
Chloe duduk termenung di tempatnya sambil memandangi luar jendela, Kata-kata Ian beberapa jam lalu terus terngiang-ngiang di benaknya. Perasaan antara kesal dan bingung bercampur dalam dirinya.
"Aku...Milik anggota asrama? Memangnya aku barang?! Aku Bukan milik siapa-siapa!" Batin Chloe dalam hati masih merasakan kesal.
Chloe menepis kata-kata Ian dari pikirannya, Dari pada memikirkan hal itu Chloe lebih baik memikirkan keadaan keluarganya sekarang. Sang gadis merasa khawatir dengan kondisi keluarganya, Dia memutuskan meranjak dari tempat tidur mencari data keluarganya. Siapa tahu mereka juga di rawat di rumah sakit ini.
Chloe perlahan menurunkan kaki nya ingin menyentuh lantai, Saat menapak lantai baru saja ingin berjalan. Chloe kehilangan keseimbangan, Dirinya hampir jatuh kalau saja tidak ada tangan yang muncul secara tiba-tiba menahan tubuhnya.
Grep!
"Jangan coba-coba pergi dari tempat tidurmu, Kau baru siuman tahu!" Suara tajam nan berat itu memasuki pendengaran Chloe.
Si gadis agak tersentak saat tubuhnya terangkat ke udara dan kembali di dudukkan ke tempat tidur, Keringat dingin mengalir di kening Chloe saat sadar siapa yang berada di hadapannya sekarang.
"Pak Rea...,"
"Bocah! Kau sengaja membuat tugas ku semakin terbambah ya?! Cukup dengan menangani keluargamu! Jangan menambah masalah dan membuatku semakin repot!" Kata Rea tajam, Netra orange nya mendelik sinis dengan tatapan arogan.
Chloe menghela napas lirih, Menatap wajah Rea yang tampak kesal.
"Aku hanya ingin tahu dimana keluargaku di rawat pak, Aku ingin mengunjungi mereka,"
"Mereka sekarang berada di ruang V.I.P, Kau bisa mengunjungi mereka nanti. Saat ini aku harus memeriksa kondisimu," Balas Rea dingin, Dia mengambil beberapa peralatan kedokterannya agar bisa memeriksa Chloe.
Chloe menggeleng pelan dan memilih menyandarkan tubuhnya pada sandaran tempat tidur. "Gak usah pak, Lebih baik bapak urusi pasien lain. Aku tunggu dokter lain aja buat periksa aku, Lagian aku cuma bisa bikin bapak repot aja,"
Mendengar hal itu, Rea melirik sinis. Dia memakai sarung tangannya sambil membalas perkataan Chloe.
"Ini perintah dari Justin, Gak ada dokter lain yang boleh menangani mu selain aku. Kamu berada di bawah pengawasanku, Kalau bukan perintah dari Justin. Aku juga gak mau mengurusmu tau!"
"Kalau gak mau, Bapak gak usah urus aku. Meski perintah dari pak Justin, Kalau ujung-ujungnya bapak juga gak suka, Lebih baik bapak pergi urus pasien lain," Chloe menatap lelah, Dia tak ingin berdebat saat ini.
Namun jawaban Chloe tampaknya memancing emosi Rea, Hingga dia melempar pisau bedah nya ke sembarangan arah penuh emosi.
PRANG!
"Bocah! Beraninya kau bicara begitu padaku! Ingat siapa dirimu, Kau tidak lebih berharga dari pada bank darah berjalan! Manusia rendahan yang egois!" Bentak Rea marah, Dia mencengkeram kerah pakaian si gadis hingga sedikit terangkat.
"Kalau tidak mau di urus, Lebih baik kau mati saja di tempat itu. Aku akan lebih senang kalau kau tidak ada di asrama! Dasar beban tidak berguna!"
Jleb!
Seakan tertusuk ribuan anak panah, Chloe diam membatu dengan pandangan syok. Kata-kata kasar Rea perlahan membuat hatinya hancur dan sakit. Sudah dikatain bocah, Dikatain manusia rendahan egois dan beban tidak berguna pula. Seolah dirinya dianggap lemah oleh Rea.
"Urus dirimu sendiri!" Rea melepaskan cengkeramannya sambil mendorong pundak Chloe kasar.
Dengan dikuasai amarah, Rea mengambil kotak berisi peralatan kesehatan miliknya, Lalu keluar ruangan dengan pintu yang ditutup kencang.
