Black Shadow: Gangster X Family

Black Shadow: Gangster X Family
Arc Devian Orlindo



Chloe menghela napas kasar, Dia menyandarkan tubuhnya di tembok. Setelah kepergian Felix dari kamarnya, Chloe sudah tidak mendengar suara apapun lagi di luar sana. Semuanya hening dan senyap.


Beberapa menit ia masih berdiam diri disana hingga setelah merasa aman, Chloe memutuskan untuk keluar dari kamar mandi. Dia buru-buru mengunci pintu kamar dan kembali bergelung di bawah selimut.


Jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi, Dia tak bergerak lagi dari tempatnya karna masih was-was kalau anggota lainnya masih berada di asrama dan belum pergi kerja.


Beberapa jam telah berlalu, Selama itu dia masih bersembunyi di bawah selimut. Kini jam menunjukkan pukul 10 pagi, 2 jam sudah berlalu setelah kejadian tadi.


Dan Kini perut Chloe mulai bergemuruh minta diisi, Sudah beberapa jam dia melewatkan sarapan pagi. Perlahan dia meranjak dari tempatnya dan keluar kamar dengan hati-hati.


Memastikan di luar kamar aman, Ia pun segera bergegas menuju ruang dapur.


******************


[Ruang dapur]


"Syukurlah, Ruangan nya sepi," Pikir Chloe lega setelah melihat ruangan itu sepi tanpa ada siapa pun disana.


Dia buru-buru mencari sisa makanan bagian nya di kulkas, Untung nya masih ada. Sepiring Udon lengkap dengan beberapa udang goreng, Sayang sekali mie nya sudah sedikit mengembang. Tapi apapun itu tetap Chloe makan.


Ia pun menyantap makanan nya seorang diri, Seperti biasa buatan Aiden memang paling enak. Disaat dirinya asyik makan, Entah bagaimana sebuah suara muncul tiba-tiba disampingnya.


"Enak Udon nya?"


"Hm...Enak kok,"


"Oh gitu, Tentu saja enak. Ini kan buatan kakak,"


Chloe merasakan cengkeraman di pundaknya, Sontak saja gadis itu langsung menghentikan aktivitas makannya. Ekspresi si gadis berubah horror, Dia kenal betul dengan pemilik suara ini.


Dengan gerakan patah-patah, Chloe menoleh seketika mempertemukan netra nya dengan netra aqua milik Felix. Chloe tersenyum kikuk seketika.


"Eh, Kak Felix...," Ia hanya bisa nyengir kecil.


Ekspresi Felix kini tampak terlihat mengerikan dengan wajah yang tertekuk dan senyum yang terlihat dipaksa kan. Dengan aura suram yang mengelilingi si pemuda, Sudah terlihat jelas kalau saat ini Felix sedang kesal dan marah meski ekspresinya itu tertutup dengan senyum terpaksa.


"Ano...Aku bisa jelaskan kak...," Kata Chloe gelagapan.


"Tadi kemana?" Tanya Felix menekan kata-kata nya, Masih senyum paksa.


"Itu...,"


"Kemana?!"


Seketika bulu kuduk Chloe berdiri saat netra aqua Felix menajam. Senyum si pria melebar walau tidak menutup ekspresi tertekuknya.


"Hiii! Kak Felix lebih seram kalau marah sambil senyum kayak gitu...!" Pikir Chloe takut.


"Ma-Maaf kak, Tadi itu aku habis ke toilet karna perutku sakit lagi. Terus karna suara keran air nya deras, Jadi suara kakak ketutupan dan aku gak dengar suara kak Felix," Bohong Chloe gelagapan.


Jantung nya berdegup kencang saat ekspresi Felix tampak tidak berubah, Tak lama pria bersurai coklat itu manggut-manggut


"Oh ya udah, Lanjut makan aja. Kakak cuma mau tanya itu kok," Kini Felix kembali tersenyum ramah seperti biasa, Chloe yang mendengarnya mengerjapkan mata.


"Eh? Dia percaya?" Pikir Chloe kaget, Sedetik kemudian ia tersenyum kikuk.


Felix hanya menatap masih tersenyum, Sebenarnya dia tahu kok kalau Chloe bohong padanya. Tapi Felix memilih diam dan membiarkan hal itu.


"Kalau begitu kakak pergi kerja dulu ya,"


"I-Iya, Hati-hati di jalan kak,"


Perlahan Chloe kembali melanjutkan aktivitasnya yang sempat tertunda, Sesekali netra merah ruby nya melirik ke tiap sudut dapur.


