Black Shadow: Gangster X Family

Black Shadow: Gangster X Family
Kesepakatan



Chloe merebahkan tubuhnya di kasur usai berjalan-jalan mengitari asrama, Dia hanya ingin melihat-lihat asrama yang akan dia tempati kedepannya.


"Penasaran wajah suamiku seperti apa?" Chloe mendongak memandangi langit-langit kamarnya, Dia berguling-guling sesaat, Membayangkan wajah suaminya. Gadis itu tersenyum sendiri, Meski suami nya berasal dari keluarga sederhana pun Chloe gak masalah. Malahan dia lebih senang seperti itu, Masalah uang kan bisa dicari sama-sama.


Hanya saja Chloe merasa bosan juga Menunggu. Kapan Justin akan menjelaskan tentang keberadaan suaminya itu? Dia harap Justin menjelaskan semua padanya terlebih alasan mengapa suaminya tinggal di asrama yang notabane nya di huni banyak orang.


Disaat dirinya asyik bergelut ria dengan pikirannya, Chloe mendengar suara ketukan dari pintu kamar.


Tok!  Tok!  Tok!


Gadis itu bergegas bangun dan menghampiri daun pintu. Chloe membukanya dengan cepat, Melihat sosok pria bersurai hitam bercampur coklat dihadapannya. Dia berniat membuka suara, Namun disela langsung oleh Raizel.


"Justin menyuruhku untuk menjemputmu, Kau di panggil ke ruangannya," Potongnya cepat. Tanpa berkata apapun lagi, Raizel berbalik dan menuruni anak tangga.


Chloe buru-buru menutup pintu dan berlari kecil menyusul Raizel. Dia berusaha menjajarkan langkahnya dengan pria bernetra ungu muda itu.


"Sebenarnya apa Kak Raizel tahu tentang surat itu? Aku merasa aneh disini," Chloe menunduk kecil.


"Aku tidak tahu apapun tentang surat yang kau bilang itu, Urusanmu hanya antara kau dan anggota ke-10," Balas Raizel datar.


"Seperti nya aku harus bertanya lebih banyak pada anggota ke-10 yang kau maksud,"


Raizel hanya diam, Dia hanya menatap lurus hingga langkah kakinya berhenti di sebuah pintu berwarna coklat. Chloe ikut berhenti, Memandang pria disampingnya sejenak meminta penjelasan.


"Ini ruangan Justin, Kau tinggal masuk saja,"


"Iya, Terima kasih sudah mengantar," Chloe tersenyum ceria.


Raizel memalingkan pandangannya, Berdehem pelan. "Hm.."


Selesai dengan tugasnya, Raizel melangkah pergi meninggalkan Chloe di depan pintu ruangan Justin. Si gadis menghembuskan napas sejenak mulai mengetuk pintu.


Tok!  Tok!  Tok!


"Permisi,"


"Masuklah!"


Mendengar sahutan dari dalam, Si gadis bergegas masuk dengan canggung. Dia memperhatikan sekelilingnya sebentar sebelum pandangannya jatuh pada Justin dan sesosok pria bersurai hitam bercampur silver yang menatapnya malas.


Blam!


"Duduk disana!" Perintah Justin melirik kursi disamping Livian.


Chloe bergegas melakukan perintah Justin, Gadis itu mendudukkan diri senyaman mungkin, Hanya ada mereka bertiga disana. Ia membuka suara memulai obrolan. "Umm...Jadi masalah surat itu, Bagaimana?"


"Ya aku tahu," Terdengar suara hembusan napas dari Justin, Dia menolehkan kepalanya memandang Livian. "Jelaskan sekarang Livian!"


Livian berdehem pelan, Menatap malas tanpa minat. "Aku Livian Gevariel, Anggota ke-10. Aku lah yang memberikan kesepakatan pada keluargamu,"


"E-Eh? Jadi kau suamiku?" Chloe menatap kaget, Dari tampang Livian entah kenapa rasanya tidak meyakinkan? Masa pria setampan Livian bisa mau sama dia yang notabanenya cuma cewek biasa. Chloe jadi curiga.