BLAM!
*****************
Setelah merasa agak jauh dari ruangan Chloe, Rea mendudukkan diri di kursi tunggu. Dirinya menghela napas berat masih dikuasai amarah, Rea tahu Justin sengaja menempatkannya untuk menjadi dokter pribadi Chloe selama gadis itu dirawat di rumah sakit.
Di asrama saja gadis itu sudah menyusahkan menurut Rea, Apalagi di rumah sakit! Belum lagi mengurus keluarganya yang juga terkena dampak pertarungan itu. Belum genap sehari dia mengurus Chloe, Rea sudah di buat emosi karna perkataan sang gadis.
Tahu begitu, Dirinya tidak akan mengiyakan permintaan Justin. Rea kembali menghela napas, Tanpa berlama-lama dia segera menghubungi Justin. Ingin memprotes permintaan pria bermarga Garfield itu yang menurutnya sangat membebaninya.
Tut!
"Halo–"
"Justin, Lebih baik kau minta dokter lain saja untuk mengurus anak itu, Aku gak mau mengurusnya! Dia benar-benar tidak sopan! Dan belum genap sehari dia sudah membuatku emosi," Potong Rea cepat penuh emosi.
Hembusan napas terdengar di sebrang sana, Justin mencoba menenangkan Rea sekaligus meminta penjelasan dari pria itu.
"Rea tenang dulu, Tolong jelaskan perlahan mengapa kau ingin minta ganti ke dokter lain, Katakan padaku alasannya?"
"Ugh...Dia itu hanya membuat tugas ku semakin berat tau!" Keluh Rea, Dia memutuskan menceritakan semua percakapannya dengan Chloe pada Justin. Sesekali dirinya akan berdecak kesal mengingat sikap yang ditunjukkan gadis itu padanya.
Justin yang mendengar keluhan Rea dari sebrang telepon hanya bisa memijit keningnya meski Rea tidak melihatnya, Pria itu semakin bingung dengan keluhan para anggota nya tentang Chloe. Hanya Raizel, Aiden, Neil, Felix, Rion, dan Devian saja yang tidak mengeluh. Sementara sisanya banyak yang tidak suka pada gadis itu, Bahkan yang paling parah adalah Rea dan Ezra yang gampang emosi jika berhadapan dengan sang gadis.
"Dia hanya merepotkan kita! Pokoknya aku mau ganti sama dokter lain, Aku tidak mau mengurusnya!" Tegas Rea mencengkeram telepon genggamnya.
"Kau belum memeriksa nya, Bagaimana mungkin kau langsung ingin minta ganti? Rea, Periksa saja dia untuk sehari ini. Besok aku akan minta ganti dokter nya," Kata Justin mencoba membujuk Rea.
"Gak! Aku gak mau berurusan lagi dengannya. Sudah cukup dengan keluarganya,"
"Rea, Kau ada masalah apa sih sama anak itu?! Sampai-sampai kau tidak ingin mengurusnya begini?" Justin mulai tersulut emosi, Tanpa sadar nada suara nya meninggi.
"Sejak awal aku gak suka ada anggota cewek di asrama kita! Kau juga seenaknya Justin, Memasukkan anggota cewek tanpa persetujuan anggota lain. Memangnya kau pikir mudah bagi kita beradaptasi dengan dia, Apalagi dia manusia?!" Rea manahan nada geramnya.
"Meski kau bilang dia adalah anggota lama yang hilang, Tetap saja aku tidak setuju!"
"Jadi karna itu kau tidak ingin mengurusnya? Karna dia cewek dan berasal dari ras manusia?"
"Ya, Ras manusia itu lebih rendah dari kita, Dia tidak berguna dan beban pula. Untuk apa menyia-nyiakan hidup untuk mengurus manusia sepertinya?" Balas Rea dengan nada arogannya yang biasa.
"Rea...Setelah pekerjaanmu selesai, Pulang secepatnya. Malam ini kita rapat! Aku akan minta anggota lain yang mengerjakan misi juga pulang,"
Tut!
Tak lama setelah memberi pesan, Sambungan itu terputus secara sepihak oleh Justin. Rea yang mendengarnya mengernyit dan mulai bertanya-tanya dalam hati. Apa lagi yang akan dirapatkan oleh pria bermarga Garfield itu?
Dengan dengusan kecil, Rea menyimpan handphone nya dan berjalan pergi menuju ruangan pasien lain.
TBC