
Ian memperhatikan dalam diam semua tindakkan yang Chloe lakukan termasuk mengobati Devian. Netra merah itu terus mengikuti pergerakan si gadis, Hingga tak sengaja dirinya mendendengar isi pikiran dari Chloe.
"Untuk saat ini sepertinya aku sembunyikan dulu masalah kontrakku dengan Holy, Lagian ini bukan waktu yang tepat untuk menceritakan pada mereka bahwa aku sudah menemukan pengontrak yang bagus,"
Ian memang memiliki kekuatan pembaca pikiran, Otomatis dia bisa mengetahui apa yang Chloe pikirkan. Tapi kekuatannya yang satu ini tidak akan mempan pada anggota asrama (Terkecuali Chloe, Karna gadis itu berasal dari ras manusia jadi Ian bisa membacanya).
Keningnya mengernyit sejenak usai membaca pikiran Chloe. "Jadi dia sudah mendapat pengontrak nya? Tapi Holy...Nama itu terdengar tidak asing," Pikir Ian.
Dia membuka suara memutuskan bertanya perihal tersebut pada yang bersangkutan, Hingga semua pasang mata memandangnya.
"Siapa Holy?"
Deg!
"....!"
Keheningan sesaat melingkupi ruangan itu, Chloe sukses menghentikan aktivitasnya. Jantungnya berdegup kencang setelah mendengar pertanyaan Ian. Tak dia sangka ternyata Ian membaca isi pikirannya, Anggota yang satu ini kadang benar-benar berbahaya.
"Apa maksudmu? Aku tidak mengerti apa yang kau maksud," Balas Chloe tanpa menoleh dan kembali melanjutkan aktivitasnya, Sebisa mungkin Chloe menjaga suaranya agar tetap tenang.
"Hei Ian, Mengapa kau tiba-tiba bertanya hal itu?" Tanya Raizel disamping Ian.
Ian memilih mengacuhkan pertanyaan Raizel, Dirinya masih memandangi Chloe.
"Kau memilih menyembunyikan sesuatu, Jangan pura-pura tidak tahu apa maksudku!" Kata Ian dingin, Netra nya menajam.
Felix ikut memandangi Chloe, Sebenarnya ia penasaran apa maksud pertanyaan Ian.
Chloe selesai mengobati Devian, Dia meletakkan isi kotak P3K ke tempat semula. Pandangannya beralih pada Ian yang masih menatap tajam. Dia tak ingin menjawab pertanyaan itu, Rasanya bagi Chloe terlalu cepat mereka mengetahui semuanya.
"Aku sedang tidak ingin membahasnya lebih lama, Dan jangan membaca pikiran ku. Itu privasi tahu!" Chloe mendengus kecil, Dia berdiri lalu melirik jam dinding yang menunjukkan pukul 1 siang.
Sementara Victor yang mendengar nama Holy seketika terdiam, Dia mengingat sangat jelas kejadian dirinya bertemu Holy pertama kali.
"Aku harus pulang sekarang," Chloe sedikit membungkuk.
Namun sebelum pergi dirinya mendengar suara Victor. "Kau bertemu lagi dengannya? Di mimpi mu?!"
Chloe mendongak memandang Victor beberapa saat, Cukup terkejut karna tampaknya Victor juga mengenal Holy.
"Maksud Pak Victor, Holy?"
"Benar,"
"Iya, Aku bertemu dia. Tapi dia bilang dia berasal dari heaven," Chloe memilin ujung bajunya gugup. "Aku berkontrak dengannya," Tambahnya lirih.
"Siapa sih yang kalian maksud?" Kini Neil ikut bingung, Melihat Victor dan Chloe yang tampaknya sama-sama kaget.
"Nanti saja aku bilangnya pada kalian," Balas Victor tak ingin melanjutkan topik itu, Lalu tatapannya beralih pada Chloe. "Kau boleh pulang sekarang,"
"Baiklah, Sampai nanti,"
Chloe berbalik lalu berjalan pergi keluar asrama, Setidaknya urusan dia disana sudah selesai.
Setelah Chloe pergi barulah Livian ikut membuka suara. "Sebenarnya entah mengapa aku merasa kalian Justin, Ezra, Ian, Aiden, Felix, Devian, Raizel, Dan Rion. Punya hubungan dengan Chloe di masa lalu, Kalian itu seolah sudah terhubung sebelum kedatangan ku, Neil, dan Rea,"
"Eh, Benarkah? Tapi aku merasa tidak punya hubungan apapun. Bukankah kita yang tinggal di asrama ini murni kebetulan?" Ucap Felix kurang yakin dengan perkataan Livian.
