Becomes A Billionare With Card System

Becomes A Billionare With Card System
Extra Part 3 ( Jin Dan Misa )



"Jin, bagaimana jika kamu mencoba membuat komik digital juga? Gambar-gambarmu sangat keren dan bagus lo. Pasti akan sangat bagus dan banyak yang suka lo kalau kamu buat karya!"


Ucap Misa yang sedang melihat sketch book milik Jin saat mereka sedang bersama di sebuah perusahaan entertaiment. Yaitu tempat Misa bekerja sebagai seorang proffesional make up artist. Dan kali ini Jin sedang mengunjungi Misa dan mereka berada di ruang kantin untuk menikmati makan siang bersama.


"Tapi aku hanya bisa menggambar saja, Misa. Aku sama sekali tidak bisa membuat ide dan alur cerita. Sedangkan komik digital juga harus memiliki cerita yang bagus agar laku di pasaran loh." sahut Jin sambil menikmati ramen uddon miliknya.


"Hhmm ..." Misa memutar bola matanya dan terlihat sedang berpikir keras.


"Aku tau! Selama ini aku cukup pandai membuat beberapa novel. Bagaimana jika kamu yang menggambar dan ceritanya dari aku? Pasti keren loh! Karena gambarmu sangat keren!" ucap Misa mengusulkan penuh binar dan sangat bersemangat.


Jin terdiam dan mulai memikirkan usulan dari Misa lalu mengangguk-anggukkan kepalanya beberapa kali.


"Ide yang bagus! Sepertinya akan jadi kerjasama yang bagus!" sahut Jin penuh binar, namun akhirnya dia mulai berdehem sekali dan menatap kembali Misa yang hari ini mengenakan pakaian tanpa lengan yang dia padankan dengan rok putih yang memiliki cutting miring. Terlihat sangat cantik, dewasa, stylish dan fashionable. Benar-benar gaya seorang Misa yang tak pernah akan gagal keren.


"Ehem. Setiap bertemu kita hanya membahas mengenai pekerjaan dan bisnis kita saja. Lalu kapan kita akan membicarakan tentang hubungan kita dong, Misa?!" sungut Jin sengaja memasang ekspresi murung.


Mendengar ucapan dari Jin, membuat Misa tertawa kecil dan terlihat begitu cantik dan anggun.


"Jin, bukankah kita juga akan segera menikah bulan depan? Usiaku juga sudah tidak muda lagi, dan akan segera memasuki 27 tahun dalam beberapa hari lagi. Aku juga harus segera menikah bukan?" sahut Misa dengan senyuman manisnya.


"Biarpun usiamu sudah hampir 27 tahun, tapi kamu masih sangat cantik kok. Malah terlihat semakin cantik saja." sahut Jin malah tersipu malu sendiri saat memuji Misa.


Lagi-lagi Misa tertawa kecil dan menutupinya dengan punggung telapak tangannya.


"Sejak kapan kamu pandai membual dan merayu seperti ini, Jin?" ucap Misa menanggapi dengan kekehannya.


"Sejak kamu menyelamatkanku malam itu yang hampir melompat ke lautan gara-gara aku mengira lautan itu adalah kolam renang." sahut Jin dengan asal.


Karena kejadian itu rupanya malah membuat Misa dan Jin semakin dekat setelahnya. Mereka sering pergi dan bertemu bersama setelah kejadian malam itu.


Lagi-lagi Misa terkekeh dan segera bangkit dari tempat duduknya, "Aku akan memesan strawberry youghurt sebentar. Apa kamu juga mau, Jin?"


"Boleh. Tapi aku ingin grape youghurt." sahut Jin



Namun tiba-tiba ada seorang gadis yang kebetulan baru saja tiba di kantin ini, memandangi Jin dari kejauhan. Dia merasa seperti pernah mengenal Jin, hingga akhirnya dia mulai menghampiri Jin ketika dia sudah merasa sangat yakin jika dia memanglah Jin.


"Hai, Jin. Apa kabar?" sapa gadis cantik dengan penampilan modis dan nyentrik itu penuh binar lalu dia duduk di seberang Jin.


Jin menengadahkan wajahnya menatap gadis itu dan dia cukup terkejut ketika menyadari jika gadis itu ternyata adalah Megu. Penampilannya sangat berubah sehingga membuat Jin cukup pangkling. Megu yang sekarang berpenampilan mencolok dan nyentrik seperti para model pada umumnya.


"Megu?" gumam Jin terlihat ragu-ragu, khawatir dia akan salah orang.


Namun gadis itu malah tersenyum lebar dan mengangguk tegas sebagai jawaban dari ucapan Jin.


"Tidak aku sangka kita akan bertemu kembali disini. Apa yang kamu lakukan di tempat ini, Jin?" tanya Megu terlihat begitu antusias dan percaya diri, karena di masa lalu Jin pernah menyukainya.


"Oh aku hanya ingin mengunjungi seseorang dan makan bersama dengannya saja kok." sahut Jin seadanya. "Oh ya, kebetulan sekali kita bertemu. Jadi aku ingin mengundangmu. Aku harap kamu bisa datang bulan depan di pesta pernikahanku." imbuh Jin memberikan sebuah undangan untuk Megu.


"Un-undangan?" ucap Megu cukup terkejut dan seketika merubah raut wajahnya penuh kecewaan.


"Yeap. Bulan depan aku akan menikah. Dan aku juga mengundang seluruh teman-teman sekelas kita dulu kok. Aku harap kamu juga bisa datang, Megu." ucap Jin mulai menyambut kedatangan Misa yang membawakan 1 cup grape youghurt untuknya.


"Jin ini untukmu." ucap Misa sembari memberikan minuman berwarna violet lembut dengan tekstur kental dan lembut itu.


"Terima kasih, Sayang. Oh iya. Dia adalah Megu, teman sekelasku dulu yang tidak sengaja bertemu di tempat ini." ucap Jin mulai memperkenalkan Megu kepada Misa, padahal sebelumnya mereka juga pernah bertemu.


Namun kedua gadis itu saling berjabat tangan dan saling memperkenalkan diri.


Megu segera berpamitan karena mengatakan jika masih ada beberapa pekerjaan sebagai seorang model. Namun raut wajahnya yang seketika berubah drastis sebenarnya sangat terbaca oleh semua orang.


Namun Jin tak mau mengambil pusing semua ini. Baginya Megu adalah sebuah kesalahannya di masa lalu. Dan kini dia benar-benar sudah melupakan Megu. Karena semenjak Jin dikecewakan di masa lalu oleh Megu, Misa sudah mulai mengisi hatinya dan hingga sampai saat ini sudah memenuhi isi hatinya.


...🍁🍁🍁...