sedang datang bulan bukan?"
Devian mendelik saat pertanyaan frontal itu dilontarkan, Sementara Chloe seketika merona tipis mendengarnya. Menahan rasa antara malu dan kesal karna dengan tidak tahu malunya pria itu menanyakan hal yang sensitif tersebut pada seorang gadis.
"Dasar tidak sopan!" Pikir Chloe kesal sembari mendengus, Meski begitu ia tetap mengangguk membenarkan pertanyaan si pria.
Dari mana juga pria itu tahu kalau dia sedang dalam masa periode sekarang? Oh, Chloe lupa kalau dia bukan manusia juga seperti anggota asrama.
"Nah, Anggap saja jimat itu hadiah. Aku yakin kau akan berterima kasih padaku suatu saat nanti," Kata sosok misterius itu penuh percaya diri. "Apalagi biasanya manusia khusus wanita, Kebanyakan sering menjadi incaran para mahkluk supernatural saat dalam periode masa itu,"
"Kenapa bisa begitu?" Tanya Chloe kaget.
Chloe refleks menoleh pada Devian, Merasa ditatap tentu saja Devian memasang ekspresi bingung. Sebelum kemudian baru memahami topik apa yang sedang mereka bicarakan.
"Jangan menatapku seperti itu, Seolah kau mencurigai ku kak Chloe," Sahut Devian menatap datar.
"Tidak, Bukan begitu. Tapi aku penasaran, Aroma apa yang kau cium dariku?"
Sesaat Devian mengangkat satu alisnya sebelum terlihat tampak berpikir. "Hmm...Aroma perpaduan antara bunga mawar dan...," Mendadak terbesit sebuah makanan di benak Devian usai sedikit menghirup aroma gadis disampingnya.
Meski jarak keduanya hanya 2 meter tetap saja Devian masih mencium dengan jelas aroma yang berada di tubuh Chloe. Memang benar disaat gadis itu sedang dalam tahap masa periode nya, Aroma nya tercium lebih jelas dan pekat.
"...Daging bakar," Tambah Devian setelah menjeda kata-katanya sejenak.
Chloe terbengong mendengar komentar Devian, Daging bakar? Serius? Seingat Chloe dia tidak makan daging bakar. Sontak Chloe mencium aroma tubuhnya sendiri, Dia tidak mencium aroma daging bakar di pakaiannya. Hanya aroma sampo bunga mawar dan sedikit parfum yang dipakainya tadi pagi.
"Mana? Aku gak mencium aroma daging bakar tuh," Kata Chloe keheranan, Setelah beberapa kali mencari aroma yang Devian maksud namun tidak kunjung menemukannya.
"Dia benar, Aroma mu perpaduan antara bunga mawar dan daging bakar. Seperti makanan cadangan ya,"
Chloe tersentak ketika merasakan hembusan angin di samping kirinya, Saat menoleh tiba-tiba saja pria misterius di depan mereka sudah berpindah tempat ke samping Chloe. Sontak saja si gadis terperanjat kaget.
"Gyyaa!"
Dia melompat mundur karna kaget, Pria misterius itu mengagetkannya. Sementara si pelaku hanya tersenyum geli.
"Makanya kau harus berhati-hati nona," Tambah si pria.
Entah mengapa akhir-akhir ini Chloe merasa banyak orang yang memintanya untuk berhati-hati, Bahkan termasuk Aiden. Karna memang merasakan firasat enggak enak, Chloe memutuskan mengambil kalung jimat tersebut dari Devian dan memakainya. Jika benar jimat itu bisa melindunginya, Maka Chloe akan memakainya setiap hari agar terlindungi.
Devian mendengus dan bersidekap. "Lalu untuk apa kau masih disini? Bukannya urusanmu sudah selesai?" Kata nya pada pria misterius itu.
"Aku memang ingin pergi kok. Dah ya, Semoga kita tidak pernah bertemu lagi black shadow," Pria itu tersenyum tipis sesaat sebelum berlari pergi melompati satu-persatu atap rumah warga layak nya ninja.
"Wih, Ninja," Kata Chloe kagum, Netra nya terus mengikuti kepergian pria itu.
Devian hanya merotasikan matanya bosan. "Jangan lama-lama ngeliat nya, Cepetan kita pulang,"
"Iya iya,"
Devian dan Chloe kembali melanjutkan perjalanan mereka, Meski sebenarnya Devian masih merasa kesal karna buruan nya laba-laba raksasa itu diambil oleh rival kelompok black shadow.
...Arc Devian Orlindo Complite...
TBC