Black Shadow: Gangster X Family

Black Shadow: Gangster X Family
Diskusi dan keputusan



[Malam harinya]


Rea kini sudah berada di asrama setelah pekerjaannya selesai, Dia berjalan santai memasuki asrama sambil menenteng tas berisi alat kesehatan.


Di dalam Ia melihat Aiden dari arah dapur, Pria bersurai ungu itu terlihat sedang mencuci piring. Namun Rea hanya menatap saja, Dia tak berniat menyapa. Toh, Sepertinya Aiden juga tak ingin diganggu.


Rea melanjutkan langkah, Ia ingin membersihkan diri sekaligus istirahat beberapa menit sebelum berkumpul di ruang rapat seperti waktu yang dijanjikan.


*******************


Kreiiit!


Rea membuka pintu dan menutupnya kembali, Dia mengedarkan pandangan menatap anggota lain yang sudah berkumpul disana (Kecuali Chloe). Ia memutuskan duduk disamping Neil.


Tak lama pintu kembali terbuka, Aiden baru saja datang sambil membawa nampan yang berisi beberapa cangkir dan kue kering. Dia meletakkan di meja sebelum ikut duduk bersama anggota lain.


Setelah merasa semua anggotanya sudah berkumpul, Justin mulai membuka suara sambil bersidekap di tempat duduknya.


"Alasanku mengumpulkan kalian semua karna aku ingin mendiskusi kan tentang anggota ke-8, Chloe Watson. Beberapa hari terakhir, Beberapa anggota mengeluhkan tentang sikap anak itu," Kata Justin menatap serius wajah anggotanya satu-persatu.


"Aku ingin tahu dari beberapa anggota yang mengeluh soal Chloe, Sebenarnya apa yang membuat kalian tidak setuju kalau dia tinggal bersama kita di asrama ini?" Tambah nya serius.


"Aku sudah bilang sebelumnya, Aku tidak suka dia karna dia itu manusia dan dia cewek! Kita tidak membutuhkan anggota cewek di asrama ini!" Balas Rea jengkel, Dia mendengus sinis.


Justin mengangguk-angguk paham lalu melirik anggota lain. "Ada lagi? Anggota lain bagaimana?"


"Dia terlalu ikut campur dalam misi anggota lain. Bahkan saat aku mencoba menangkap targetku, Dia berusaha menghentikannya," Ian menatap dingin, Netra merahnya agak menajam. "Aku tidak suka saat dia mulai ikut campur!"


"Justin, Mendengar pendapat dari anggota lain. Kurasa lebih baik dia di keluar kan saja dari asrama, Dengan keberadaan dia disini kemungkinan manusia lain juga akan tahu. Terlebih kelompok Fallen Angel," Sahut Ezra ikut memberikan pendapat.


Felix memandangi anggota lain, Dia merasa iba kalau Chloe harus diperlakukan tidak adil. Padahal menurutnya Chloe anak yang baik, Tidak seperti manusia kebanyakan yang pernah dia temui.


"Tapi kurasa Chloe tidak seburuk yang kalian pikir kan kok, Dia anak yang baik dan senang membantu. Soal yang kau bilang dia ikut campur dalam misi mu, Kemungkinan dia hanya ingin mencegah terjadi nya pertarungan meski sia-sia juga sih," Kata Felix sambil menatap Ian yang memandangnya dingin.


"Tidak, Yang kulihat justru berbeda," Ian memalingkan pandangan.


Livian menguap kecil sambil menyandarkan punggunya di sofa. "Dia memang anak yang baik dan lugu seperti yang Felix bilang, Hanya saja dia juga menyebalkan. Aku setuju dengan Ezra kalau dia harus dikeluarkan dari asrama,"


"Tinggal berdampingan dengan manusia kurasa bukan keputusan yang tepat, Membunuh anak itu lebih baik kurasa dibanding kalau keberadaan kita diketahui manusia lain," Celetuk Neil memainkan belatinya.


