Black Shadow: Gangster X Family

Black Shadow: Gangster X Family
Terror Bayangan



Chloe Pov


Aku syok, Aku sangat sedih dan kacau. Kata-kata pak Justin terus berputar di kepalaku bagai kaset rusak. Aku merasa tak percaya sekaligus terkejut mendengar keputusaannya yang begitu mendadak.


Tanpa sadar air mata ku mengalir, Kutatap matanya yang menyiratkan rasa bersalah. Aku sangat yakin dengan jelas mendengar kata-katanya itu dan menyadarkanku bahwa ini bukan mimpi.


"Untuk biaya rumah sakit biar aku yang–"


"Kenapa...," Kata ku dengan napas tercekat, Memotong kalimatnya yang belum selesai diutarakan. "Kenapa kalian begitu jahat padaku?! Dulu paman dan sekarang kalian?! Apa salahku pada kalian hingga kalian membuat keputusan begini?!"


Aku membentaknya marah, Aku tak kuasa membendung rasa kesedihanku hingga air mataku semakin tumpah. Kulihat dia hanya diam dengan raut sedih dan cemas.


Anggota asrama yang menjadi keluarga kedua ku dan yang bisa kupercaya, Kenapa mereka malah meninggalkanku saat aku dalam keadaan terpuruk? Dadaku sangat sesak rasanya.


Justin hanya menunduk lalu menatapku dengan netra orange nya.


"Aku...Ukh...Maaf telah melibatkan mu dalam situasi yang buruk. Tampaknya anggota lain tidak setuju dengan kesepakatan ini dan keegoisanku membuatku lupa kalau mereka juga berhak memberikan persetujuan. Aku benar-benar minta maaf,"


Aku mendengar nada penyesalan di dalamnya, Walau begitu aku sudah terlanjur sedih dan sakit hati. Kalau anggota lain tidak setuju untuk apa pernikahan kontrak ini dilakukan?


"Kalau begitu untuk apa pernikahan kontrak ini dilakukan?! Kalau semua usaha nya hanya jadi sia-sia?!" Kata ku menahan emosi.


"Aku tahu kalau aku salah,"


"Pernikahan bukan untuk main-main! Apa pak Justin tidak peduli dengan konsekuensi yang di dapat?!" Aku menatap kecewa dirinya, Tak bisa ditepis kalau saat ini aku sangat marah dan emosi.


Justin menghembuskan napas berat. "Maaf, Aku benar-benar merasa bersalah. Aku tahu kalau pernikahan bukan lah mainan, Tapi kuharap kau mengerti tentang keputusan ini. Keputusan ini sudah ku diskusi kan dengan anggota lain dan rata-rata dari mereka tidak mengharapkan kehadiranmu,"


"Karna itu aku akan memberikan kompensasi, Lalu soal surat perceraian biar aku yang urus. Dan kurasa ini akan menjadi hari terakhir kita bertemu, Kuharap kau cepat sembuh dan menjalani kehidupanmu seperti biasa meski pun tanpa kami,"


Dia mengelus rambutku sesaat, Sementara aku tidak menanggapi kata-katanya lagi. Dia meranjak dari sana, Sebelum pergi dia menatapku beberapa detik.


Dan perlahan dia melangkah pergi meninggalkanku sendiri.


Blam!


Aku hanya bisa menangis sejadi-jadinya setelah kepergian dia, Hari ku serasa hancur dan buruk. Keluarga kedua ku membuangku begitu saja, Dan sekarang masalah dengan pamanku belum selesai. Ayah dan Mama juga belum siuman, Aku tak tahu lagi harus melakukan apa. Semua nya menjadi mimpi buruk bagiku.


Chloe Pov End


*******************


[Satu minggu kemudian]


Hari-hari telah berlalu, Chloe kini dinyatakan sudah diperbolehkan keluar rumah sakit, Adik-adiknya pun juga. Sementara Ayah dan mama nya juga sudah dinyatakan boleh keluar rumah sakit walau tetap harus mendapat perawatan di rumah.


Hal ini tentu membahagiakan bagi Chloe karna masa periode nya juga sudah selesai, Ngomong-ngomong soal anggota asrama. Selama Chloe di rumah sakit, Dia tak pernah lagi mendapat kunjungan dari mereka selain kunjungan dari Justin terakhir kali.


Sebelum pulang mereka sudah membayar biaya administrasi.


***************


[Rumah Chloe]


"Hati-hati ma,"


Chloe memapah Elina menuju kamar, Bersama Brian yang di papah oleh Alvin dan Reina. Mereka membaringkan orang tua mereka di kasur, Usai melakukan tugas.


Mereka pergi dan mengistirahat kan diri di ruang tamu, Alvin dan Reina terlihat pusing lalu mereka sama-sama menyandarkan tubuh ke sandaran sofa.


"Aku tak habis pikir dengan kejadian seminggu yang lalu, Kekuatan macam apa itu. Gak mungkin zaman sekarang kekuatan itu masih ada?" Kata Alvin heran sambil menatap langit-langit ruang tamu.


Dirinya teringat dengan kekuatan milik Liam yang sangat menakutkan menurutnya.


"Aku pun rasanya gak percaya," Sahut Reina ikut menatap langit-langit ruangan.