"Tidak mungkin, Kita ini hanya kebetulan. Lagian saat awal bertemu kita semua tidak saling mengenal satu sama lain. Dan tidak ada perasaan familiar ketika aku bertemu kalian," Kata Devian mengibaskan tangannya, Menyangkal semua ucapan Livian.
"Aku juga tidak," Tambah Ian dingin.
Ezra yang mendengar kata-kata Livian sontak mengernyit kesal. "Terhubung apanya?! Ini murni kebetulan! Kalau pun aku tidak bertemu kalian, Aku juga tidak masalah!"
Victor yang merasa dipandangi semua anggotanya hanya menghela napas berat, Dia melangkah menuju sofa dan mendudukkan diri dengan nyaman disana.
"Baiklah, Tampaknya aku tidak bisa menyembunyikan semua hal ini lebih lama," Dia bersidekap. "Tapi aku juga tidak ingin memaksa kalian semua untuk mengingat di masa lalu,"
"Kalian duduklah," Semua anggota memutuskan duduk menuruti perintah Victor, Tak lupa Aiden juga menyiapkan cemilan dan beberapa cangkir teh untuk mereka semua.
"Jadi semua kejadian ini bermula 1 tahun yang lalu, Sebelum aku merekrut Chloe menjadi anggota asrama," Victor memulai kisahnya, Dia ingin setiap anggotanya mengingat sedikit demi sedikit kisah mereka di masa lalu.
***************
[Disisi lain]
"Waktunya makan siang," Seruan dari Reina terdengar di dapur usai dirinya selesai masak.
Alvin yang sejak tadi menunggu makanan datang seketika langsung antusias, Ia bergegas meranjak dari kursi dan mendekati Reina.
"Sini Rei, Biar kubantu," Alvin menata makanan yang sudah Reina masak ke meja makan.
Tak lama Brian dan Elina datang, Mereka tersenyum melihat kedua anak kembar mereka saling bahu-membahu menata makanan. Brian mendudukan diri di kursi bersama Elina.
"Alvin, Reina. Kakak kalian mana?" Sadar Chloe tidak ada disana, Pandangan Brian terarah pada kedua anak kembarnya.
"Kak Chloe bilang dia pergi keluar mengunjungi rumah temannya," Sahut Reina usai menatap makanan, Dia dan Alvin ikut duduk.
"Ah, Mama lupa. Chloe kan sudah menikah, Mengapa dia kembali ke rumah?" Elina baru sadar sekarang kalau Chloe kembali tinggal di rumah mereka.
"Jangan-jangan dia bertengkar dengan suaminya dan mereka memutuskan untuk pisah," Tambah Elina cemas.
Brian juga baru menyadarinya, Dia menggeleng mencoba menenangkan istrinya. "Enggak mungkin, Jangan berpikir yang tidak-tidak dulu ma. Mungkin saja Chloe cuma izin untuk menginap di rumah kita untuk beberapa hari. Atau kita bisa tanya dia nanti,"
"Ayah benar, Mungkin saja kak Chloe cuma ingin menginap," Alvin mengangguk setuju sambil menyuap makanannya.
"Semoga saja yang kalian katakan benar," Elina hanya berharap hubungan anaknya itu baik-baik saja.
Mereka mulai menyantap makanan masing-masing tanpa kehadiran Chloe disana.
***************
[Di tempat lain]
Grrrrrr!
"Aaaa!"
"Lari! Ayo lari. Dia semakin dekat!" Seorang pria berusaha menarik tangan Chloe agar gadis itu bergerak dari tempatnya. Namun Chloe sama sekali tidak bergeming, Dirinya menatap terpaku pada sosok monster besar di depannya.
"Monster ini...Mengapa bisa muncul di siang hari?" Gumam Chloe masih menatap terpaku.
"Ayo cepat lari Chloe!"
"Walau dulu kita pernah bertemu meski aku dalam raga lain, Kau tetap mengingatku ya," Chloe tidak menghiraukan kata-kata pria disampingnya, Gadis itu hanya menoleh dengan senyum tipis.
Sang pria tersentak dengan raut cemas. "Aku belum bisa melupakanmu, Makanya aku ikut pergi ke dunia ini,"
"Begitu ya, Kalau begitu senang melihatmu lagi. Sekarang kau sudah tambah dewasa saja," Chloe memalingkan pandangan menatap monster besar di depan mereka. "Sayangnya aku tidak bisa mengobrol lama denganmu, Karna aku harus membasmi nya,"
"Ukh...Akan kubantu apapun itu!"
Pada akhirnya si pria menyerah dan memutuskan membantu Chloe untuk melawan monster besar di depan mereka.
TBC