Becomes A Billionare With Card System

Becomes A Billionare With Card System
Pertunangan



Malam ini papa Shiina sengaja mengundang Yuji dan Yor untuk membicarakan pertunangan antara Yuji dan Shiina. Karena Shiina juga sudah mengatakan kepada papanya untuk menerima pertunangan itu.


Takahara juga merasa jika Yuji adalah pemuda yang baik dan cukup memiliki masa depan karena Yuji memiliki sebuah perusahaan financial yang cukup besar. Yaitu perusahaan SG milik Shuzo sebelumnya, yang kini sudah dia ubah namanya menjadi Y Group.


Dan sebenarnya Takahara maupun keluarganya belum mengetahui jika sebenarnya Yuji juga memiliki beberapa perusahaan besar yang cukup sukses dan berkembang.


"Jadi bagaimana? Apa kalian sudah memutuskannya?" tanya Takahara menatap Yuji dan Shiina secara bergantian.


Shiina yang sudah berpenampilam sedikit anggun malam hari ini masih saja terdiam dan malu untuk menjawabnya. Hingga akhirnya Yuji yang menjawabnya.


"Sudah, Paman. Kami sudah memutuskannya. Dan kami sudah sepakat untuk manjalani janji pertunangan ini." ucap Yuji lirih namun terdengar tegas dan yakin.


"Dan malam ini aku juga sudah mempersiapkan sepasang cincin pertunangannya. Semoga Shiina menyukainya, karena aku membelinya tanpa menawarinya terlebih dulu. Dan semoga saja ukurannya sesuai untuk Shiina." imbuh Yuji mulai mengeluarkan dua buah kotak berwarna kebiruan gelap dengan tekstur lembut.


Sebenarnya ucapan Yuji cukup mengejutkan semua orang yang berada di ruangan ini. Bagaimana mungkin Yuji membeli cincin tanpa mengetahui ukuran jari Shiina? Seharusnya Yuji menanyakannya terlebih dulu kepada Shiina ukuran jari manisnya ataupun mereka membeli cincin bersama. Namun ini tidak! Yuji malah membelinya seorang diri tanpa bertanya kepada Shiina.


Dan sebenarnya Yuji menggunakan kemampuan membaca pikiranya disaat tak sengaja Shiina membatin tentang sebuah cincin pernikahan. Dan dari situlah Yuji mengetahui ukuran tersebut.


"Baiklah-baiklah jika memang sudah seperti ini. Ayo pakaikan cincin untuk pasangan kalian." sela mama Shiina kembali membuat suasana canggung sebelumnya kembali hangat kembali.


"Ayo, Shiina! Biar aku pakaikan untukmu." ucap Yuji meraih salah satu cincin itu dan memakaikannya pada jari manis Shiina.


"Wah. Ini pas sekali dengan ukuranku." sahut Shiina memandangi cincin berwarna silver dengan desain simple itu yang sudah sudah melingkar pada jemari manisnya.


"Apa kamu menyukainya?" tanya Yuji penasaran.


"Ya. Aku menyukainya kok. Desainnya simple namun masih terlihat sangat elegan. Terima kasih Yuji." sahut Shiina dengan jujur dan berbinar.


"Sayang, sampai kapan kamu mau memandangi cincin itu? Ayo pakaikan untuk calon menantuku juga ..." ucap mama Shiina membuat Shiina nyengir malu.


Gadis pecinta warna hitam ini kini mulai meraih cincin lainnya dan memakaikan untuk Yuji.


Keluarga Shiina terlihat bahagia dengan pertunangan ini. Begitu juga dengan Yor yang terlihat bahagia. Biar bagaimanapun melihat sang kakak bahagia dan menemukan gadis baik yang tulus pada sang kakak, tentunya membuat Yor merasa lega.


Mereka melanjutkan makan malam dengan perbincangan ringan. Keluarga Shiina memang sudah selalu ramah dan menyukai Yor dan Yuji sejak mereka bertetangga. Dan mereka semakin menyukai Yuji setelah Yuji menyelamatkan Shiina dari niat jahat Shuzo.


Bahkan Lee juga terlihat tidak keberatan sama sekali disaat sang adik akan bertunangan dengan Yuji. Padahal selama ini Lee cukup pemilih dan akan cerewet jika Shiina memiliki teman pria.


Malam semakin larut, hingga akhirnya Yuji dan Yor memutuskan untuk berpamitan. Shiina mengantarkan mereka berdua hingga sampai di teras rumahnya. Namun tiba-tiba saja Shiina kembali menahan Yuji.


"Yuji, tunggu!" sergah Shiina yang sukses menahan kembali Yuji dan Yor.


"Ya? Ada apa, Shiina?" tanya Yuji dengan wajah innocent-nya seperti biasa.


