Black Shadow: Gangster X Family

Black Shadow: Gangster X Family
Ingatan yang terlupakan



[Keesokan paginya]


Cip!  Cip!  Cip!


Burung-burung berkicau riang melintasi rumah keluarga Watson, Disebuah kamar bernuansa biru muda, Seorang gadis bersurai hitam tampak tertidur lelap. Sinar mentari menyinari wajahnya melalui celah-celah gorden membuat gadis itu merasa terganggu dalam tidurnya. Perlahan ia membuka mata menampakkan netra berwarna merah seperti batu ruby.


Matanya mengerjap sesaat, Mencoba menyesuaikan dengan cahaya sekitar. Setelah nyawa nya terkumpul semua, Barulah Chloe bangun. Dia memegangi kepalanya yang agak sakit sembari mengusap-usap pelan.


"Kenapa aku ada dikamar ya?" Gumamnya sadar bahwa kini ia berada di kamar lama nya, Tepat di rumah keluarga Watson.


Chloe termenung berusaha mengingat kejadian kemarin, Ia yakin kemarin terjadi sesuatu yang sangat besar. Namun entah kenapa ia tidak bisa mengingatnya sama sekali, Jika dipaksakan mengingat, Kepalanya malah tambah sakit. Dia menyerah, Pada akhirnya Chloe menganggap mungkin hanya mimpi semata.


Si gadis menguap kecil sedikit menghilangkan rasa kantuknya, Dengan langkah gontai dia mengambil handuk dan menuju kamar mandi.


************


Usai bersiap-siap, Chloe bergegas menuruni anak tangga. Dia menghampiri Reina dan mama nya yang sedang masak di dapur.


"Mama, Ada yang bisa Chloe bantu?"


"Itu bantuin Reina buat kue," Sahut Elina tanpa menoleh karna fokus menggoreng ikan.


"Baik ma," Chloe menghampiri Reina yang tampak kebingungan sambil menatap buku resep, Di tangannya terdapat wadah yang sudah berisi adonan kue. "Apa ada bahan yang kurang Reina?"


Reina tersentak, Cepat-cepat memandangi sang kakak. "Enggak, Cuma aku bingung pas dibagian ini. Katanya kasih gula secukupnya, Tapi berapa?"


"Udah dimasukin atau belum gulanya?"


"Belum,"


"Ya udah, Biar kakak yang urus adonannya. Kamu bagian menyiapkan loyang aja ya,"


"Oke kak," Reina menyerahkan wadah di tangannya dan diterima oleh Chloe. Sebelum gadis itu mengerjakan bagian lain.


Chloe melanjutkan pekerjaan Reina, Sesekali matanya memperhatikan buku resep.


Setelah selesai dengan pekerjaan masak-memasak, Reina dan Alvin menyiapkan meja makan sekaligus menata makanan mereka. Satu keluarga itu berkumpul menikmati makanan masing-masing.


Usai sarapan Reina dan Alvin bergegas pergi ke sekolah mereka, Chloe juga ikut adik-adiknya sekalian mengantar mereka ditambah dirinya juga harus pulang ke asrama. Mereka pamit pada Brian dan Elina sebelum pergi keluar rumah.


***************


Tap!  Tap!  Tap!


Sepanjang perjalanan ketiga saudara itu hanya diam, Tampak larut dalam pikiran masing-masing. Yang Chloe pikirnya tentang kejadian yang dialaminya kemarin, Sungguh dia tidak bisa mengingatnya sama sekali. Tangannya mencengkeram tas selempang yang dipakainya sebelum menoleh pada Alvin dan Reina.


"Alvin, Reina. Kemarin apa kalian mengalami kejadian aneh? Kakak yakin sekali kemarin kita bertiga mengalami hal yang sama, Tapi kakak tidak bisa mengingatnya kejadian itu," Kata Chloe menghembuskan napas.


"Iya kak, Aku juga merasakannya. Kejadian aneh, Saat bangun sudah ada di kasur. Padahal aku juga yakin kita bertiga rasanya ada diluar rumah," Alvin menggaruk kepalanya yang tidak gatal, Ekspresi bingung tercetak jelas di wajahnya.


"Sama, Tapi aku tidak bisa mengingatnya sama sekali. seolah ada sesuatu yang menghalangiku untuk mengingatnya," Reina menerawang memandangi langit biru cerah di atas mereka.


Ketiganya kembali diam, Menyadari kejanggalan yang ada. Namun mereka memilih tidak melanjutkan topik itu lagi, Ya sudahlah, Anggap saja cuma mimpi.


Tak terasa langkah kaki mereka sampai di depan sekolah Alvin dan Reina, Chloe memandangi gedung yang cukup tinggi itu. Banyak siswa-siswi yang mulai memasuki area sekolah, Melihat sekolah di depannya. Chloe jadi kangen masa-masa SMA nya.


Gadis itu tersenyum lalu, Lalu mengusap surai milik kedua adiknya itu gemas. Membuat kedua nya protes dengan ekspresi malu.


"Kakak!" Seru keduanya malu.


Chloe hanya tertawa kecil merasa senang bisa menggoda kedua adiknya itu. "Hehehe maaf, Ya udah kalian berdua belajar yang rajin,"


"Andai kakak satu SMA juga dengan kami pasti lebih seru," Reina cemberut, Chloe yang melihatnya langsung mencubit pipi adiknya itu gemas.


