
"Sayonara~"
WWUUSSHH!
PRANG!
Sebuah gelombang ultrasonik tiba-tiba saja muncul dan menghantam tubuh Fray serta Liam membuat keduanya terlempar jauh, Liam lantas melakukan salto sebelum mendarat dengan sempurna. Sedangkan Fray, Punggungnya menabrak tembok cukup keras.
Alvin, Reina, dan Chloe terbelalak kaget tak percaya setelah melihat kekuatan besar yang terjadi dalam persekian detik tepat dihadapan mereka. Ketiganya membeku saking syok nya, Ditambah lagi ini pertama kalinya mereka melihat kekuatan sebesar itu yang mampu menghempaskan Fray dan Liam hanya dengan sekali dorongan.
Tap! Tap! Tap!
"Cukup sampai disitu, Aku sudah bersabar menunggu bagian menariknya,"
Suara sedikit berat dengan nada rendah itu mengagetkan seisi ruangan, Liam menyipitkan matanya mencoba melihat sosok yang mengganggu mereka lebih jelas.
Sosok pria bersurai magenta berjalan pelan hingga berhenti tepat di depan Chloe dan adik-adiknya, Separuh wajahnya tertutup topeng hanya menyisakan mulut nya yang terlihat (Yah, Lebih tepatnya sejenis topeng pesta lah).
Chloe tertegun memandangi pria di depannya, Meski pria itu memunggungi mereka tapi ia sebisa mungkin berusaha mengenali surai milik si pria.
"Warna rambutnya mirip seseorang yang ku kenal, Mungkin kah kak Neil?" Pikir Chloe masih tertegun hingga suara pria di depan mereka menyadarkan lamunannya.
"Jadi begitu, Manusia modifikasi ya," Ucap si pria surai magenta itu pada lawan di depan nya. Sedangkan Liam hanya menatap dingin.
"Bukan manusia rupanya, Kau salah tempat untuk ikut campur," Balas Liam.
Tawa kecil meluncur dari pria bersurai magenta itu. "Benar kok, Aku tidak salah tempat. Aku hanya menunggu waktu yang tepat untuk beraksi,"
Chloe membaringkan Alvin dan meminta Reina untuk menjaganya sebelum sedikit memajukan diri mendekati pria bersurai magenta itu.
"Kak Neil, Ini benar kamu kan?"
Neil berbalik setelah mendengar suara Chloe, Dia tersenyum seolah mengiyakan pertanyaan Chloe barusan. "Hebat juga kamu langsung mengenaliku dalam sekali lihat,"
"Jadi benar kak Neil, Kenapa kakak disini?"
"Yah, Aku hanya menjalankan tugasku. Kudengar ada orang asing yang memasuki gedung ini tanpa Izin jadi aku datang untuk membereskan nya," Selagi menjelaskan, Netra hijau Neil melirik Fray yang sudah berdiri dan Liam. Mengatakan secara tidak langsung bahwa dua orang itulah yang dicarinya.
"Dan kebetulan aku menemukan bagian menarik disini," Tambahnya masih tersenyum seolah mengatakan tanpa beban.
"Kupikir kak Neil menguntit ku," Chloe menatap horror, Tak bisa membayangkan jika hal itu benar-benar terjadi dan hanya di balas tawa kecil oleh Neil.
"Itulah yang sejak tadi kulakukan, Jangan salahkan aku. Salah kan saja Justin yang menyuruhku untuk mengawasimu kalau kau macam-macam atau membocorkan rahasia kami di luar asrama," Dan Neil membalasnya dalam hati, Meski begitu dia tak mengatakan nya pada Chloe bahwa memang benar dia mengikuti gadis itu sejak tadi.
"Hoi! Beraninya kalian mengacuhkan kami!" Bentak Fray marah, Tak terima diacuhkan oleh Neil setelah dia melemparnya dan Liam begitu saja.
Neil benar-benar mengacuhkan suara Fray, Netra nya bergulir memandangi pipi Chloe yang membiru dan sudut bibir si gadis yang sedikit robek.
Seolah tahu apa yang dipandangi Neil, Chloe sontak memegangi pipi nya sendiri. "Ini hanya luka kecil, Nanti juga akan sembuh sendiri. Tidak perlu cemas kak Neil," Sahut nya ceria.
Neil mendesah kecil, Sudut bibirnya kembali tertarik membentuk senyuman. "Aku tidak mencemaskan mu Watson, Hanya saja kau sepertinya butuh sedikit bantuan. Mau kubereskan pria tua itu sekalian?" Tanya nya sembari menunjuk Fray dengan ibu jarinya.
"Hah apa?" Chloe yang tidak menangkap maksud dari Neil hanya menatap bingung.
"Sialan kau!" Maki Fray tak terima disebut pria tua, Lantas dia melempar kan kapaknya menuju Neil.
HAP!
Dalam sekali tangkapan, Neil berhasil menangkap kapak yang melayang ke arahnya tanpa tergores sedikit pun. Seketika membuat Chloe, Reina, dan Alvin melongo di buatnya.
"Hebat, Kak Neil bisa menangkap kapak itu tanpa melihat ke belakang. Sungguh kemampuan yang keren," Pikir Chloe kagum dengan netra merahnya yang berbinar-binar.
"Nah Watson, Kau bisa pergi sekarang dengan adik-adikmu itu. Biar aku yang mengurus sisa nya," Ucapnya santai, Menenteng kapak yang kini berada dalam genggamannya.
