
Usai mengambil hadiah souvenir setelah memenangkan tantangan dari rumah hantu. Mereka berlima memutuskan untuk mendatangi ke sebuah cafe yang berlokasi tak jauh dari SMU Keio. Karena selain mendapatkan souvenir, mereka juga mendapatkan 5 kupon makan sepuasnya di cafe tersebut.
Karena memang sudah merasa lapar dan lelah, akhirnya mereka berlima memutuskan untuk menikmati makan malam disana.
Mereka memesan cukup banyak makanan karena tak mau melewatkan kesempatan ini. Jin dan Megu terlihat begitu antusias saat menikmati makan malam mereka.
Tidak seperti Misa dan Ai yang masih terlihat menjaga image-nya di depan mereka. Terlebih di depan Yuji. Padahal saat ini Yuji tak terlalu menghiraukan mereka dan malah asyik menikmati makan malamnya.
"Entah mengapa aku merasa keberhasilan kita saat memenangkan tantangan di rumah hantu, menurutku sedikit aneh lo." celutuk Megu tiba-tiba.
"Aneh bagaimana, Megu? Aku merasa biasa-biasa saja deh." celutuk Jin santai dan rupanya kurang peka.
"Hhm. Menurutku aneh sih. Biasanya tim-tim lainnya membutuhkan waktu berjam-jam untuk menyelesaikan misi di dalam rumah hantu. Namjn kita bisa menyelesaikan misi itu dengan cepat. Bahkan ketiga plakat tengkorak itu begitu mudah kita dapatkan, seakan malah datang sendiri kepada kita loh ..." celutuk Megu curiga.
Mendengar kecurigaan Megu, membuat Yuji yang sedang menikmati teh susu hangatnya tersedak seketika.
"Uhukk ... uhukk ..."
"Minumlah, Yuji." Misa segera memberikan air mineral untuk Yuji dan Yuji segera meneguknya beberapa tegukan.
"Menurutku itu seperti keberuntungan saja deh. Bukankah seharusnya kita bersyukur karena misi berhasil kita lakukan dengan mudah?" ucap Jin yang rupanya masih saja membahas hal itu.
"Kau benar, Jin hanya saja ..." ucap Megu menggantung karena tiba-tiba saja Yuji segera menyerobot ucapannya dan berdehem.
"Ehem ... makanlah, Misa. Ini sungguh enak sekali. Cobalah ..." Yuji berkata dengan mulut yang penuh dengan makanan dan mulai berinisiatif untuk menyuapi Misa dengan setusuk Yakitori.
Tak sempat menjawab ataupun untuk menolaknya, karena disaat Misa membuka mulutnya, disaat itulah Yuji malah memasukkan ujung Yakitori itu ke dalam mulut Misa. Hingga akhirnya dia terpakasa memakannya dengan wajah yang mulai merona.
Melihat hal ini seketika membuat Ai yang duduk di seberang mereka berdua memasang wajah masam. Dan dengan sangat kuat Ai mulai memotong dan menusuk daging wagyu dengan full power hingga membuat dentingan antara pisau, garpu dan hot plate itu.
"Ai, mengapa kamu tidak datang bersama Shoto untuk mengunjungi Festival Budaya?" tanya Jin sambil memasukkan sesuap potongan okonomiyaki ke dalam mulutnya. "Aahhh ... oh iya! Sorry, aku lupa jika Shoto sedang menjalani masa hukuman." imbuhnya cepat.
"Cihh!!" Ai semakin merasa kesal karena mengira jika Jin sengaja melakukan hal itu untuk mempermalukan dirinya yang malah datang seorang diri, padahal dia memiliki seorang kekasih.
Ai semakin keras memotong daging-daging wagyu itu. Dan seketika Jin langsung berpura-pura untuk berbincang dengan Megu.
"Megu, bagaimana jika malam ini kita karaokean dulu.setelah makan malam? Suaraku bagus loh. Hehe ..." ucap Jin asal dan hanya sebatas ingin mengalihkan pembicaraan saja.
Namun rupanya Megu malah menanggapinya serius dan sangat bersemangat.
"Aku setuju! Itu ide yang sangat bagus!!" jawab Megu antusias. "Kamu juga ikut ya, Ai!" imbuh Megu membujuk Ai.
Mampus. Rupanya Megu malah menyukainya dan sangat bersemangat. Padahal uang saku dan simpananku baru saja aku pakai untuk membeli console game terbaru. Bagaimana jika Ai mengiyakan ajakan dari Megu? Bagaimana aku akan mentraktir mereka?
Batin Jin dengan wajah kusut dan mulai beralih menatap Yuji, berharap Yuji akan menyelesaikan masalah kali ini.
Namun, Yuji yang bisa membaca pikiran Jin seketika menghela nafas dan memijit keningnya.
