Black Shadow: Gangster X Family

Black Shadow: Gangster X Family
Masalah baru



[Disisi lain]


"Aku pulang!"


Chloe memasuki rumahnya sambil melepas sepatunya, Dia meletakkan di rak sepatu sebelum berjalan pergi menuju dapur.


Dirinya melihat adik-adiknya yang sedang membereskan meja makan, Sementara orang tuanya tampak meranjak dari kursi masing-masing. Tampaknya mereka baru saja selesai makan siang.


Brian yang melihat Chloe di ambang pintu dapur segera mendekati anaknya.


"Habis dari mana Chloe? Baru pulang jam segini," Ucap Brian sembari memandang jam dinding yang menunjukkan pukul 4 sore.


Chloe nyengir kecil. "Itu habis dari rumah teman terus beli cemilan sebentar," Jawabnya sambil menunjukkan sekantong cemilan di tangannya.


"Sini deh Chloe, Ayah sama mama mau bicara sebentar," Kata Elina menarik pelan tangan anaknya.


Chloe yang ditarik hanya menurut, Dia meminta Alvin menyimpan cemilan yang barusan dibelinya lalu segera menyusul orang tuanya ke ruang tamu.


Mereka bertiga mendudukkan diri dengan nyaman, Sesudahnya Brian membuka suara.


"Ayah ingin tahu, Sejauh mana sekarang hubungan kamu dengan suami mu?"


Glek!


Chloe menelan seliva nya dengan susah payah, Ia tahu pertanyaan ini akan muncul cepat atau lambat. Tapi ini terlalu cepat baginya, Dirinya belum terlalu siap menjawab pertanyaan itu namun dia juga tak ingin menyembunyikannya lama-lama.


Chloe juga gak tahu bagaimana reaksi ayah dan mama nya jika mereka tahu kalau menantu mereka itu bukan berasal dari ras manusia? Oh tidak, Ia tidak bisa membayangkannya.


"Um...Chloe bakal bicara yang sejujurnya. Ta-Tapi ayah dan mama janji gak marah sama Chloe ya," Pinta Chloe dengan takut-takut, Dia memilin ujung bajunya dengan cemas.


"Iya, Cerita aja nak. Kami mendengarkan," Ucap Brian menunggu dengan sabar.


"Um...Sebenarnya kami sudah cerai, Perceraian itu terjadi dua minggu yang lalu saat kita dirawat di rumah sakit. Aku ada kok surat cerainya kalau ayah dan mama gak percaya," Ucap Chloe jujur yang seketika membuat Brian dan Elina diam membatu.


"Awalnya aku juga gak percaya kalau kami akhirnya cerai tapi setelah memahami situasinya, Aku akhirnya menerima keputusan itu dengan lapang dada," Tambah Chloe semakin takut saat melihat ekspresi ayahnya yang mulai emosi.


Sementara Elina masih menatap Chloe, Kali ini dia tampak cemas. "Tapi kamu gak di apa-apain kan sama dia sebelum kalian cerai?"


"Enggak, Aman kok ma,"


"Kecuali first kiss ku udah hilang," Tambah Chloe dalam hati sembari meringis kecil.


"Jadi itu alasannya kau kembali tinggal disini?!" Tanya Brian berusaha menahan emosinya.


Chloe hanya membalas dengan anggukan takut.


"Gak bisa begini! Enak saja dia mempermainkan pernikahan kalian! Siapa nama pria itu?! Livian Gevariel kan kalo tidak salah!" Ucap Brian emosi, Dia lantas berdiri seketika membuat Chloe panik.


"A-Ayah mau ngapain?"


"Ayo ikut ayah, Kita temui dia,"


Chloe refleks menahan tangan ayahnya dengan tatapan serius. "Lalu setelah bertemu dengannya ayah mau apa? Minta kopensasi karna dia sudah menceraikan ku?! Ayah tidak perlu melakukan hal itu, Yang terpenting aku baik-baik saja selama tinggal bersamanya dan kami tidak melakukan hubungan apapun!" Ucap Chloe tegas.


"Meski tidak melakukan hubungan apapun, Pasti selama kalian menikah dia setidaknya pernah mencium mu! Ngaku saja pada ayah!" Kata Brian tak kalah tegas.


Sejenak Chloe terdiam karna dugaannya ayahnya tepat sasaran, Livian tidak pernah menciumnya sekalipun. Namun anggota lain pernah, Tapi disini Brian dan Elina hanya tahu Livian lah satu-satunya yang menjadi suami sah Chloe. Walau sekarang menjadi mantan suami.


"Pak Livian tidak pernah menciumku! Dia tidak melakukan apapun kecuali memeluk. Hanya itu yang dia lakukan,"


"Kau yakin dia tidak pernah melakukan sesuatu padamu?" Kali ini emosi Brian mulai tenang, Ia menatap curiga pada anaknya.


