
Setelah obrolan mereka beberapa saat yang lalu, Kini Chloe dan Felix kembali menjalani rutinitas masing-masing. Mereka kembali ke cafe, Sesampainya di cafe Chloe segera membantu barista lain karna pelanggan berdatangan kembali. Sementara Felix memutuskan membantu di dapur sebagai chef.
Tak terasa waktu berjalan cepat, Sekarang sudah pukul 9.30 malam. Sudah waktu nya untuk cafe tutup. Barista lain membereskan sisa-sisa piring dan membersihkan meja.
Chloe mengambil alih untuk mencuci semua peralatan makan, Dia tampak fokus dengan pekerjaannya. Beberapa barista lain pun mulai pulang satu-persatu termasuk Finnian.
Usai selesai dengan tugas masing-masing, Felix dan Chloe bersiap pulang. Dan keluar dari cafe tak lupa Felix juga menguncinya.
Mereka memasuki mobil Felix, Mobil itu melaju menjauhi area parkir cafe.
***************
[Asrama]
"Berita nya menyebar luas lebih cepat dari yang kuduga,"
"Kurasa para warga sekarang mulai takut untuk keluar malam karna beritanya,"
"Kalau seperti ini, Bisa-bisa kita semakin kekurangan mangsa. Para warga sekarang sudah mulai waspada,"
Saat memasuki dalam asrama, Chloe melihat Raizel, Devian, dan Neil sedang berdiskusi di ruang tamu. Ketiga pria itu tampak serius seolah sedang berpikir keras. Felix yang berada di belakang Chloe, Menatap heran sembari menutup pintu.
Blam!
"Sedang apa kalian disini?" Tanya Felix berjalan mendekati ketiga pria itu.
Ketiga nya yang mendengar suara Felix lantas memusatkan perhatian mereka.
"Apa kau sudah dengar berita dari Justin saat rapat kemarin? Foto-foto dari mayat itu menjelaskan semuanya," Kata Devian sambil menyesap teh nya.
"Ah, Mayat yang terdapat gigitan di lehernya itu. Aku sudah mendengarnya, Kurasa itu ulah vampir lain," Felix mengangguk kecil.
"Ya, Tapi masalahnya para warga sekarang sudah mulai waspada untuk tidak keluar malam-malam. Gara-gara berita itu, Kita akan kekurangan mangsa," Gerutu Raizel bersidekap kesal.
"Meski begitu, Kita masih ada stock dari rumah sakit kan? Minta saja sama Rea, Dia pasti akan memberikannya, Toh dia juga ikut minum mana mungkin dia membiarkan dirinya sendiri kehausan," Celetuk Neil, Ia mencomot satu kue kering di piring dan memakannya.
"Yah, Rea sedikit berbeda dengan kita. Dia bisa tahan tidak minum selama 2 minggu. Sementara vampir darah murni dan setengah vampir seperti kita hanya tahan tidak minum selama seminggu," Felix menghela napas, Ia mendudukkan diri disamping Neil.
Chloe tentu saja menyimak percakapan itu, Namun dirinya tidak ingin berlama-lama mendengar nya. Rasanya tidak nyaman mengingat dirinya itu adalah manusia yang bisa kapan saja menjadi mangsa para anggota asrama yang lain.
Ia memutuskan melanjutkan langkah menuju kamarnya tanpa permisi, Chloe menaiki beberapa anak tangga. Ia menghentikan langkah tepat di depan kamar bernomor '8'.
Sebelum bisa memasuki kamar, Tiba-tiba Chloe merasakan sebuah tepukan di pundak nya yang sontak saja membuat si gadis agak terkejut.
Pluk!
"Hei...,"
"Ada apa kak Aiden?" Chloe berusaha menenangkan degup jantungnya yang berdetak cepat karna terkejut tadi. Ia memperhatikan netra ungu tua milik Aiden.
"Bisa bantu aku sebentar?" Tanya Aiden tanpa basa-basi.
"Bisa, Bantu apa?"
Tanpa menjawab pertanyaan Chloe, Aiden berbalik dan berjalan duluan menuruni anak tangga. Sesaat ia menatap Chloe.
"Ikuti aku!"
Walau bingung, Chloe tetap mengikuti langkah Aiden. Bertanya-tanya dalam hati tidak biasanya Aiden meminta bantuan anggota lain, Biasanya pria itu selalu melakukan pekerjaan rumah sendiri.
***************
Sesampainya di ruang dapur, Aiden menghentikan langkah yang otomatis membuat Chloe ikut menghentikan langkah.
"Bisa kau susun isi di dalam kardus-kardus itu? Hari ini kita kedatangan banyak paket. Aku akan mengurus kardus bagian sana,"
Chloe melihat banyak kardus-kardus di belakang si pria, Lantas kepala nya mengangguk mengiyakan. Sementara Aiden mulai mengerjakan tugasnya, Chloe menghampiri salah satu kardus, Membuka isi nya satu-persatu.
Di balik kardus-kardus itu banyak bahan makanan yang tampaknya masih segar seperti sawi, tomat serta sayur dan buah lainnya. Bahkan bumbu dapur seperti garam, kaldu bubuk dan sebagainya juga ada disana. Chloe paham sekarang, Paket-paket itu ternyata isi nya bahan makanan untuk beberapa minggu ke depan. Mereka menyediakan stock yang lebih banyak dari yang Chloe kira.
Ia segera menyusun bahan-bahan makanan itu ke tempatnya, Selesai melakukan pekerjaan nya. Dia tinggal membuka paket terakhir.
Saat Chloe mendekat, Aroma amis tercium dari paket itu bahkan dari jarak 2 meter pun aroma nya sudah tercium. Merasa aneh, Ia lantas membuka paket tersebut dan menemukan beberapa kantung darah dengan berbagai macam golongan. Bahkan Chloe juga menemukan beberapa kantung berisi organ manusia seperti ginjal, hati, jantung, bola mata, dan sebagainya.
Mendadak tubuh Chloe menjadi kaku, Dirinya seakan tak bisa bergerak beberapa saat. Ia merasa mual dan jijik disaat bersamaan, Tentu saja dirinya sangat syok.
Chloe pikir mereka hanya meminum darah manusia saja, Itu pun mungkin tidak setiap saat. Tapi nyata nya di luar logika Chloe.
Tap! Tap! Tap!
"Oh, Kau sudah menemukan paket khusus. Tolong untuk organ-organ itu simpan saja di freezer ya. Kami lebih suka makan organ mentah beku, Dan untuk kantung darahnya simpan saja di kulkas tapi jangan di freezer,"
Suara yang muncul tiba-tiba disampingnya membuat Chloe tak bisa berkata-kata, Dirinya masih terlalu syok untuk menerima kenyataan yang dilihatnya. Perlahan Chloe menoleh, Bertemu pandang dengan Neil yang sedang berjongkok disampingnya.
"Kenapa?" Neil balik menatap bingung, Kemudian dia mengambil satu kantung organ berisi hati mentah yang terlihat masih segar dari dalam paket.
Neil mengambil hati itu, Tanpa sungkan memakannya tepat di depan Chloe yang seketika membuat si gadis melotot ngeri. Dengan mulut yang berlumuran darah, Neil tersenyum dan menyodorkan hati ditangannya yang tinggal setengah pada si gadis.
"Mau? Ini enak lho meski masih enak organ beku tapi ini rasanya tidak terlalu buruk," Tawar Neil masih mempertahankan senyum nya.
Saat organ itu disodorkan padanya, Seketika pandangan Chloe menggelap dan gadis itu langsung ambruk tak sadarkan diri.
TBC