
Yuji berpikir keras untuk menyelesaikan masalah yang dianggapnya cukup rumit ini.
"Shiina, kamu hanya merasa tidak nyaman karena Shuzo selalu mengekangmu bukan? Kamu hanya ingin bebas darinya untuk saat ini bukan? Lalu bagaimana dengan pertunangan kalian? Apa kamu juga berniat untuk membatalkannya?" tanya Yuji untuk memastikan hal itu sebelum memutuskan rencananya kali ini.
Shiina berbalik menatapnya sejenak lalu memutar bola matanya seakan sedang berpikir. Lalu dia mengangguk samar dan menjawabnya.
"Jujur saja soal pertunangan dan pernikahan aku belum memikirkannya sama sekali. Tapi jika dia tidak terlalau mengekangku saja, aku sudah merasa lebih baik. Setidaknya biarkan aku menikmati masa mudaku dengan baik bersama dengan teman-temanku. Itu saja yang aku inginkan. Namun dia tidak pernah mau mengerti." ucap Shiina.
"Hhm. Baiklah. Jadi begini saja ... aku punya ide untuk mengatasi semua ini. Kemarilah ..." sahut Yuji meminta Shiina untuk mendekat padanya.
Shiina segera mendekati Yuji dan disaat itulah Yuji mulai membisiki rencananya kali ini. Shiina mendengarkannya dengan seksama dan kedua alis indahnya mulai berkerut.
"Apakah cara ini akan berhasil?" tanya Shiina terlihat ragu-ragu.
"Jika perasannya padamu memang tulus, maka seharusnya dia akan bisa melakukannya dengan baik. Namun jika dia masih kekeh tidak mau, itu artinya dia memang sangat egois dan hanya mementingkan dirinya sendiri. Dan apabila rencana ini tidak berhasil, maka mau tidak mau aku akan turun tangan dan membantumu langsung." jawa Yuji.
"Kamu akan turu tangan sendiri? Maksudnya?" tanya Shiina tak mengerti.
"Hhm. Untuk hal ini aku akan memberitahukan padamu jika rencana kita tidak berhasil. Kamu tenang saja! Dan sekarang lebih baik kamu segera menemuinya dulu dan lakukan apa yang sudah aku katakan! Okay?" ucap Yuji melempar senyumnya dan berniat untuk meninggalkan Shiina.
Namun Shiina kembali menahan langkahnya kembali, "Yuuji, tunggu!"
"Ya? Ada apa?"
"Terima kasih ..."
"Katakan lagi padaku disaat semua sudah berhasil dan terselesaikan. Ganbatte!! " ucap Yuji kembali berlalu meninggalkan Shiina.
Yuji sempat berpapasan dengan Shuzo di dalam ruangan. Yuji hanya melengos dan tak menganggap keberadaan Shuzo. Namun tidak dengan Shuzo. Shuzo malah menahan bahu Yuji dengan sangat kasar.
"Bocah tiang listrik! Dimana kamu menyembunyikan Shiina?! Aku tau Shiina ada di dalam rumahmu bukan?!" tandas Shuzo masih dengan nada bicara keras dan kasar seperti biasanya.
"Om galak! Ini adalah kediamanku! Jadi tolong jaga sikapmu jika tak ingin keamananku menyeretmu keluar!" tandas Yuji memberikan peringatan untuk Shuzo.
"Cihh!! Sudah berani kamu mengancamku ya! Apa kamu benar-benar tidak tau, kamu ini sedang berhadapan dengan siapa? Aku adalah tuan muda Shuzo Hayato pengusaha muda yang memiliki Hotel-hotel besar dan pusat perbelanjaan yang tersebar di seluruh penjuru kota ini! Aku sangat berpengaruh di dunia bisnis!"
Ucap Shuzo menyombongkan dirinya dengan penuh percaya diri.
"SH Group? Apakah benar itu adalah milikmu, Tuan muda Shuzo?" ucap Yuji mulai mengincar sesuatu dan tersenyum misterius.
"Ya! Itu adalah perusahaannku!" tandas Shuzo dengan tegas.
"Begitu bangga dan percaya diri ya. Bagaimana jika aku membuat semuanya bangkrut dan hancur hanya dalam sekejap, Tuan muda Shuzo?" tanya Yuji mendekati wajah garang Shuzo.
Yuji mengatakan semua itu dengan manis, bahkan dia juga tersenyum disaat mengatakannya.
