
Bruk!
"Aaww!"
Chloe meringis sembari bangun dari posisi jatuhnya, Felix lantas mendekati Chloe dan membantu gadis itu berdiri.
"Kau tidak terluka kan?" Tanya Felix memastikan, Sementara Chloe hanya menjawab dengan anggukan.
Dia kembali memperhatikan seisi ruangan, Hampir sebagian dinding asrama memiliki bercak hitam disisinya. Apalagi ketika dirinya melihat wajah Devian yang sedikit berdarah, Seolah habis dicakar oleh sesuatu.
Tak lama Victor muncul bersama Ezra disampingnya, Tatapan pria itu tampak menajam seolah baru saja menemukan musuh.
"Apa yang terjadi disini, Kenapa kalian semua berkumpul?" Chloe menatap heran satu-persatu anggota asrama. "Dan badanku entah mengapa rasanya lelah dan sakit," ringis nya kecil.
Livian menatap malas sambil menopang tubuhnya di tembok, Dia bersidekap. "Itu karena aku membantingmu, Kau tiba-tiba saja menyerang anggota asrama tanpa alasan,"
"Menyerang?" Beo Chloe masih bingung dengan situasinya.
"Iya, Kak Chloe bahkan mencakar wajahku. Lihatlah wajahku sampai berdarah begini, Kau harus tanggung jawab karna sudah merusak wajah tampanku," Tuding Devian kesal sambil menunjuk sebagian wajahnya yang berdarah.
"Dih, Narsis!" Cibir Neil yang berdiri disamping kanan Devian, Rion yang berdiri disamping kiri Devian hanya melirik sinis pada Devian.
"Aku menyerang kalian semua?! Ba-Bagaimana bisa? Aku gak tahu soal ini," Kata Chloe gelagapan, Dirinya panik saat Devian menatapnya kesal.
"Justin, Bukannya tadi kalian membicarakan sesuatu?" Felix menatap Victor yang sejak tadi diam, Mendengar namanya dipanggil sontak membuat si pemilik nama menatap.
"Aku Victor," Koreksi Victor sambil menghela napas, Dirinya menatap Chloe dalam-dalam. "Jadi gini, Saat kau pingsan tadi. Kau bangun kembali tapi tiba-tiba kau bersikap aneh. Kau menyerangku lalu kabur dari ruanganku, Kau juga menyerang Ezra yang baru saja datang. Yah intinya kau menyerang semua anggota asrama yang kau temui,"
"Lalu bercak-bercak hitam itu?" Chloe mendongak memandangi bercak hitam yang menempel di tembok.
"Entah bagaimana saat kau menyerang kami, Kau mengeluarkan kekuatan darkness. Persis sekali seperti tinta cumi, Dan meninggalkan jejak disetiap dinding, Jadi begitulah hasilnya," Tambah Neil ikut mendongak.
"Jangan lupakan saat terakhir, Kau tiba-tiba mengeluarkan kekuatan tangan hitam yang menarikmu hingga menempel di tembok, Seperti kelelawar saja," Celetuk Livian disertai sindiran di akhir kalimatnya.
Mendengar penjelasan anggota yang lain, Chloe pun tenggelam dalam pikirannya.
"Jangan-jangan ini ulah Odelia, Apa mungkin dia masih belum benar-benar pergi dari tubuhku? Kalau memang benar, Apa yang harus kulakukan?! Dia sepertinya tetap keras kepala," Pikir Chloe panik, Dia kalut dengan prmikirannya sendiri.
Sementara anggota lainnya tampak berdiskusi.
"Victor, Apa makhluk yang berada di dalam tubuh Chloe sudah pergi?" Tanya Felix sambil menatap Victor disampingnya.
"Harusnya sih sudah karna aku tidak merasakan aura gelapnya lagi, Tapi kekuatan yang barusan Chloe tunjukkan seolah membuktikan dia masih berada disana," Ucap Victor memasang pose berpikir.
"Tapi sangat jarang terjadi pada manusia, Kekuatan darkness kan seharusnya hanya bisa dimiliki makhluk supernatural. Itu pun tidak semua makhluk memilikinya karna kekuatan darkness termasuk langka," Jelas Aiden datar sembari memperhatikan setiap ekspresi anggota yang lain.
Sejauh ini hanya Ezra dan Rea yang tampaknya tidak tertarik dengan obrolan yang mereka bahas. Tentu saja keduanya hanya diam menyimak.