15 menit kemudian, Chloe selesai dengan sarapan paginya. Dia mengambil piring dan gelas bekasnya, Mencuci nya di wastafel.


Selesai dengan pekerjaan itu, Chloe memutuskan untuk jalan-jalan ke luar asrama. Toh, Pasti anggota lainnya sedang kerja atau mungkin punya urusan lain. Jadi pasti asrama akan sepi.


******************


[Mall, Pusat kota]


Kini Chloe menjejakkan kaki nya di mall terbesar di kota nya, Mall itu penuh dengan pelanggan yang berkunjung, Terlebih hari ini hari minggu. Tentu saja lebih ramai dibanding hari sebelumnya.


Kedatangannya ke mall itu untuk membeli beberapa hadiah buat keluarganya, Meski hanya barang murah setidaknya Chloe ingin membuat kejutan. Dengan langkah santai dia melihat-lihat setiap toko yang ada disana.


Disaat asyik-asyiknya berjalan dan melihat beberapa toko, Chloe merasakan tubuh nya menabrak seseorang. Sontak saja gadis itu terkejut dan sedikit mundur sembari menatap sosok pria di depannya.


"Maaf kan aku, Aku tidak sengaja," Chloe membungkukkan tubuhnya dalam-dalam.


"Iya, Gak apa-apa,"


Chloe mendongak mencoba melihat rupa pria di depannya, Sayang sekali wajah nya tidak terlihat karna tertutup topi yang sengaja sedikit di turunkan dan masker.


Si gadis sedikit memiringkan kepalanya, Ketika si pria itu diam beberapa saat. Sedetik kemudian baru lah pria itu berjalan pergi dari hadapannya.


Chloe tentu tidak memusingkan hal itu, Dia kembali melanjutkan perjalanannya membeli beberapa barang.


****************


"Akhirnya selesai juga," Chloe tersenyum senang usai membeli barang-barang yang dia inginkan, Semua sudah terbungkus dengan rapi dan tinggal di berikan pada keluarganya.


Ia melangkah keluar dari mall terbesar itu, Berniat memesan taksi untuk pulang. Namun niat itu terhenti ketika dia merasakan ada yang menarik lengan baju nya.


"Tunggu!"


Sontak saja si gadis menoleh, Ia kembali bertemu dengan pria bertopi yang ditabrak nya tadi. Saat si pria melepaskan topi dan maskernya, Barulah Chloe mengenali si pemilik wajah di depannya.


"Hee? Devian, Apa yang kau lakukan disini?" Chloe menatap kaget sembari sedikit memiringkan kepalanya.


"Aku sejujurnya hanya ingin jalan-jalan, Tapi aku sadar banyak orang yang mencoba mengejarku, Lebih tepatnya para fans ku. Jadi aku terpaksa menyembunyikan wajah begini," Devian menghela napas.


"Um...Kenapa kau dikejar banyak orang?"


"Aku seorang idol solo yang bekerja di bawah naungan J.G Entertainment milik Justin, Jadi tentu saja para fans ku itu mengetahui keberadaanku dimana saja,"


"Oh, Pulang saja lagi ke asrama. Padahal lebih aman disana," Sahut Chloe terkekeh pelan dan mendapat tatapan kesal dari Devian.


"Aku hanya ingin jalan-jalan, Rasanya tidak ada hari libur bagiku untuk istirahat sehari saja tanpa gangguan," Gerutu Devian masih memasang ekspresi kesal nya.


Chloe berpikir beberapa saat sebelum mengusulkan pada Devian. "Bagaimana kalau ke wahana taman bermain? Disana kau bisa bersenang-senang, Aku akan membantumu untuk menyembunyikan identitas mu," Usul Chloe antusias.


"Taman bermain? Boleh juga, Aku ingin langsung naik rolle coaster nanti," Devian yang tadi nya kesal ikut antusias.


Chloe terkekeh pelan. "Sembunyikan dulu wajahmu itu,"


Devian mengangguk patuh, Dia kembali memakai topi dan maskernya. Chloe pun berjalan bersama Devian.


Lupakan soal Chloe yang tidak ingin bertemu satu pun anggota asrama, Dia menarik kata-katanya. Kalau yang dihadapi Devian dengan tingkah kekanak-kanakan nya sih, Yah apa boleh buat.


TBC