"Uhm. Bolehkan aku berbicara sebentar denganmu?" tanya Shiina untuk pertama kalinya terlihat kaku dan aneh saat di hadapan Yuji, karena biasanya gadis pecinta warna hitam ini akan selalu ceria dan blak-blakan saat berbincang dengan Yuji.


"Yor, kamu pulanglah duluan. Kakak akan berbicara dengan Shiina dulu." ucap Yuji beralih menatap Yor.


"Okay deh. Sampai jumpa, Kak Shiina." sahut Yor dengan senyum lebarnya sambil melambaikan tangannya kepada Shiina.


"Sampai jumpa, Yor cantik!" sahut Shiina juga melambaikan tangannya.


Yor meninggalkan mereka berdua dan segera pulang ke rumahnya. Namun Shiina malah terdiam dan tak kunjung mengatakan apapun. Dia terlihat ragu untuk berkata-kata.


"Ada apa, Shiina? Bukankah kamu ingin mengatakan sesuatu padaku?" tanya Yuji membuyarkan angan Shiina.


"Eh ... oh ... i-iya ... uhm ... begini. Aku ingin bertanya sesuatu padamu." ucap Shiina terbata dan terlihat gugup.


"Ya?"


Mendengar ucapan Shiina, Yuji terlihat mengulum senyum dan menutupinya dengan punggung telapak tangannya.


"Kenapa malah tersenyum? Aku sedang bertanya serius padamu, Yuji." celutuk Shiina mengerutkan sepasang alis indahnya.


"Sebenarnya itu hanya kebetulan kok. Aku hanya memperkirakan ukurannya saja. Dan ternyata sangat pas untukmu." jawab Yuji asal.


"Bohong! Itu tidak mungkin! Membeli cincin pertunangan ataupun pernikahan bukanlah seperti membeli mainan. Bagaimana mungkin kamu bisa memperkirakannya, Yuji? Apa kamu tidak pernah berpikir jika sampai cincin itu terlalu besar ataupun terlalu kecil untukku, kamu harus menukarnya kembali. Dan itu akan mengulur waktu." ucap Shiina memicingkan sepasang matanya menatap Yuji penuh selidik.


Huft ... gadis ini tidak mudah untuk mempercayaiku. Lalu mengapa dia dengan mudahnya mempercayai Shuzo saat itu?


Batin Yuji mengusap tengkuknya dan menggigit bibir bawahnya.


"Yuji!!"


"Hhm. Baiklah-baiklah. Sebenarnya aku tau semua tentang kamu. Ukuran sepatumu, ukuran bajumu, ukuran celanamu, ukuran sepatumu dan benda-benda lainnya yang kamu kenakan ... aku tau. Namun aku hanya memperkirakannya saja." sahut Yuji.


Mendengar jawaban dari Yuji, Shiina terdiam dan berniat untuk mengujinya.


"Oh ya? Coba katakan padaku. Berapa ukuran sepatuku?" tanya Shiina dengan salah satu alis yang diangkatnya ke atas.


Yuji melihat ke arah kaki Shiina dan terdiam mengamatinya selama beberapa saat.


"Sekitar 37 hingga 38. Apakah aku benar?"


"Ya! Kamu benar! Ada beberapa brand yang aku harus menggunakan size 37. Namun ada juga beberapa brand yang mengharuskan aku memakai size 38. Ayo, iku aku sebentar!" ucap Shiina terlihat gemas sendiri karena Yuji benar-benar bisa menebak size sepatunya.


Shiina meraih tangan Yuji dan menggiringnya untuk mendatangi teras taman sampingnya. Lalu mereka duduk bersama di sebuah bangku panjang berwarna putih.


"Kemarikan tanganmu, Yuji ..." ucap Shiina sambil menepuk meja dengan taplak berwarna putih yang ada di hadapan mereka.


Meskipun tak mengetahui tujuan Shiina, namun Yuji mulai memberikan tangan kanannya di atas meja itu.


"Bukan yang itu. Tapi tangan yang satunya, Yuji ..." sahut Shiina dengan cepat.


Yuuji menarik tangan kanannya kembali dan memberikan tangan kirinya di atas meja. Dan tepat di sebelahnya sudah ada jemari kiri Shiina juga.


Shiina tersenyum penuh binar lalu mengeluarkan ponselnya dan memotret kedua tangan mereka yang sedang mengenakan cincin pertunangan itu.


CEKREK ...



"Manis sekali ..." guman Shiina setelah memeriksa beberapa hasil foto itu.


Sedangkan Yuji masih saja terdiam dengan wajah innocent-nya memandang sisi samping wajah Shiina.


Aku hampir saja melupakan sesuatu. Para gadis akan suka sekali mendokumentasikan apapun. Hhmm ...


Batin Yuji tanpa sadar sudah mengukir sebuah senyuman manis saat memandangi Shiina.


...🍁🍁🍁...


Bonus Visual Yor malam ini.