"Bukan!" Kata Livian tegas, Kini tatapan berubah serius. " Aku memang menikahimu. Tapi pernikahan kita hanya pura-pura, Itu tidak benar-benar terjadi dan tidak sah tau. Aku melakukan semua ini atas perintah Justin, Agar kau bisa kembali lagi ke asrama karna kau adalah anggota ke-8 yang hilang itu!"


Chloe merasa sangat terkejut dan syok dengan kebenaran yang Livian katakan. Dia merogoh saku bajunya dan menunjukkan sebuah cincin pada Livian. "Tapi bagaimana dengan cincin ini? Kalau hanya pura-pura kenapa kau memberikan cincin ini?!" Kata nya mulai emosi.


"Oh, Itu hanya sebagai pelengkap saja. Agar pernikahan kita terlihat nyata. Cincin itu tidak ada artinya,"


"Tapi kenapa orang tua ku percaya, Kalau aku sudah menikah?" Chloe menunduk antara senang kalau dirinya hanya pura-pura menikah dan kesal karna merasa dibohongi.


"Aku menghipnotisnya, Mudah saja membuat mereka percaya dengan kata-kataku," Balas Livian malas, Ia sedikit menguap kecil.


"Hipnotis?! Dasar pembohong, Kau membohongi ku selama ini! Kalau begitu apa untungnya aku berada di asrama ini kalau semuanya sia-sia saja?!" Chloe mengepalkan tangannya, Menahan emosi. 


"Jangan marah padaku, Aku hanya melakukan perintahnya. Semua rencana itu dari dia," Livian melirik Justin yang sejak tadi diam menyimak. Merasa terpanggil, Netra orange Justin menajam.


"Aku memintamu hanya membawanya bukan menikahinya!" Desis pria bernetra orange itu, Livian menggidikkan pundaknya acuh.


"Intinya pernikahan kita tidak sah, Sisa nya kuserahkan pada Justin," Livian meranjak memandang Justin sejenak. "Tugasku selesai, Sekarang aku ingin tidur. Dah!"


Livian berjalan pergi keluar dari sana. Kini hanya tersisa Chloe dan Justin didalamnya. Chloe menghembuskan napasnya berusaha meredakan emosi yang hampir meledak tadi. Justin diam beberapa saat mengawasi tindakkan Chloe dengan netra orangenya.


Rasa nya Chloe seperti sedang bermimpi sekarang, Berada di asrama yang tidak di kenalnya lalu mengetahui fakta bahwa pernikahannya hanya pura-pura belaka. Terlalu mengejutkan sekaligus membingungkan untuk Chloe.


"Mengapa kau begitu yakin bahwa aku salah satu anggotamu?" Chloe menyipitkan matanya menatap curiga Justin.


"Tanda di lehermu sudah menjelaskan semuanya, Hanya anggota black shadow yang bisa melihat tanda khusus seperti itu," Justin tersenyum tipis. "Dan bahasa mu terlalu santai, Biasa nya kau memanggilku Pak Justin,"


"Tanda?" Chloe meraba lehernya, Merasa ada sedikit goresan disana. Dia menatap Justin penuh tanda tanya. "Rasanya aku tidak ingat pernah memanggilmu begitu, Atau kita pernah bertemu sebelumnya?"


Justin hanya tersenyum misterius. "Suatu saat nanti kau pasti akan mengingatnya sama seperti yang lain,"


Chloe hanya diam berpikir keras memandangi wajah Justin, Namun dia sama sekali tidak merasa familiar dengan wajah Justin. Sadar kalau Chloe menatapnya lama, Justin memejamkan mata.


"Jangan terlalu dipikirkan, Kau akan merasa pusing jika berusaha mengingatnya. Biarkan ingatan itu muncul sendiri nanti," 


"Kalau begitu, Aku tidak punya urusan lagi disini karna pernikahanku hanya pura-pura. Jadi aku akan pulang kembali ke rumahku," Chloe menghela napas, Berniat pergi dari sana.


