Black Shadow: Gangster X Family

Black Shadow: Gangster X Family
Rencana



[Ruangan Kumpul]


Blam!


Felix menutup pintu nya, Dia memperhatikan seisi ruangan dengan netra aqua nya. Ruangan ini adalah Ruangan yang dipakai para anggota black shadow untuk berkumpul khusus berdiskusi atau membahas misi yang akan dikerjakan.  Langkah kaki membawanya menuju sebuah sofa berwarna merah maroon, Ia duduk tepat disamping Neil yang tengah memainkan belatinya.


Justin selaku pemilik asrama hanya menghela napas, Sejenak ruangan itu dipenuhi keheningan. Hanya Felix, Neil, Raizel, Dan Ezra yang hadir. Sedangkan sisa nya sedang bertugas menjalankan misi. Dia kembali melihat surat yang sudah agak tak berbentuk lagi ditangannya.


"Jadi, Apa berita buruknya?" Raizel membuka suara.


"Anak itu bilang dia dinikahkan dengan orang asing dan alamat orang itu mengarahkan ke asrama ini. Dia memang melakukan tugasnya dengan baik, Aku memang menyuruhnya mencari anggota ke-8 yang menghilang, dan anggota ke-8 adalah gadis itu. Tapi bukan seperti ini caranya, memakai jalur pernikahan," Justin memijit keningnya sesaat, Menatap pusing surat di tangannya.


"Jadi anak itu adalah anggota ke-8 yang hilang? Wow, aku tidak menyangka kalau akan ada anggota cewek di asrama ini," Neil menyerigai senang.


"Jangan lakukan hal aneh-aneh lagi, Apalagi dia salah satu anggota asrama ini. Dan lihat sekarang, Dia terluka karna permainan bodohmu itu. Jangan mengganggu anak itu lagi," Peringat Felix tersenyum palsu menatap sepupu nya itu.


"Ah, Benarkah. Waduh, Kasihan ya sampai jatuh gitu. Padahal aku gak buru-buru kok tadi mengejarnya. Mungkin dia terlalu takut hahaha," Neil tertawa pelan. "Tapi melihat ekspresi takutnya tadi membuatku bersemangat, Mungkin aku harus mengajaknya bermain lagi,"


Neil memandang wajah Felix yang tampak tersenyum palsu meski terlihat jelas kalau keningnya berkedut menahan kesal. Pria bersurai magenta itu memutar-mutar belatinya. "Lagipula untuk apa kau paduli dengan anak itu, Diasrama ini semua anggota sama rata. Mau cowok atau cewek tidak dibedakan,"


"Siapa bilang aku peduli dengan anak itu. Aku hanya memastikan kau tidak berperilaku di luar batas tau!" Felix menekan kata-katanya.


"Oh, Perhatian sekali. Aku jadi merasa tersanjung, Hahaha..." Neil mengubah suaranya dengan di imut-imutkan sebelum gelak tawa terdengar darinya.


Kening Felix semakin berkedut kesal mendengar gelak tawa dari Neil meski dia masih memaksakan senyum, Kemudian memalingkan wajah sebelum semakin di buat kesal dengan kata-kata Neil.


"Kembali fokus semuanya!" Perintah Justin seketika tawa Neil mereda hingga kembali terjadi keheningan di ruangan itu. Raizel yang sejak tadi diam, Memilih menyandarkan punggungnya sedangkan Ezra hanya diam menyimak disamping raizel.


"Jadi karna ini adalah sebuah kesalahan, Kita akan memberikan kesepakatan dengan anak itu. Selebihnya aku akan tanya lagi pada 'dia' nanti setelah 'dia' pulang dari misinya," Tambah Justin.


"Hah? Mengapa harus kita?! Dia kan yang membawa anak itu memakai jalur pernikahan, Seharusnya dia yang bertanggung jawab!" Raizel mengernyit, Dia memukul meja dihadapannya tak terima.


Brak!


Ezra yang melihat hal itu seketika menatap tajam. "Raizel! Sopan lah pada Tuan Justin! Dia atasan kita dan pemilik tempat ini. Kau tidak seharusnya bersikap kasar!"