"Jangan meremehkan ku, Aku bisa saja menumbangkan pria itu dalam sekali pukulan," Kata Neil percaya diri sambil menunjuk Liam dengan ibu jarinya.
Liam yang ditunjuk berdecih, Reflek dia melesat cepat ke arah Neil dan melayangkan tinjunya, Seketika Neil langsung menahannya hingga saat pukulan itu beradu terdengar suara hentakan yang sangat nyaring sampai-sampai membuat lantai yang di pijak mereka agak retak dengan debu-debu yang beterbangan.
"Astaga, Mereka manusia atau bukan? Pergerakan mereka sulit sekali dilihat saking cepatnya," Kata Alvin syok, Matanya hampir tak bisa menyamai kecepatan Neil dan Liam yang beradu kekuatan itu.
Chloe juga merasa kebingungan, Pasalnya ini sudah di luar logika. Bagaimana mungkin manusia seperti mereka bisa beradu tinju dengan kekuatan yang begitu besar itu. Terlebih sampai membuat lantai yang mereka pijaki agak retak dan bergetar.
Alvin berdiri meski masih merasa kesakitan, Tapi dia merasa mulai agak pulih setelah istirahat beberapa menit. Perlahan dia menarik Reina dan Chloe menjauh dari sana. Terburu-buru menuruni anak tangga.
"Vin," Tegur Chloe karna dirinya ditarik paksa oleh sang adik menuruni tangga, Sesaat kepala menoleh menatap cemas Neil yang masih bertarung dengan Liam. Perlahan meninggalkan Neil dibelakang.
"Jangan bodoh kak, Kakak mau membantu dia?! Yang ada kakak bakalan mati terkubur reruntuhan gedung ini. Lihat saja bagaimana tidak masuk akal nya mereka bertarung," Seolah tahu apa yang Chloe pikirkan, Alvin menceramahinya sambil terus fokus berlari dengan Reina dan menarik kakaknya.
"Tapi kak Neil...," Chloe menghembuskan napas, Dia tak bisa membiarkan Neil bertarung sendirian karna yang diincar Liam dan Fray itu dirinya bukan Neil. Dengan sangat terpaksa Chloe mencengkeram pembatas tangga dan menarik tangannya dari Alvin.
Sontak saja langkah Alvin dan Reina terhenti, Mereka memandangi kakak pertama mereka itu dengan penuh pertanyaan.
"Maaf, Kalian berdua duluan saja," Setelahnya tanpa berkata apa pun lagi Chloe sontak berlari kembali menaiki anak tangga.
"Kak!" Reina yang berniat menyusul langsung dihentikan oleh Alvin. Tentu saja Alvin kesal dengan sikap keras kepala kakak nya itu, Dia sudah memberi peringatan sebelumnya tapi kakaknya itu tetap pergi membantu orang yang sama sekali tidak mereka kenal.
Ya sudahlah, Dia tak mau tahu lagi apa yang terjadi pada kakaknya itu. Lantas Alvin menarik Reina untuk kembali menuruni anak tangga.
"Vin, Kita tidak bisa membiarkan kakak pergi sendiri," Protes Reina.
"Sudahlah! Kakak itu memang keras kepala seperti mama, Dia sudah memutuskan. Tidak ada gunanya lagi menghentikan dia," Sahut Alvin kesal tak memperdulikan protesan Reina dan turus lanjut menyeret kembarannya itu pergi dari gedung tua tersebut.
***************
Disisi Chloe, Si gadis sudah kembali ke tempatnya semula di mana Neil dan Liam masih bertarung. Dia mengedarkan pandangannya mencari keberadaan sang paman, Namun nihil sepertinya Fray sudah kabur lebih dulu meninggalkan Liam yang bertarung sendirian.
TRAANG!
TRAANG!
Suara benda besi saling beradu menimbulkan suara yang memekakkan telinga, Chloe memilih agak mundur karna pertarungan antara Neil dan Liam sangat sengit. Bahkan saat pertarungan itu terjadi, Gelombang ultrasonik selalu muncul entah dari mana yang membuat Chloe harus bertahan dari dorongan gelombang itu kalau tidak mungkin dirinya akan terpental.
"Ugh...Gelombang ini datangnya dari mana sih?! Aku seperti dihempaskan berkali-kali oleh gelombang ini," Keluh Chloe dalam hati.
Karna pertarungan sengit itu masih belum berhenti, Lantai gedung itu mulai retak dan merambat ke tembok bahkan sampai ke langit-langit gedung. Karna tidak bisa menahan lagi kekuatan besar yang Neil dan Liam keluarkan.
KKRAAK!
"Eh?" Chloe merasakan lantai itu bergetar tak lama tubuhnya merosot jatuh bersamaan dengan beton-beton yang ikut berjatuhan.
Gadung itu seketika ambruk, Neil dan Liam tak luput dari kejadian itu. Lantai yang mereka pijaki mendadak bolong dan membuat keduanya ikut jatuh.
Chloe merasa seakan tubuhnya melayang di udara, Gadis itu hanya bisa memejamkan mata. Pasrah dengan hal yang akan terjadi selanjutnya, Sekarang dia menyesal tidak mendengarkan peringatan adiknya. Dia merasa bersalah, Dan pada akhirnya hanya memasrahkan semuanya.
TBC
Bonus:
[Nama: Felix Edricson
Age: 23 tahun]