"Sangat yakin sekali, Jadi ayah tidak perlu pergi untuk menemuinya. Semuanya sudah berlalu," Chloe mencoba menenangkan Brian.


"Tapi kalian bercerai tanpa persetujuan kami selaku orang tua, Mau bagaimana pun kita harus menemuinya agar semuanya menjadi jelas," Kata Elina yang masih tidak setuju.


"Elina benar, Ayo kita pergi," Brian berjalan lebih dulu mengambil jaketnya lalu mengambil kunci rumah.


"Ayo Chloe kita siap-siap dulu," Elina menarik tangan Chloe untuk mengikuti nya ke kamar.


"Mama Chloe gak mau! Chloe gak mau ikut!" Chloe mencoba melepaskan tangannya dari Elina.


"Kalau kamu gak ikut, Mama sita handphone mu!" Ancam Elina yang seketika membuat Chloe pasrah.


********************


"Jadi ini rumahnya?" Brian, Elina, dan Chloe keluar dari taksi yang mereka tumpangi.


"Iya," Chloe tertunduk. Sementara Elina membayar ongkos taksi.


"Sebenarnya ini tempat asrama, Aku cuma tahu jalan menuju kesini tapi jalan menuju rumah pak Livian gak tau," Pikir Chloe sambil mendongak memandangi asrama di depan mereka. "Dalam sehari aku berkunjung dua kali ke tempat ini, Tadi sudah sekarang berkunjung lagi,"


"Tapi rumah ini terlihat sepi dan agak seram ya," Elina merasa sedikit merinding saat memandang asrama di depannya.


"Memang begitu, Aku akan menekan bel nya," Chloe meraih bel di dekatnya lalu menekan perlahan.


Ting Tong~


******************


[Disisi lain]


Semua anggota asrama satu-persatu memasuki ruang dapur, Mereka menuju ke tempat duduk masing-masing. Sementara Aiden sudah berada disana menyiapkan makan malam.


Tidak ada pembicaraan disana selama masa keheningan itu, Semuanya sibuk dengan pikiran masing-masing. Aura canggung dengan atmosfer dingin menyelimuti ruangan. Justin yang mengambil kendali atas raganya, Melirik satu-persatu wajah para anggotanya.


Dia tahu saat ini mereka masih marah pada Victor, Bahkan Ezra yang biasanya selalu kalem didekatnya kini tampak acuh. Mereka tidak bersuara satu sama lain.


Justin menghela napas lirih merasakan situasi dingin disekitarnya, Dia pikir dengan membiarkan Victor menceritakan semua masa lalu mereka. Semuanya akan semakin mudah karna sekarang ingatan mereka sudah kembali, Tapi dia tidak menyangka kalau mereka akan semarah ini.


Situasi Victor saat ini juga sedang terpuruk. Justin tidak tahu harus membujuk seperti apa agar para anggotanya tidak marah lagi pada Victor. Tapi dibujuk pun tampaknya tidak akan berpengaruh.


Ting Tong~


Suara bel terdengar ke seluruh penjuru ruangan, Mereka semua masih diam setelah mendengar suara bel itu. Tak lama Devian berdiri tanpa mengatakan sepatah kata pun, Dia berjalan pergi menuju pintu utama.


Aiden menata makanannya di meja makan, Usai melakukan tugas. Ia duduk bersama anggota lain.


Tap! Tap! Tap!


Devian kembali dengan raut datar, Dia menghampiri Livian yang bersiap makan.


"Livian, Kau dicari sama Chloe,"


"Ngapain dia balik lagi?"


"Gak tau, Tapi dia datang gak sendiri. Sama orang tuanya. Feeling ku sih kayaknya ada hubungannya sama pernikahan palsu kalian," Jawab Devian cuek.


Livian yang mendengar hal itu lantas menatap Justin, Meminta penjelasan.


"Kalau mereka nyari bukti surat cerainya, Cari aja di laci kamarku. Jelaskan saja secara detail kalau kita atau lebih tepatnya kamu sudah cerai sama Chloe. Jadi kita gak ada hubungan apa-apa lagi," Kata Justin tenang.


"Ya tapi kan kalian juga ikutan! Masa cuma aku sendiri yang jelasin?!" Kata Livian gak terima.


"Orang tua Chloe cuma kenal kamu, Karna kamu yang pertama kali ngasih kesepakatan ke mereka. Jadi wakilin kita-kita aja buat jelasinnya," Balas Raizel sembari mengunyah makanannya.


Livian berdecak kesal hingga tiba-tiba pintu dapur terbuka lebar menampakkan sosok seorang gadis yang baru saja muncul.


Brak!


"Kalian...!"


TBC