Namun belum sempat terjadi percakapan yamg semakin memanas diantara mereka berdua kembali, tiba-tiba saja Shiina sudah datang dan meraih tangan Shuzo.
"Aku ingin bicara denganmu!" ucap Shiina menengadahkan wajahnya menatap pria berkacamata dan bertubuh atletis itu.
"Tuan Yuji ..." tiba-tiba saja Yuka yang baru saja menyelesaikan salah satu nyanyiannya untuk para tamu undangan, kini juga sudah menghampiri Yuji dan Shuzo. "Nona muda Yor mencari tuan Yuji." imbuhnya sesekali menatap ke arah Shiina dan Shuzo dengan raut wajah rumit.
"Dasar, Bocah tiang listrik tak tau diri!" geram Shuzo berusaha untuk mengejar Yuji, namun Shiina segera menarik tangan Shuzo agar tidak menimbulkan masalah lagi malam ini hanya karena temperamennya yang sangat tidak baik.
Yuka membungkukkan badannya di hadapan Shuzo dan Shiina dan segera mengekori Yuji.
.
.
.
"Shiina, mengapa kamu menahanku dan malah membawaku ke taman ini? Bocah bernama Yuji itu sudah sangat tidak sopan dan kurang ajar terhadapku. Aku harus memberikan pelajaran untuknya!" geram Shuzo yang terlihat masih dipenuhi amarah ketika mereka sedang berada di taman samping rumah Yuji.
"Kamu yang selalu memancing dan membuat masalah kepadanya, Shuzo. Yuji hanya berusaha untuk bertahan dan melindungi dirinya sendiri." sahut Shiina yang membuat Shuzo terperangah karena kali ini Shiina berani membela Yuji di hadapannya.
"Shiina ... aku ini adalah tunanganmu. Aku melakukan semua ini adalah untuk melindungimu. Aku tidak mau kamu dekat dan bermain bersama pria lain yang tidak jelas! Dia pasti sengaja mendekatimu! Bahkan dia pasti juga sengaja pindah di rumah ini hanya untuk mendekatimu! Hidung belang seperti dirinya menggunakan cara lama seperti ini! Cihhh ..."
Geram Shuzo penuh amarah. Dan wajahnya juga sudah memerah padam seperti kepiting rebus.
"Shuzo ini adalah hal yang ingin aku bicarakan denganmu." ucap Shiina memberanikan diri untuk menengadahkan wajahnya menatap Shuzo.
Sedangkan Shuzo masih terdiam menatap Shiina dengan tatapan tak mengerti.
"Sebelum kita benar-benar menikah. Aku ingin meminta sesuatu darimu."
"Katakan! Apa itu?"
"Selama kita masih bertunangan dan belum menikah, tolong berikan waktu untukku hingga setidaknya aku lulus sekolah. Jangan pernah mengekangku dan membatasi duniaku. Aku juga masih ingin bermain bersama dengan teman-temanku. Karena duniaku bukan hanya ada kamu saja. Dan sebaiknya kita tidak pernah bertemu hingga aku menyelesaikan sekolahku dulu."
Ucap Shiina memberanikan diri dan berharap Shuzo mau mendengarkan dan mengabulkan permintaannya kali ini
"Apa?! Aku tidak akan mungkin bisa jauh darimu, Shiina! Lagipula aku hanya ingin melindungimu saja!" balas Shuzo sangat keberatan.
"Jika kamu memang tulus menyukaiku, maka lakukanlah ... mari bertemu lagi disaat pernikahan. Tapi jika kamu tidak bersedia untuk melakukannya, maka aku akan meminta papa untuk membatalkan pertunangan ini."
"Kalau begitu ayo kita menikah sekarang!" ucap Shuzo tanpa pikir panjang, karena dia sangat takut akan kehilangan Shiina.
"Apa?!" tanya Shiina terkejut bukan main.
"Iya! Kalau begitu ayo kita menikah! Aku tidak akan bisa jauh darimu, Shiina! Apalagi membiarkanmu bersama pria lain!"
"Baik jika itu keputusanmu. Aku akan meminta papa untuk membatalkan pertunangan ini!" sahut Shiina berniat untuk meninggalkan Shuzo.
Percuma saja berbicara panjang lebar dengan pria ini! Dia tidak akan pernah bisa berubah. Caramu ternyata tidak berhasil, Yuji.
Batin Shiina mulai melenggang 3 langkah meninggalkan Shuzo.
Namun Shuzo segera meraih tangan Shiina dan melemparkannya di dalam pelukannya.