Becomes A Billionare With Card System

Becomes A Billionare With Card System
Patah Hati



"Oh ... thanks, Misa. Kebetulan aku sedang ingin makan kue." sahut Yuji bersemangat, dan tanpa pikir panjang dia segera menikmati kue itu.


"Sama-sama, Yuji. Tidak disangka ya kita bertemu lagi secara tidak sengaja. Padahal aku disuruh mama Shiina dan Shiina untuk menemaninya berlibur. Dan ternyata kamu juga ikut berlibur juga disini." ucap Misa dengan penuh binar menatap Yuji.


Berada di atas dek paling atas, kini mereka mulai menikmati minuman segar bersama setelah Yuji.l menghabiskan red velved cake itu. Sepoi angin menerpa wajah mereka berdua. Dan pemandangan yang begitu memukau, seperti matahari yang mulai terbenam dengan begitu indah juga begitu memanjakan mata.


Duduk di atas lounge bed (kursi santai), di dalam kapal pesiar tentu akan mendapatkan pengalaman bersantai yang luar biasa. Ketika langit sore berganti malam, sembari menikmati kerlap-kerlip lampu kota menghiasi daratan Jepang.


Kapal pesiar Y Supreme ini berlayar di tepian laut. Saat malam hari, panorama akan terasa begitu memukau dengan menyaksikan lampu kota yang memantul di permukaan air.


"Hhm. Sebenarnya karena aku sudah berjanji kepada Shiina dan yang lainnya untuk mengajak mereka jalan-jalan saat liburan musim dingin sih. Hehe ..." sahut Yuji seadanya.


"Hhm. Begitu ya ..." sahut Misa singkat namun berbinar, namun tiba-tiba saja pandangannya beralih menatap jemari kiri Yuji yang mengenakan sebuah cincin berwarna silver.


Hal ini cukup aneh karena sebelumnya Yuji tak pernah memakai cincin yang lebih menyerupai sebuah cincin pertunangan atau cincin pernikahan itu.


Namun belum sempat Misa bertanya, Yuji sudah mengajaknya untuk kembali.


"Ayo kita bersiap, Misa. Sebentar lagi waktu makan malam akan segera tiba." ajak Yuji mulai bangkit dari tempat duduknya.


"Eh ... oh iya." sahut Misa segera mengikuti Yuji untuk masuk.


...🍁🍁🍁...


Makan malam telah tiba, mereka bahkan lebih memilih untuk makan malam di deck luar kapal sambil berlayar di sepanjang cakrawala kota! Suasana ini menjadi momen yang tidak akan bisa dilupakan oleh mereka semua, kareja setiap orang memiliki dan menyimpan perasaannya masing-masing.


Seperti Ai yang sebenarnya masih berharap untuk bisa berbaikan dengan Yuji. Seperti Misa yang diam-diam menyukai Yuji. Seperti Jin yang masih saja berusaha untuk mendekati Megu dan menyimpan sebuah harapan kepada Megu.


Seperti Yor dan Nao, pasangan baru yang masih begitu berbunga-bunga. Seperti ketiga teman-teman Yor yang masih selalu mengagumi Yuji. Seperti Shiina yang merasa bahagia, karena ini adalah pertama kalinya dia pergi jauh bersama Yuji dengan status terbaru yang dimiliki mereka berdua. Dan seperti Yuji yang merasa bahagia, karena untuk pertama kalinya bisa mengajak dan memberikan sesuatu yang fantastis untuk sang adik.


Mereka menikmati makan malam bersama dan beberapa perbincangan ringan juga menemani mereka. Hingga akhirnya setelah beberapa saat Yuji memutuskan untuk meninggalkan mereka, karena sudah merasa kenyang. Dan dia juga ingin berjalan-jalan melihat lautan dari kapal pesiarnya..


"Aku akan melihat laut sebentar!" kini Yuji mulai bangkit dari kursi santainya dan mulai melenggang santai menuju tangga naik kecil.


Dan tempat itulah dek teratas dari kapal pesiar yang begitu mewah itu. Ada pagar putih yang cukup tinggi dan panjang yang mengitari pinggiran dek ini.


Yuji mengangkat kedua lengannya dan menjadikan pagar putih yang begitu kokoh itu untuk tumpuan kedua tangannya.


Hembusan angin laut senja itu menerpa wajah yang cukup tampan itu. Rambut hitam kecoklatannya juga menari-nari di udara karena terpaan angin laut yang cukup kencang saat malam itu.