"Diamlah! Aku sedang tidak ingin berdebat denganmu!" Raizel balas menatap tajam.


Justin berdecak kesal, Melihat para anggotanya yang sibuk dengan pertengkaran masing-masing membuatnya semakin pusing. Dia memijit keningnya.


"Mereka sama sekali tidak membantuku, Tidak memberikan solusi sama sekali. Andai Aiden atau Ian ada disini pasti semua rencanaku akan lebih mudah," Pikir Justin menghembuskan napas berat.


"Lagi-lagi tampaknya kau kesusahan ya menangani para anggotamu itu,"


"Mereka terlalu berisik, Aku jadi terbangun karna suara mereka," Nada Victor terdengar kesal, Justin bisa membayangkan ekspresi kesal Victor ketika dirinya terganggu. Hal itu membuat Justin tersenyum tipis.


"Hahaha, Sepertinya mereka sengaja agar kau terbangun Victor," Kata Justin bercanda. "Mungkin biar kau bisa memberikan solusi tentang anggota ke-8 ini padaku,"


"Hmm...Kau sudah menemukan anggota ke-8 itu?"


"Ya, Hanya saja salah satu anggota ku yang kusuruh mencari anggota ke-8 malah membuat masalah semakin rumit, Dia menikahi anak itu padahal aku tidak pernah menyuruhnya mengambil jalur pernikahan," Keluh Justin sambil menghela napas.


"Wow, Nekat juga," Victor tertawa pelan. "Saranku lebih baik kau tanya langsung pada anggota ke-8,"


"Yah, Niatku tadi begitu. Tapi lebih baik kubiarkan saja dia dulu. Dia juga pasti lelah setelah perjalanan jauh," Justin menatap langit-langit ruangan. Bayangan Chloe muncul dalam benaknya, Gadis yang baru ditemui nya hari ini.


"Tapi bukankah waktu di dunia lain.  Anggota ke-8 itu menyukai Ezra? Sudah pasti dia tidak memiliki perasaan apapun pada anggota ke-10 yang menikahinya,"


"Heh, Bahkan saat kau sudah mati pun waktu itu masih ingat saja tentang hubungan mereka berdua," Justin mendengus kecil. Netra orange nya memandangi Ezra yang tampak kesal pada Raizel.


"Hahaha, Aku juga tahu saat melawan mereka. Sayang sekali aku tidak melihat bagaimana saat Ezra melamar Chloe," Victor tertawa terbahak-bahak mengingat dirinya saat itu melawan Ezra dan Chloe.


Justin merotasikan matanya. "Tentu saja kau tidak melihat nya karna waktu itu keburu mati. Dasar merepotkan saja,"


"Hei! Gini-gini aku kembaranmu tahu!"


"Kembaran lucknut emang,"


"Woi! Ngajak war ya?!"


Justin memilih diam dan mengalihkan pandangannya. Mengacuhkan suara Victor yang terus memaki-maki nya, Hingga akhirnya suara Victor hilang dari kepalanya.


"Tuan Justin, Jadi bagaimana langkah selanjutnya?" 


"Untuk sekarang biarkan saja dulu, Kita akan berkumpul lagi malam nanti. Aku akan mencoba menghubunginya agar segera pulang," Justin bersidekap lalu meranjak dari duduknya. "Kalian bisa pergi sekarang,"


Justin melangkah pergi meninggalkan para anggotanya, Setelah kepergian Justin. Neil merenggangkan tubuhnya dan menguap kecil. "Hah, Pertemuan ini membuatku ngantuk. Seharusnya Ian yang ada disini, Kasihan dia diberi misi yang berat,"


"Jangan mengurusi misi anggota lain, Belum tentu kau bisa melakukannya," Felix tersenyum palsu lalu meranjak dan melangkah pergi. Neil yang mendengarnya tersenyum kesal, Dia menyusul Felix.


"Kau benar-benar suka cari gara-gara denganku ya?" Kata Neil kesal. Felix tak menjawab dan terus melangkah pergi.


Kini tertinggal Ezra dan Raizel. Raizel berdecih sinis sesaat begitu pun dengan Ezra. Raizel memilih pergi lebih dulu kemudian di susul Ezra yang menutup pintu sebelum pergi.


TBC