"Selagi aku pingsan tadi, Sebenarnya aku melihatnya dalam mimpiku. Aku mencoba menolak ajakannya untuk melakukan kontrak. Meski dia sempat memaksa tapi akhirnya dia pergi, Aku tidak tahu dia benar-benar pergi atau tidak," Chloe menceritakan kejadian yang dialaminya selagi pingsan, Kecuali bagian bertemu Holy.
"Dia memang sudah pergi, Aku yakin sekali sekarang karna auramu sudah netral seperti semula," Balas Victor.
"Mungkin sebelum dia pergi, Dia sempat mengambil alih tubuh Chloe. Makanya tadi Chloe mengamuk," Kata Raizel ikut menimpali.
"Kalau begitu terima kasih sudah membantu ku pak Victor, Dan maaf menyerang kalian semua secara tiba-tiba. Aku pun tidak tahu kalau dia sempat mengambil alih tubuhku,"
Chloe tersenyum lega, Setidaknya dia bisa tenang untuk saat ini. Dia sebenarnya ingin pamit pulang namun Devian langsung mencegatnya.
"Hoi Hoi Hoi! Tunggu dulu! Tanggung jawabnya mana? Wajahku luka begini masa dibiarkan sih?!" Cegat Devian dengan aura kesalnya.
"Devian, Biarkan Chloe pulang. Nanti lukanya bisa diobati Aiden kok," Ucap Felix menenangkan Devian.
"Mana bisa! Gak mau tau kak Chloe harus tanggung jawab! Atau aku gak akan membiarkan kak Chloe pulang!" Ancam Devian.
"Kau seperti bocah saja Devian," Cibir Raizel melirik sinis.
"Tutup mulutmu!" Devian mendelik kesal sebelum kembali menatap Chloe tajam.
Mendengar jawaban Devian yang ngotot minta diobati, Chloe memilih mengalah. Dibanding dirinya tidak bisa pulang, Lebih baik dia menuruti kemauan Devian.
"Ya sudah, Dimana kotak P3K nya?"
"Biar kuambilkan," Aiden menghilang dalam sekejap dan tak lama muncul kembali dengan kotak P3K ditangannya. Dia meletakkan kotak itu di meja ruang tamu.
"Ayo duduk, Biar kuobati lukanya," Chloe mendudukkan diri disofa diikuti Devian. Kemudian dia dengan hati-hati membersihkan luka si pria.
Victor melirik Ezra yang hanya diam disampingnya, Merasa diperhatikan Ezra balas menatap. Dia memberikan tatapan tajam.
"Apa liat-liat?!" Kata Ezra ketus memakai telepatinya.
Victor tersenyum miring. "Kupikir kau cemburu melihat Chloe dekat dengan Devian,"
"Cemburu?! Tidak ada gunanya aku cemburu pada anak itu, Aku hanya setia pada Justin seorang," Balas Ezra datar.
Victor berdecak sebal mendengar jawaban Ezra, Dia memutuskan telepatinya pada pria bernetra emerland itu.
Jika berbicara dengan Justin meski pun dari telepati, Ezra akan sangat sopan dan kalem. Sebaliknya jika Victor yang mengambil alih, Ezra akan sinis dan ketus sama seperti Ezra berbicara dengan anggota lainnya. Ezra memang mengakui dirinya sebagai kembaran Justin, Namun pria bernetra emerland itu tidak pernah sekali pun perhatian padanya. Pikiran pria itu hanya Justin, Justin, Dan Justin saja.
Victor jadi paham, Perjuangan Chloe untuk mendapatkan Ezra dari nol, Gadis itu berusaha keras membuat Ezra melupakan perasaannya pada Justin di kehidupan sebelumnya. Dan sekarang di dunia ini sepertinya Chloe harus berjuang dari nol lagi.
"Hah~ Aku jadi kasihan pada Chloe, Bisa-bisa nya dia suka pada pria seperti Ezra di kehidupan sebelumnya. Yah, Kuharap dia mendapatkan pasangan yang lebih baik atau mungkin berjuang dari nol lagi," Pikir Victor sambil menghela napas.
Sementara disisi Chloe, Selagi dirinya mengobati Devian. Lagi-lagi ia tenggelam dalam pikirannya sendiri.
"Untuk saat ini sepertinya aku sembunyikan dulu masalah kontrakku dengan Holy, Lagian ini bukan waktu yang tepat untuk menceritakan pada mereka bahwa aku sudah menemukan pengontrak yang bagus," Pikir Chloe masih merenung.
Hingga tiba-tiba terdengar suara Ian yang mengembalikan dirinya ke kenyataan, Bahkan membuat semua perhatian anggota lain tertuju pada pria bersurai hitam dengan netra merah itu.
"Siapa Holy?"
Deg!
"....!"
TBC