Black Shadow: Gangster X Family

Black Shadow: Gangster X Family
Misi Raizel



Srek!


Perlahan Chloe membuka isi dari paket itu, Dia menyobek kardus nya dengan hati-hati. Setelah dikeluarkan semuanya, Terlihat lah sebuah surat dan amplop coklat di tangannya.


Chloe mengambil amplop coklat lalu melihat isi nya, ratusan lembar uang terlihat disana. Ia sudah bisa menebak siapa yang memberikan paket itu. Kemudian Chloe mengambil surat dan membaca isi nya.


Ini adalah surat perceraian setelah Chloe membacanya dengan teliti, Kini dia resmi bercerai dengan anggota asrama. Dia merasa agak sedih sekaligus mendukung apapun keputusan Justin, Dia merasa perceraian ini lebih baik dari pada terus-menerus menerima konflik dari anggota lain.


Si gadis menghela napas berat, Dia menyimpan surat itu di laci dan menyimpan uang yang dia dapat. Sewaktu-waktu uang itu akan berguna saat dia membutuhkannya.


Jika dirinya resmi bercerai dari anggota asrama, Maka otomatis dia pasti juga dipecat dari cafe Felix. Dan kini lagi-lagi Chloe harus mencari pekerjaan baru.


Sebelum itu dia menelpon Felix lebih dulu untuk konfirmasi apakah dirinya masih bisa bekerja disana atau tidak.


Tut!


Selama sesaat Chloe menunggu sahutan di seberang sana, Berharap Felix menerima panggilannya.


"Halo?"


Samar-samar Chloe mendengar suara Felix, Tampaknya pria itu sedang berada di tempat ramai hingga suara sang pria sedikit terganggu.


"Kak Felix..."


"Tunggu sebentar, Aku cari tempat sepi dulu,"


Chloe diam sejenak setelah mendengar suara langkah kaki di seberang, Perlahan suara keramaian itu menghilang. Kini Chloe bisa mendengar dengan jelas suara Felix.


"Maaf soal yang tadi, Jadi kamu mau bilang apa?"


"Itu aku sudah terima surat perceraiannya,"


"Soal suratnya, Maaf ya karna kakak dan Justin gak bisa menghentikan mereka. Sebenarnya kakak juga gak enak soal ini dan kakak sudah meminta mereka berpikir ulang. Tapi mereka bersikeras tetap ingin cerai, Jadi kakak benar-benar minta maaf karna gak bisa bantu,"


Nada suara Felix terdengar tidak enak, Dia merasa bersalah sekaligus iba karna tidak bisa bantu.


"Gak apa-apa kak, Makasih sudah bantu dan berusaha. Aku ngerti kok, Memang sudah sejak awal aku merasa anggota lain memang tidak suka padaku, Tapi aku berusaha bertahan. Namun kalau sudah seperti ini keputusannya, Aku akan dukung apapun keputusan kalian,"


"Kamu memang anak yang baik dan pengertian, Aku senang bisa mengenalmu,"


"Aku juga kak,"


"Apa ada lagi yang ingin kamu tanyakan?"


"Oh iya, Soal pekerjaanku gimana? Aku kan sudah resmi cerai dengan kalian,"


"Kamu masih bisa kerja di tempatku kok, Masalah pribadi dengan pekerjaan tidak ada hubungannya. Jadi kamu masih pegawai kakak, Tapi mulai sekarang hubungan kita sebatas rekan kerja saja ya,"


"Iya, Aku paham. Makasih kak,"


"Untuk apa?"


"Makasih karna tidak memecatku," Chloe tersenyum tipis meski Felix tidak melihatnya.


"Sama-sama, Kalau begitu kakak tutup telepon nya ya,"


"Iya,"


Tut!


Panggilan itu terputus secara sepihak, Chloe menyimpan ponselnya lalu membaringkan diri sambil menatap langit-langit kamar. Dia lega karna tidak dipecat di cafe Felix, ia yakin semuanya akan baik-baik saja setelah ini. Kecuali kalau pamannya Fray datang lagi.


Chloe harap dia menemukan titik terang dari masalah keluarganya, Terlalu banyak yang Chloe pikirkan hingga dirinya tak sadar menutup mata dan mulai masuk ke alam mimpi.


*****************


[Malam hari]


Tap! Tap! Tap!


Suara langkah kaki terdengar bergema di sepanjang jalan gang, Tidak ada seorang pun disana selain sesosok pria berhoodie coklat. Dia berjalan santai sesekali mengawasi sekitar dengan netra ungu muda nya.


Hingga langkah itu terhenti di sebuah rumah tua yang terlihat sudah kosong selama puluhan tahun, Si pria menatap sejenak sebelum merasakan getaran di jam arlojinya.