Wajahnya terlihat begitu hangat menikmati panorama indah yang terbentang di hadapannya saat ini. Lautan luas itu membuatnya menjadi sedikit merasa lebih tenang, setelah dia mengalami beberapa liku-liku kehidupan yang begitu membuatnya terpuruk. Meskipun saat ini semuanya telah berbalik sepenuhnya.


"Yuji ..." tiba-tiba saja suara seorang gadis sudah terdengar di sebelahnya.


Rupanya Shiina sudah menyusulnya dan ikut menikmati pamandangan memukau itu.


Mendengar pertanyaan dari Yuji membuat kening gadis cantik pecinta warna hitam ini berkerut.


"Ada apa? Pertanyaan macam apa itu, Yuji?" sungut Shiina merasa kesal.


Eh? Kenapa dia malah tiba-tiba marah? Apa salahku?


Batin Yuji menatap Shiina bingung sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali.


Dia sungguh tidak romantis sama sekali! Padahal saat ini kita sudah tunangan! Bukannya mengajakku tapi malah pergi sendiri. Giliran disusul, dia malah bilang ada apa? Mengapa dia begitu datar? Padahal saat berada di dalam bioskop, dia bisa bersikap manis padaku. Huftt ...


Batin Shiina merasa kesal. Dia memasang wajah cemberut dan menyilangkan kedua tangannya di bawah dada.


Semua itu bisa disengarkan oleh Yuji dengan sangat jelas. Dan seketika Yuji meringis dan mengusap tengkuknya.


Ternyata dia marah karena hal ini? Baiklah-baiklah ...


Batin Yuji tersenyum gemas dan mulai melenggang beberapa langkah dan berhenti tepat di belakang Shiina.


Perlahan Yuji mulai melingkarkan kedua tangannya dan mendaratkan kedua tangannya di atas tangan Shiina yang yang masing menyilang. Yuji juga sedikit menunduk dan akhirnya mendaratkan dagu indah dan tegas berbentuk V shape itu di atas bahu kiri Shiina.


Mendapatkan perlakuan manis ini yang secara tiba-tiba tentu saja membuat Shiina terkejut2 bukan main. Namun dia tak berusaha untuk menolaknya. Justru Shiina merasa sangat senang mendapatkan perlakuan manis dari Yuji. Tanpa dia sadari senyumnya mulai mengembang menghiasi wajah cantiknya.


"Shiina. Coba lihat ke depan ... ada beberapa landmark kota yang sangat indah. Dan sebentar lagi akan ada kembang api ..." ucap Yuji lirih dan netranya menatap lurus ke depan.


"Wah ... benarkah? Tapi darimana kamu tau akan ada kembang api, Yuji?" tanya Shiina kebingungan.


"Hanya menebak saja ..."


Baru saja berhenti berkata, beberapa kembang api mulai terlihat di depan. Terlihat begitu indah dan memukau.


Shiina merasa sangat takjub melihat semua itu. Dia juga merasa sangat bahagia.


Sementara itu dari kejauhan tak sengaja Misa melihat semua itu. Ada.sebuah rasa kecewa dan ketidak mengertian memenuhi hatinya saat ini. Dan rupanya hal itu juga dilihat oleh Ai. Sebenarnya melihat semua itu membuat Ai merasa kesal. Dia sengaja mendekati Misa yang terlihat sangat terpukul karena melihat tingkah manis Yuji dan Shiina.


"Wah buaya itu benar-benar keterlaluan! Bukankah baru saja dia menjalin hubungan denganmu? Lalu mengapa dia malah bermesraan dengan Shiina? Dan aku dengar ... kini mereka malah bertunangan loh. Cih ... benar-benar buaya!" geram Ai memojokkan Yuji.


Apa? Mereka bertunangan? Jadi cincin itu adalah benar-benar cincin pertunangan? Tapi ... bagaimana bisa itu terjadi? Bahkan pertunangan Shiina dan Shuzo saja baru saja dibatalkan.


Batin Misa tak mengerti.


Hal yang semakin membuat Misa kecewa adalah ketika melihat Shiina yang tiba-tiba mengecup pipi Yuji dengan wajah berbinar. Karena merasa tak tahan melihat semua itu, akhirnya Misa pergi begitu saja meninggalkan Ai tanpa sepatah kata apapun.