"Tunggu! Kau anggota disini, Kau tidak boleh keluar dari asrama tanpa persetujuanku,"


"Kutolak! Apa untungnya aku kalau benar-benar menjadi anggota disini? Aku tidak bisa lama-lama tinggal disini," Chloe menoleh, Dia menggenggam cincin di tangannya. "Dan aku juga harus cari kerja, Agar keluargaku tidak menderita. Saat ini ekonomi keluarga kami menurun," Katanya sedih.


Justin menatap dalam diam beberapa saat, Sebuah ide tiba-tiba terlintas di benaknya. "Bagaimana kalau sebuah kesepakatan? Sebagai gantinya kau tinggal disini,"


"Kesepakatan?" Chloe mendongak ketika mendengar kata-kata itu. "Seperti apa?"


"Aku akan memberikan uang setiap bulannya pada keluargamu sebagai tunjangan hidup mereka. Dan gantinya kau mengerjakan misi yang kuperintahkan, Salah satunya misi ini," Justin menyerahkan sebuah dokumen pada Chloe.


Chloe memandangi dokumen itu sejenak, Dia membuka dan membaca isi nya dengan teliti.


Tak lama kemudian gadis itu memekik kaget, Tak percaya apa yang dibaca nya barusan.


"Apa! Pernikahan kontrak?!"


Netra merahnya seketika menatap Justin masih dengan pandangan terkejut, Sedangkan Justin yang ditatap hanya mengangguk kecil.


"Apa maksudnya?!"


"Lebih jelasnya, Ini misi pertama mu jika kau menerima kesepakatan nya. Pernikahan kontrak ini hanya sebatas status, Tidak sampai ke tahap hubungan pasutri. Kau hanya perlu berpura-pura sebagai istri kami," Jelas Justin memandang serius.


"Tunggu! Istri Kami? Maksudnya kalian semua, Semua anggota asrama ini?!" Tanya Chloe kini sedikit meninggikan nada suaranya, Masih tak percaya dengan apa yang dia dengar.


Justin mengangguk pelan.


"Tolong jelaskan padaku mengapa kau membutuhkan misi seperti ini?" Kini Chloe kembali serius, Menekan sedikit kata-katanya.


Justin memalingkan pandangannya ke arah lain beberapa saat sebelum menjawab. "Aku sudah muak mendengar permintaan nenek ku yang menyuruhku cepat menikah dan secepat nya memiliki kuturunan untuk penerus keluarga kami, Bahkan dia berniat menjodohkanku dengan wanita lain,"


"Untuk saat ini padahal aku masih ingin sendiri dan belum kepikiran untuk mempunyai keturunan. Jadi untuk membungkam mereka, Hanya ini cara satu-satunya agar keluargaku berhenti memaksaku untuk menikah," Tambah Justin balik menatap Chloe yang mengerjap kaget.


"Dan kau tahu kan Livian?"


"Yang tadi?"


"Iya, Dia juga bernasib sama denganku. Keluarganya meminta Livian cepat menikah dan dia hampir dijodohkan. Makanya dia kabur dan sekarang menjadi anggota disini," Justin menghembuskan napas. "Jadi aku minta bantuan padamu, Hanya ini satu-satunya cara agar mereka berhenti memaksa ku bahkan mungkin anggota lain juga mengalami nasib yang sama,"


"Tapi pernikahan kontrak bukankah legal?" Chloe kembali menatap dokumen di tangannya.


"Memang benar, Tapi tidak ada yang tahu selain kita anggota asrama,"


"Berapa lama kontrak ini berlangsung?"


"5 tahun, Aku hanya perlu 5 tahun agar keluargaku percaya. Jadi bagaimana, Apa kau menerima kesepakatan ini?"


Chloe terdiam setelahnya, Dalam pikirannya bergelut ria sekarang. Kesepakatan nya memang terdengar menggiurkan namun disisi lain dia juga harus mempertaruhkan harga diri disini. Mata gadis itu terpejam kemudian terbuka lagi memandangi Justin.


"Beri aku waktu, Akan kuberi tahu jawabannya besok," Dia menyodorkan kembali dokumen itu kehadapan Justin.


"Baiklah akan kutunggu,"


Chloe meranjak lalu membungkuk kecil. "Aku permisi,"


Setelah mendapat anggukan dari Justin, Chloe melangkah keluar dari sana.


TBC