Black Shadow: Gangster X Family

Black Shadow: Gangster X Family
Konsultasi



Kini Rion dan Chloe sudah berada tepat di depan pintu ruangan Justin, Rion mengetuknya tanpa melepas genggaman tangannya.


Tok! Tok! Tok!


"Masuklah,"


Mendengar suara dari dalam, Rion lantas mendorong pelan pintu tersebut. Membukanya lebar-lebar, Dia melihat Justin yang seperti biasa sedang sibuk dengan tumpukan dokumen. Tapi kali ini tanpa ditemani oleh Ezra.


Justin mendongak sambil menatap Rion dan Chloe bergantian, Dia melepas kacamatanya sambil tersenyum tipis.


"Terima kasih sudah mengantar Chloe, Rion,"


Rion mengangguk kecil, Dia melepas pegangannya lalu menggerakkan jari tangannya menggunakan bahasa isyarat.


Justin memperhatikan setiap isyarat yang Rion berikan padanya, Dia memang sedikit belajar bahasa isyarat agar memudahkan dirinya berkomunikasi dengan Rion walau pun terkadang dia juga agak kesulitan menafsirkan maksud dari bahasa isyarat Rion.


"Jadi begitu, Rea berulah lagi ya. Itulah mengapa aku memintamu untuk menyambut Chloe," Justin menghela napas berat.


Chloe yang tidak paham apa yang sedang dibicarakan hanya bungkam, Dia menatap Justin dalam diam.


"Kata-kata Rea tidak perlu dimasukkan ke hati Rion, Dia hanya tidak senang," Tambah Justin yang mendapat anggukan kecil dari Rion.


Ah, Chloe paham. Rupanya Rion sedang mengadu atas tindakkan Rea tadi pada Justin. Pantas saja Justin menyebut-nyebut nama Rea.


"Kau bisa pergi sekarang Rion,"


Rion membungkuk kecil, Dia menatap Chloe sesaat dan dibalas tatapan juga oleh sang gadis. Rion tersenyum ramah sebelum berbalik dan berjalan pergi meninggalkan dirinya bersama Justin.


"Silakan duduk," Justin membereskan dan menyingkirkan dokumen yang menghalangi pandangannya.


Sementara Chloe langsung mendudukkan diri mengikuti perintah Justin, Lalu Chloe meletakkan keranjang parcel ke meja sang pria.


"Ini oleh-oleh dariku pak, Semoga bapak dan anggota lainnya suka,"


"Terima kasih, Kukira kau akan marah sama kami," Justin melirik keranjang yang barusan Chloe kasih kepadanya.


"Marah kenapa?"


"Karna sudah menceraikan mu seolah-olah kami sedang mempermainkan pernikahan," Pria itu memandang ke arah lain, Perasaan tidak enak kembali muncul di hatinya.


Chloe menggeleng pelan lalu tersenyum lembut. "Tidak, Aku tidak merasa marah. Apapun keputusan kalian aku dukung, Lagipula aku juga mungkin masih belum siap menjadi seorang istri. Karna usiaku yang masih muda dan kemungkinan aku masih belum bisa memikirkan soal pernikahan membuatku merasa tidak mempermasalahkan soal itu,"


"Aku mengerti, Memang menikah terlalu buru-buru juga tidak baik. Yah ini karna beberapa anggota sedang dilanda masalah perjodohan, Jadi aku terpaksa menawarkan kesepakatan itu,"


"Jadi gimana dengan masalah perjodohan kalian, Apakah sudah selesai?"


"Karna aku dan Livian sudah memperkenalkanmu ke keluarga kami maka otomatis perjodohan itu batal. Tapi kalau Rea, Raizel, dan Neil. Tampaknya masalah perjodohan mereka masih berjalan, Jadi mereka memilih kabur dan menyembunyikan diri entah sampai kapan karna kesepakatan kita kandas di tengah jalan,"


"Aku tidak tahu lagi harus membantu mereka bagaimana," Chloe menggaruk pipinya dengan jari telunjuk, Menatap bingung.


"Tidak perlu kau pikirkan, Mereka bisa menyelesaikan sendiri,"


"Salah mereka sendiri memutuskan untuk membatalkan kesepakatan sebelum memperkenalkan Chloe ke keluarga mereka," Tambah Justin dalam hati, Yah dia masa bodo sih dengan masalah Rea, Raizel, dan Neil.


Mereka sendiri yang ingin membatalkannya, Jadi mereka harus menanggung akibatnya.


Chloe mendongak, Dia tidak akan terkejut lagi kalau tiba-tiba tebakan Justin tepat sasaran. Memang sejak awal Chloe merasa Justin bisa mengetahui tujuan seseorang tanpa harus dijelaskan lagi. Jadi Chloe sudah mulai agak terbiasa dengan kemampuan Justin yang memang berbeda dari manusia.