"Kakak udah lulus lebih dulu dari kalian, Gak mungkin kan kakak masuk SMA lagi,"


"Ya daftar lagi, Terus jadi adik kelas kami. Mudah kan," Kata Alvin santai yang sontak mendapat jitakan pelan dari Chloe.


"Ngaco, Gak bakalan terjadi itu," Sahut Chloe kesal, Alvin nyengir mendengarnya.


Disaat yang bersamaan Chloe mendengar bel sekolah berbunyi nyaring menandakan waktunya mapel pertama di mulai, Gadis itu memandangi sekolah itu kembali beberapa saat sebelum memutuskan melangkah pergi dari sana.


*************************


[Asrama]


Asrama itu tampak sepi seperti biasa, Chloe celingak-celinguk mencari anggota lainnya. Namun sepertinya tidak ada satupun dari mereka yang berada di luar asrama. Ia menghela napas, Melangkahkan kaki menuju pintu asrama.


Cklek!


Chloe memegang kenop pintu dan membukanya, Disaat yang bersamaan ia melihat Justin tengah duduk di sofa sembari menikmati secangkir teh, Seolah sedang menunggu seseorang. Atau memang sedang menunggu?


Blam!


"Pak Justin, Sedang menunggu siapa?" Tanya Chloe ceria.


Justin hanya diam masih menyesap tehnya dengan elegan, Sebelum melirik Chloe dengan pandangan dingin. Ia bersidekap sembari menyilangkan satu kakinya. "Habis dari mana saja kamu?" Katanya tanpa menjawab pertanyaan Chloe.


Glek!


Tanpa sadar Chloe meneguk selivanya sendiri, Agak kaget dengan pandangan Justin yang berbeda dari biasanya. Terlebih disekeliling pria itu seperti ada hawa mencekam.


"Eh?...Itu...Aku...," Chloe panik sekaligus bingung harus mencari alasan yang tepat, Pasalnya dia sama sekali tidak ingat apapun tentang kejadian kemarin. Dia hanya mengingat ketika izin sama Justin untuk pergi ke rumah sakit membayar pengobatan ayahnya. Namun setelah itu dia tidak mengingat apapun lagi.


"Bukankah kemarin sudah kubilang jangan pulang sampai larut, Bahkan kau tidak pulang-pulang kemarin. Kemana saja?!" Nada nya kini sedikit meninggi, Tatapan Justin semakin mengintimidasi.


Chloe jadi merinding di buatnya, Tidak ada anggota lain disana selain dirinya dan Justin. Ugh...Rasanya Chloe ingin menjerit sekarang, Siapa pun tolong selamatkan dia dari situasi mencekam ini.


Chloe meringis kecil, Suaranya agak gemetar saat menjawab pertanyaan itu. "Ma-Maaf pak Justin, Kemarin aku kerumah sakit untuk membayar pengobatan ayahku. Ta-Tapi setelahnya aku tidak ingat apa-apa lagi yang terjadi, Saat bangun aku sudah berada di rumahku," Jelas Chloe agak tergagap.


Chloe kembali meringis saat wajah Justin tampak menggelap, Si pria agak menunduk. Justin meranjak dari duduknya mendekati Chloe.


"Oh begitu...,"


"Hiii! Pak Justin marah," Chloe meringsut mundur, Dia memejamkan matanya takut ketika Justin mengulurkan tangan. Berpikir kalau Justin akan memukulnya.


Pluk!


"Eh?" Chloe sontak membuka mata saat merasakan sebuah tangan mengusap rambutnya, Netra merah seperti batu ruby itu bertemu pandang dengan netra orange milik Justin, Tatapan Justin begitu teduh. Ini pertama kalinya bagi Chloe melihat tatapan yang tak biasa dari Justin.


"Sepertinya kau tidak berbohong, Kau pasti berpikir aku marah dan akan memukulmu kan?"


Chloe mengangguk ragu, Merasa malu karna ketahuan berpikir begitu. Justin terkekeh pelan dan mengacak kecil surai milik si gadis. 


"Tenang saja, Aku bukan pria yang seperti itu kok. Lagipula aku mana mungkin memukul istri ku sendiri," Justin masih tersenyum, Menjauhkan tubuhnya dari Chloe yang diam melongo mendengarnya.


"Ternyata memang benar Neil menghapus ingatannya," Pikir Justin setelah dirinya juga sedikit mengintip dari ingatan Chloe. Ya, Justin memang sengaja mengusap rambut Chloe agar bisa melihat ingatan gadis itu untuk kejadian sebelumnya yang menimpa si gadis.


Chloe memilih diam tak bisa berkomentar apapun, Bingung juga dengan sifat Justin yang kadang tak terduga.


"Hari ini ada misi untukmu," Justin berdehem pelan, Seketika menyadarkan Chloe dari lamunannya.


"Misi apa?"


"Kau harus ikut denganku, Akan kujelaskan saat sudah sampai disana. Sebelum itu ganti bajumu dengan gaun ini, Aku akan meminta Felix merias mu nanti," Justin menyerahkan sebuah gaun pada Chloe, Entah sejak kapan pria itu mengambilnya.


Chloe menerima dengan bingung, Meski bagitu dia tak bertanya lebih jauh dan memutuskan menuruti perintah Justin.


TBC


Bonus:


[Nama: Kazuhara Rion


Age: 23 tahun]