Klek!


"Raizel, Kau sudah menemukan tempatnya?"


Suara Justin terdengar dari jam arlojinya, Raizel menatap sekilas.


"Memang begitu, Sesuai yang ku perintahkan. Di dalamnya ada monster yang mengintai, Usaha kan jangan sampai dia menangkap mu,"


"Gara-gara portal itu terbuka, Para monster-monster ini jadi ikut ke dunia manusia. Aku tidak habis pikir siapa yang membukanya?" Gerutu Raizel sambil mengernyit.


"Kita akan cari tahu nanti siapa pelakunya, Kau urus saja dulu monster itu,"


Klik!


Justin mematikan panggilan, Kini Raizel memfokuskan diri untuk menyelesaikan misi nya.


Dia melangkah memasuki rumah tua tersebut, Hawa lembab langsung terasa ketika dia membuka pintunya.


Cklek!


Blam!


Yang Raizel lihat hanyalah kardus-kardus kosong yang tergeletak tak beraturan, sarang laba-laba dimana-mana dengan debu yang menempel.


Raizel mendengus kecil. "Ugh...Di dalam nya lebih parah dari yang terlihat,"


Dia memasukkan kedua tangannya dalam saku hoodie, Tak lama samar-samar Raizel mendengar suara langkah kaki dari belakang. Hidungnya pun mengendus kecil ketika aroma amis tercium di sekitarnya.


Raizel melirik kesamping, Ketika sebuah benda tajam tertuju ke arahnya.


Wuushh!


Syat!


Tring!


Raizel menghalau serangan itu dengan tongkat besi yang muncul secara tiba-tiba di tangannya, Dia melompat mundur dan menatap waspada sosok siluman yang berbentuk setengah tubuh wanita dan setengah lagi tubuh laba-laba. Bisa di sebut mother of spider.


Wanita dengan tubuh laba-laba itu menyerigai senang, Menatap liar Raizel yang masih waspada padanya.


"Wah wah wah, Ada pria tampan. Hari ini sungguh menjadi keberuntunganku, Karna malam ini aku akan menyantap tubuh pria tampan sepertimu," Katanya girang, Bersiap mengeluarkan senjata cakarnya.


Sang pria mengabaikan kata-kata tersebut, Dia mengeratkan genggamannya pada tongkat besi.


"Apa kau yang sering memancing warga sekitar untuk kesini?"


"Hahaha! Tentu saja, Memangnya kau pikir aku tidak butuh makan begitu?! Ini rumahku, Dan setiap tamu yang tidak diundang harus menjadi santapanku!"


"Ini bukan rumahmu! Kau hanya pendatang dari dimensi lain, Seharusnya kau tidak tinggal disini!" Ucap Raizel tajam, Namun dia mendapat tawa meledek dari wanita itu.


"Dunia ini adalah tempat yang cocok untuk mahkluk seperti kami tinggal, Manusia disini hanya sebagai makanan! Kami akan menyingkirkan manusia dan menjadi penguasa di dunia ini. Hahaha!" Wanita itu tertawa puas usai mengatakan tujuannya berada di dunia manusia.


"Sekarang aku mengerti alasan mengapa para monster seperti kalian berada di dunia ini, Hanya untuk memperluas wilayah," Netra yang tadi nya berwarna ungu muda kini berubah menjadi merah darah. Raizel sedikit menggeram marah.


"Tapi sepertinya kau lupa ras yang paling tinggi di antara ras lainnya, Kami para ras vampir lah yang paling berkuasa disini. Sekarang kau enyah lah ke neraka!"


Wuuush!


Wanita itu terkejut saat melihat netra merah Raizel, Dia tidak sempat menghindar. Mengakibatkan dirinya mendapat pukulan keras dari tongkat besi Raizel.


BUM!


Tubuhnya menghantam dinding hingga retak dan hancur, Akibatnya beton-beton dari dinding itu menimpa tubuhnya.


Krak!


Brak!


Raizel menatap dalam diam ketika beton-beton itu menimpa si wanita, Dia kembali mengendus aroma wanita itu.


"Tidak, Dia masih belum mati. Aroma amisnya masih ada,"


Brak!


Dalam sekejap wanita tersebut keluar dari reruntuhan beton, Matanya merah menyala karna merasa marah.


"Vampir sialan! Akan kuhabisi kau dan kujadikan makan malam!" Seru wanita itu marah.


"Berisik! Jangan banyak bicara!"


Raizel yang kesal langsung menyerang wanita itu, Mereka bertarung dengan sengit tak memperdulikan kondisi dinding-dinding rumah yang mulai retak dan siap ambruk kapan saja.


TBC