"Kalian benar-benar serius? Kalian ingin aku mengeluarkan anak itu? Bagaimana dengan kesepakatannya? Kalian ingin proses yang kita sudah jalani sedikit hilang begitu saja?!" Kini Justin tersulut emosi, Dia sontak berdiri dan menggebrak meja di depannya.


Seketika suasana menjadi hening karna bentakkan Justin.


"Tidak peduli, Aku tidak ingin ikut campur dalam keputusan ini. Aku tidak peduli mau diapakan dia," Aiden membuka suara, Menatap datar cangkir yang dia pegang.


Suasana semakin memanas ketika Rea kembali mengeluarkan pendapatnya.


"Batalkan saja kesepakatan itu, Kita gak butuh kesepakatan yang gak guna! Beri dia 500 juta dan usir dia dari asrama atau bunuh saja sekalian!" Kata Rea.


"Kedengaran kejam," Kata Devian sambil mengunyah kue kering.


"Seperti kau punya rasa kasihan saja?!" Ezra mendelik tajam pada Devian.


"....," Devian memilih diam mengacuhkan sindiran Ezra.


"Menikah tanpa rasa saling suka juga percuma, Aku lelah terlibat dengan pernikahan tanpa dasar ini. Cuma mengandalkan status saja," Keluh Raizel, Dia menyilangkan kakinya memandangi luar jendela.


"Memangnya kau sudah punya calon?" Tanya Neil.


"Tidak, Tapi setidaknya aku punya mantan pacar," Balas Raizel.


"Apa sih?! Kenapa malah bahas mantan segala?!" Rea menatap emosi, Dia kembali memandang Justin yang termenung sejak perkataan terakhir Felix.


"Justin, Kau dengar pendapat kami gak sih?!" Tanya nya kesal.


Namun tampaknya Justin sama sekali tidak bergeming, Raut pria bernetra orange itu tampak sedih sekaligus bingung dan frustasi. Dia menghela napas berat sebelum membuka suara.


"Baiklah, Sesuai keinginan kalian. Kesepakatan itu berakhir sampai disini saja. Raizel benar, Pernikahan tanpa rasa suka hanya mendatangkan kekosongan dan rasa terkekang. Jadi akan lebih baik melepaskan dibanding mengekang dalam waktu lama," Putus Justin dengan serius meski netra orange nya memancarkan perasaan tidak rela.


Semua anggota yang berada di sana terdiam, Keputusan yang mereka nantikan sebagian anggota terutama Rea dan Ezra.


Namun disini Ian tampak terdiam lebih lama, Dia ingat dia sempat mengatakan pada Chloe kalau gadis itu hanya milik anggota asrama. Apakah dirinya perlu menarik kata-kata itu? Bagi Ian, Kata-kata itu tidak ada artinya. Dia hanya menggertak Chloe agar tidak berbuat macam-macam pada anggota asrama.


Tapi mengapa dada nya terasa sesak saat Justin bilang menyetujui untuk mengakhiri kesepakatan itu?


"Aku akan bicara pada Chloe tentang diskusi kita, Setelah dia keluar dari rumah sakit. Kuharap dengan keputusan yang telah kalian pilih, Kalian atau kita semua tidak menyesalinya," Ucap Justin.


"Tidak akan pernah!" Sahut Rea dan Ezra serempak, Mereka mengangguk mantap bahwa mereka tidak akan menyesal dikemudian hari.


"Aku akan mengurus surat cerai nya. Justin kau bisa urus yang lain nanti," Kata Ezra dengan senyum tipis tersungging di bibirnya, Perasaannya menjadi lebih senang.


"Dan aku akan menunggu saat itu tiba," Rea tersenyum sinis sambil bersidekap, Dia memakan kue keringnya sesaat.


Sementara Justin hanya menatap kosong sejenak sebelum berjalan pergi meninggalkan ruangan.


"Rapat selesai!" Kata Justin selagi meninggalkan ruangan.


TBC