"Sorry. Aku tidak bisa ikut bersama dengan kalian. Aku harus mengantar Misa pulang. Namun karena aku tak bisa datang dan menemani kalian, maka aku akan mentraktir kalian. Gunakan uang ini saja, Jin." ucap Yuji sambil menyodorkan beberapa lembar uang untuk Jin.
Melihat hal itu, tentu saja kembali membuat Ai mengerutkan keningnya. Yuji yang selama ini dia kenali adalah Yuji yang miskin dan tidak memiliki cukup banyak uang. Bahkan untuk membayar uang sekolahnya saja dia kesulitan. Namun kini dia malah memberikan sejumlah uang yang besar untuk orang lain bersenang-senang.
"Whoaaa ... terima kasih, Yuji!" sahut Jin berbinar.
"Hhhm."
"Sorry, Megu. Sepertinya aku juga tidak bisa ikut bersama dengan kalian. Aku akan pulang saja. Karena masih harus mengerjakan beberapa tugas." ucap Ai lirih dan menepis tangan Megu yang beberapa saat yang lalu masih menepuknya. "Aku pulang dulu ..." imbuhnya lalu meninggalkan mereka semua.
"Aku dan Misa juga duluan ya. Bye ..." Yuji juga segera bangkit dari tempat duduknya, karena dia masih akan mengantarkan Misa untuk pulang ke rumahnya.
Mereka meninggalkan Jin dan Megu begitu saja. Namun saat Yuji dan Misa sedang menuju ke parkiran untuk mengambil motor besar Yuji, mereka bertemu dengan Ai yang sedang menunggu sebuah taxi.
Sempat terdiam dan hanya saling bertatapan selama beberapa saat, namun akhirnya Ai segera membuang muka dan mendengus kesal lalu mulai memasuki sebuah taxi yang sudah menghampirinya.
Tak mau memusingkannya, Yuji juga segera menaiki motor gagahnya dan segera memberikan helm untuk Misa.
"Ayo, Misa. Aku akan mengantarmu."
...πππ...
Malam hari di dalam kamar Yuji ...
Seperti biasa, Yuji segera mengambil salah satu kartu dari segerumul cahaya putih kebiruan di hadapannya untuk mendapatkan hadiahnya kali ini. Dia mulai membacanya.
...β§β§β§...
...β§β§β§...
Sepasang mata Yuji membulat sempurna setelah membaca isi kartu tersebut. Bahkan dia mengerjap-ngerjapkan matanya beberapa kali karena masih mengira jika semua ini adalah mimpi.
"La-Lamborghini Veneno?" gumam Yuji masih saja tak mempercayai semua ini.
[ Benar sekali, Tuan. Saat ini hadiah tuan masih berada di Mitsuoka Tokyo show room. Silakan tuan mengambil berkas-berkas surat kepemilikan serta hadiah tuan. ]
Sahut Zero sang pemandu sistem.
"Hadiah darimu benar-benar sangat fantastis, Zero. Baru saja kamu memberikan kalung seharga selangit, motor besar, jam tangan super mahal. Bahkan kamu juga memberikan tempat tinggal yang sangat mewah dan perusahaan besar. Dan kini ... kini kamu memberikan 1 unit Lamborghini Veneno yang sangat mewah?" ucap Yuji masih saja berbinar menatap kartu yang bertuliskan hadiah itu.
"Kamu benar-benar telah merubah hidupku dari seorang sampah dan pecundang menjadi seorang billionare!!" gumam Yuji masih berbinar.
"Baiklah. Besok sepulang sekolah aku akan mengambil hadiahku di Mitsuoka Tokyo Show room. Oh ya, perlihatkan status terbaruku saat ini, Zero!"
[ Baik, Tuan. Menampilkan status dimulai. ]
DING ...
Kini sebuah layar hologram kebiruan yang sudah mulai terlihat di hadapan Yuji. Dia segera memeriksanya untuk memastikan beberapa hadiah lain dan penambahan poin yang dia dapatkan saat ini.
γγγγγγ Billionare System γγγγγγ
Nama : Yuji Kamiya
Usia : 17 Tahun
Ras : Manusia
Ketampanan : 93
Kepintaran : 93
Ketangkasan : 90
Kecepatan : 90
Kekuatan : 96
Ketahanan : 94
Kharisma : 92
Kemampuan Spesial :
β’ Membaca pikiran orang
β’ Teknik bela diri judo ( pro )
β’ Kemampuan berbincang dan fasih dalam bahasa Inggris
Poin sistem : 79
Poin kemampuan : 80
Hadiah Misi 15 : Beberapa penambahan poin dan 1 unit Lamborghini Veneno Hitam metalik
Dana : 6.695.000 yen ( kira-kira 750 juta rupiah )
Aset dan Investasi :
β’ Perusahaan Game ( Y Games )
β’ Perusahaan Kuliner Dan Restoran ( Yummy Restaurant ), dengan cabang 552
Misi : 16 ( belum dibuka )
Sistem pemandu : Zero
γγγγγγ Billionare System γγγγγγ