"Di zaman sekarang memang kekuatan semacam itu sudah menjadi tabu dan Mitos, Dan mungkin hanya orang-orang tertentu yang memiliki nya. Itu pun mereka pasti menyembunyikan diri dari orang awam," Jelas Chloe, Menyembunyikan fakta bahwa anggota asrama termasuk salah satu yang memiliki kekuatan.


"Kalau dia datang lagi, Kita pasti akan kalah. Apalagi kalau kekuatannya semakin berkembang, Kita sebagai manusia selalu ditindas dan dianggap lemah," Alvin murung membuat Chloe merasa kasihan.


Benar yang dikatakan Alvin, Saat melawan Liam pun mereka yang ras manusia langsung kalah telak dari Liam yang memiliki kekuatan. Sangat tidak sebanding, Dia juga seenaknya menggunakan kekuatannya untuk tujuan yang tidak baik dan lagi Liam berada di bawah perintah pamannya, Fray Watson.


Ia pun menunduk dan melihat sebuah bayangan tangan sedang mencengkeram kakinya seolah ingin menariknya ke bawah sofa. Sontak saja sang gadis berteriak histeris karena kaget.


"Gyyyaa!"


Chloe menutup wajahnya dengan telapak tangan saking takut dan kagetnya, Sontak saja teriakan Chloe mengundang tatapan panik dari kedua adiknya.


"Kak! Kakak kenapa?" Kata Reina panik sambil sedikit mengguncang pundak Chloe agar sadar.


"Ada apa kak? Ada kecoa?" Tanya Alvin ikut panik berusaha menenangkan kakaknya.


"Itu...Itu di bawah sofa ada bayangan tangan mau narik kaki kakak," Kata Chloe dengan nada takut, Masih menutup mata.


Alvin mencari bayangan tangan yang dimaksud di bawah sofa, Namun nihil dia tidak menemukan apa-apa.


"Gak ada apa-apa kak,"


"Itu masih ada, Masih megang kaki kakak!"


Reina ikut mencari tapi dirinya juga tidak menemukan apa pun di bawah sofa.


"Gak ada kak, Cuma perasaan kakak aja kali," Kata Reina.


Chloe menyentak kakinya usai membuka mata, Dalam sekejap bayangan tangan itu menghilang bagai debu. Lekas-lekas si gadis menaikkan kakinya ke sofa dengan pandangan takut, Merasa bayangan itu bisa saja kembali lagi cepat atau lambat.


Reina yang merasa kasihan, Mengelus pundak Chloe untuk menenangkan. "Udah kak, Gak ada apa-apa. Kayaknya kakak lelah makanya jadi delusi, Lebih baik kakak istirahat dulu ya,"


Keringat dingin masih mengalir di kening Chloe, Tatapannya masih menatap bawah sofa dengan raut pucat pasi. Ini kedua kali nya dia melihat bayangan itu, Pertama di rumah sakit dan ke dua di rumahnya.


Chloe merasa ada yang tidak beres, Dia ingin menyelidiki mengapa bayangan tangan itu bisa muncul. Namun untuk sekarang dirinya terlalu lelah untuk menyelidiki soal itu. Chloe butuh istirahat yang cukup.


"Kau benar, Mungkin saja kakak mengalami delusi karna sangat lelah. Kalau begitu kakak duluan," Dengan hembusan napas, Chloe meranjak dari sana dan diangguki adik-adiknya.


Baru saja ingin melangkah, Suara ketukan dari pintu utama terdengar dan kebetulan mereka berada di ruang tamu yang terhubung dengan pintu utama.


Dengan langkah malas Chloe mendekati pintu utama dan membukanya. Dia melihat sosok pria asing yang kini berdiri di depan nya.


"Cari siapa ya pak?"


"Apa benar ini rumah Chloe Watson?"


"Iya benar,"


"Ini ada kiriman paket, Dia gak nyebutin namanya cuma kata dia. Dia adalah orang yang nona kenal," Kata tukang paket tersebut sambil memberikan barang paket berukuran kecil.


"Orang yang kukenal? Siapa ya?" Batin Chloe bertanya-tanya dalam hati, Dirinya menerima paket itu dalam diam.


"Tolong tanda tangan disini sebagai bukti barang sudah diterima," Tukang paket memberikan selembar kertas dan pulpen.


Chloe melakukan apa yang diminta dan memberikan dua benda itu kembali pada tukang paket.


"Terima kasih nona, Saya permisi,"


"Oh iya, Makasih juga pak,"


Usai menatap kepergian tukang paket, Chloe menutup pintu dan berbalik. Memandangi kedua adiknya yang tampaknya sudah siap mencecarnya dengan pertanyaan.


"Paket dari siapa tuh?" Kepo Alvin mencoba melihat lebih dekat paket yang Chloe terima.


Pluk!


"Udah jangan kepo, Cuma paket doang gak tahu pengirimnya dari siapa," Kata Chloe sambil menjitak kecil kepala Alvin.


Alvin yang dijitak mengembungkan pipinya cemberut karna penasaran dengan isi paket itu, Sementara Reina sibuk rebahan di sofa.


Chloe bergegas ke kamarnya agar bisa mengetahui isi paket tersebut dengan leluasa.


TBC