"Benar, Setelah kejadian bapak yang muncul di mimpiku. Aku terus diterror bayangan tangan besar dan terkadang berwujud mahkluk aneh. Setiap hari juga aku sering merasa lelah dan energiku seolah habis terus padahal aku tidak mengerjakan pekerjaan berat," Keluh Chloe.


Si pria mendengarkan dengan teliti keluhan gadis didepannya, Dia mengangguk paham. "Seharusnya waktu di rumah sakit itu adalah pertemuan terakhir kita, Tapi karna letak kesalahannya ada padaku. Mau tidak mau aku harus bertanggung jawab,"


Justin memperhatikan Chloe dengan seksama. "Kulihat aura mu begitu cerah sekarang, Apa sebelum ini aura mu gelap?"


"Iya, Waktu itu aku sempat cerita sama kak Felix. Jadi gini....," Chloe menceritakan semua hal yang dia tahu tentang mahkluk underworld dari Felix, Dan alasan mengapa aura nya yang sebelumnya gelap jadi cerah sekarang.


"Baguslah, Felix memang memiliki kemampuan menetralkan benda atau sesuatu. Tapi untuk kasus mu aura netralnya kemungkinan tidak akan bertahan lama karna mahkluk itu dari underworld," Justin menghela napas lalu menyenderkan punggungnya.


"Awalnya aku memberimu kekuatan agar kau memiliki kemampuan seperti dulu, Yang harusnya datang adalah mahkluk dari Heaven, Tapi entah mengapa malah mahkluk dari underworld yang tertarik padamu. Dia sedikit repot untuk disingkirkan,"


"Seperti dulu? Apa memangnya dulu aku punya kekuatan? Apakah aku pernah bertemu dengan kalian anggota asrama sebelumnya?" Tanya Chloe bertubi-tubi membuat Justin seketika terdiam.


"Aku ingat pak Justin juga pernah bilang dalam mimpiku, Bapak bilang 'ingatlah apa yang pernah kita lalui sebelumnya'. Apa maksudnya itu?" Chloe semakin dibuat bingung kala tidak ada satu pun pertanyaannya yang dijawab oleh Justin.


"Aku belum siap untuk mengatakannya sekarang, Tapi satu hal yang harus kau ingat. Ada seseorang di asrama ini yang sangat kau cintai, Sekarang kau tidak mengingatnya. Tapi suatu hari nanti," Kata Justin lirih, Netra nya bergulir menatap lantai.


Suara Justin begitu lirih sampai-sampai Chloe tidak paham apa yang dikatakan si pria, Namun dia sadar kalau ada sesuatu yang Justin sembunyikan darinya. Chloe tidak ingin bertanya lebih jauh, Dia ingin fokus dulu ke masalah utamanya.


"Pak Justin, Jadi aku harus bagaimana agar makhluk ini bisa lepas dariku?" Chloe memilih kembali fokus dengan kekuatan yang tidak diketahui ini.


"Tapi kau yakin masih belum menggunakannya untuk apapun?"


"Iya, Awalnya aku tidak tahu kalau makhluk ini adalah kekuatanku,"


"Hah~ Baiklah aku akan minta dia melepaskan kontrak darimu, Semoga saja dia bisa diajak bekerja sama," Justin mendesah kecil, Dia mengulurkan tangannya.


"Kemarikan tanganmu!"


Chloe mengulurkan tangannya yang langsung digenggam Justin, Pria bernetra orange itu tampak menutup mata. Chloe menunggu reaksinya beberapa saat.


Nyut!


Mendadak Chloe merasakan setruman kecil di seluruh tubuhnya, Kepalanya juga mendadak pusing dengan degup jantung yang berpacu cepat.


Tak berselang lama, Ia melihat Justin yang tampak berkeringat dengan netra nya yang sudah berubah menjadi merah darah. Raut wajah pria itu tampak marah, Kilat kemarahan terpancar jelas dari netra yang berwarna kemerahan itu.


"Sialan! Makhluk itu menantangku, Dia pikir karna berasal dari underworld bisa seenaknya menantangku huh?!" Maki pria dihadapan Chloe.


Bisa Chloe pastikan kini dia berhadapan dengan Victor. Nampaknya Victor sedang marah dengan sesuatu.


"Pak Victor, Apa yang terjadi? Mengapa kepalaku sangat pusing?" Tanya Chloe menahan rasa pusingnya yang semakin menjadi-jadi.


"Dia mencekik Justin dan menantangku, Kau merasa pusing karna dia mencoba memberontak untuk mengambil kendali atas tubuhmu," Decak Victor kesal. "Ck! Harusnya kubunuh dia langsung saat dia datang sebelum berkontrak denganmu,"


"Ugh...Dasar si bodoh itu. Mengapa dia membiarkan makhluk underworld ini berada di tubuhmu?! Bikin repot saja!" Victor mengacak-acak rambutnya kesal.


Sementara Chloe yang tidak bisa menahan rasa pusingnya lagi langsung ambruk tak sadarkan diri.


TBC